
Ted Neilson Carlton adalah anak haram dari Neilson Carlton yang pada umur 12 tahun diperkenalkan sebagai Putra Perusahaan Carlton Group dan membuat media sangat menyoroti Carlton Group saat itu. Istri sah Neilson Carlton saat itu belum dikaruniai anak membuat keluarga Neilson sangat khawatir dengan pewaris perusahaan, maka dari itu Neilson dengan berani membawa anak dari wanita yang dicintainya.
Pernikahannya yang sah tapi tanpa unsur cinta sama sekali hanya berdasarkan perjodohan bisnis semata membuat Neilson tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya. Tapi berselang beberapa bulan setelah pengumuman Ted sebagai putra Neilson Carlton muncul berita bahwa Roseanne Leight atau istri sah Neilson hamil. Membuat media gempar lagi dan membuat banyak berita dan artikel yang seperti serial drama televisi. Tapi saat diketahui bahwa anak yang dikandung oleh Roseanne adalah perempuan yaitu Era, keluarga Carlton kecewa dan tetap menjadikan Ted sebagai pewaris utama Carlton Group.
Ted yang selama ini hidup bersama ibunya yang miskin merasa sangat bahagia bertemu dengan ayahnya yang kaya walau pertemuan pertama mereka saat Neilson menjemput Ted di rumah kumuh ibunya. Setelah merasa lega bisa menikmati hidup yang nyaman sebagai pewaris Carlton Group. Kelahiran Era adalah sebuah bencana bagi Ted. Merasa takut diusir, disingkirkan, dibuang membuatnya terbebani dan berusaha membuat dirinya menonjol dan membuktikan diri bahwa dia memang layak sebagai pewaris Carlton Group. Ted yang cepat belajar banyak hal dan membantu perusahaan bahkan ikut serta membangun dan mendesain perusahaan yang dulunya hanya ada 9 lantai kini sudah 20 lantai berkat Ted.
Dijuluki sebagai jenius yang tampan dan muda di dunia bisnis membuat Neilson sangat mengandalkan Ted dan sudah tidak meragukannya lagi. Anak jenius yang baru berusia 23 tahun, calon CEO muda masa depan Carlton Group tak ada yang menyangka kebiasaannya pada malam hari adalah sebagai pembunuh.
Saat ini Ted begitu menikmati saat menggunting rambut Cain hingga luka Cain nampak jelas dilihat dibawa sinar lampu yang terang. Ted mengambil sebuah kotak kaca yang tandaya Ted akan memenggal kepala dan meletakkannya sebagai hiasan untuk cinderemata korbannya saat tubuh korban ia jual dengan daging lainnya.
Mertie yang melihat kotak kaca itu muncul langsung menatap Cain, "Ini terlalu cepat ... harusnya dia menyiksa kita dulu kan?"
Cain juga mulai panik tapi tetap membuat dirinya tenang agar Felix tak datang. Dimulainya mengambil pisau kecil yang ditempel pada punggungnya untuk memotong tali yang mengikat tangannya.
Sebisa mungkin Mertie ingin mengundur-undur waktu, "Apa kabar dengan ibumu?" tanya Mertie membuat Ted langsung menjatuhkan kotak kaca kedua yang diambilnya.
Suara kotak kaca yang pecah itu tidak membuat Ted kaget sama sekali dan hanya memasang wajah datar dan segera pergi mengambil kotak lain.
"Harusnya aku tahu jebakan yang kau buat saat kau mengganti kata sandi ruang rahasia dengan ulangtahun ibumu itu!" Mertie mulai memprovokasi Ted, "Tidakkah kau penasaran bagaimana aku tahu ulangtahun ibumu?" Mertie tahu dari Era yang selalu menceritakan soal ibu kandung Ted untuk dijadikan bahan ejekan agar Geng Halle menyumpahi Ted dan ibunya. Era puas saat membicarakan hal itu dan Mertie puas mendapat informasi baru.
"Aku harus memberi waktu lagi untuk Cain ... aku pasti bisa! selama ini aku selalu berpura-pura dibully tapi selalu mendapatkan informasi yang aku inginkan ... sekarang adalah simulasi asli!" Dengan disiksa oleh Ted dan bisa membuat perusahaan Carlton jatuh adalah tujuan utamanya selama ini.
Ted duduk dihadapan Mertie dan mengeluarkan kotak kecil dari sakunya yang berisi seekor laba-laba, "Kau tahu ini laba-laba apa?"
"Untuk apa juga aku tahu hal itu!" jawab Mertie.
Ted menarik rambut Mertie beberapa helaian kemudian mencabutnya.
