UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.361 - Perbedaan Keberuntungan



Zewhit Kurcaci sedang berada di depan pintu kamar Osvald dan merubah bentuknya menjadi menyeramkan. Seketika Tom menutup matanya karena takut melihat itu. Zewhit Kurcaci menoleh ke arah Tom melihat rasa takut Tom yang banyak keluar. Zewhit Kurcaci tersenyum miring dan mulai mendekati Tom yang sedang menutup matanya. Tom tidak tahu bahwa saat ini Zewhit Kurcaci sedang berada tepat di depan wajahnya. Hanya terpisah beberapa centimeter saja, bahkan hidungnya hampir bersentuhan. Untungnya Tom masih terus menutup matanya.


Tom menarik napas dalam lewat hidungnya kemudian mengeluarkannya lewat mulut. Itu terus dilakukan sampai irama jantungnya mulai kembali normal lagi, "Aku tidak takut! aku tidak takut! aku tidak takut!" kalimat itu terus diulang-ulang oleh Tom di dalam pikirannya.


Perlahan Zewhit Kurcaci itu mundur dari Tom dan kembali ke depan pintu kamar Osvald. Tom membuka matanya melihat Zewhit Kurcaci itu masih ditempat yang sama dan dengan penampilan yang sama saat dia menutup matanya tadi. Tidak mengetahui kalau tadi Zewhit Kurcaci berniat mengganggunya juga. Tapi kali ini Tom memberanikan diri membuka matanya lebar-lebar melihat Zewhit Kurcaci itu dari ujung kaki sampai kepala.


"Aku hidup sedangkan dia sudah tidak! aku lebih unggul lebih kuat dan lebih beruntung dibanding dia yang hanya hantu!" Tom berdiri tegap.


Zewhit Kurcaci itu menembus masuk pintu kamar Osvald. Setelah tidak merasakan rasa takut dari Tom lagi.


"Bagaimana aku masuk kedalam? apa aku berpura-pura saja mau menginap dengannya? ah, tidak! nanti Zewhit itu, tidak mau diganggu lagi ...." Tom bingung antara ingin menemani Osvald sebagai sahabat atau meninggalkan Osvald sebagai Alvauden.


Lama Tom bolak-balik seperti setrika di depan pintu kamar Osvald. Akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Osvald dan menjadi Alvauden yang baik dengan membiarkan Zewhit melakukan aktivitasnya, "Osvald hanya tidak perlu merasa takut saja! kalau dia tidak takut, pasti Zewhit itu juga akan berhenti mengganggu." Tom mengirimi Osvald pesan untuk menasehati agar tidak merasa takut lagi dan membuat lelucon agar bisa menghibur Osvald. Perasaan bahagia tidak disukai oleh Zewhit, lawan dari rasa takut itu bisa membuat Zewhit menjauh.


Tom yang sedang berada di ruang rekreasi lantai 4 terus memperhatikan kamar Osvald dari kejauhan dan melihat Zewhit Kurcaci keluar dari kamar Osvald bersamaan dengan voice note Osvald yang tertawa membuat Tom begitu bahagia juga sehingga Zewhit Kurcaci langsung lari setelah melihat Perasaan bahagia juga sedang mengelilingi Tom saat ini.


Sementara Tan sedang berada di atas atap gedung perpustakaan yang tepat berada samping asrama perempuan. Demelza yang berada di asrama perempuan membuat Tan tidak bisa mengawasi terus menerus. Tan hanya bisa mengawasi dari jauh saja.


"Kenapa, rasanya panas ya?! padahal ada Felix di asrama ... seharusnya kalau ada Felix udara akan selalu terasa sejuk." kata Tan merasakan udara malam musim panas yang sangat lembab.


***


Felix saat ini berada di depan gerbang di Desa Quinlan, seharusnya dia melewati desa itu tapi akhrinya singgah juga. Felix penasaran apa yang terjadi pada desa itu sekarang. Agen Y.B.I masih ada disana tapi sudah tidak banyak. Terdengar dari percakapan bahwa semua rumah yang ada di desa itu akan segera dirubuhkan setelah barang-barang di dalamnya dikosongkan.


Sangat disayangkan desa yang dulunya damai ditempati oleh warga desa kini harus ditutup untuk menutupi apa yang telah terjadi.


"Tidak adil rasanya ... Sang Penghukum Kaum Iblis kenapa tidak melakukan apa-apa saat Efrain melakukan ini?!" kata Felix kesal.


