UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.59 - Kelemahan Keturunan Setengah Viviandem



Empat hari sebelum Felix bangun, Cain tidak bisa tidur setelah mendengar penjelasan dari Goldwin dan hanya langsung bersiap untuk ke sekolah lagi tentu saja dengan menggunakan Bemfapirav untuk bisa keluar dari dalam sauna.


Cain berjalan kaki menuju kereta bawah tanah yang dimana disimpannya seragam sekolahnya di loker sebelum ke pabrik kemarin bersama Mertie.


"Uuuh perasaan apa ini?" kata Cain tiba-tiba merinding.


"Kau sudah bisa merasakan sebuah aura juga?" tanya Goldwin, "Atau karena terlalu seringnya kau bolak-balik Bemfapirav jadi sekarang bisa merasakannya juga?"


"Aura?" tanya Cain.


"Aura baik atau buruk yang hanya bisa dirasakan oleh sebagian orang saja seperti manusia yang memiliki bakat khusus atau sepertimu yang setengah Leaure tapi jika Viviandem murni bukan hanya merasakan tapi juga bisa melihat aura itu."


"Bisa dilihat juga?" tanya Cain lagi.


"Aura dari Tuan Muda Felix misalnya berwarna hijau melambangkan Seorang Caelvita, Aura Baik bermacam-macam misalnya saja warna emas melambangkan Aura seorang Leaure yang selalu baik hati dan suka menolong begitupun Aura buruk berwarna hitam tapi bisa juga aura saling menempel satu sama lain. Misalkan aura emas ditambah aura hitam menandakan pemilik aura itu adalah Leaure jahat ...."


"Jadi akan sulit dibedakan dong kalau hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa dilihat?" keluh Cain.


"Yang kau rasakan saat ini adalah aura buruk, di stasiun kereta api ini kalau di Bemfapirav adalah sebuah kastil yang dulunya sebagai tempat perkumpulan keturunan setengah Sanguiber."


"Sanguiber? seperti Bu Farrin? kenapa aura buruk? tunggu ... bukannya Bemfapirav adalah dunia buatan Zewhit?"


"Biasanya Viviandem jika menikah dengan manusia akan melahirkan seorang anak yang biasanya tidak pernah terlahir baik, Sanguiber misalnya jika menikah dengan manusia ... anak mereka akan menjadi setengah manusia dan setengah Sanguiber yang biasa disebut dikalangan manusia sebagai Vampir ...."


"Terus?" Cain setia mendengarkan.


"Bemfapirav memang hanya diketahui sebagai dunia buatan Zewhit sesuai dengan ingatan Zewhit itu sendiri tapi pada pemerintahan Nona Iriana membuktikan fakta baru bahwa Bemfapirav bukan hanya sekedar dunia buatan Zewhit saja tapi sebuah dunia abu-abu antara Mundclariss dan Mundebris yang bisa ditempati oleh bukan hanya Zewhit saja ... kastil perkumpulan Sanguiber di Bemfapirav yang berada tepat disini itu dibangun di masa pemerintahan sebelum Nona Iriana dan memakan banyak korban Manusia maupun Viviandem akibat perkumpulan organisasi itu tapi berhasil dihentikan oleh Nona Iriana dan Alvaudennya ...."


"Aku juga setengah Leaure kan? apa aku juga bisa melakukan suatu hal yang buruk?" tanya Cain.


"Keburukan setengah Leaure hanya itu ... yahh itu ... akan banyak Zewhit yang datang meminta pertolongan atau menghisap energi kehidupan sampai kering."


"Syukurlah!" kata Cain menghela napas.


"Kau ini benar-benar berjiwa Leaure murni!" Goldwin tertawa kecil.


"Jadi maksudmu Bu Farrin menghisap darah manusia begitu?" Cain jadi panik.


"Kalau dia Setengah Sanguiber sudah pasti!" kata Goldwin mantap.


"Tapi bisa saja kan Bu Farrin hanya meminum darah dari binatang ...." kata Cain tapi langsung ditatap sinis oleh Goldwin, "Haha ... sorry bercanda ... mau darah apapun itu tetap kejahatan kan ya?!" Cain lupa sedang berbicara dengan siapa.


"Tapi Mundebris yang ada disini adalah lahan dari Buah Darah yang banyak, ayo kita kesana supaya kau bisa mendapat banyak energi ...." ajak Goldwin.


Cain mulai fokus dan memegang rambutnya kemudian muncullah sebuah gagang pedang emas bersimbolkan singa tapi tanpa pedang, "Mau bagaimanapun kau ini setengah Leaure yang paling menyedihkan!" kata Goldwin menggeleng-gelengkan kepalanya yang hanya melihat gagang pedang saja.


"Haha, yang penting kan tetap bisa dipakai!" Cain mulai mengayunkan gagang pedang itu dari atas ke bawah memunculkan sebuah gerbang emas yang sempit dan Goldwin menghela napas lagi melihat itu, "Haha ... kan yang penting bisa dilewati!"


