UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.534 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 17



Pertarungan berlangsung sengit, dengan kehadiran Raja Aluias dan Ratu Sanguiber disana seperti memutar balikkan keadaan dalam sekejap. Pasukan Felix dipenuhi semangat yang membara dan tidak perlu terlalu berjuang keras juga karena hanya perlu melukai sedikit saja kemudian Ratu Sanguiber akan melakukan sesuatu dengan itu.


Ratu Sanguiber dengan mudahnya bisa mencium bau darah dan penglihatan yang luar biasa, walau jauh sekalipun pasti akan diketahui siapa pemiliknya dan langsung diserang.


Sanguiber yang terkenal dan unggul oleh kekuatan pengendalian darah itu akan menjadi bencana jika itu adalah Setengah Sanguiber dan Setengah Manusia. Kekuatan pengendalian darah itu berubah menjadi masalah bagi Setengah Sanguiber. Bukannya untuk dijadikan sebagai kekuatan atau senjata tapi menjadi seperti racun di dalam diri. Bisa merasakan dan mencium darah dari seseorang membuat Setengah Sanguiber menggila dan tidak bisa mengendalikan diri.


Kekuatan itu seharusnya bisa dengan mudah dikendalikan oleh Sanguiber murni tapi untuk Setengah Sanguiber itu adalah bencana dan sulit untuk dikendalikan hanya dengan modal tekad saja. Bukannya menjadi kekuatan tapi kebalikannya menjadi masalah besar. Tapi bukan berarti menandakan bahwa itu menjadi kelemahan. Karena setelah mengkonsumsi darah manusia, Setengah Sanguiber menjadi sangat kuat. Berbeda dengan darah Quiris, darah manusia untuk Setengah Sanguiber lebih menggiurkan. Sehingga korban Setengah Sanguiber kebanyakan adalah manusia lemah yang tidak bisa melawan dan membela diri. Ibaratkan hewan buruan yang tidak bisa berkutik didepan pemburu.


Tetap saja, walau bukan digunakan sebagai kekuatan seperti Sanguiber murni tapi Setengah Sanguiber menggunakannya dengan cara lain. Meminum darah manusia akan membuat kekuatan mereka menjadi bertambah juga. Walau bukan dengan cara yang sama tapi tetap saja sama-sama memberi kekuatan pada Setengah Sanguiber.


Saat Felix dan Cain berlari disamping Ratu Sanguiber untuk ikut dalam pertarungan juga. Cain terus mengarahkan pandangannya kedepan, memaksa agar lehernya tidak menoleh sedikitpun.


Felix memperhatikan Cain kemudian melihat Ratu Sanguiber yang terus menatap Cain dengan tatapan dingin.


"Berhenti melihatnya seperti itu!" kata Felix lewat pikiran.


"Aku melepaskannya karena dia adalah seseorang yang dekat denganmu. Bukan karena gelar Alvaudennya ...." balas Ratu Sanguiber menatap Felix yang sedang berlari.


"Seperti kau akan membunuhnya saja ...." kata Felix.


"Memang, aku akan membunuhnya kalau tidak mempertimbangkan dia adalah bantuan besar bagimu. Karena telah membunuh Setengah Sanguiber adalah masalah lain. Walau bagaimanapun, mereka tetaplah bagian dari Sanguiber dan dia membantai tanpa ampun sama sekali." kata Ratu Sanguiber.


"Dia tahu kalau dirinya salah, itu sudah lebih dari cukup bagiku." kata Felix tidak mau membuka perdebatan.


"Bagaimana denganmu?! apa menurutmu itu juga salah dan membenarkan tindakannya?!" tanya Ratu Sanguiber.


Felix tidak menjawab lagi, karena tahu bahwa itu adalah pertanyaan untuk dirinya sebagai seorang Caelvita bukan lagi pertanyaan untuknya secara pribadi. Tentunya Ratu Sanguiber ingin tahu bagaimana pemikiran Felix soal hal itu. Apakah memihak Cain atau mempunyai pemikiran lain. Felix ingin membuat itu tetap hanya dirinya saja yang tahu dulu. Tidak ingin terkesan memihak siapapun untuk saat ini.


Sama seperti Tan, Teo dan Tom yang terkejut melihat bagaimana perkembangan Cain. Cain sendiripun juga begitu, hanya hampir dua tahun tapi Tan, Teo dan Tom melebihi ekspektasi Cain. Memang Cain sudah memprediksi bagaiamana ketiga sahabatnya itu akan terus berkembang. Serta melihat sendiri bagaimana masa depan itu. Tapi meski dengan prediksi perkiraan dan melihat masa depan. Cain melewatkan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan dan dilihat sebelumnya.


"Pasti banyak pilihan kecil yang terus mereka ambil. Seperti lebih memilih berlatih lagi sedikit lama akan menjadi perubahan besar saat ini." saat ini Cain bisa lihat dan rasakan sendiri secara langsung. Bagaimana perjuangan keras Tan, Teo dan Tom sehingga bisa menjadi dirinya yang sekarang.


Seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba menjadi Alvauden. Tidak pernah terjadi dalam sejarah Caelvita, baru sekarang terjadi. Kaum manusia yang sangat lemah itu menjadi Alvauden adalah sebuah hal yang sangat mengejutkan.


