UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.347 - Firasat



Suara klakson kendaraan, decitan ban kendaraan, sirene polisi dan ambulance terdengar begitu keras masuk ke telinga Felix yang sedang duduk di depan kafe yang berada di dekat persimpangan jalan di tengah-tengah kota.


"Hahhh ...." Felix merasa kesal sendiri dan langsung menghabiskan gelas kopinya yang kedua.


"Kau baru saja dilukai oleh Mantan Komandan tertinggi iblis. Wajar saja kalau kekuatanmu belum kembali sepenuhnya ...." kata Iriana.


"Aku tidak butuh hiburanmu! hanya berbicaralah kalau ada cara untuk menemukan ular itu." kata Felix berdiri dari kursinya dan mulai berjalan.


"Hanya kau yang bisa kuajak bicara, maklumlah! suatu saat kau juga akan merasakan apa yang kurasakan." kata Iriana.


"Belum apa-apa kau sudah mendoakanku mati, ck! bukankah kau dulu bisa berbicara dengan Cain dan yang lainnya ...." kata Felix.


"Itu karena darurat, suaraku hanya bisa terdengar jika yang akan kukatakan itu untuk kebaikanmu atau menolongmu." kata Iriana.


"Jadi, kau benar tidak tahu bagaimana menemukan 16 orang itu?!" kata Felix mulai frustasi.


"Kalau tahu daritadi sudah kukatakan." kata Iriana.


"Kau itu pembimbing Caelvita terburuk yang pernah ada." kata Felix.


"Jangan menceramahiku Caelvita pemula!" balas Iriana.


"Kalau tidak ada yang kau ketahui, diam saja! suaramu terlalu keras dan mengganggu." kata Felix.


"Dasar! eh ... tunggu! itu ular." kata Iriana saat Felix melewati sebuah poster film yang tertempel di jalan.


"Iya, ular bukan cacing." kata Felix.


"Kau ini! hahh ...." Iriana cukup kesal tapi sudah terbiasa dengan kepribadian Felix yang buruk itu, "Maksudku ... aku jadi ingat pernah mendengar prajurit iblis dari klan ular merasuki musuh yang dibiarkan hidup untuk bisa masuk ke dalam pasukan musuh. Tapi musuh itu ternyata adalah pemakan ular. Semua persediaan ular yang ada di gudang penyimpanannya hidup kembali dan mendobrak keluar dari gudang penyimpanan makanan itu."


"Lalu apa kesimpulannya ...." kata Felix merasa perkataan Iriana membingungkan dan tidak jelas bagian pentinya dimana.


"Intinya, ular! carilah darimana arah ular datang, disitulah bagian iblis ular itu ada pastinya." kata Iriana.


"Seperti yang sudah kukatakan, kau ini benar-benar buruk dalam hal menjelaskan." kata Felix komplain.


"Aku tahu, tidak apa-apa. Lagipula cita-citaku bukan menjadi guru." kata Iriana.


"Lihat, bagaimana kau mengalihkan dengan pembicaraan tidak penting terlebih lagi tidak nyambung ...." Felix masih ingin mengeluh tapi suara berbisik seperti terdengar dari bawah kakinya, "Sssssst!" Felix menyuruh Iriana diam dan menempelkan telinganya di jalan membuat orang lewat memandanginya dengan tatapan aneh, "Suara ini ...." Felix mulai sadar dan berlari ke arah berlawanan dari suara yang didengarnya itu.


"Kau bilang aku payah menjelaskan tapi kau paham juga ...." kata Iriana tertawa kecil.


Suara yang didengar Felix itu sudah pasti adalah suara ular yang lewat di saluran air. Seperti yang dikatakan Iriana bahwa ular akan berusaha menghindari dimana iblis ular berada. Sehingga Felix hanya perlu menuju arah ular itu lari darimana. Felix berlari sangat kencang dan menabrak banyak orang saat dijalan. Bagaimanapun juga Felix harus setidaknya menghentikan salah satu orang dari 16 yang kerasukan itu.


Telinga Felix mulai mendengar suara musik yang begitu keras dan beberapa saat kemudian berlari lewat di depan sebuah klub malam dan berhenti saat baru melewati satu gedung setelah klub malam itu.