Saat berjalan di lorong yang berwarna emas itupun butuh waktu yang lama untuk bisa sampai ke Mundebris dan Goldwin memukul kepalanya kesal, "Haha ... anggap saja olahraga!" kata Cain.


Setiap gerbang bercirikan masing-masing keturunan dari Viviandem mana, Caelvita dengan gerbang Emerald, Verlin yang Ruleorum berhiaskan Safir, Leaure terbuat dari emas dan masing-masing setelah gerbang dibuka akan ada lorong yang harus dilalui untuk bisa sampai di Mundebris. Memang hanya lorong dari gerbang Caelvita yang paling pendek tapi setengah Viviandem tidak seharusnya sepanjang yang dibuka oleh Cain yang memakan waktu sekitar kurang lebih 20 menit.


"Akhirnya ... kita bisa sampai juga kan?!" kata Cain ceria.


"Melihatmu bersemangat tadi untuk langsung mengiyakan ajakanku kupikir kau sudah pernah makan buah darah?" tanya Goldwin mencakar buah darah dan mulai menjilati cairan yang keluar.


"Ini bukan jantung manusia?" tanya Cain masih mode panik.


"Memang kelihatannya begitu, tapi bukan ... ini hanyalah buah-buahan."


"Padahal aku sudah bilang kalau Buah Darah adalah buah kesukaanku ... em ... uweekkk," Cain mulai merasa mual mengingat bagaimana dia sangat menikmati Buah Darah yang diberikan Banks dulu.


"Sudah kubilang ini hanya buah-buahan!" teriak Goldwin tapi tidak diperdulikan, "Hahh ... apa aku harusnya membawakannya bukan dalam bentuk utuh seperti ini ya?"


"Lahan perkebunan seluas ini tidak ada yang punya?" tanya Cain mulai duduk membelakangi Buah Darah.


"Yang benar saja! Buah Darah adalah buah yang paling mahal di Mundebris dan sangat sulit untuk ditanam tanpa tangan profesional ... lahan ini milik seorang Daemonimed hebat yang sudah menjadi Zewhit sekarang ...." Goldwin lalu terlihat murung.


"Apa dia sahabatmu?" tanya Cain.


"Dia yang sangat merasa bersalah karena perkebunan Buah Darahnya ini menutupi aura buruk dari tempat perkumpulan setengah Sanguiber yang ada di Bemfapirav karena umumnya Buah Darah bisa menutupi bau darah manusia ... makanya dia bersikukuh sebagai prajurit di barisan depan untuk meruntuhkan kastil itu tapi akhirnya dia tidak berhasil selamat."


Cain menepuk-nepuk Goldwin dengan lembut dan tiba-tiba datang sebuah peri kecil banyak dan mulai mengelilinginya.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya peri kecil itu.


"Heh?" Cain bingung.


"Bisa tolong bawakan sarapan untuk dia!" pinta Goldwin.


"Haha, tidak usah ... tidak usah!" kata Cain sungkan tapi peri itu tidak menghiraukannya dan segera pergi melaksanakan perintah, "Ada apa ini?"


"Sebenarnya dari awal aku mulai heran denganmu yang hanya setengah Leaure tapi bisa memanggilku ... tapi jiwamu menunjukkan Leaure murni ... niat tulusmu untuk menghibur seseorang akan membuat aura seorang Leaure bersinar terang yang dapat menarik para peri untuk datang ... anehnya lagi, walau aura Leauremu tidaklah bisa dilihat tapi tetap saja bisa auramu berfungsi sebagaimana mestiny .... "


Tidak lama kemudian para peri itu dengan saling bekerja sama membawa sebuah nampan dengan makanan dan minuman.


"Ini apa?" Cain bingung melihat makanan yang baru dilihatnya pertama kali.


"Ini teh dan roti ala Mundebris."


Cain mencoba makanan yang disebut adalah roti tapi berwarna merah dan bulat besar sampai-sampai harus dipotong kecil-kecil oleh peri lagi untuk bisa dimakan oleh Cain.


"Lembutnya ...." kata Cain mulai mengunyah Etio yang terbuat dari gandum merah khas Mundebris dan dicobanya juga Efi, "Wah ... segar sekali, semua makanan langsung serasa bersih dimulut dan tidak menyisakan rasa apapun...."


"Kau lagi syuting iklan ya!" kata Goldwin menatap Cain, "Memakan Etio bisa membuatmu tahan sampai setengah hari jika di Mundebris jadi artinya kau bisa bertahan di Mundclariss 12 hari tanpa makan."


"Apa?" Cain jadi terbatuk-batuk.


"Lebih baik lagi kalau makan Buah Darah, pasti akan membuatmu jadi lebih segar ...."


"Tidak ... tidak!" bahkan untuk mendengar namanya saja kini Cain sudah tidak bisa.


...-BERSAMBUNG-...