UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.304 - Menanamkan Rasa Takut



"Kita butuh teori untuk menjelaskan semua itu. Jangan hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, rumor yang tidak terbukti kebenarannya adalah hal yang menyesatkan dan bisa memperparah keadaan. Rumor bisa membuat kehebohan yang tidak berdasar dan mengundang kepanikan massal. Dapat menghilangkan peluang untuk mencari solusi terbaik." kata Tom.


"Jadi, maksudmu ... kegaduhan yang terjadi saat pemerintahan Caelvita-47 itu bisa saja tidak terjadi?" tanya Osborn menyeringai.


"Aku tidak bilang begitu, hanya saja kemungkinan itu bisa saja tidak perlu terjadi." jawab Tom.


"Percaya diri memang bagus, tapi jangan sampai malah itu yang membuat kalian buta dalam mencari solusi dan keadaan bisa menjadi lebih buruk lagi dibanding masa itu." kata Osborn.


"Purgaedis akan membersihkan hal buruk dan menjamin keselamatan dalam jangka 100 tahun tanpa gangguan supernatural. Apa karena itu, semuanya berawal?" tanya Tan.


"Caelvita-47 terkenal akan kasih sayangnya pada Quiris dan manusia tanpa berat sebelah. Menurut kalian, beliau akan memilih menyelamatkan manusia saja dibanding Quiris? Purgaedis adalah kekuatan yang egois dimiliki oleh Caelvita dan seharusnya tidak pernah digunakan selamanya." kata Osborn.


"Lebih egois lagi jika memiliki kekuatan yang tidak pernah digunakan sama sekali." kata Teo.


"Hahh ... intinya tidak jelas bagaimana masa kelam itu dimulai. Masa kelam itu membunuh sehanyak 79% populasi Quiris dan 51% populasi manusia. Dalam catatan sejarah mengatakan ada 15 Quiris sudah termasuk Caelvita yang berperan penting menghentikan masa kelam itu. Setelah masa itu barulah semuanya mulai dibangun kembali dari awal." kata Osborn membuat merinding lagi.


"Jika tidak ada yang bertindak, Manusia dan Quiris bisa saja punah ... tapi kenapa jumlah Quiris yang tidak bisa bertahan lebih banyak dari manusia? seharusnya kan manusia yang akan mengalami hal itu karena dari segi kekuatan manusia tidak ada apa-apanya ...." kata Teo heran.


"Atau begitulah yang tercatat dalam sejarah. Tidak ada yang mengetahui pasti kejelasannya bahkan dari 15 Quiris yang menjadi pahlawan waktu itu entah apa ada yang masih hidup sampai sekarang karena tidak ada yang bisa ditemui diantara mereka setelah dunia kembali menjadi normal lagi seperti semula ...." kata Osborn.


"Apa tercatat 15 Quiris itu dari keturunan mana saja? mungkin kita bisa mencari tahu informasi dari keturunannya yang sekarang. Baik itu mereka hanya mendengarnya sebagai cerita sebelum tidur setidaknya kita bisa mendapat informasi lebih." kata Tan.


"Tidak dijelaskan secara rinci identitas mereka karena informasi yang menyangkut Caelvita sangat dirahasiakan." kata Osborn.


"Boleh aku masuk ke dalam?" tanya Tan yang sebenarnya agak menyesalkan bagaimana pengetahuan tentang Caelvita sangat dibatasi atau lebih dari itu memang dilarang tapi jika memikirkan itu adalah Felix, Tan akhirnya sadar kalau memang tidak baik jika ada yang mengenal dengan baik Caelvita atau lebih parahnya ada catatan yang tersimpan.


Osborn terlihat berpikir tapi kemudian menyetujui dan mulai mencarikan kunci untuk kamar itu. Setelah menemukan kunci, Osborn kembali tapi sudah tidak menemukan keberadaan Tiga Kembar disana.


"Kemana mereka?" tanya Osborn mencari ke setiap sudut rumah.


(Sebelum Tiga Kembar menghilang ....)


Felix masih terus berjalan menyusuri kota tapi belum menemukan sesuatu yang berkaitan dengan Iblis. Memang ada yang terlihat nemiliki aura hitam tapi Felix tidak bisa menghakiminya karena pada dasarnya tidak semua kejahatan juga dari Iblis. Manusia sendiri memiliki Iblis di dalam diri sendiri yang lahir karena kebencian yang terus menerus di rawat hingga menumpuk dan perlahan muncul ke permukaan.


"Perasaan ini ...." Felix yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti karena merasakan seuatu di depan toko bunga.


"Benar ... kami Plaevivindote, Tuan Muda." sapa seseorang dari dalam pot bunga yang tidak kelihatan sama sekali bentuknya.


"Katanya memang Fortunesia sering membawa tanaman dari Mundebris untuk dibawa ke Mundclariss supaya bisa membawa keberuntungan pada manusia. Ternyata itu kalian ya ... tapi kapan kalian tumbuh?" tanya Felix.


"Biasanya kami tumbuh di bulan agustus tapi bahkan sekarang sudah banyak jenis kami yang tumbuh karena cuaca sudah hangat."


"Manusia menyebut kami dengan Gladiol, Tuan Muda! warna bunga kami bermacam-macam seperti pelangi."


"Sepertinya aku harus membawa kalian ke suatu tempat!" kata Felix mulai memasuki toko bunga dan menyapa pemilik toko, "Saya mau beli benih bunga gladiol sebanyak 1000!" Felix mengambil satu pcs benih yang terbungkus amplop kertas coklat ecofriendly.


