UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.343 - Serigala Dengan Bulu Berlian



"Kenyataan bahwa aku masih hidup saat ini adalah sebuah keajaiban. Kebanyakan pemburu iblis akan mati saat melakukan tugasnya atau membunuh dan kemudian masuk penjara. Aneh ... aku sedang menyebut diriku sendiri beruntung." kata Cairo dalam hati.


Mereka berlima berbaring di atas rumput berwarna biru muda yang bersinar diterpa sinar bulan. Selain Felix, Cairo juga terluka paling parah dibanding Tan, Teo dan Tom yang bertubuh kecil bisa menghindar dengan bergerak cepat dan lincah.


Setelah melaksanakan misi, seharusnya perasaan bisa lega tapi sebaliknya. Serasa ada sesuatu yang menjanggal, ingin disingkirkan tapi tidak tahu bagaimana caranya. Begitulah perasaan mereka semua yang sedang menatap sinar bulan purnama yang mulai bersinar lebih terang lagi dari sebelumnya yang meredup.


"Aku mencium sesuatu ...." kata Tan bangun dan duduk.


"Hahh ... hentikan omong kosongmu itu! aku sudah muak! kau mau bilang mencium sesuatu yang aneh apa lagi kali ini?! huh?!" kata Tom sebal.


"Makanan!" teriak Tan.


"Ah, makanan. Hahh?! makanan? makanan apa?" Tom akhirnya juga ikut bangun dan melihat ada begitu banyak makanan yang diletakkan di atas kain berwarna putih bersinar.


Teo langsung bangun dan berlari sekuat tenaga menuju tempat makanan itu berada. Tan dan Tom kaget melihat orang yang terluka bisa lari secepat itu.


"Tunggu, harus dibagi rata dulu!" teriak Tan.


"Seperti dia mau mendengarkan saja ...." kata Tom menghela napas.


"Tapi siapa yang membawanya?" tanya Teo langsung memakan makanan yang ada disana sebelum penasaran siapa yang memberikan.


"Kalau beracun bagaimana?!" kata Tom.


"Ada ramuan penawar racun di tas Tan." kata Teo santai.


"Tidak semua racun ... hanya racun yang lemah saja tahu." kata Tan.


"Setidaknya bisa mengurangi efek racun ...." kata Teo santai sambil mengunyah, "Aaaaaaaaa!" teriak Teo sambil menyemprotkan keluar semua makanan yang ada di dalam mulutnya, "Ada ... ada serigala besar!" Teo menunjuk heboh dengan seluruh tubuhnya.


"Itu serigala Aluias kan? warna bulunya putih bersinar seperti berlian ... tidak salah lagi kan?" tanya Tom.


"Kau tahu apa lagi tentang serigala Aluias?" tanya Tan tersenyum.


"Hahh? apa dia yang memberikan ini?" Tom kaget.


Serigala sebesar beruang itu hanya mengintip dari balik pohon dan mulai berlari pergi saat terus diperhatikan Tiga Kembar.


"Apa yang kalian lakukan disana?"


"Felix?" Tiga Kembar berbalik mendengar suara Felix.


"Kau sudah sadar?" tanya Tom.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Tan.


"Ini ada makanan, ayo makan!" kata Teo.


"Siapa yang memberikan makanan itu? kain ini ...." Felix memperhatikan kain putih bersinar itu.


"Aku melihat ada serigala putih besar di dalam hutan. Aluias kan, mereka kaum yang baik kan jadi makanan yang diberikan pasti aman." kata Teo yang mulutnya sudah dipenuhi segala jenis makanan.


"Apa dia yang selalu memberikan misi pada pemburu iblis itu?" tanya Tan.


"Hah?! apa dia sudah jauh?" tanya Cairo memaksakan bangun.


"Setidaknya dia punya hati nurani juga, setelah memberi misi dia juga memberikan makanan." kata Tom.


"Yang aku tahu kalau Aluias itu adalah kaum pengubah bentuk. Serigala tadi, siapa dia sebenarnya?" kata Tan.


"Cara terbaik menerima kebaikan adalah dengan berterimakasih dan mendoakan yang baik-baik saja. Tidak perlu penasaran sampai berlebihan pada siapa yang memberikan." kata Teo.


"Aku akan berjalan-jalan sebentar ...." kata Felix.


"Kau baik-baik saja?" tanya Tom melihat Felix yang kesulitan berdiri tapi katanya mau berjalan-jalan.


"Setelah aku kembali, kalian harus sudah selesai makan dan kita segera kembali ke Mundclariss." kata Felix.


"Apa kau akan mengejar serigala itu?" tanya Cairo.


"Tidak mungkin mengejarnya dengan keadaan seperti ini. Lari serigala Mundebris dengan kecepatan sedang saja bisa sampai 100km/jam. Bahkan aku yang dalam kondisi sehat sekalipun sulit mengejarnya." jawab Felix.


