UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.237 - Badai



"Tuan Muda?" sapa Kemp kaget melihat kedatangan Felix yang tiba-tiba.


"Ow, hai! kerja bagus ... lanjutkan! tidak usah hiraukan kami ...." kata Felix masih mengatur napasnya. Para Kumbang yang kaget dengan kedatangan tiba-tiba Felix krmbali bekerja.


"Bukankah seharusnya aku tidak bisa masuk kesini? tidak sembarangan yang bisa masuk kesini bahkan untuk Leaure sekalipun ...." kata Dokter Mari melihat sekeliling.


"Memang tidak sembarangan yang bisa masuk tapi jika bersama seseorang yang bisa masuk kesini, maka pintu Istana akan terbuka lebar. Tentu saja, karena yang dipilih masuk kesini pastinya bukan sembarang Quiris dan bisa dipastikan terpercaya ...." kata Kemp menjelaskan.


"Mulai lagi dia ...." kata Felix dalam hati.


Kemp adalah tipe yang suka menjelaskan sesuatu secara rinci seperti guru. Entah itu agar Felix bisa menambah pengetahuan atau memang kepribadiannya seperti itu, "Jangan sampai, kuliahnya dimulai lagi ...." keluh Felix dalam hati.


"Kami harus kembali ke Mundclariss!" seru Felix.


"Gunakan gerbang Ruleorum untuk kembali!" kata Kemp.


"Iya ... iya!" kata Felix.


Menggunakan gerbang Ruleorum sistemnya sama dengan jam junghans Cain. Walau tidak sebebas Cain yang bisa mundur atau maju ke waktu yang jauh, setidaknya bisa kembali satu hari dari yang dilewatkan saat memasuki Mundebris. Tepatnya bisa kembali disaat waktu berubah ke hari baru.


Felix dan Dokter Mari berhasil kembali ke Mundclariss tepat pukul 23.59 yakni satu menit sebelum hari berubah.


"Kuburan?" tanya Dokter Mari melihat sekitar yang dipenuhi batu nisan besar dan tinggi.


"Pemakaman bangsawan di kota Zephyr!" jawab Felix segera berjalan.


"Kita ada di kota Zephyr?" tanya Dokter Mari mengikuti langkah kaki Felix.


"Iya, makanya kita harus cepat-cepat karena butuh perjalanan 9 jam untuk sampai ke Kota Pippa. Belum lagi perjalanan ke panti butuh waktu dua jam ... kalau menggunakan gerbang Leaure, bisa jadi kita tersesat di lorong karena aku sudah menggunakan portal darurat untuk ke Istana Ruleorum .... " jawab Felix sambil berjalan cepat.


"Zephyr, tempat lahir dari Sang Caldway ... ternyata sisi lain Istana Ruleorum adalah kota ini ...." kata Dokter Mari.


Felix tidak memperdulikan Dokter Mari yang sedang kagum dengan pengetahuan barunya. Banyak taksi yang lewat tapi tidak ada yang ingin singgah menerima mereka sebagai penumpang.


"Aneh memang, kita memanggil taksi di depan pemakaman saat tengah malam begini ...." kata Dokter Mari.


"Memangnya mereka pikir kita Zewhit?" kata Felix.


Akhirnya ada taksi yang menerima mereka dan langsung berangkat menuju stasiun kereta dan langsung memesan tiket menuju Kota Pippa. Dengan menggunakan kereta YTE (Yardley Train Express) perjalanan 9 jam bisa dihemat menjadi 1,8 jam.


***


Dobry dan Inas, pasangan pemain ke 49 yang seharusnya salah satu diantaranya sudah meninggal kemarin. Saat melompati waktu, Felix menukar kematian Dobry menjadi kematian Inas. Tapi ternyata saat ini sudah hari ke 50 tapi kedua pemain ini masih tetap hidup.


Tan, Teo dan Tom hanya bisa kebingungan tanpa mendapat jawaban atas rasa penasarannya itu. Mertie juga tidak berhenti mengirim pesan tentang pertanyaan yang sama.


Cain masih di rumah sakit, tapi rohnya masih belum diketahui keberadaannya.


"Kalian di dalam panti?" tanya Felix lewat pikiran.


"Iya!" balas Tiga Kembar secepat kilat.


"Cepat keluar darisana!" teriak Felix.


"Ada apa memangnya?" tanya Teo.


"Turuti saja apa yang aku bilang!" jawab Felix.


Tiga Kembar memakai pakaian sehangat mungkin untuk keluar dari panti. Entah kenapa setelah keluar dari panti, mereka bertiga merinding.


"Tidak, ini hanyalah perasaan kita saja ... ini bukan takut melainkan memang ada sesuatu di depan sana!" kata Tom.


Teo menelan ludahnya dan sudah bersiap dengan senjata di tangan. Kabut cahaya biru yang mengelilingi panti membuat jarak pandang tidak jelas. Tapi di depan mereka sudah jelas ada bahaya yang menunggu.


