
Teo hendak menelepon ambulance tapi dilarang Tom, "Kau tidak lihat darah Felix yang berwarna hijau? mau bagaimanapun ini tidak normal dan akan membuat Felix dalam bahaya ...." kata Tom.
"Ya, benar! bisa saja petugas kesehatan akan takut dan skenario terburuknya menjadikan Felix sebagai eksperimen!" kata Tan.
Cain panik dan gemetaran melihat Felix yang kesusahan menjaga kesadarannya, "Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?" Cain mulai menangis, "Goldwin! Goldwin! tolong aku!" teriak Cain seperti sudah tidak waras.
"Gold Win?" tanya Tiga Kembar serempak.
"Apa sebaiknya kita hubungi Dokter Mari saja?" tanya Tan.
"Tidak! Dokter Mari sedang ada kliniknya sekarang dan di klinik psikiater pasti hanya punya peralatan bedah untuk luka kecil saja, itupun kalau ada ...." kata Cain.
"Ada apa ini? apa yang terjadi?" tanya Bu Farrin yang sedang mengendarai mobilnya, "Ayo bawa dia masuk!" Bu Farrin langsung panik setelah melihat dengan seksama.
"Tidak!" Cain melarang Bu Farrin mendekat.
"Kau boleh tidak mempercayaiku, tapi saat ini yang paling penting adalah menyelamatkannya dahulu!" kata Bu Farrin.
"Goldwin akan segera datang! aku tidak akan membiarkan kau menyentuh Felix sedikitpun!" kata Cain mengangkat Felix ke pangkuannya.
"Luka separah ini tidak akan mudah disembuhkan oleh Unimaris Leaure!" teriak Bu Farrin, "Jangan keras kepala dan menyesali perbuatanmu nantinya jika terjadi sesuatu yang buruk pada Felix! coba pikirkan baik-baik menurutmu aku akan berbuat hal yang buruk pada Caelvita?!!"
Tan, Teo dan Tom tidak mengerti sama sekali pembicaraan Cain dan Bu Farrin. Bahkan melihat mereka berdua yang terlihat berbicara seakan bukan murid dan bukan guru melainkan seperti musuh.
Goldwin akhirnya tiba dengan membawa Banks bersamanya sehingga Cain lama menunggu, "Goldwin ... Felix ... Felix ... aku mohon selamatkan dia!" Cain sudah putus asa.
"Untuk sekarang kita ikut mobil ini dulu! kita tidak bisa menyembuhkannya disini!" kata Banks.
Jika ingin ke Bemfapirav ataupun Mundebris untuk merawat Felix cepat dan menghindari kerumunan merupakan hal yang bodoh karena sisi lain dari dekat sekolah masih dekat dengan perkumpulan Setengah Sanguiber di Bemfapirav dan Kastil Perkumpulan Iblis di Mundebris.
"Kau tidak tahu dia itu siapa?!" teriak Cain.
"Aku tahu dia Sanguiber! lebih buruknya lagi Setengah Sanguiber!" kata Banks.
Akhirnya Felix dimasukkan ke dalam mobil Bu Farrin dengan Goldwin dan Banks yang duduk diatas atap mobil. Pendarahan Felix sudah berhenti ketika Banks memberinya ramuan berwarna biru yang terasa sangat dingin saat Cain tidak sengaja menyentuhnya. Tan duduk di kursi penumpang paling depan disamping Bu Farrin, sementara Cain duduk kursi penumpang bagian tengah dengan memangku Felix, Teo dan Tom berada di kursi penumpang bagian paling belakang yang terus melihat keadaan Felix.
Tan yang memang sudah mengetahui ada hal aneh dengan Felix dan Cain tidak terlalu bingung dengan hal yang sedang terjadi tapi Teo dan Tom yang tidak tahu menahu terus menerus memasang wajah melongo. Ingin bertanya tapi situasi tidak memungkinkan membuatnya hampir gila karena saking penasarannya.
Mereka sampai di Rumah Bu Farrin yang bak istana itu dengan pelayan yang berlarian bahkan sebelum mobil terparkir seperti sudah tahu ada sesuatu yang terjadi.
Felix segera di bawa ke sebuah kamar utama yang luas dan Banks langsung mengeluarkan peralatan dan botol ramuannya.
Tiga Kembar yang tidak bisa melihat sosok Banks hanya bisa melihat pakaian dan luka Felix yang seperti sedang disentuh oleh seseorang.
"Felix sepertinya kekurangan darah! apa tidak perlu transfusi darah?" kata Tan khawatir.
"Tidak ada darah yang sama dengan Felix di dunia ini!" kata Bu Farrin.