"Sudah kuduga kau ini Trikotilomania ... kebiasaan mencabut rambut karena stres ... aku tahu, karena aku juga mengalami hal yang sama ... tapi sepertinya kau sudah mulai melakukannya bukan hanya pada dirimu sendiri tapi dengan orang lain ...." kata Mertie melihat rambutnya di genggaman tangan Ted.
"Penderita trikotilomania juga terkadang mencungkil kulitnya, menggigit kuku jari, dan menggigit bibir. Suka mencabut bulu yang ada pada hewan, boneka, atau benda lain seperti baju, tapi kasusmu kini sudah mulai makin parah dengan membunuh manusia!" tambah Mertie lagi.
"Jadi karena itu Mertie marah ... karena mengalami penyakit psikologis juga ... hahh ... aku benar-benar kurang peka!" Cain menyesali diri sendiri.
"Kukira ibumu meninggal karena kecelakaan yang disebabkan oleh ibu adikmu tapi ternyata kau yang melakukan hal itu?" tanya Mertie penasaran karena mendengar Era selalu menyombongkan bahwa dia dan ibunya sudah membunuh ibu Ted membuat Geng Halle selalu hormat sekaligus takut membantah Era dan dijadikan sebagai pemimpin.
"Dia sudah tidak berguna lagi jadi aku hanya menyingkirkannya saja ...." jawab Ted, "Yang berguna darinya hanya tinggal dagingnya saja untuk membuatku kenyang saja!" kata Ted sambil menjilati bibirnya.
"Kau memakan daging ibumu sendiri?!" teriak Mertie.
"Kau tidak tahu ya ... daging manusia mengandung kalori yang sangat tinggi. Banyak orang beranggapan bahwa kalori adalah hal yang buruk. Namun, sesungguhnya kalori juga penting bagi kesehatan, termasuk untuk menjaga memelihara berat badan serta menjaga asupan gizi tetap seimbang ... tahu tidak? Carlton Group adalah perusahaan yang menyiapakan daging segar sendiri dengan mempunyai peternakan sendiri dan pabrik daging untuk mengelola daging agar tetap segar dan bisa diedarkan di seluruh cabang restoran Carlton. Tapi anehnya seluruh keluarga Carlton adalah vegetarian ... jadi ya, bisa kau anggap aku hanyalah mencoba menjaga gizi seimbang saja ...." kata Ted membuat Mertie lega mendengar penjelasan panjang lebar berhasil mengulur waktu.
Cain langsung bangun memukul kepala Ted dengan kotak kaca setelah selesai membuka ikatan pada tangan dan perutnya yang diikat pada kursi. Untungnya Ted tidak mengikat kakinya karena terlalu terburu-buru, "Itu yang namanya ceroboh!" kata Cain mengejek dan langsung membuka ikatan Mertie dengan cepat saat Ted kesakitan.
Mereka berdua mulai berlari pergi tapi langsung terjatuh saat lantai tiba-tiba terbuka, "Dasar kelinci kurang ajar!" kata Ted mulai turun juga di lantai rahasia yang ada di ruangan rahasia itu.
Pintu lantai itu tertutup, Cain dan Mertie kini sudah berada didalam sebuah boks kaca yang berbeda. Mertie memukul-mukul kaca dan bahkan mulai menendangnya.
Sementara Ted menarik sebuah tuas dan terbuka lagi lantai yang ternyata dibawah ada lautan api yang langsung membuat kaca yang Cain tempati langsung retak. Mertie yang berada dikotak kaca lainnya panik saat melihat kotak kaca Cain kini tergantung diatas api dan mulai retak-retak.
"Jangan khawatir, kau akan segera menyusulnya!" kata Ted dengan senyuman miring dan darah dari kepalanya terus menetes.
"Tidak! Cain!" teriak Mertie, "Tolong lepaskan dia!" Mertie mulai menangis terisak-isak.
Kaca yang dipijaki Cain kini hancur dan Cain hanya pasrah dan menutup matanya saat merasakan dirinya mulai terjatuh tapi sebuah tangan langsung meraihnya dan dibukanya matanya, "Felix?!"
"Mandi api tidak baik untuk kulit!" jawab Felix bercanda.
Cain kini bergelantungan diatas api dengan Felix menggenggam erat tangannya, "Tapi ... Felix ...." Cain mengingat skenario Dokter Mari yang sengaja mempertemukannya dengan Felix.
"Apa? kau mau bilang kau itu hanya sahabat palsu? kalau begitu ... jadilah sahabat palsu terbaik yang pernah ada!" Felix dengan tersenyum membuat mata Cain jadi berkaca-kaca.
Felix mulai menarik Cain naik, "Terimakasih ...." kata Cain dalam hati dan ingin segera memeluk Felix tapi tidak berani.
...-BERSAMBUNG-...