Seseorang yang harus menjadi sangat kuat dan ditakuti tapi darimana mereka berasal saja sudah menunjukkan bagaimana kekuatan mereka itu tidaklah akan pernah berkembang menyaingi kekuatan Quiris. Menjadikan mereka tidak mungkin untuk dihormati dari segi kekuatan dengan gelar sebagai manusia biasa itu.


"Tapi, mereka menunjukkan bahwa itu adalah hal yang bisa terjadi. Mematahkan paradigma tentang manusia yang merupakan makhluk yang paling lemah." kata Cain dalam hati.


Tan kelihatan sudah mulai mencapai batasnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa dari mereka bertiga, Tan satu-satunya yang mendapat luka cukup parah di dalam dunia pikiran. Terlebih lagi harus meminum ramuan obat yang efek sampingnya akan membuat pusing dan lemah. Yang memang seharusnya beristirahat setelah meminum ramuan obat tapi karena situasi dan kondisi tentunya hal itu tidak bisa dilakukan.


Tapi meski dengan bantuan Banks itu, Tan tidak terlalu bisa menggunakan bantuan itu dengan baik. Jika dengan kondisi lebih sehat mungkin, Tan bisa melakukannya dengan baik. Tapi sekarang, Tan tetap saja tersudut. Iblis lawan Tan itu tetap berjalan menuju arah Tan menahan asap yang mengelilingi itu berasal dari ramuan Banks. Meski melukai iblis tapi itu tetap ditahan dan terus mendekat ke arah Tan.


Felix bergegas untuk ketempat Tan berada tapi ditahan oleh Cain, "Apa dia bisa bertahan?!" tanya Felix.


"Ow, lebih dari itu ...." kata Cain.


Meski Felix tahu bahwa Cain sudah melihat masa depan tapi itu bisa saja salah karena masa depan tidaklah sesimpel itu. Selalu ada variabel yang menjadi penentu dan terkadang mengubah jalannya masa depan. Terlalu banyak kemungkinan dan dari itu semua bisa saja saat ini bukan salah satunya.


"Apa kataku?!" kata Cain menyenggol Felix.


Tan berhasil melindungi dirinya sendiri dan sudah berdiri dengan dikelilingi oleh banyak botol ramuan yang melayang-layang dan dihubungkan oleh benang yang dikendalikan oleh kedua tangan Tan.


"Itu ... kemampaun Daemonimed, bagaimana anak manusia bisa melakukan hal itu?!" tanya Quiris yang sempat melihat Tan saat sedang bertarung juga.


"Kau tidak tahu seberapa kuat sebuah gelar Alvauden sehingga bahkan ... bisa membuat manusia mampu untuk melakukan hal yang mustahil atau sebenarnya mereka tidak bisa disebut manusia biasa lagi, menurutku." kata Cain.


Banks mematung, menghentikan aktivitasnya karena melihat Tan bisa menggunakan kekuatan Daemonimed. Walau kelihatannya masih menggunakan kekuatan dasarnya saja tapi Quiris sendiri bahkan sangat sulit untuk sampai ke tahap itu. Banks tidak bisa menyembunyikan wajah bangganya melihat Tan. Bahkan lawan yang mendekat langsung disingkirkan dengan cepat dan tanpa dilihat karena tidak ingin mengalihkan pandangannya dari Tan.


Tan menggerakkan tangannya dan terlihat botol ramuan disekitarnya bergerak sendiri dan saling mencampur sendiri.


"Memang yang dilakukannya masih untuk pemula dengan mencampur seperti itu, tapi bagaimana bisa dia melakukannya ... bahkan aku tidak pernah mengajarinya hal itu. Untuk sampai ke tahap itu harus tahu betul mengukur suatu ukuran cairan ramuan secara akurat. Karena lebih atau kurang sedikit saja, ramuan yang diinginkan tidak akan terbentuk dan berhasil jadi." kata Banks dalam hati.


Satu botol ramuan dihadapan Tan kelihatan pecah dan cairan jatuh ke tanah.


"Apa yang terjadi?! apa dia gagal?!" tanya Tom, bahkan Teo juga tidak percaya kalau seorang Tan bisa gagal. Selama ini Tan selalu melakukan segalanya dengan sempurna tanpa kesalahan. Walau itu baru dilakukan pertama kali tapi Tan selalu bisa membuktikan kalau cepat dalam belajar.


"Tidak apa-apa Tan, lakukan lagi! kau pasti bisa!" teriak Teo dari atas sedang terbang.


"Apa maksudmu?!" kata Tan tersenyum.


"Ow, kau tidak gagal ya?!" kata Teo melihat ekspresi Tan yang sama sekali tidak menandakan seseorang yang baru saja gagal dan melakukan kesalahan itu.


"Bagaimana bisa dia membuat itu?! aku sendiri bahkan masih mencampurnya secara manual tanpa menggunakan kekuatan Daemonimed karena salah sedikit saja bisa berakibat fatal dan menjadi sesuatu yang lebih menyeramkan." kata Banks terlihat sangat bangga dengan Tan.


...-BERSAMBUNG-...