UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.194 - Pendewasaan



"Apa sebaiknya kita mengulang apa yang terjadi hari ini?" tanya Teo.


"Tidak ada yang akan berubah ... lagipula kita akan memilih Tuoli juga pada akhirnya!" jawab Tom.


"Setidaknya kejadian hari ini tidak akan terjadi ... calon istri Tuoli tidak akan menjadi pembunuh! para preman tidak akan ke sekolah membuat keributan! Ibu Catriona tidak akan masuk penjara! Pak Egan tidak akan terluka! lihat ... banyaknya hal yang bisa diubah!" kata Teo.


"Aku hanyalah pewaris sementara, untuk membuka waktu kembali ke masa kini ... peluangnya cuma satu kali mencoba, itupun belum bisa dipastikan karena aku belum pernah melakukannya sebelumnya." kata Cain.


"Kalian berdua mengetahui hal ini tapi tidak memberitahu kami apa-apa ...." kata Tan kecewa.


"Aku baru tahu tadi malam!" kata Cain membela dirinya.


Semua mata menatap Felix, "Kan baru tadi malam Cain menjadi pewaris ... walau aku tahu sebelum-sebelumnya, meminta Franklin membuka bekuan waktu adalah hal yang mustahil! dia memang memihak kita tapi dia juga memiliki prinsip sendiri yang tidak bisa digoyahkan. Lagipula dengan meminta Cain membuang kesempatan untuk mengubah permainan hari ini adalah hal yang sembrono! kita bisa menggunakannya untuk hal yang lebih besar ...." kata Felix.


"Kau tahu kau sangat menyebalkan kan? tapi disaat yang bersamaan perkataanmu memang benar!" kata Tom.


"Kalau kalian punya solusi lain yang lebih baik dari ini, katakan sekarang! biar kita memilih solusi terbaik agar bisa melewati permainan ini tanpa ada masalah dan menggunakan peluang ini sebaik mungkin ...." kata Felix.


"Terlalu beresiko rasanya kalau kita menggunakan solusi ini ... apa tidak kita simpan saja peluang ini untuk hal yang lebih penting! bisa saja nanti kita membutuhkan kekuatan ini lebih dari hari ini ...." kata Tan setelah memikirkan matang-matang.


"Aku terserah kalian ...." kata Felix merasa apa yang diinginkannya akan disetujui.


"Gunakan saja saat ini! sebelum aku berubah pikiran ...." kata Cain menatap Felix.


"Berubah pikiran?" tanya Tom.


Felix dan Cain hanya saling tatap, "Walau aku tahu dia akan memilih itu ... kenapa aku selalu saja kecewa dengan pilihan Cain itu!" kata Felix dalam hati.


"Kita libur sekolah selama tiga hari! kita bisa menggunakan waktu itu untuk meloncat ke masa depan dan menukar kematian sekaligus ...." kata Teo yang sepertinya sudah menyepakati ide Felix.


Cain bisa menggunakan kekuatannya untuk meloncati waktu ke masa depan, walau masih terbatas tapi untuk ke 28 hari ke depan sudah bisa dilakukannya. Dengan Franklin yang membekukan waktu untuk kembali ke masa kini sebagai perlindungan agar tidak terjadi hal yang berbahaya seperti Efrain memerintahkan untuk menyerang Felix dan kawan-kawan agar masa depan dapat berubah adalah salah satu permasalahan tapi disisi lain juga sebagai perlindungan.


Akhirnya kini ada Cain yang bisa membuka jalan untuk kembali ke masa kini. Jika tidak bisa kembali ke masa kini, hanya terus maju bisa membuat mereka bolos sekolah hampir sebulan.


Pulang sekolah mereka langsung melakukan persiapan untuk meloncati waktu. Serta mendiskusikan 28 pemain yang akan dipilih dari 28 pemain lainnya. 28 pasang pemain sekaligus merupakan tugas terberat bagi mereka lakukan sejauh ini. 19 pemain bukanlah apa-apa dibanding kali ini. Terutama kali ini ada Kiana yang menjadi pemain terakhir.


"Jangan mengemas banyak barang! secukupnya saja ...." kata Cain melihat Teo dan Tom tidak berhenti memasukkan sesuatu ke dalam tasnya.


