
Haera menghilang untuk melakukan tugasnya menjemput Roh Catriona. Setelah Ibu Catriona mengangkat teleponnya, tiba-tiba saja Ibu Catriona yang kelihatan sangat anggun tadi berubah. Ibu Catriona yang masih berada disamping Pak Egan menatap Cain penuh kebencian. Goldwin menjadikan dirinya perisai untuk melindungi Cain tapi Cain maju memegang Goldwin, "Biarkan aku terluka ... akan aneh kalau terjadi sesuatu yang tidak masuk diakal kan?!" kata Cain ingin menghindari adanya kecurigaan terhadap permainan ini terlebih lagi untuk mencegah tereksposnya dunia Mundebris.
"Cain?!" Felix memegang pergelangan tangan Cain.
"Kau juga mundur!" kata Cain.
Ibu Catriona terlihat mulai berlari, sudah beberapa kali dihentikan oleh Pak Egan tapi entah bagaimana ia seperti punya kekuatan super sehingga bisa mengalahkan kekuatan Pak Egan dan bisa terus maju membawa pisau menuju Cain.
Cain masih berpura-pura tidak tahu dan hanya memasang ekspresi polos saat Ibu Catriona membawa pisau dibelakang punggungnya. Cain menutup matanya pasrah menerima lampiasan amarah itu tapi bukannya pisau yang menghampirinya melainkan pelukan. Felix, Tan, Teo dan Tom berlari kedepan memeluk Cain untuk dilindungi.
Pak Egan panik melihat itu, hal yang ditakutkan adalah bisa saja kelima muridnya terluka di depan matanya. Segera saja pak Egan berlari sekuat tenaga dan melindungi dengan hati sudah pasrah untuk terluka. Sebuah pisau menancap di bahu Pak Egan membuat darah menyembur mengenai Felix, Tan, Teo dan Tom yang sedang melindungi Cain.
"Pak Egan!" teriak FCT3 panik melihat keadaan Pak Egan.
Sebuah suara tembakan peringatan juga terdengar untuk menghentikan Ibu Catriona merogoh tasnya kembali. Tapi Ibu Catriona seperti tidak mendengar itu dan mulai berlari lagi untuk menyerang. Kali ini bukan tembakan peringatan lagi, tapi kaki Ibu Catriona ditembak untuk dihentikan melakukan hal yang sama atau lebih daripada sebelumnya.
Tapi tembakan itu masih tidak membuat semangat Ibu Catriona mundur. Ibu Catriona menyeret dirinya sendiri untuk meraih Cain, dengan meninggalkan jejak darah dari kakinya yang sudah ditembak. Polisi segera menangkap Ibu Catriona, situasi diluar juga sudah terkendali. Para preman kini berbaris untuk masuk ke dalam mobil polisi. Pak Egan juga segera di bawa dengan mobil ambulance sekolah menuju rumah sakit terdekat karena gedung kesehatan sekolah memang lengkap dari segi peralatan tapi tidak adanya kantong darah padahal Pak Egan membutuhkan donor darah segera karena kehilangan banyak darah.
Cain dimintai keterangan polisi karena disebut oleh Ibu Catriona begitupun semua preman juga menyebut nama Cain.
"Maaf, dik. Sepertinya ada yang menyebarkan rumor palsu ... bagaimana mungkin ada yang bisa menukar kematian!" kata polisi yang duduk di hadapan Cain merasa malu sendiri mengatakan hal itu.
Cain sangat menyesal berbohong, walau jujur pun pasti tidak akan dipercaya. Mungkin saja ada yang akan percaya tapi apa gunanya mengatakan itu. Kejahatan tetaplah kejahatan, dengan alasan apapun tidak bisa melepaskan Ibu Catriona dari fakta telah melukai Pak Egan yang sedang melindungi muridnya.
"Siapapun pewaris papan permainan berikutnya haruslah berhati-hati karena kini Yardley sudah dihebohkan dengan rumor tukar kematian. Sekarang masih dianggap sebagai rumor tapi jika ada kejadian yang sama lagi, polisi pastinya tidak akan diam dan mulai menyelidiki." kata Seseorang yang menonton berita lewat LED screen di jalan raya.
"Masih ada 28 pemain, semua sisa pemain dan keluarga pemain yang mendengar tentang ini bisa saja melakukan tindakan yang sama ...." kata Tom cemas.
"Efrain sepertinya memang merencanakan ini, untuk melukai kita tanpa harus mengotori tangannya ...." kata Tan.
"Tidak, bukan hal ini yang ingin dicapai Efrain ...." kata Felix.
"Jika ingin melukai kita, Efrain akan melakukannya sendiri ...." kata Cain setuju dengan pendapat Felix.
