UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.372 - Kecerobohan Teo



"Kekuatan bertarung Daemonimed biasanya hanya iblis yang bisa melakukan Yang Mulia ...." kata Banks.


"Tidak perlu mengkhawatirkanku yang terlalu berharap. Aku tahu kalau semua ahli penyembuh bisa menggunakan kekuatan Daemonimed untuk bertarung juga, walau memang mungkin tidak seahli Iblis yang menciptakan kekuatan itu. Tapi tidaklah mustahil dilakukan oleh kaum selain iblis. Buktinya banyak yang tercatat dalam sejarah bisa menggunakan kekuatan Daemonimed tapi bukan dari kaum iblis." kata Felix.


"Terakhir kali saya melatih Tan ... dia memang sudah bisa memunculkan ramuan untuk pertarungan tapi belum bisa menyerang dengan baik." kata Banks.


"Tan adalah tipe yang pekerja keras ... jangan khawatir! tidak ada yang instan di dunia ini, bahkan di Mundebris. Walau lambat tapi suatu saat Tan pasti bisa melakukannya." kata Felix sementara Banks hanya diam saja, "Kau pasti ingin agar dia berhasil melakukannya saat pertarungan di akhir tahun ini kan?! aku memang berharap demikian ... tapi tanpa itupun Tan sudah lebih dari cukup untuk melindungi dirinya sendiri."


"Apa Yang Mulia benar akan membiarkan hal itu terjadi?!" tanya Banks.


"Walau aku hentikan, entah kapan dan dimana akan terjadi juga karena sudah menjadi takdir mereka. Setidaknya aku ada di dekat mereka saat itu terjadi dan bisa melakukan sesuatu ...." jawab Felix.


"Persiapan saya juga sudah hampir selesai Yang Mulia ...." kata Banks.


"Jangan lupa untuk membawanya saat hari itu datang! tujuan utama perang nanti adalah menyelamatkan mereka bertiga." kata Felix.


"Baik, Yang Mulia." kata Banks mulai pamit.


***


Kota Olubayo yang selalu saja dipenuhi banyak orang asing, sangat sulit untuk diketahui jika ada orang yang hilang disana. Semuanya hanya terlihat asik melakukan permainan, makan dan minum serta berpesta dll.


"Apa aku langsung masuk Bemfapirav saja?!" tanya Teo pada Felix karena sudah lelah bertanya apa ada orang hilang disana. Tapi semua penduduk lokal tidak tahu apa-apa atau mengabaikan Teo karena sedang sibuk menjual dengan antrian panjang pembeli yang sepertinya tidak akan putus-putus sampai pagi tiba.


"Tidak, berjalan saja dulu sedikit lebih lama ...." kata Felix.


"Kau tidak mempercayaiku bisa masuk sendirian di Bemfapirav?! jangan khawatir! lagipula kan ... sekarang di Bemfapirav sedang kosong ... tidak ada Zewhit yang keluar dari Memoriasepirav nya." kata Teo.


"Kita hanya perlu mengetahui apa ada orang hilang atau tidak. Itu saja dulu! tidak usah mengambil resiko memasuki Bemfapirav sendirian. Kalau memang ada orang hilang baru kita sama-sama kesana!" kata Felix.


"Tapi, kota ini untuk didatangi bersenang-senang dan kebanyakan orang asing, menurutmu kalau asa yang hilang, apa ada yang sadar harus mencari kesini. Bagaimana cara mengetahuinya?! aw! ah, maaf ...." kata Teo yang sedang mengeluh ditabrak oleh seseorang di jalan.


Orang yang menabrak Teo itu terlihat terburu-buru dan menjatuhkan banyak selebaran. Teo membantu memungut selebaran yang orang asing itu jatuhkan saat menabrak dirinya.


"Ini ... siapa?" tanya Teo menunjuk foto yang ada di dalam selebaran.


Orang asing itu mengeluarkan smartphone nya untuk berbicara menggunakan penerjemah, "Dia temanku ... hilang disini!" kata suara yang keluar dari penerjemah di smartphone nya.


Teo akhirnya tanpa sengaja menemukan seseorang yang mencari orang hilang. Teo segera membaca selebaran yang sangat sederhana dan sepertinya menggunakan terjemahan online jadi terjemahannya agak kacau dan sulit dimengerti.


"Dia hilang tahun lalu?! sudah mengecek di bandara? siapa tau sudah kembali ke negara ...." Teo meminta orang asing itu untuk memilih terjemahan negaranya sendiri.


