UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.213 - Neumbell



"Kalian berdua bagaimana?" tanya Dokter Mari.


"Tentu saja aku dapat kuda Leaure!" jawab Cain malas.


"Tentu saja, mana mungkin Leaure sejati mendapatkan kuda dari kerajaan lain .... kalau aku sih ... belum tahu! karena belum pernah mencoba." kata Tan.


"Akan aneh kan kalau aku mendapat kuda dari Kerajaan Sanguiber ...." kata Cain mengundang tawa.


Banks keluar dari kamar Felix membuat Dokter Mari, Cain dan Tan fokus untuk mendengar penjelasan tentang keadaan Felix. Bahkan Teo dan Tom yang sedang bertengkar berhenti untuk mendengarkan juga.


"Tentu saja, Yang Mulia baik-baik saja!" kata Banks santai.


Teo dan Tom menghela napas lega, tidak mendengarkan penjelasan lebih lanjut dan langsung masuk ke dalam kamar untuk melihat Felix langsung.


"Apa tidak bisa Veneormi dimasukkan ke dalam tubuhku, sehari saja!" kata Cain memaksa.


"Tidak bijak, Tuan Muda! Leaure bisa mendapat misi yang tidak terduga dan pasti Tuan Muda sudah tahu kalau mendapat misi harus dijalankan walau gagal sekalipun karena jika tidak datang melakukan misi, tidak akan mendapat poin kerajinan. Akan lebih baik jika tetap dilakukan walaupun gagal. Kalau Tuan Muda tiba-tiba sakit dan tidak menjalankan misi, sama saja melalaikan tugas seorang Leaure" kata Banks.


"Kan hanya sehari ...." Cain masih bersikeras berusaha untuk mengurangi beban Felix walau sebentar.


"Kulihat Dallas, bisa bertahan juga bahkan sekarang sudah sehat kembali ... pasti denganku yang hanya manusia juga bisa membawa Veneormi walau sebentar!" kata Tan.


"Yang Mulia akan membunuhku jika melakukan itu ...." kata Banks.


"Felix tidak mungkin melakukan itu! sementara Felix masih tidak sadar adalah kesempatan yang bagus sekarang untuk merebut Veneormi dari dalam tubuhnya ...." kata Cain membujuk.


"Apa kau bilang?!" kata seseorang dengan nada kesal di belakang Teo dan Tom yang keluar kamar.


"Kau sudah bangun?" tanya Tan begitu senang melihat Felix.


"Cepat juga kau bangun!" kata Cain kecewa karena kehilangan kesempatan.


"Maaf, karenaku ... kalian ... jadi tidak ke sekolah hari ini!" kata Felix.


"Apa maksudmu? malahan kami berterimakasih karena bisa tidak pergi sekolah!" kata Tom yang langsung dirangkul Teo sambil tertawa.


"Sudah pasti aku akan mengalahkan rankingmu saat naik kelas nanti!" kata Felix karena Tom biasanya selalu ranking satu begitupun Felix di masing-masing kelas. Setelah sekelas bersama, Felix dan Tom menjadi saingan dalam memperebutkan ranking.


"Untuk melakukan itu, kau harus sehat terlebih dahulu! akan percuma juga kalau kau tidak bisa ke sekolah karena sakit ...." kata Tom.


"Tidak kusangka kita bertemu disini ...." kata Dokter Mari.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Kepala Bagian Administrasi Kantor Leaure!" kata Banks.


"Saling kenal?" tanya Teo berbisik.


"Tentu saja saling kenal, pasti Banks bertemu saat akan menjadi Nucusno!" kata Tom sudah duluan menganalisa.


"Tunggu, ternyata Dokter Mari ...." kata Tan tidak percaya apa yang didengarnya.


"Kupikir Dokter Mari tidak suka kaum iblis ...." kata Felix.


"Banks tumbuh besar dengan didikan Leaure! tidak seperti iblis lainnya ...." kata Dokter Mari.


***


Dokter Mari memberi infus sedangkan Banks memasukkan ramuan obat Mundebris ke dalam infus. Keduanya bekerja sama untuk membantu Felix bisa pulih kembali dengan perpaduan obat Mundclariss dan Mundebris. Malam sudah tiba tapi masih belum ada tanda-tanda dari iblis yang datang. Seharusnya mereka sudah datang setelah mengetahui Felix sudah sadar dengan Viriaer yang kembali normal.


"Dia datang!" kata Cain langsung berlari masuk ke dalam.


"Siapa maksudmu?" tanya Dokter Mari yang merinding karena kehadiran seseorang tapi tidak tahu siapa.


"Efrain ada diluar!" kata Cain membuat Tiga Kembar panik.


"Biar saya yang menemuinya!" kata Banks menaruh kacamatanya.


