
Beberapa hari setelah Kiana diketahui menjadi salah satu pemain permainan tukar kematian, "Jadi cara untuk menukar kematian ada bermacam-macam cara tergantung bagaimana sang pewaris papan permainan mengaturnya ... tapi Franklin menggunakan 100 pemain itu tandanya ada 50 cara untuk menukar permainan ...." kata Kemp.
"Ada apa Franklin tiba-tiba menaikkan jumlah pemainnya?" tanya Felix.
"Sepertinya dia memihak Tuan Muda!" sahut Kemp.
"Memihakku? untuk menyeimbangkan kan?! jadi maksudmu Franklin menambah jumlah pemain supaya takdir seseorang bisa seimbang dan orang jahat juga bisa berkurang dengan menambah pemain?" tanya Felix.
"Itu salah satunya tapi tujuan utama Franklin adalah meningkatkan kekuatan Tuan Muda dengan cepat ... ikut bergabung untuk menukar kematian adalah cara tercepat untuk meningkatkan kekuatan. Sepertinya Franklin ingin agar Tuan Muda secepatnya bisa menjadi Caelvita resmi!" jawab Kemp.
"Aku harus bertemu dengannya kalau begitu ... tapi sebelumya katakan bagaimana cara menukar kematian?" kata Felix.
"Cara pertama adalah bunga Flortem atau biasa disebut sebagai bunga kematian ... di taman Ruleorum tumbuh bunga Flortem yang memiliki seluruh nama makhluk hidup di akarnya!" Kemp memimpin jalan menuju taman yang menyilaukan mata dengan sinar batu permata safir. Kemp mengubah dirinya menjadi besar dan menggali tanah untuk memperlihatkan akar bunga yang memiliki nama seseorang di dalamnya, "Tapi mencabutnya sangat sulit untuk manusia lakukan, jadi jika misalkan pemain mendapatkan bunga pemain lain akan sulit juga untuk menukar kematiannya sendiri ... tapi kalau menyiramkan darah iblis biasanya akan bisa dicabut dalam beberapa minggu kalau rajin untuk menyiramnya tapi kalau bukan nama yang terhubung dengan pemain yang mencabut tidak akan berguna juga ... tapi Tuan Muda ...."
"Ada apa?" tanya Felix melihat Kemp ragu melanjutkan kalimatnya.
"Hal ini sangatlah rahasia, saya harap Tuan Muda bisa merahasiakannya kalau mendengar informasi ini dari saya ...." jawab Kemp.
"Tenang saja, aku hanya perlu mengatakan hal buruk tentang Franklin kan? haha ... tapi kegunaan darah iblis selain itu apa lagi?" kata Felix.
"Sebenarnya untuk lebih jelasnya, Tuan Muda bisa menanyakan itu pada Franklin ... dia yang tahu lebih jelasnya lagi ... kalau saya cuma tahu secara umum ...." kata Kemp.
"Selanjutnya? wah ... kalau membahas 50 cara aku bisa bertahun-tahun baru bisa kembali ke Mundclariss ... aku juga tidak bisa merepotkan Cain terus menerus untuk kembali ke waktu yang kumau agar bisa bebas berbicara denganmu ...." kata Felix.
"Tuan Muda tidak perlu tahu semua 50 cara, bahkan dengan 1 cara saja saya percaya Tuan Muda pasti bisa melakukan yang terbaik ...." kata Kemp.
"Kau terlalu memujiku ... aku tidaklah sehebat itu!" kata Felix.
"Sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mempercayai Caelvita! saya hanya akan memberitahu cara teratas untuk dilakukan ...." kata Kemp.
"Haha ... baiklah ... tapi berikan aku beberapa cara yang mudah saja!" kata Felix.
"Cara kedua adalah ... membakar benang merah pemain. Tapi api yang digunakan bukan sembarang api, hanya api hijau Caelvita atau api dari batu permata safir tertinggi. Tuan Muda pastinya belum bisa mengeluarkan api hijau dan batu permata safir tertinggi hanya dimiliki oleh Verlin yang sudah melakukan kontrak dengan seluruh hewan dan tanaman yang ada di Mundebris ...." kata Kemp.
"Aku pernah mengeluarkan api hijau tapi itu hanya sekali dan saat itu aku sedang sangat marah ...." kata Felix tersenyum.
"Kenapa Tuan Muda tersenyum disaat tidak bisa melakukannya ...." Kemp bingung.
