
Selama melakukan pelepasan kamera pengawas ada dua pemandangan yang mereka lihat, pesta dan berduka. 19 keluarga yang berpesta dan 19 keluarga yang berduka. Terkadang Cain dan Tiga Kembar tinggal melamun di rumah seseorang membuat Mertie harus menghapus rekaman cctv yang memang terpasang di rumah keluarga tersebut, untung Mertie sudah menyetelnya untuk bisa ia kendalikan dari jarak jauh. Mertie juga tidak mengeluh dan memarahi mereka karena tahu bagaimana perasaan mereka seharian ini pasti tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Saat mereka melepas kamera pengawas, bunga Flortem sudah tidak ada di semua rumah. Sepertinya anak buah Efrain bergerak lebih cepat dari mereka atau Franklin yang langsung membawanya kembali. Tidak jelas hubungan kerja sama antara Efrain dan Franklin.
***
"Veneormi?" tanya Felix.
"Salah satu hewan khas Neraka, di sana Veneormi tumbuh dan berkembang dengan cepat ... Veneormi berukuran kecil, lebih kecil dari butiran pasir tapi saat memasuki tubuh manusia, Veneormi tumbuh besar dan bersarang di jantung atau di otak. Veneormi begitu menyukai tubuh manusia tapi tidak bisa masuk sendiri ke dalam tubuh manusia, harus sengaja di masukkan dengan menggunakan Isvintria ...." jawab Banks.
"Tapi bisa disembuhkan kan?" Felix khawatir, "Tunggu, Isvintria? energi yang menjadi sumber kekuatan masing-masing Quiris kan?"
Banks mengangguk mengiyakan Felix yang sudah tahu banyak tentang pengetahuan Mundebris, "Bisa, Yang Mulia ... hanya saja setelah Veneormi memasuki tubuh manusia tidak lagi akan seperti dulu lagi ... dengan kata lain akan ada kerusakan di dalam tubuh teman Yang Mulia ...." Banks menjawab kekhawatiran Felix.
"Sebenarnya dalam rangka apa mereka menargetkan Dallas ... begitupun Magdalene dan Gina ... atas dasar apa kriteria korban Efrain?" kata Felix dalam hati dan sedang berpikir, "Yang penting sekarang keluarkan dulu Veneormi itu dari dalam tubuh Dallas dan berikan obat untuk membantu Dallas supaya bisa memulihkan kesehatannya ...."
Banks terlihat menghindari tatapan Felix, "Ada apa? tidak sulit kan?" tanya Felix cepat mengerti.
"Untuk mengeluarkan Veneormi harus dengan memancingnya tubuh baru untuk dimasuki ...." jawab Banks.
"Ternyata begitu ... kukira harus membunuh orang dulu ... ternyata sesimpel itu ...." kata Felix santai.
"Tapi, siapa yang akan dijadikan korban Yang Mulia?" tanya Banks.
"Kan ada aku! walau begini ... tubuhku masih tubuh manusia ...." jawab Felix.
"Tapi ... Yang Mulia ...." Banks panik mendengar kerelaan Felix tanpa sedikitpun keraguan.
"Tidak apa-apa ... bagaimanapun juga aku tidak akan mati semudah itu! bahkan jika aku mati pun banyak hal yang bisa menghidupkanku kembali ...." kata Felix.
"Mungkin memang saat menjadi Caelvita resmi, Veneormi akan keluar dengan sendirinya atau mati di dalam tubuh Yang Mulia tapi saat ini Yang Mulia akan merasakan efek dari Veneormi yang menggerogoti tubuh Yang Mulia ... biar saya cari manusia lainnya saja!" kata Banks.
"Kau mau membuatku menjadi penjahat lagi? tidak usah ... kalau ada solusi lain yang bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan orang lain kenapa tidak dicoba ... jangan perdulikan aku yang akan membunuh 49 nyawa dalam waktu dekat ...." kata Felix.
"Tidak ada kesalahan di balik pilihan dan tindakan seorang Caelvita. Ketika Caelvita melakukan atau mengatakan sesuatu maka itu akan menjadi peraturan!" kata Banks.
"Kau itu terlalu kaku, Banks ... cobalah untuk lebih fleksibel!" kata Felix, "Ayo kita ke rumah Dallas!"
Banks menyiapkan peralatan dan botol ramuannya dengan enggan hati karena keinginan Felix untuk mengorbankan diri sebagai wadah baru untuk Veneormi.
"Bisa tidak, cepat-cepat! kau itu guruku tapi aku tidak akan segan-segan kalau kau tidak menghormati keputusanku ...." kata Felix.