"Kalian sudah siap?" Felix datang dari arah kanan bersama Dokter Mari.


"Felix ...." seru Tiga Kembar begitu senang melihat kedatangan Felix.


"Roh Cain bagaimana?" tanya Tan.


"Aku juga tidak tahu ... baru kali ini aku ceroboh mempertaruhkan nyawa padahal tidak sebanding. Cain tidak ada disana, aku hampir mati konyol!" jawab Felix.


"Bersiaplah!" kata Dokter Mari yang memimpin di depan mereka.


"Setelah cahaya biru ini hilang, kalian akan disambut oleh pemandangan yang tidak diinginkan ... apapun yang terjadi, berjanjilah! kalian harus tetap hidup ...." kata Felix membuat suasana semakin tegang.


"Kami berjanji ...." Tan, Teo dan Tom mengeluarkan senjata dan memasang kuda-kuda bersiap bertahan dari serangan.


"Sebanyak apa yang ada di luar sana?" tanya Tom.


"Terlalu banyak, lebih dari yang kita semua bayangkan ...." jawab Felix.


Tanah yang ditempati gedung panti berdiri perlahan retak dan panti perlahan terlihat turun ke dalam tanah.


"Apa yang terjadi?" tanya Teo panik.


"Tenang saja! itu bukanlah gempa atau perbuatan musuh ...." jawab Felix.


"Jadi apa itu? yang ada di dalam panti akan baik-baik saja kan?" tanya Tan.


"Jangan khawatir, aku hanya membawa mereka ke dunia bawah Istana Ruleorum. Untuk melindungi Kiana, dengan begitu ... Kiana tidak akan terdeteksi di dunia ini. Benang permainan juga akan berhenti terhubung dengan Kiana karena sedang berada di dunia yang tidak seharusnya. Untuk sementara semua yang ada panti tidak akan sadarkan diri ...." gedung panti sepenuhnya menghilang masuk ke dalam lubang. Seperti terhisap masuk dan tanah langsung menutupi lubang itu kembali seperti memang tidak pernah ada panti di sana. Perlahan kabut biru itu hilang, pemandangan yang terlihat hanya lapangan luas yang kosong tanpa panti, "Buat lingkaran!" teriak Felix.


Felix, Tan, Teo, Tom, Dokter Mari membentuk lingkaran. Kabut biru semakin menipis dan semakin jelas pemandangan yang membuat mereka merinding daritadi. Mereka sedang dikelilingi oleh ribuan iblis yang menghancurkan pagar panti dan masuk dengan langkah kaki yang berat.


"Jangan takut!" kata Felix menoleh melihat ketiga sahabatnya yang gemetar ketakutan, "Setelah ini, kita akan langsung ke tempat makanan dan makan sepuasnya ...." kata Felix sambil tersenyum.


"Kali ini kau yang traktir!" kata Teo memaksakan tersenyum.


Dokter Mari menarik napas panjang dan menutup mata, "Aku mohon, bantu aku melindungi keempat anak ini ... beri aku kekuatan Raja Leaure!" bunyi metal berbunyi saat Dokter Mari membuka mata. Pakaian Dokter Mari kini berubah menjadi pakaian zirah emas siap tempur. Dengan simbol singa yang menjadi kebanggan seorang Leaure, "Aku adalah seorang Leaure, keturunan Haven Kinsey! jika aku ditakdirkan mati hari ini, buat aku mati terhormat dengan melindungi mereka!" teriak Dokter Mari yang membuat sebuah jubah menjuntai turun dari bahu turun ke belakang menutupi punggung sampai kaki.


"Sumpah mati seorang Leaure, meningkatkan kekuatan sampai batas maksimum ...." kata Felix dengan takjub melihat Dokter Mari, seorang Leaure pertama yang dilihatnya bersiap mati untuk melindungi.


Barisan para iblis mulai berlari dengan teriakan yang membuat tulang menggigil ketakutan tidak berdaya. Pertempuran dimulai, ada 10 iblis yang terbang dan hendak mendarat tepat di atas mereka dan bersiap menghantam dengan senjata dan tawa yang menyebalkan tidak berhenti keluar dari mulut mereka.


Tapi, iblis itu terlempar jauh berkat sebuah perisai emas yang mengelilingi mereka. Dokter Mari kemudian melompat menebas iblis itu sebelum mereka bangun dan menyerang lagi.


"Aaaaaaaaaaaaa ...." teriakan semangat dari Felix dan Tiga Kembar menerima serangan.


"Kemari kau!" teriak Teo.


"Haha, bagus Teo!" teriak Tom dan Tan merasa bangga dengan rasa percaya diri Teo yang membangkitkan semangat mereka berdua juga seketika.


Dokter Mari tidak bisa terus menerus melindungi dengan perisai, akhirnya senjata mereka berbenturan dengan senjata milik musuh juga.


...-BERSAMBUNG-...