UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.536 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 19



Kebanyakan Tan hanya mengingat nama ramuan saja. Tidak mengingat secara jelas komposisinya. Terlebih lagi harus dilihat diam-diam tanpa sepengetahuan Banks. Makanya Tan hanya bisa menghafal apa yang menurutnya sangat penting saja.


Tapi ternyata metode mengingat nama saja bisa berguna, Tan hanya menyebutkan nama ramuan yang diingatnya dan Tellopper yang kemudian membuatkannya. Sehingga saat pertarungan sesungguhnya saat ini Tan menyesali diri karena tidak banyak belajar lagi dan menghafal ramuan lebih banyak lagi setidaknya nama dan fungsi saja, "Karena saat melakukan praktek akan otomatis membuat kita langsung sadar bahwa kita lemah di teori." kata Tan.


Tan masih terus takjub dengan Tellopper yang seperti rekannya yang terus membantu dan melindunginya. Bukan sebagai senjata yang digunakan tapi sebagai rekan yang bertarung bersama. Walau begitu, situasi yang sedang kacau membuat suasana diantara Tan dan Tellopper cepat terjalin akrab dan cepat dalam membangun kerja sama tim.


"Apa karena aku sudah sering bertarung bersama sebelumnya, makanya dia tahu betul apa yang akan aku lakukan tanpa aku beritahu." kata Tan dalam hati heran bagaimana Tellopper seperti bisa membaca setiap gerakannya dan apa yang akan dilakukan selanjutnya seakan tahu apa isi pikirannya.


Saat Tan merasakan sakit pada lukanya yang masih belum sembuh sepenuhnya, Tellopper mengambil alih pertarungan kemudian membuat ramuan dengan cepat untuk mengatasi rasa sakit Tan itu.


"Aku tidak tahu bagaimana kepribadianmu, jadi tidak tahu apa kau akan suka kalau aku mengatakan ini ... aku terharu sekali kau menjadi partnerku!" kata Tan berlinang air mata bahagia.


Tapi Tellopper hanya kelihatan terus mundur dan menabrak botol ramuan, "Jangan bilang, kau sedang malu?!" tanya Tan tertawa.


Tellopper kembali menabrak botol ramuan lain dan mulai menyembunyikan dirinya dibalik botol ramuan yang lebih besar darinya. Tan merasa itu sangatlah lucu tapi tidak bisa menikmati moment itu lebih lama karena iblis lain kembali menyerangnya. Tellopper juga kembali kesamping Tan melupakan rasa malunya. Keduanya kembali serius dalam bertarung.


Felix dan Cain merasa lega melihat Tan bisa bertarung dengan benar kali ini, tidak kelihatan terlalu kesulitan lagi seperti sebelumnya. Ditambah lagi mendapat bantuan besar disampingnya.


"Jika aku yang dulu pasti akan menyalahkan diri lagi karena Tan membangkitkan kekuatan dengan keadaan terdesak. Tapi aku yang sekarang merasa sangat bangga. Perasaan bersalah yang selalu menyertai langkahku saat menjadi Caelvita pemula melihat bagaimana mereka terpaksa harus melakukan sesuatu yang tidak dilakukan manusia biasa, berlatih keras dan terluka. Tapi saat ini, semua pencapaian mereka membuatku merasa bersyukur. Bukan karena menyesal bagaimana mereka harus menjalani kehidupan seperti ini karenaku, tapi bahagia karena memiliki mereka disini bertarung bersamaku. Mungkin saja ... aku salah sangka, kalau yang kurasakan saat ini bukanlah rasa syukur melainkan sebenarnya keegoisan. Tapi aku tidak perduli lagi, yang jelas ... aku tidak merasa bersalah lagi ... aku hanya senang saja ada mereka disini, melihat bagaimana perkembangan mereka yang terus mengalami kemajuan. Karena takdir memang menginginkan dan mengatur mereka untukku." kata Felix dalam hati merasa ada kekuatan tambahan muncul sehingga bisa memukul mundur Efrain yang tadinya terus menyulitkannya. Efrain sendiri heran apa yang baru saja terjadi.


Tom yang melihat bagaimana Teo bisa menjadi bantuan besar dengan menggunakan para Zewhit. Zewhit yang tadinya digunakan sebagai senjata ampuh sekaligus perisai oleh Pasukan Efrain itu. Tapi Teo bisa memutarbalikkan keadaan, kini Teo yang menggunakan Zewhit untuk melawan balik Pasukan Efrain.


Kemudian Tan yang bisa membangkitkan kekuatan Daemonimed yang mustahil dilakukan oleh Manusia itu. Sebenarnya antara iri sekaligus bahagia, karena saat ini Tom merasa hanya dirinyalah yang tidak terlalu membantu.


Sesemax nya yang sangat berat memang memiliki daya menghancurkan yang sangat besar tapi semakin lama pertarungan berlangsung, Tom semakin kesulitan dan kelelahan. Mempunyai Sesemax bukan hanya membutuhkan otot tapi juga stamina yang besar. Untuk Tom yang hanya seorang anak manusia biasa sebenarnya sebuah keajaiban bagaiamana masih bisa terus bertahan sampai saat ini. Tom tahu kalau itu juga berkat gelar Alvaudennya sehingga keajaiban itu terjadi. Maka tidak bisa terlalu memuji diri sendiri.