"Yang Mulia ...." Banks merengek sebal karena Felix ternyata tidak ada niat untuk mengubah keputusannya padahal Banks berniat akan menangkap manusia dalam perjalanan nanti.
"Semua manusia itu berharga, aku menyelamatkan Dallas bukan karena dia temanku tapi karena aku tahu dia membutuhkan pertolongan ... kalau kau berniat menjadikan manusia yang tidak kukenal untuk menyelamatkan temanku, lupakan saja! aku tidak menjadikan Dallas spesial karena dia temanku tapi karena dia yang beruntung bisa aku tahu ketika butuh pertolongan ...." kata Felix.
Banks berlutut dihadapan Felix, "Ada apa tiba-tiba?" tanya Felix heran.
"Kau membuatku jadi terlihat buruk saja ... ayo berdiri! kau sadar kan sekarang sedang membuatku menjadi murid terburuk yang pernah ada ... mana ada guru yang berlutut di depan muridnya?! lagipula sumpahmu juga seperti orang yang akan menikah saja ...." kata Felix membantu Banks cepat berdiri.
Felix dan Banks bersiap untuk ke rumah Dallas. Saat ke luar rumah, Banks bersiul dan kuda putih bertanduk muncul.
"Cuma satu?" tanya Felix, "Apa sebaiknya kita pergi ke rumah Dallas lewat Mundclariss saja tidak usah lewat Bemfapirav ...."
"Katanya Yang Mulia mau mengorbankan diri sendiri menjadi tempat baru Veneormi, kalau lewat Mundclariss saya bisa saja tidak sadar menangkap manusia!" kata Banks dengan wajah kesal.
"Hahh! kau sedang ngambek atau apa?" Felix menertawai ekspresi Banks, "Jadi bagaimana aku kesana? apa perlu kupanggil Duarte yang ada di Mundebris?"
"Yang Mulia tinggal bersiul saja ... semua Quiris Mundebris ditakdirkan berjodoh dengan satu kuda dan akan datang dimanapun dan kapanpun saat dipanggil ...." kata Banks.
"Dia bisa langsung kesini? kukira kuda Mundebris tidak bisa keluar dari Mundebris ...." Felix mulai bersiul.
Terdengar suara langkah kaki kuda mendekat dan terlihat kuda emas menunduk memberi salam, "Perkenalkan, Tuan Muda ... nama saya Edelhard. Saya tidak menyangka bisa mendapat kehormatan ini!"
"Sudah kuduga kalau Yang Mulia akan mendapat kuda Leaure! kuda yang berjodoh dengan Quiris mencerminkan hati Quiris. Itu tandanya Yang Mulia punya kepribadian Leaure walau sebenarnya tidak terlihat begitu ...." kata Banks dengan nada sarkastik di akhir kalimatnya.
"Kau menyanjungku atau memakiku?!" kata Felix.
"Edelhard mohon kerja samanya! kau tahu kan aku orang yang sibuk, setelah mengetahui kalau kau bisa datang kapanpun dan dimanapun saat kupanggil ... seharusnya dia tidak memberitahuku sih ... tapi sudah terlanjur kutahu jadi kau akan ikut sibuk juga ... bersiaplah!" Felix mengulurkan tangannya dan Edelhard memajukan kepalanya minta dibelai menandakan mereka telah resmi menjadi rekan.
"Jadi apa arti dari kuda unicorn?" tanya Felix langsung pada kuda Banks dan mulai menaiki Edelhard.
"Yang berjodoh dengan kuda unicorn hanyalah Daemonimed sejati!" kata Banks.
"Aku bertanya pada rekanmu!" kata Felix.
"Nama saya, Garwyn Tuan Muda. Semua Unicorn akan berjodoh dengan seseorang yang ahli dalam menyembuhkan!"
"Kau tahu Garwyn, di Mundclariss kau terkenal sekali ... ada yang mengatakan kau ini hanya dongeng semata ada juga yang percaya bahwa keberadaanmu memang ada!" kata Felix.
"Saya pernah mendengarnya dari Nona Iriana! katanya saya terkenal di kalangan anak-anak manusia ...." kata Garwyn.
"Kalau boleh tahu tujuan kita kemana Tuan Muda?" tanya Edelhard tidak sabar untuk melakukan perjalanan pertama bersama Felix.
Banks melemparkan botol ramuan dan pecah di depan para kuda memunculkan jalur yang bersinar yang hanya bisa dilihat oleh kuda dan penunggang kuda.
"Ayo kita berangkat!" Edelhard mulai berlari tanpa Felix melakukan persiapan terlebih dahulu karena terlalu bersemangat dan itu hampir membuat Felix terjatuh.
"Santai saja ...." kata Felix tertawa.
...-BERSAMBUNG-...