"Kau akan bersyukur juga dengan kami nantinya!" kata Teo.


"Bukan kau juga yang membawanya! tidak usah mengomel!" kata Tom.


"Hahh ... terserah kalian lah!" kata Cain.


Felix memaksakan dirinya untuk makan, tapi tetap saja tidak ada makanan yang bisa masuk dan tinggal di perutnya. Banks datang memberi obat dan diberi infus dengan cairan berwarna-warni. Katanya itu bisa menjadi pengganti makanan untuk Felix dan bisa membuat pergerakan Veneormi melambat. Felix mengira seiring berjalannya waktu, ia akan bisa beradaptasi dengan Veneormi di dalam tubuhnya tapi ternyata tidak. Semakin lama Veneormi berada di dalam tubuh semakin memperparah keadaan. Tidak ada kata beradaptasi dan terbiasa dengan penyakit ini membuat Felix frustasi.


Cain juga memakan buah darah dengan lahap, bagaimanapun juga ia harus menggunakan kekuatannya untuk melompati waktu dan menggunakan kekuatan sebagai pewaris papan permainan tukar kematian untuk kembali.


Tan, Teo dan Tom juga memakan vitamin dan membawa uang untuk 28 hari ke depan serta makanan ringan untuk persediaan. Banks juga memberi obat-obatan yang mungkin mereka butuhkan. Tan yang mudah mengingat botol dan kegunaannya dipercayakan untuk membawanya serta diberi pelajaran singkat oleh Banks bagaimana cara merawat luka ala Mundebris.


Tom dan Teo berlatih dengan Cain menggunakan senjata Alvauden masing-masing. Tapi Cain yang selama ini berlatih pedang tidak terlalu membantu Teo yang menggunakan tombak begitu juga Tom yang menggunakan kapak. Felix langsung tidur untuk menyiapkan tenaganya untuk besok pagi yang panjang dan melelahkan.


Cain dan Tiga Kembar hampir tidak tidur tapi terlihat siap dan segar sedangkan Felix yang tidur nyenyak terlihat pucat.


Pasangan ke 23 adalah Damita 24 tahun dan Odelia 24 tahun. Keduanya merupakan sahabat dari sejak kecil. Keduanya tidak aktif melakukan misi yang diberikan oleh Efrain, tidak juga datang menemui Cain untuk meminta diselamatkan atau sebaliknya. Mereka berdua merahasiakan hal ini dari keluarga mereka masing-masing. Meski kematian mereka berdua terhubung tapi hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik tanpa masalah. Hanya saja ditakutkan jika salah satu dari mereka meninggal, yang selamat akan langsung menyusul.


Maka dari itu Felix memikirkan sebuah solusi dengan menghapus salah satu ingatan mereka. Felix pernah menghapus dan memanipulasi ingatan penumpang pesawat yang diselamatkan tapi kali ini Felix menggunakan ramuan Banks. Felix tidak percaya diri bisa melakukannya lagi dikondisi yang sekarang maka dicarilah alternatif lain. Dengan menghapus ingatan salah satu dari mereka tentang permainan ini setidaknya rasa sakit mereka hanyalah rasa sakit karena kehilangan sahabat bukannya ditambah dengan rasa bersalah karena menjadi yang selamat.


Pilihan mereka adalah untuk menyelamatkan Odelia karena statusnya yang sebagai mahasiswi kedokteran. Di masa depan pasti dia akan menyelamatkan banyak nyawa, sebanding lah dengan menyelamatkan nyawanya. Cain pun menyetujui, walau tahu alasan pemilihan kedua pasangan itu tapi memilih diam dan tidak memberitahu. Hanya ikut menyetujui atau menolak, tidak memberi penjelasan lebih lanjut atau memulai perdebatan lagi seperti dulu. Pilihan berdasarkan suara terbanyak, bahkan Felix sudah tidak lagi egois dengan mementingkan pilihannya.


Semakin lama permainan ini berlangsung membuat mereka sudah kehilangan semangat untuk berdebat. Rasanya membuang-buang waktu dan membuat ketegangan yang sia-sia diantara mereka. Mereka akhirnya mengerti bahwa seharusnya mereka saling menjaga dan saling mengerti satu sama lain.


...-BERSAMBUNG-...