UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.325 - Ditemukannya Petunjuk



Sudah hampir sore hari tapi mereka masih belum menemukan petunjuk.


"Sepertinya ... bagaimanapun juga kita harus masuk ke Bemfapirav memeriksa satu per satu." kata Tan lewat pesan pada Tom.


"Coba ke desa lain lagi, kalau semua yang berjarak 4 desa dari sana memang tidak ada yang aneh baru kita masuk ke Bemfapirav." kata Tom.


"Baiklah ...." kata Tan kemudian menaruh smartphonenya di saku celana.


Tan dan Teo menuju desa terakhir yang berjarak 4 desa dari desa Parama begitupun Tom dan Cairo.


"Harusnya disini ... kalau memang untuk meneruskan garis lingkaran." kata Tan.


"Kau juga mengatakan hal yang sama di desa sebelumnya." kata Teo.


"Kalau disini lingkarannya akan lebih luas ...." kata Tan.


"Apa-apaan?!" Teo heran dengan pemikiran Tan yang seakan memihak dan memiliki pemikiran yang sama dengan pemikiran Efrain.


"Terkadang kita harus berpikir seperti musuh untuk bisa menemukan petunjuk ...." kata Tan heran dengan kekakuan Teo dalam berpikir.


Tan dan Teo memasuki desa yang sepertinya kosong tidak berpenghuni.


"Rumah dan halaman bersih berarti masih belum lama ditinggalkan." kata Tan.


"Ow, ada lampu disana!" kata Teo berlari ke arah rumah yang ada di ujung jalan.


Tan berjalan pelan sambil memperhatikan semua rumah satu per satu. Saat sudah sampai di rumah yang ada lampu menyala, Teo langsung bertanya.


"Mereka semua pergi berwisata ke luar negeri." kata Perempuan usia 40 tahun keatas.


"Tapi hampir semua rumah, apa ada bonus liburan yang masuk ke desa dari pemerintah? kenapa ibu tidak ikut?" kata Tan berbicara seakan seperti orang dewasa karena rupanya yang terlihat saat ini bukanlah anak 13 tahun melainkan pria dewasa 34 tahun.


"Saya tidak bisa meninggalkan rumah, ada juga warga desa yang lain tidak ikut. Mana mungkin ada bonus seperti itu dari pemerintah hahaha." kata Ibu itu.


"Kami sedang bertugas menyurvei ke desa-desa karena ada kandidat calon gubernur yang memberikan uang dalam jumlah yang sangat besar untuk mempromosikan diri agar dipilih ...." kata Tan menggunakan informasi yang sempat dibacanya di koran.


"Memang ada calon gubernur yang pernah datang tapi hanya membagikan bahan makanan dan minuman saja. Yang membiayai wisata ke luar negeri itu dari kepala desa yang meninggal dan dalam wasiatnya telah memberikan semua hartanya pada warga yang kurang mampu dan ternyata beliau juga sudah mengurus travel jauh-jauh hari sebelum meninggal untuk semua warga di desa ini bisa liburan ke luar negeri."


"Dermawan sekali! apa kepala desa yang meninggal itu memang terkenal demikian semasa hidupnya?" tanya Teo.


"Tidak, itulah yang membuat semua warga merasa bersalah. Karena semasa hidup, kami semua hanya terus memaki dan menyumpahinya karena tidak becus dalam bekerja tapi ternyata beliau orang baik seperti itu."


"Ow, sepertinya ada bau amis disini ...." kata Teo dalam hati sambil menyeringai.


"Kalau boleh tahu rumahnya ada dimana? bisa kami bertemu keluarganya untuk meminta izin. Kebetulan kami belum meminta izin untuk wawancara." kata Tan.


"Beliau tidak punya keluarga, tinggal sendiri di rumah mewah yang ada di belokan sebelah kanan darisini."


"Ow, sudah sangat menyengat baunya ...." Teo keasyikan sendiri.


"Terimakasih atas jamuan makannya, kami akan ke rumah selanjutnya lagi." kata Tan pamit.


Tan dan Teo berjalan mencari rumah kepala desa yang dimaksud.


"Sepertinya ini ... rumah mewah diantara rumah sederhana disamping kanan dan kirinya." kata Teo mendongak melihat rumah itu yang ada 6 lantai.


"Ya, di depan gerbangnya ada nama kepala desa tertulis." kata Tan mengenali dengan cara berbeda dari Teo.


"Apa kita perlu masuk?" tanya Teo.


Tan memegang tangan Teo dan langsung masuk Bemfapirav sambil berlari kemudian kembali lagi ke Mundclariss secepat kilat tapi berakhir tercebur di kolam renang.


"Apa-apaan kau Tan?!" teriak Teo.


Tan naik memeriksa waktu di handphonenya setelah di refresh untuk disesuaikan kembali, "Kita hanya melewatkan 18 menit saja." Tan bangga karena bergerak secepat itu.


"Akan lebih baik jika memanjat saja." kata Teo yang tidak suka memakai Bemfapirav untuk menyelinap masuk ke rumah orang yang tidak dikenal karena kejadian seperti ini sudah sering dialaminya.


"Kau mau masuk ke dalam rumah dengan baju basah begini?" tanya Teo.


"Lalu apa? kau mau mencucinya dulu? mengeringkannya sambil duduk santai dan meminum jus jeruk?!" Tan sudah mulai jengkel dengan Teo.


