UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.370 - Keunikan Moshas



"Yang baru saja kau katakan itu secara tidak langsung memujiku dan Tan. Dan ... menghina dirimu sendiri!" kata Tom dengan ekspresi yang membuat Teo harus menahan emosi.


"Hahh?! lucu sekali kau mengartikannya seperti itu ...." Teo tidak habis pikir dan hampir terpeleset jatuh dari gedung dengan 16 lantai hanya karena menahan emosi dibully saudaranya sendiri. Tapi saat ingin membalas Tom, Moshas nya tiba-tiba saja muncul sendiri ditangannya tanpa dipanggil, "Hehh?! ada apa ini?!" Teo turun dari pembatas atap begitupun Tom juga dalam posisi bersiap menghadapi musuh.


"Apa kau hanya tidak sadar memanggil Moshas?!" tanya Tom setelah mereka berdua memeriksa dari lantai 16 sampai lantai dasar tapi tidak menemukan apa-apa.


"Kau itu ... benar-benar mengira aku sebodoh itu, ya?!" Teo berteriak marah-marah.


"Lalu kenapa muncul tiba-tiba?!" Tom tidak merasa terganggu dengan suara keras Teo dan hanya menanggapi dengan santai.


"Mana aku tahu!" kata Teo.


"Kalau kau tidak tahu, siapa yang harus ditanya?! kau pemiliknya! kau belum tahu fungsi dari Moshas?!" kata Tom.


"Kau sendiri juga tidak tahu apa-apa soal Sesemax, tidak punya hak untuk menceramahiku!" kata Teo.


"Setidaknya aku tahu kalau Sesemax akan muncul pada Alvauden yang punya bakat dalam memimpin perang." kata Tom.


Teo terdiam karena memang tidak tahu harus mengatakan apa-apa karena tidak tahu Moshas kenapa datang kepadanya, "Bagaimana kau tahu soal itu?!" tanya Teo mulai merendahkan suaranya.


"Itu karena aku memiliki otak dan mulut. Jadi, ya tinggal bertanya ...." jawab Tom.


"Hah?! siapa yang menjawab?! apa bisa dipastikan kebenaran dan keasliannya?!" kata Teo yang akhirnya bisa mengembalikan kepercayaan dirinya.


"Verlin, seseorang yang lama menjalani hidup dengan yang memiliki Sesemax ...." kata Tom.


"Jangan mudah percaya dengan yang memiliki mulut! kita tidak tahu apa Verlin berkata benar atau bohong." kata Teo dengan meniru seseorang. Tapi dikejutkan kembali saat Moshas nya kembali muncul tiba-tiba tanpa dipanggil, "Apa-apaan sih ini sebenarnya? apa yang terjadi?!" Teo mulai stres sendiri.


"Bukan kau yang sengaja melakukan ini untuk mengerjaiku?!" tanya Tom memeriksa kembali lantai dasar tingkat SMP karena mengira kemunculan Moshas adalah pertanda ada musuh, "Tidak ada siapa-siapa disini!"


Teo terus menatap Moshas nya, "Ada apa sebenarnya? kenapa kau terus saja muncul tanpa aku panggil?!"


"Kau sendiri tidak pernah menanyakannya pada Zeki?! padahal Zeki adalah pemilik Moshas sebelumnya. Seharusnya kau banyak bertanya dan latihan dengannya!" kata Tom.


"Kau pikir aku tidak pernah kepikiran sampai situ?! aku sudah bertanya tahu! tapi dia tidak mau menjawab." kata Teo.


Tom mengarahkan pandangannya ke arah jalan keluar. Teo pun mengerti dan berjalan ke depan gerbang sekolah untuk memanggil Verlin dan Zeki yang entah berada dimana. Teo hanya membenturkan Moshas nya untuk memberi signal.


Tak lama kemudian Zeki dan Verlin tiba dibelakang Teo, "Hahh! bikin kaget saja! bisa tidak datangnya secara normal saja ...." keluh Teo.


"Kami ini Zewhit, apa yang kau harapkan normal?!" kata Zeki sebal.


"Ada apa?!" tanya Verlin.


"Moshas selalu datang tiba-tiba tanpa kupanggil, kau tahu kan apa maksudnya?!" tanya Teo.


Wajah Zeki jadi berubah setelah mendengar itu, "Sudah berapa kali terjadi?!" tanya Zeki tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Baru kali ini Teo melihat Zeki tersenyum seperti itu, biasanya Zeki hanya memasang wajah serius. Kali ini ekspresi Zeki sangat sesuai dengan penampilannya.