"Sang Penghukum Leaure sangat ketat dan berbeda dari Sang Penghukum lainnya. Cain yang merupakan Leaure seharusnya menolong tapi malah melukai sudah jelas harus dihukum. Sang Penghukum kaum lainnya punya prinsip dan aturan yang berbeda-beda. Sang Penghukum Iblis tidak pernah menghukum lagi setelah 1824 tahun yang lalu waktu Mundebris. Terakhir Sang Penghukum datang menghukum saat terjadi ledakan besar yang langsung menewaskan hampir seluruh populasi manusia yang ada disebuah negara." kata Iriana.


"Jumlah korban Efrain juga sudah dikatakan banyak kalau digabungkan semua ... Sang Penghukum Kaum Iblis menurutku memang malas saja." kata Felix.


"Sang Penghukum Kaum Iblis hanya menghukum jika satu iblis yang melakukan kejahatan besar sedangkan Efrain bekerja dengan banyak anak buahnya. Membagi-bagi tugas dan korban yang berjatuhan bukan hanya satu iblis yang membunuh tapi beda iblis lagi. Hanya menghukum juga kalau korban berjatuhan banyak dalam waktu yang sama tapi Efrain melakukannya satu per satu. Makanya dia selalu bisa lolos ...." kata Iriana.


"Kau tadi bertanya soal Sang Penghukum kenapa tidak adil?! disaat Cain membantai karena kebaikan dan dihukum sedangkan Efrain tidak dihukum karena membunuh tanpa alasan yang jelas. Jawabannya adalah karena mereka dari kaum yang berbeda. Cain tidak beruntung karena harus berasal dari Leaure sedangkan Efrain beruntung karena merupakan Iblis." kata Iriana.


Felix hanya bisa berdecak kesal, malas berargumen lagi dengan Iriana. Felix meninggalkan Desa Quinlan dan menuju 4 desa dari Desa Quinlan yakni Desa Charemon. Berbeda dari iblis desa lain yang menggunakan cara mencolok dengan melakukan pertunjukan atau dengan cara tidak mencolok seperti yang dilakukan Lucy.


Kali ini di Desa Charemon menggunakan cara bunuh diri. Desa Charemon dekat dengan hutan Cosmo yang penuh oleh pohon pinus. Hutan itu terkenal sebagai hutan untuk melakukan bunuh diri makanya tidak menjadikan aneh jika orang-orang dari Desa Charemon ditemukan disana. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah 5 orang dibunuh di Desa Charemon kemudian dipindahkan ke Hutan Cosmo seperti layaknya mereka bunuh diri. Begitulah hasil penyelidikan Tan dan Tom kemarin.


Felix berjalan menuju tempat dimana batu permata Imperial Topaz tertanam di Bemfapirav tapi dirinya masih ada di Mundclariss.


"Aku masih saja selalu kagum bagaimana kau bisa menggunakan matamu itu untuk melihat dunia lain tanpa memasukinya. Aku sendiri butuh waktu 7 tahun menjadi Caelvita resmi baru bisa melakukan itu." kata Iriana.


Felix tidak menghiraukan pujian Iriana itu dan mulai berjalan menuju Hutan Cosmo yang terlihat gelap dan sangat terasa aura buruk yang menyelimutinya.


"Bagaimana bisa hutan sebagus ini jadi seperti ini ...." Felix memasuki hutan dengan menghela napas kesal. Menyayangkan apa yang terjadi pada hutan lebat itu. Tidak ada sama sekali aura positifnya.


"Hutan ini adalah tempat yang istimewa, setidaknya untukku ...." kata Iriana.


"Memangnya apa yang terjadi dengan kau dan hutan ini?!" tanya Felix sarkastik.


"Disini aku menjadi Caelvita resmi setelah menyelamatkan Dave." jawab Iriana.


"Ah, pacaramu itu?!" kata Felix.


"Sudah kubilang berkali-kali bukan! dia Alvaudenku!" kata Iriana terus menentang dengan hebohnya.


"Ya ... ya ... ya!" kata Felix malas tapi itu semakin membuat Iriana emosi.


"Hati-hati saja, kau bisa terjebak perangkap Custodicurae dan tidak bisa menemukan jalan keluar dari hutan." kata Iriana seperti menyumpahi.


"Memangnya perangkap tetap bekerja walau Viviandem Zewhit Penjaga Hutan tidak ada maksudku ... Custodicurae?!" tanya Felix.


...-BERSAMBUNG-...