Goldwin juga terus membantu menyembuhkan dengan kekuatannya tapi kekuatan penyembuhannya hanya bisa cepat bekerja jika menyembuhkan Cain.
"Dia akan baik-baik saja kan?" Cain tidak meninggalkan Felix dan terus menggenggam tangan Felix, "Kau dengar aku kan Felix! jangan berani-berani kau meninggalkanku! atau akau akan membunuhmu!" kata Cain terus menerus menangis.
"Cain, kau mengganggu saja! biarkan Felix dirawat dulu!" kata Bu Farrin.
"Beraninya kau menyebut namanya!" Cain emosi.
Cain melepaskan tangan Felix dan mengayunkan Pedang Orogla yang secepat kilat datang saat Cain mengayunkan tangannya dan langsung menuju leher Bu Farrin. Teo dan Tom yang melihat itu langsung berlari menahan Cain.
"Maaf bu, saat ini Cain sedang tidak dalam suasana hati yang baik ...." kata Tan.
"Aku menyelamatkan Caelvita dan inikah balasan dari Alvauden? bahkan jika aku meminta satu desa di Mundebris tidak akan sebanding!" kata Bu Farrin.
"Kurang ajar!" Cain yang menurunkan pedangnya karena Teo dan Tom kembali lagi mengayunkan pedang tapi terhenti ketika ada dua suara anak kecil.
"Ibu!" teriak dua anak kembar itu.
"Hahh?!" Banks yang sedang sibuk daritadi tiba-tiba berhenti begitupun Goldwin yang langsung dalam mode siaga melindungi di depan ranjang Felix dirawat.
"Anak terkutuk! bawa dia jauh dari sini!" teriak Banks.
Bu Farrin langsung melarikan kedua anak kembarnya keluar kamar itu.
"Bisa tidak kau tenangkan dirimu!" Goldwin menasehati Cain yang tidak bisa tenang dan terus saja emosi.
"Aku akan tenang jika Felix baik-baik saja ... makanya katakan bahwa dia akan baik-baik saja!" Cain memaksa tapi berakhir memohon juga, "Aku mohon katakan dia pasti akan baik-baik saja kan?"
"Kau ke Mundebris sekarang dan siram tanaman yang terlihat layu! terutama yang ada didekat Istana Besar Emerald!" perintah Banks.
"Kau mau kemana?" tanya Tiga Kembar sekaligus.
"Bawa mereka juga! sudah saatnya mereka tahu. Mereka bisa sangat membantu ...." kata Goldwin.
"Kalian! ikut aku sekarang!" kata Cain.
Cain sudah melangkah keluar kamar tapi kembali lagi melihat keadaan Felix yang tidak sadarkan diri, "Aku akan kembali! saat kembali nanti ... kau harus berjanji bahwa akan bangun juga!" kata Cain.
"Cain!" teriak seseorang.
"Iriana?!" Cain berbalik saat akan mulai keluar kamar lagi.
"Pinjamkan gelangmu sebentar pada Felix!" pinta Iriana.
Cain tanpa pikir panjang langsung melepas gelang berpermatakan Alexandrite itu dan memasangnya pada pergelangan tangan Felix. Tiga Kembar yang melihat itu berniat memberikan gelang mereka juga tapi dihentikan oleh Iriana, "Tidak! kalian bertiga tidak boleh!" kata Iriana yang hanya bisa didengar suaranya membuat Teo dan Tom agak ketakutan.
"Tidak boleh? bukannya tidak perlu?" tanya Tan bingung dengan penggunaaan kata Iriana.
"Ya, tidak boleh! Cain bisa melindungi dirinya sendiri sekarang tanpa gelang itu tapi kalian bertiga akan mati tanpa gelang itu!" kata Iriana semakin membuat Teo dan Tom ketakutan.
Cain mulai berjalan keluar lagi, "Cain!" teriak Iriana, "Kau tahu kan? ini baru awal ... selanjutnya akan makin parah dari ini! kau harus melindungi mereka bertiga saat masuk di Mundebris bisa jadi sudah ada yang menunggu kalian!"
"Jangan khawatir! kejadian seperti ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya!" kata Cain bersungguh-sungguh.
Setelah berada di halaman rumah, Cain memanggil gerbangnya diikuti Tan, Teo dan Tom yang ikut dibelakang walau tidak melihat gerbang itu.
Tan, Teo dan Tom ingin menanyakan banyak hal saat itu tapi mereka tahu betul Cain yang sedang emosi akan lebih parah dari kepribadian Felix yang buruk itu.
...-BERSAMBUNG-...