"Dua kali." sahut Teo ragu-ragu.


"Terus hitung sampai matahari terbit!" perintah Zeki.


"Memangnya ada apa dengan itu?!" tanya Teo.


Tom menatap Verlin meminta jawaban tapi Verlin hanya menjawab dengan menggoyangkan bahunya.


"Kau juga tidak tahu?!" tanya Tom.


"Tidak ada informasi soal Moshas. Dari tiap generasi pemiliknya tidak pernah mengatakan apa-apa. Lagipula sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa sih menurutku ...." jawab Verlin.


"Hanya pemilik Moshas yang boleh tahu Moshas. Kau juga akan tahu sendiri nantinya kenapa ...." kata Zeki.


"Tidak bisakah kau mengatakannya saja padaku! kan aku bisa merahasiakannya." kata Teo gemas sendiri karena penasaran.


"Separah itu?!" Teo jadi gelagapan.


"Kau akan tahu sendiri! kenapa Moshas datang padamu. Itu akan menunjukkan kau itu orang yang seperti apa." kata Zeki.


Zeki dan Verlin kembali ingin keluar sekolah setelah mengetahui bahwa tidak ada hal yang gawat. Zeki hanya harus menjawab rasa penasaran Teo yang sangat disayangkan Teo masih harus terus penasaran.


"Apa maksudnya?!" Tom juga ikut-ikutan gemas.


Berkat Moshas, Teo jadi tidak merasa bosan lagi. Bahkan tidak peduli saat matahari sudah terbit. Ia masih saja memandangi tangannya. Menghitung berapa kali Moshas nya datang.


"Jadi, berapa kali?!" tanya Tom dengan mata merah karena sempat ketiduran sebentar.


"31." sahut Teo masih tidak memalingkan pandangannya.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan itu?!" tanya Tom.


"Mana aku tahu!" Teo menendang Tom dengan sebal, "Ow, mereka sudah datang." kata Teo.


"Em?! bagaiamana kau tahu?!" tanya Tom.


"Oh?! bagaimana aku tahu ya?!" Teo juga bingung sendiri.


"Apa itu kekuatan Moshas? untuk mengetahui kedatangan Felix? begitukah?!" tanya Tom.


"MANA AKU TAHU!" Teo hendak menendang Tom lagi tapi kali ini gagal.


Teo dan Tom menuruni tangga berpapasan dengan kedua Zewhit yang sedang berlari bersembunyi dari sinar matahari. Teo yang tidak siap langsung menahan napasnya saat hendak berpapasan dengan mereka.


"Apa mereka sudah pergi?!" tanya Teo sambil mentup matanya.


Tapi suara kedua Zewhit itu semakin dekat dengan wajah Teo, "Aaaaaa jangan mendekat!"


Kedua Zewhit itu berdiri dihadapan Teo dan tertawa lalu memegang masing-masing tangan Teo.


"Eh, apa yang kalian lakukan?!" tanya Teo terpaksa membuka matanya, "Em?!" Teo melihat telapak tangannya setelah melihat kedua Zewhit itu pergi dengan tertawa ceria, "Ah, jadi begitu ...." kata Teo tertawa sendirian.


"Ada apa?!" Tom juga melihat telapak tangan Teo tapi tidak bisa melihat apa-apa.


Teo dan Tom berpapasan dengan Felix dan Tan di perjalanan kembali ke asrama.


"Bagaimana?" tanya Tan.


"Tidak ada masalah selain ... Moshas nya selalu saja muncul tiba-tiba." jawab Tom terlihat tertekan karena penasaran.


Felix tidak bisa menahan tawanya, "Jadi berapa kali itu terjadi?"


"31." jawab Teo.


"Lakukan saja! coba tak mengapa." kata Felix.


Teo tercengang mendengar perkataan Felix itu dan mulai tertawa bersama. Sedangkan Tan kini juga ikut-ikutan dengan Tom yang frustasi karena rasa penasaran.


"Tidak kusangka secepat ini kau bisa melakukan itu. Tapi benar-benar waktu yang cocok ...." kata Felix.


"Sangat-sangat tidak disangka-sangka ... memang lebih baik jika kekuatan ini dirahasiakan! sangat memalukan menurutku!" kata Teo yang membuat Felix tertawa.


Tan dan Tom sudah muak dengan obrolan yang tidak bisa diikuti itu jadi mereka berdua, jadi mereka duluan ke asrama meninggalkan Felix dan Teo yang sedang asik membicarakan Moshas.


...-BERSAMBUNG-...