"Dia tidak pernah kembali, di bandara mengatakan bahwa passportnya belum pernah terdaftar melakukan penerbangan lagi sejak kedatangannya kesini." kata Orang asing itu.


"Terakhir kali dia menghilang disini?!" tanya Teo.


"Saya berpisah dengannya saat dia mengatakan akan mencoba wahana permainan di sana! sedangkan saya tidak bisa menaiki wahana permainan menakutkan jadi saya pergi membeli cemilan saja. Sejak saat itu saya tidak pernah bertemu dengannya lagi."


Orang asing itu dengan senang hati memberikan selebaran yang daritadi selalu ditolak oleh orang lain atau langsung dibuang ke tempat sampah.


Teo berniat untuk memeriksa taman hiburan itu tapi berbalik lagi menemui orang asing tadi, "Akan aku perbaiki terjemahan selebaran ini!" Teo akhirnya mengoreksi penggunaan kata yang digunakan oleh orang asing itu dan memberikan alamat sebuah toko yang menyediakan jasa pembuatan selebaran murah, "Disini sangat MURAH membuat selebaran begini!" kata Teo menekankan kata murah.


"Terimakasih!" kata Orang asing yang terlihat sudah lama mencari temannya itu.


"Satu tahun yang lalu, Felix ... apa menurutmu disinilah mereka memulainya?!" tanya Tan berjalan menuju taman hiburan.


"Iriana sudah meninggal 13 tahun yang lalu. Kita tidak bisa menebak kapan Efrain memulai rencananya itu." jawab Felix.


"Sepertinya dia datang kesini dengan temannya untuk liburan tapi sekarang tidak bisa kembali ke negaranya sendiri karena temannya hilang ...." kata Teo menoleh melihat orang asing itu yang sudah tidak terlihat tertutup kerumunan.


"Bisa jadi, temannya itu memang meninggalkannya saja ...." kata Tom yang terbangun.


"Jangan mengigau! mana mungkin itu terjadi. Kau pikir dia akan menggunakan kesempatan liburan dengan temannya itu untuk kabur." kata Tan yang juga bangun untuk minum air putih.


"Kalian berdua tidak usah ikut campur!" kata Teo sebal.


"Menurutku itu sudah cukup! kau bisa kembali sekarang!" kata Felix.


"Em, okey!" sahut Teo yang perilakunya berkebalikan dari perkatannya. Bukannya bersiap kembali seperti yang diperintahkan Felix tapi semakin masuk ke ujung taman bermain dekat Hutan Osmo berada. Teo kini berdiri di depan pagar besi pembatas antara Hutan Osmo dan Kota Olubayo berada. Didepannya terdapat tebing yang sangat gelap dan sepi sementara dibelakangnya sangat berisik dan terang. Teo sekarang sedang berada di antara bayangan kegelapan dan gemerlap malam kota.


"APA YANG KAU LAKUKAN?!" teriak Felix yang langsung mendorong Teo sampai terjatuh.


"Hahh?! kau ... bagaimana kau bisa langsung kesini?!" tanya Teo heran melihat kedatangan Felix yang tiba-tiba.


"Tan! Teo! bangun! aku sedang bersama dengan Teo sekarang! kalian harus berjaga di sekolah!" kata Felix terlihat panik.


"Eh? bagaimana bisa kau ada disana?" Tom bangun dengan kesadaran masih setengah.


"Ultisidium, sepertinya! Teo sepertinya dalam bahaya ...." kata Tan yang sudah memakai jaketnya untuk keluar berjaga.


"Kau melakukan hal bodoh apa?!" tanya Tom kesal.


"Aku tidak melakukan apa-apa!" Teo membela dirinya, "Aku hanya hendak memegang pagar besi itu.


Felix berbalik mendekati pagar besi yang dimaksud oleh Teo itu dan memperhatikannya baik-baik.


"Ini ... perangkap! bisa menghipnotis seseorang dan membuat seseorang jadi lupa diri! kekuatan seperti ini terkenal digunakan oleh orang yang menyerangku saat kalian belum tahu apa-apa waktu itu." kata Felix.


"Tapi, dia bukan iblis." kata Tan.


"Bisa jadi dia yang menarik korban sehingga mempermudah iblis melakukan misinya disini." kata Tom yang sudah sadar sepenuhnya setelah mencuci muka.


...-BERSAMBUNG-...