"Haha ... tidak ...." Felix yang sebenarnya sangat senang karena Tan, Teo dan Tom akan mendapatkan kekuatan yang sama dengan Verlin nantinya, "Tapi bagaimana kau bisa tahu cara menukar kematian? apa ada buku yang membahas tentang itu?" tanya Felix yang pernah mencari buku tentang permainan tukar kematian tapi tidak ketemu.
"Sebenarnya saya tahu sedikit dari pengetahuan batu permata safir tapi Franklin sendiri yang datang kemari dan memberitahu caranya agar saya bisa meneruskannya pada Tuan Muda ...." jawab Kemp.
"Jadi dia sudah tahu aku akan kesini ...." kata Felix dalam hati.
"Cara ketiga adalah membuat seorang pemain dengan rela memotong benangnya sendiri ...." kata Kemp.
"Cara seperti itu ada?" tanya Felix kaget.
"Tapi sepertinya hal seperti itu akan jarang terjadi ... cara keempat?" kata Felix.
"Menghancurkan jam kehidupan seseorang dengan jarak 10 meter jadi Tuan Muda harus membawa jam kehidupan pemain dan menghancurkannya dengan jarak 10 meter dari pemain ...." Kemp memimpin jalan lagi menuju bagian lain dari istana dan tiba di pintu samping ruangan takdir berada. Saat pintu itu dibuka, bunyi detakan jam langsung menyerbu telinga.
"Bagaimana bisa aku membawa jam seperti ini?!" teriak Felix menutup telinganya karena tidak tahan dengan bunyi jam.
"Memang sepertinya agak susah karena hanya Raja Ruleorum yang bisa memanggil jam kehidupan seseorang ... tapi bukan berarti Tuan Muda tidak bisa ...." kata Kemp.
"Apa ada caranya supaya aku bisa dengan mudah memanggil jam kehidupan?" tanya Felix.
"Tuan Muda harus bisa memakai Mahkota Ruleorum!" jawab Kemp.
"Maksudmu aku harus meminjam Mahkota Raja?" tanya Felix.
"Bukan, Tuan Muda! Tuan Muda punya Mahkota Ruleorum sendiri ...." jawab Kemp.
"Hah? aku punya?" Felix mulai mencari dibelakang punggungnya.
"Bukan disana tapi memang sudah ada di atas kepala Tuan Muda hanya saja tidak terlihat ... Tuan Muda punya semua mahkota kerajaan di atas kepala Tuan Muda termasuk mahkota Caelvita sendiri!" kata Kemp menghentikan Felix mencari.
"Bagaimana cara memunculkannya? bukan mustahil untuk aku lakukan sekarang kan?" tanya Felix.
"Kalau untuk memunculkan mahkota Caelvita mustahil sekarang tapi memunculkan mahkota Ruleorum tidaklah mustahil ...." jawab Kemp.
"Caranya ...." Felix tidak sabar menunggu.
"Ada tiga cara bagi Caelvita untuk memunculkan mahkota Ruleorum! yang pertama adalah bunuh diri! jika Caelvita mati maka mahkota Ruleorum akan otomatis muncul untuk menghidupkan kembali ...." kata Kemp membuat Felix tercengang.
"Kau sedang bercanda ya?! cara kedua!" kata Felix tidak mau menggunakan cara pertama tadi.
"Cara kedua adalah dengan memegang inti istana Ruleorum yang dijaga oleh kaum kelabang! sarangnya ada di bawah istana tapi sangat sulit untuk menemukannya karena kelabang ahlinya menggali dan membuat jalan yang sulit untuk seseorang yang mencari bahkan masing-masing Raja Ruleorum baru satu kali menemukan inti istana setelah itu kelabang akan memindahkannya lagi ke sarang lain ...." kata Kemp.
"Selanjutnya!" kata Felix seperti sudah menyerah.
"Cara ketiga atau yang terakhir adalah menjadi Caelvita resmi!" kata Kemp membuat Felix menendang Kemp.
Kemp yang ditendang hanya bisa tertawa, "Kau sedang mengusiliku kan?!" kata Felix tertawa, "Sama saja aku hanya bisa mencari mati-matian inti istana atau bunuh diri!"
"Tapi jika bertemu para kelabang, mereka akan membantu membuat perlindungan bagi Kiana ...." kata Kemp memberi Felix alasan untuk semangat.
"Baiklah ... tunjukkan jalannya!" kata Felix.
...-BERSAMBUNG-...