"Efrain? Raja Neraka? Raja dari kaum iblis? Pemimpin Alvauden Sang Caldway?" tanya Dokter Mari, "Apa dia datang untuk membantu Caelvita? Veneormi bisa dengan mudah dimusnahkan oleh Raja Iblis ...." kata Dokter Mari tidak tahu jika Efrain adalah musuh.


"Membantu? lebih tepatnya membunuh! bukan hanya Veneormi saja yang akan dibunuh ...." kata Cain tidak selesai.


"Jadi, musuh kalian adalah dia? mana mungkin?! Raja Neraka terkenal akan kebaikannya ... walau memang merupakan Alvauden yang tegas tapi semua Alvauden memang begitu!" kata Dokter Mari.


"Baik darimananya ...." kata Teo tercengang.


"Raja Efrain dulu dan sekarang memang berbeda!" kata Banks mulai turun ke bawah lantai kemudian muncul kembali ke permukaan, kelakukan aneh Banks yang suka menyelam bukan langsung menembus pintu saja dengan mudah.


"Tidak!" teriak Cain, "Kita tidak bisa membuatmu dalam bahaya karena tidak patuh dengan perintah Efrain dan keberadaanmu dipihak Felix sebisa mungkin harus menjadi rahasia ... biar aku yang menemuinya!" Cain mengeluarkan pedangnya dan berjalan keluar, tidak mengizinkan siapapun mengikutinya.


Efrain berpangku tangan dan duduk bersila di seberang jalan Rumah Daisy, "Kau sudah mengeluarkan pedang? padahal aku datang hanya untuk berbicara!"


"Berbicara? semakin lama kelihatan jelas kalau kau itu tidak berpendirian! bukankah katamu bertemu lagi denganku akan membunuhku tapi sudah bertemu beberapa kali setelah kejadian itu, aku masih saja hidup ...." kata Cain.


"Jangan memprovokasinya!" kata Dokter Mari.


"Apa yang bi ...." Cain berhenti berbicara setelah sadar hampir keceplosan, "Sudah kukatakan tidak ada yang boleh mengikutiku!" lanjutnya setelah sadar.


"Marissa Kinsey, Setengah Leaure diangkat sebagai Kepala Bagian Administrasi Kantor Leaure setelah pemerintahan tahun kedua Caelvita-118 karena diketahui merupakan Keturunan dari Leaure Sejati, Haven Kinsey! satu-satunya Setengah Leaure yang bisa memunculkan pedang Leaure juga!" kata Efrain menjelaskan seperti wikipedia.


"Efrain Lucifer, Raja Neraka yang menjadi Alvauden di pemerintahan tahun kesepuluh sebagai Raja Kaum Iblis yang ke 1872. Iblis pertama yang menjadi Alvauden! tapi ... saya diangkat menjadi Kepala Bagian bukan karena keturunan Haven Kinsey tapi memang murni hasil dari kemampuan saya sendiri!" kata Dokter Mari membalas.


"Aku datang untuk mengajukan Neumbell atau kalau di kaum manusia disebut dengan gencatan senjata!" kata Efrain.


"Ada apa tiba-tiba? kau merencanakan apa lagi?! lagipula selama ini kau yang seenaknya memulai perang dengan Caelvita dan Alvauden baru yang belum memiliki kekuatan apapun, tiba-tiba mau mengajukan gencatan senjata ... apa-apaan!" kata Cain tercengang.


"Viriaer tiba-tiba berkurang drastis menandakan Caelvita sekarang sedang diambang kematian! aku juga bukanlah Quiris rendahan yang menyerang pihak yang lemah ...." kata Efrain.


"Sejak kapan kau peduli dengan hal itu?!" kata Cain kesal bukan main.


Dokter Mari panik melihat Cain tidak ada takutnya sama sekali berhadapan dengan Quiris terkuat.


"Neumbell akan berakhir di hari terakhir permainan tukar kematian ... sampai hari itu, tidak akan ada yang melukai ataupun menyerang kalian!" kata Efrain.


Cain tentu saja lega mendengar itu tapi tetap saja khawatir. Efrain pasti sedang merencanakan sesuatu dan perkataan seorang Iblis tidak bisa dipercayai.


"Sampai saat ini, hanya kau yang terus menyerang kami! tidak pernah sebaliknya ... apa maksudmu mengumumkan ini?!" kata Cain.


"Hanya bilang saja ...." kata Efrain berdiri membuat Cain harus melihat ke atas karena Efrain bertubuh tinggi sedangkan Dokter Mari sudah bersiap memunculkan pedangnya.


Efrain menghilang meninggalkan pertanyaan sekaligus kekhawatiran.


...-BERSAMBUNG-...