"Menurutmu tidak ada?!" tanya Tan.


"Hahh?!" Teo heran.


"Rumah sebesar ini tanpa pemilik rumah, menurutmu tidak ada yang sudah membobol masuk?! mustahil!" kata Tan membuka pintu dan masuk ke dalam rumah yang terlihat berantakan, "Lihat!" Tan membuktikan perkataannya.


Di dalam rumah sudah sangat berantakan seperti ada yang mencari sesuatu.


"Bukankah harusnya ini dilaporkan pada polisi?!" tanya Teo.


"Tandanya yang melakukan ini adalah warga sini karena tidak ada yang memanggil polisi. Kalau dilaporkan kan yang pertama dicurigai adalah orang sini juga ... berita kematian kepala desa disini belum ada artikel atau berita saat kucari tadi. Jadi kecil kemungkinan orang luar yang melakukan ini. Kita tidak perlu membuat keributan di desa yang kecil ini." kata Tan.


"Memangnya kau ini Sherlock?!" Teo tercengang dengan pemikiran Tan.


"Aku ini Watson." kata Tan memperlihatkan kalung pemberian Banks yang menandakan Vitiumed atau dokter pemula di Mundebris yang diakui.


Teo sebal melihat Tan yang sedang pamer itu, "Rumah ini dari luar seperti istana tapi di dalam seperti rumah pecah ... ah, lebih tepatnya kolong jembatan." sambil menendang kursi.


"Ssssssst!" Tan menarik dan menutup mulut Teo, "Ada orang lain selain kita disini."


"Apa?!" bisik Teo panik.


Suara bunyi bip bip terus terdengar dari sebuah ruangan besar di lantai dua. Tan dan Teo mendekat kesana untuk memeriksa.


"Dua kali lagi gagal memasukkan password, maka kita tidak bisa membukanya." kata Seseorang sambil berbisik.


"Kakek tua ini, sok memberikan semua hartanya tapi tidak memberi password brankasnya." kata Orang lain lagi yang terdengar sangat kesal dan mulai menendang-nendang di dalam ruangan itu.


Tan dan Teo saling menatap, "Aku tidak akan menjadi orang dewasa seperti mereka." kata Teo merasa malu dan muak karena bagaimanapun mereka juga adalah manusia.


"Ini semakin aneh." kata Tan.


"Kita harus mencari tahu lebih lanjut lagi." kata Teo.


"Ini menunjukkan kalau pemberian wasiat itu hanya bersifat sederhana saja tidak ada profesional hukum yang menyertainya. Kepala desa jika memang ingin memberikan semua hartanya harusnya lewat pengacara dan diserahkan sesuai aturan dan tertib." kata Tan.


"Kalau memang kepala desa itu mengidap penyakit dan berniat memberikan hartanya maka dia pasti akan membuat berita besar-besaran sehingga bisa diliput oleh media dan dikenang dengan baik. Mengingat bagaimana reputasinya selama menjabat ...." kata Teo dengan sudut pandang yang berbeda dengan Tan.


"Binggo! terkadang memang sangat diperlukan pemikiran sederhana sepertimu ...." kata Tan.


"Apa?! seder ... hana?" Teo merasa tersinggung.


"Maksudku kerja bagus!" kata Tan.


Sementara itu Tom dan Cairo tiba di desa terakhir juga yang berjarak 4 desa dari Desa Kimber.


"Listrik mati disini bu?" tanya Cairo pada seseorang yang lewat memakai senter.


"Ada kebakaran kemarin lusa jadi arus listrik ke desa dimatikan dulu untuk perbaikan." kata Ibu itu yang sedang bergegas kembali ke rumahnya.


"Apa ada korban jiwa bu di kebakaran itu?" tanya Tom.


"Jangan bilang lagi nak, ada lima korban." jawab Ibu itu.


"Lima?!" Tom dan Cairo serempak, "Kita di desa yang tepat." keduanya saling menatap.


...-BERSAMBUNG-...


Setelah 7 bulan menjadi penulis kontrak saya akhirnya meminta admin Noveltoon/Mangatoon untuk dibukakan grup chat🎉 Walau sebenarnya saya tidak terlalu tertarik punya grup chat sendiri karena saya pribadi malas chattingan😅 tapi karena ada yang nanya gini "Kak, kok udah penulis kontrak tapi gak punya gc?!" jadi, yaudah nih .... 💌!



Bagi yang berminat silahkan join, mungkin gak akan seseru gc lainnya. Tapi yang masuk disini gak akan nemuin kata di kick kalau gak absen😉😅 (pengalaman pribadi soalnya🤭) *yang masuk di grup ini selamanya akan menjadi member grup. Kalian bisa santai mau chat kapan aja, gak perlu terbebani harus absen tiap hari.


Waktu ditanya admin mau pakai nama apa untuk grup, saya agak bingung karena katanya namanya permanent gak bisa diubah. Jadi saya akhirnya memikirkan sebuah sebutan untuk diri saya ini ... yakni Selenophile, saya menggunakan istilah ini karena saya pribadi sangat suka bulan. Mungkin pembaca setia Silver Fans UNLUCKY sudah tahu bagaimana gaya penulisan saya ....


*Felix yang sebagai Caelvita, saya gambarkan sebagai sosok bulan yang menerangi malam panjang di Mundebris*


Begitulah nama grup Selenophile lahir🥳, silahkan bergabung!🤗