Tapi lucunya menurut Tom, bagaimana Felix dan Cain tidak terlalu mencemaskannya. Hanya terus mengkhawatirkan Teo ataupun Tan. Sedangkan dirinya, tidak terlalu diperhatikan sama sekali. Walau sebenarnya memang, dia bisa terus melewati masa kritis sendirian tanpa bantuan siapapun.


Tom merasa itu agak aneh tapi dilain sisi merasa itu adalah kepercayaan. Bagaimana Felix dan Cain sudah sangat percaya kalau Tom pasti bisa melindungi dirinya sendiri tanpa perlu dikhawatirkan. Terkadang Tom merasa agak sedikit sakit hati dan cemburu tapi juga merasa bangga pada dirinya sendiri karena tetap bisa menjaga harga dirinya.


Cain yang terlempar karena serangan Bates mengenai Tom sehingga keduanya terpaksa bertabrakan, "Ah, sorry!" kata Cain masih bersandar santai pada Tom.


"Ayo cepat bangun!" kata Tom pada Cain yang kelihatan hanya santai saja mengambil kesempatan itu untuk istirahat.


"Bagaimana aku bisa bertarung kalau ada kau yang bersandar terus!" kata Tom kesulitan berdiri dan mendorong Cain yang tidak kunjung bergerak menjauh, "Ooooow, ada musuh Cain!" teriak Tom melihat lawannya tadi berlari ke arahnya.


Tapi Cain masih tidak perduli dan terus bersandar di kaki Tom, "Lakukan sesuatu!" teriak Tom.


"Kau saja!" kata Cain malas.


"Hahh ...." Tom yang kehabisan ide tidak tahu harus berbuat apa dengan iblis yang kelihatan akan menyerang itu. Tapi pada akhirnya Tom berhasil menahan serangan itu dan balik menyerang juga seperti sudah direncanakan tapi sebenarnya Tom melakukan itu secara spontan saja dengan naluri dan ingatan dari latihannya selama ini.


"Lihat, kan! tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau bisa melewati apapun masalah yang datang." kata Cain mulai berdiri.


"Itu karena terdesak saja, manusia mempunyai naluri pertahanan hidup yang tinggi. Saat merasa terdesak dan menjelang kematian, kekuatan dan indra menjadi meningkat untuk bertahan hidup." kata Tom.


"Itu memang salah satunya, tapi kau salah ... bukan karena kau manusia, semua makhluk hidup memiliki naluri itu. Terlebih lagi untukmu ... yang ditakdirkan memang untuk bertarung. Di dalam dirimu, ada naluri besar seorang petarung yang tidak akan terkalahkan. Kau akan menyadarinya suatu saat nanti ...." kata Cain menepuk bahu Tom dan menghilang dalam sekejap kembali bertarung dengan Efrain karena Bates kini menghadapi Felix lagi.


"Dia itu bicara apa sih?!" kata Tom heran Cain bicara melantur tiba-tiba memberi petuah.


Iblis yang menjadi lawan Tom tiba-tiba wujudnya berubah menjadi sangat besar. Sampai-sampai Tom merasa kepalanya sakit karena mendongak.


"Kau sepertinya mengerahkan segala kekuatanmu untuk melawanku ya?!" kata Tom melihat iblis itu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh iblis lainnya. Menggunakan ukuran tubuh normal akan memperpendek umur iblis walau meningkatkan kekuatan lebih besar dan lebih kuat, "Disaat iblis lainnya lebih memilih untuk menjaga kualitas hidup mereka terus terjaga bahkan setelah peperangan ini selesai tapi kau sepertinya sudah merelakan semuanya dalam pertarungan ini. Hanya ... hanya untuk melawanku?!"


"Hanya?! untuk seseorang yang memiliki Sesemax, rasanya ini sangat sepadan. Lebih baik mengalahkanmu sekarang daripada kau semakin kuat dan tidak terkalahkan nantinya." kata Iblis lawan Tom.


"Sepertinya kau salah satu yang memandangku istimewa karena memiliki ini ...." Tom dengan menepuk Sesemax yang diletakkan di tanah, "Tapi, kau salah ... aku hanya beruntung saja mendapatkan ini. Karena selama hidup selalu tidak beruntung sepertinya keberuntunganku semuanya terkumpul disini."


"Kau terlalu menganggap remeh dirimu sendiri atau memang kau belum mengenal dirimu yang sebenarnya?!" kata Iblis yang kelihatan sangat mencolok karena ukurannya yang sangat besar dan tinggi, "Tidak masalah, malah bagus untukku ...." Iblis yang ukurannya sangat besar itu membuat pedangnya juga ikut membesar langsung menyerang Tom yang kelihatan sangat kecil bahkan untuk Sesemax nya yang biasanya lebih besar daripada senjata kebanyakan tapi saat ini bahkan Sesemax kelihatan sangat kecil dan tidak ada apa-apanya dibanding pedang iblis yang sangat besar itu.


Seperti Tom akan langsung terbelah dua dengan mudahnya jika terkena serangan itu, "Mati aku!" kata Tom tidak bisa lari kemana-mana selain menghadapi pedang yang menuju arahnya dengan cepat. Lari sekalipun akan tetap kena karena ukuran pedang iblis itu sangat panjang sekarang. Tapi ternyata Tom berhasil bertahan, "Hahh?!" Tom sendiri heran bagaimana Sesemax bisa menahan pedang yang luar biasa besar itu.


...-BERSAMBUNG-...