"Maksudmu dia ingin mengekspos dunia Mundebris?" tanya Teo.
"Walaupun terekspos tidak ada cara untuk seseorang memasuki Mundebris tanpa bantuan seseorang yang memiliki kekuatan untuk membuka gerbang!" kata Felix.
"Jadi apa yang ingin dia lakukan?" tanya Tan.
"Dia ingin dikenal, dia ingin diketahui, Efrain ingin keberadannya dirasakan ... ditakuti ...." jawab Felix.
"Misi yang mengharuskan pemain mengatur pemujaan terhadap dirinya adalah salah satu tanda ... Efrain ingin membangun pengikut manusia!" kata Cain.
"Ia ingin membangun agama yang mempercayai dirinya ...." kata Tom menutup mulutnya.
"Dengan begitu segalanya bisa menjadi mudah ... baik itu untuk menyerang kita atau menuntun manusia melakukan apa yang diinginkannya!" kata Felix.
"Kejadian yang sama tidak akan terjadi lagi!" kata Kepala Sekolah Yardley dengan tegas.
Sementara itu pelaku yang membunuh Catriona, tidak lain adalah calon istri Tuoli yakni Shilin.
"Aku sudah menyelamatkan nyawamu! tunggu sampai aku keluar dari penjara!" teriak Shilin pada Tuoli, "Setelah keluar, kita akan langsung menikah!"
Kejadian yang menimpa Catriona, seorang penyanyi yang baru terhitung 10 hari setelah debut harus meninggal. Para fansnya menangisi kepergian Catriona, bahkan yang masih belum mengenalnya pun menyayangkan hal itu menimpa Catriona. Semua pencarian teratas di internet menyangkut soal Catriona dan video klip debut perdananya trending pertama di berbagai negara, bukan hanya di Yardley saja tapi seluruh dunia. Album pertama dan terakhirnya terjual habis dan lagu-lagunya merajai tangga musik.
"Tidak ada yang menyangka hal ini akan terjadi! bahkan Catriona pasti diakhir napasnya masih tidak bisa mempercayai takdir hidupnya berakhir seperti itu ...." kata Tan.
"Haera kesulitan menjemput Roh Catriona yang tidak ingin meninggalkan tubuhnya. Catriona tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sudah meninggal ...." kata Cain.
"Hal ini, walau kita tidak menginginkannya dan berusaha menghentikannya akan tetap ada kejadian seperti ini di masa yang akan datang! besok bisa saja seperti ini lagi ...." kata Felix ingin menyiapkan mental mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Teo, "Apa kita perlu bersembunyi?"
"Bersembunyi pun tidak akan menghindarkan kita dari masalah, auraku sangat mudah ditemukan! tidak selamanya aku juga bisa memakai Idibalte." jawab Felix.
"Setidaknya kita bisa menjauhkan sekolah dari bahaya!" kata Tom.
"Tidak hadir ke sekolah hanya akan membuat rumor semakin bertambah ...." kata Felix.
"Jangan khawatir soal itu ... semua yang ada di Gallagher adalah teman Cain, tidak ada yang akan percaya kalau Cain itu benar bisa menukar kematian!" kata Tan.
"Kau melupakan murid baru tingkat SMP dan SMA! untuk murid SD pasti semuanya mengenal baik Cain tapi mereka yang baru ...." kata Felix.
"Jadi bagaimana rencanamu?" tanya Tom.
"Kita akan maju ke masa depan menukar kematian sekaligus sisa 28 pemain!" jawab Felix.
"Kau ingin mengambil resiko dengan bertahan 28 hari?!" tanya Tom, "Bahkan bertahan 2 jam saja kita kesusahan ... tunggu ... bukankah mustahil untuk kembali ke waktu sekarang setelah ke masa depan? bukankah waktu dibekukan?"
"Kali ini pasti bisa! ada pewaris bersama kita!" kata Felix melirik Cain.
"Kalian melupakan satu hal yang penting! resiko kita bisa terbunuh di masa depan ...." kata Tan.
"Sejak kapan resiko seperti itu menjadi sangat penting?! selama ini ... tiap hari kita menjalani dan menghadapi resiko itu. Bukankah lucu jika resiko yang sudah menjadi kebiasaan sehari-haru itu membuat kita takut dan menghentikan kita?!" kata Cain.
"Ah, masa bodoh lah! ayo kita lakukan!" kata Teo.
"Ya, ayo kita lakukan! sekaligus menukar kematian 28 pemain dan sekaligus bertahan 28 hari dari bahaya!" jawab Felix memberanikan dirinya mengambil resiko.
...-BERSAMBUNG-...