Cairo menyerah setelah mendengar perkataan Felix itu, "Jadi kau mau kemana kalau bukan mengejarnya?"


"Melihat sebelum kembali? bagaimana caranya kau melihatnya kalau tidak kembali?" tanya Cairo heran.


"Mata Felix bisa melihat dunia lain tanpa harus dimasuki." kata Tom.


Cairo akhirnya kembali berbaring, "Bagaimana kalian bisa tetap lahap makan saat terluka begitu?" tanya Cairo.


"Itu karena Kak Cairo terluka parah, dibanding luka kami ini ... bisa sembuh kalau banyak makan." kata Teo membuat Cairo tertawa.


"Atau aku belum terbiasa saja. Kalian pasti sudah melakukan hal seperti ini berulang kali terus menerus. Sedangkan aku baru kali pertama dan rasanya tidak sanggup melakukannya lagi ...." kata Cairo.


"Kalau dibilang berpengalaman, rasanya belum. Kami masih jauh ... kata berpengalaman itu hanya untuk seseorang yang saat ini tidak ada disini." kata Tan.


"Felix?" tanya Cairo.


"Bukan, sebenarnya ada seorang lagi selain kami berempat." jawab Tom.


"Lalu kenapa dia tidak ada disini?" tanya Cairo.


"Dia sedang menjalani hukuman." jawab Teo datar dan mulai tidak nafsu makan lagi.


"Apa dia dipenjara juga setelah membunuh seseorang?" tanya Cairo mengira hukuman itu seperti yang dialami seperti para pemburu iblis.


"Mirip." sahut Teo.


"Hanya saja ... bukan hanya seorang tapi ribuan." kata Tom.


"Apa? bagaimana bisa? kulihat kelompok kalian bukanlah kelompok yang suka main hakim sendiri ...." kata Cairo heran.


"Kami pikir kami mengenalnya dengan baik tapi ternyata tidak ...." kata Tan.


"Setelah kembali nanti baru kami tanya ...." kata Teo kembali memaksakan dirinya makan walau hampir tersedak.


"Berapa umurnya? apa seumuran denganku?" tanya Cairo.


"Semuran dengan kami." jawab Tan.


"Dan dia sudah membunuh ribuan ... sehebat apa dia?!" kata Cairo terkejut.


"Dia sekarang dikenal sebagai Pembantai Vampir ...." kata Tom.


"Setengah Sanguiber, ya?" tanya Cairo.


"Kak Cairo tahu soal itu?" Teo balik bertanya.


"Kami Klan Pemburu Iblis dibagi dalam beberapa bagian sesuai dari keluarga mana dan kekuatan yang kami miliki. Keluarga utama diberi misi untuk membasmi iblis seperti Kak Antonia dan Paman Trevon. Tapi karena kekuatanku menyamai keluarga utama maka aku juga diberi misi yang sama. Untuk keluarga yang bukan dari keluarga utama dan kekuatannya dibawah akan diberi misi untuk mencari keberadaan vampir." jawab Cairo.


"Dicari untuk?" tanya Tan.


"Dibunuh juga." sahut Cairo.


"Setengah Sanguiber itu bukan main kekuatannya. Bahkan lebih kuat dari Viviandem Sanguiber murni karena mereka meminum darah manusia. Seharusnya seperti Kak Cairo juga yang melakukan misi itu." kata Tom.


"Yang kau katakan telah membantai Setengah Sanguiber itu, apa dia juga keturunan Aluias?" tanya Cairo.


"Yang kami ketahui dia hanyalah keturunan Leaure ...." jawab Teo.


"Lalu kenapa dia melakukan itu? bukan hanya satu tapi ribuan ... yang ingin dilakukannya bukan hanya membantai sepertinya ... tapi membasmi. Harusnya hanya klan pemburu iblis seperti kami yang melakukan itu ... dan seperti yang kalian tahu kalau kami ini adalah keturunan Aluias." kata Cairo.


"Ayo kita kembali!" kata Felix yang sudah datang langsung memotong obrolan mereka.


"Bagaimana keadaan disana?" tanya Tom.


"Lumayan terkendali, yang menangani sangat ahli dalam hal menutupi kasus seperti itu. Ayo! aku akan mengatur waktu kembali di pagi hari setelah kejadian terjadi." kata Felix.


"Kau bisa? padahal sudah seminggu berlalu sepertinya ... dengan keadaanmu yang sekarang apa bisa memundurkan waktu sebanyak itu?" kata Tan khawatir.


"Aku baik-baik saja, lagipula ada yang membutuhkan pertolongan kita ...." kata Felix.


"Siapa?" tanya Teo.


...-BERSAMBUNG-...