Malam pun tiba, Felix segera bergegas kembali ke bandara. Karena hanya terus berjalan saja tanpa Felix sadari kini sudah sangat jauh dari bandara.


"Tapi, jumlah dari aura hitam yang kuperhatikan dari tadi ... lebih dari yang seharusnya untuk dikatakan normal." kata Felix mulai merasa curiga tapi aura hitam itu tidak dibaluti oleh aura jingga jadi Felix hanya mengabaikannya saja, "Tapi, jika mereka dirasuki sebentar seperti yang aku temui di taman waktu itu memang tidak terlihat ada aura Iblis tapi baru bisa diketahui ketika aku bersalaman, jika memang benar begitu ... aku jadi harus terpaksa menabrak orang-orang untuk mengetahui apa yang terjadi."


Kebetulan saja ada yang baru lewat di dekat Felix yang memiliki aura hitam. Felix langsung berpura-pura lari dan menabraknya. Terdengar kalimat makian keluar dari mulut orang itu terus menerus mengutuk Felix, "Tidak, tidak ada tanda Iblis sama sekali ... dia memang orang yang suka berbicara makian kasar seperti itu." Felix berusaha tidak tertarik untuk membaca pikiran orang itu dan mulai minta maaf dan berjalan menjauh tapi kemudian berbalik dan akhirnya membaca pikiran orang itu karena penasaran, "Ah, dia tidak sengaja menabrak kucing sampai meninggal. Berarti aura hitamnya akan hilang setelah 40 hari."


Memiliki kekuatan untuk mendengar suara pikiran orang lain dan membaca pikiran orang lain adalah sebuah kekuatan yang sangat menyusahkan dan membuat diri sendiri merasa tidak nyaman. Sebisa mungkin Felix ingin memilah apa yang seharusnya didengarnya daripada harus mendengar semua hal pribadi orang lain. Lagipula semua suara datang sekaligus ditelinga Felix, untuk bisa dengan jelas menendegarnya harus fokus pada satu orang saja. Jadi Felix bisa tidak harus selalu mendengar hal pribadi orang lain jika tidak memfokuskan diri.


"Tentu saja tidak semua yang memiliki aura hitam adalah orang yang benar-benar jahat. Yang menjadi penentu adalah apakah hal yang dilakukannya secara sengaja atau tidak sengaja dan atau malah karena terpaksa." kata Felix dalam hati.


Karena tidak mendapatkan informasi apapun tentang ke-8 Iblis yang datang kesana membuat Felix harus memeriksa satu per satu yang memiliki aura hitam di tengah-tengah kota. Tapi yang didapatkan hanyalah kejahatan yang manusia pada umumnya lakukan tidak ada unsur supernatural dan tidak terdeteksi pernah ada Iblis yang merasuki.


"Jadi apa yang dilakukannya disini? jika bukan untuk memperluas pola kejahatan yang sama di Provinsi Eartha Pusat, lalu apa?" tanya Felix dalam hati.


Jam tangan Felix sudah menunjukkan pukul 22.20 pm, "Aku harus kembali ke bandara sekarang!" Felix mulai berjalan kaki lagi kembali ke bandara. Tidak menggunakan transportasi apapun karena ingin memperhatikan dengan jelas disekelilingnya.


Sudah pukul 00.50 am dan Felix masih belum sampai juga tapi bersyukur karena ada minimarket yang berdiri sendiri di sepanjang jalan itu. Felix sengaja mengambil rute lain untuk kembali, tidak menggunakan rute yang tadi digunakannya yang merupakan jalan utama dan ramai dan banyak gedung itu.


Felix singgah untuk membeli minuman dingin untuk melepas dahaga dan makanan untuk mengganjal perut yang lapar, "Sepi sekali disini ...." di minimarket itu hanya ada satu penjaga kasir saja yang saat ini sedang melamun bahkan tidak menyalakan tv untuk membuat suasana bisa tidak terlalu sepi.


"Seberapa jauh lagi bandara dari sini?" Felix meletakkan belanjaannya di depan kasir.


"Sudah dekat kalau memakai transportasi tapi kalau berjalan kaki masih akan lama ...." jawab penjaga kasir minimarket dengan malas.


Felix tidak menanyakan apa-apa lagi karena melihat ekspresi penjaga kasir itu sudah seperti es krim yang meleleh. Bagaimana tidak bosan jika hanya sendirian di tempat seperti itu. Felix mendengarkan pikiran kasir itu bahwa dirinya adalah pelanggan kedua hari ini.


"Tapi setidaknya disini banyak pohon dan tidak terlihat alat berat dan sebagainya itu menandakan masih belum ada rencana pembangunan sama sekali. Aneh juga masih ada daerah seperti ini di kota modern." kata Felix merasa tenang memakan makanannya di depan minimarket yang menyediakan kursi dan meja. Felix bisa menikmati pemandangan pohon mengobati rasa kecewanya tadi.


"Anak itu tidak takut apa berjalan sendirian? mobil saja takut lewat sini kalau tidak rombongan dengan mobil lainnya ...." kata penjaga kasir yang didengar oleh Felix saat meneguk minumannya.


"Ow, jadi disini angker ya ... menanamkan rasa takut terhadap hal yang berkaitan dengan supernatural memang salah satu cara yang paling efektif untuk melindungi alam." kata Felix tersenyum dan begitu lahap memakan makanan instant yang dibuatnya di dapur mini di dalam minimarket tadi.


...-BERSAMBUNG-...