"Luar biasa, aura buruk banyak sekali disana." Felix berbalik.


"Itu bukan karena iblis ...." kata Iriana menyuruh Felix untuk tidak teralihkan dan menandai klub malam itu sebagai tempat bagian iblis ular berada hanya karena terdapat banyak aura buruk, "Memang di tempat itu seperti itu, aku pernah ke tempat seperti itu dulu dan langsung mandi air Garam Ruleorum setelah pulang karena Efrain bilang aku berbau busuk. Abaikan saja! kembali berlari!" suara ular memang masih terdengar sedang berlarian menandakan yang dicari Felix masih ada jauh di depan.


"Tapi menurutku ini adalah tempat yang tepat." kata Felix mulai masuk ke lorong kecil dan memakai Idibalte level empatnya. Level 4 Idibalte tidak akan dilihat, tidak akan terdeteksi dan bahkan aura tidak akan dirasakan oleh siapapun. Tapi jika Efrain menggunakan kekuatan penuhnya pasti bisa merasakan Felix. Makanya Felix tidak bisa berjalan masuk ke Kastil Pemburu Iblis untuk mendapatkan informasi dengan tingkat Idibaltenya yang sekarang.


"Maaf anda tidak bisa masuk!" kata Penjaga pintu klub malam.


"Dia bisa melihatku?!" Felix heran.


"Kenapa tidak bisa? memangnya kau pikir kau siapa?!" teriak seseorang dari belakang Felix yang sepertinya sudah mabuk.


Felix menertawai dirinya sendiri, mengira bahwa penjaga itu bisa melihatnya ternyata yang dimaksud adalah perempuan yang terlihat sudah berumur tapi bertubuh pendek seperti tinggi Felix saat ini.


"Bisa minta kartu identitasnya terlebih dahulu?!" kata Penjaga kemananan.


"Kenapa? kau juga menyadarinya kan? aku memang terlihat lebih muda ... hahaha ... tapi aku sudah 39 tahun loh ... hahaha."


Sementara penjaga keamanan itu sibuk dengan tamu itu, Felix sudah masuk ke dalam klub malam. Dengan menuruni tangga seperti menuju bawah tanah. Felix bisa mendengar suara ular berlarian di dinding ruangan itu bersamaan dengan bunyi musik yang keras. Felix pusing mendengarkan suara musik yang keras, suara percakapan, suara teriakan, suara sepatu yang berpadu seperti paduan suara.


"Aku bisa gila kalau berlama-lama disini." kata Felix.


"Sudah kubilang kau membuang-buang waktumu! cepat keluar darisana!" kata Iriana.


"Aku akan berkeliling dulu sebentar ...." kata Felix masih ingin memastikan.


Ruangan itu dipenuhi dengan aura berwarna merah muda atau pink. Aura yang biasanya keluar dari manusia pada umumnya adalah merah tapi jika berubah menjadi pink menandakan bahwa kesadaran manusia sedang tidak stabil dan aura pink ini biasanya memancarkan aura buruk sehingga inilah yang menyebabkan biasanya Zewhit yang merupakan Malexpir akan datang menghampiri manusia yang sedang atau akan tidur.


"Ada beberapa yang berwarna hitam ...." kata Felix.


"Tapi tidak ada tanda-tanda iblis sama sekali kan? sudah kubilang!" kata Iriana.


"Aku akan ke atas sana!" kata Felix melihat lantai dua yang merupakan tempat bagus untuk memperhatikan segalanya, "Tapi sebelum itu ...." Felix berjalan mendekat melewati beberapa orang pemilik aura hitam itu, "Membunuh seorang wanita, menabrak lari seseorang, menabrak anjing di jalan ... semuanya sudah beberapa minggu yang lalu berarti bukan karena iblis ular itu." Felix mulai bergegas ke lantai dua.


Saat menaiki tangga, Felix merasakan sakit dan ngilu di bagian luka yang diberikan oleh Iblis Ular.


"Firasatku benar, salah satunya sedang ada disini ...." kata Felix mulai memperhatikan sekitarnya dengan seksama.


...-BERSAMBUNG-...