
"Ahahahaha ...." Teo tertawa terbahak-bahak, "Jangan bercanda!"
"Iya, perkataan itu sangatlah bukan candaan sama sekali dan tidak boleh dijadikan bahan candaan. Apa maksud tujuanmu mengatakan itu?!" kata Tom.
"Aku sedang tidak bercanda!" kata Osborn.
Teo dan Tom tidak berhenti komplain membuat Tan berteriak, "Diam! coba ceritakan lebih jelas! jadi ... aku tidak bertemu denganmu secara kebetulan kan? kau sengaja menampakkan dirimu sehingga aku tidak punya pilihan lain selain untuk mengajak melakukan kontrak dengan jenis hewan Mundebris yang tidak bisa dilihat setiap hari sepertimu ...."
"Albumus quamag cuthantis kini hanya berjumlah 72 termasuk aku dan kebanyakan jenis kami tinggal di dalam rumah dibawah tanah. Setiap makhluk Mundebris yang terancam punah akan dikaruniai perisai pelindung yang memungkinkan kami untuk aman dari musuh dan tidak terlihat oleh siapapun kecuali Caelvita " kata Osborn.
"Jadi kau mengakui bahwa kau sengaja menampakkan dirimu dan sengaja menarik perhatian kami?!" Tom tidak habis pikir.
"Aku harus melihat dengan mata kepalaku sendiri tentang kebenaran rumor itu ...." kata Osborn.
"Jadi siapa sebenarnya yang membutuhkan ramuan obat itu?" tanya Tan.
"Perlihatkan dulu senjata Alvaudenmu!" kata Osborn.
Tan membuka telapak tangannya dan muncullah pisau berukuran pendek membuat Osborn tidak berhenti menatap dan perlahan mendekat dengan tubuh besarnya itu.
"Ikut aku!" kata Osborn mulai berjalan dengan pakaiannya yang terlihat sangat tidak nyaman itu. Jubah luar coklat yang sangat panjang itu membuat risih untuk dilihat tapi anehnya Osborn terlihat nyaman saja memakainya.
"Jangan macam-macam ya!" Teo mengancam.
"Bagaimana saya berani Tuan Muda!" kata Osborn.
"Ow, jadi kau mulai berbicara sopan sekarang ...." kata Teo.
"Semua jenis kami tidak ada yang suka berbicara formal, dari 72 ... sayalah yang paling sopan ...." kata Osborn.
"Kami juga tidak suka bicara formal, santai saja ...." kata Tan.
"Semenjak kaum Albumus quamag cuthantis digunakan sebagai kendaraan saat perang, jumlah kami terus menurun seiring waktu berlalu ... itu membuat kami juga merubah kerpibadian kami untuk tidak terlalu polos dan menerima begitu saja tawaran untuk ikut perang karena alasan kesetiaan." kata Osborn membuat suasana menjadi canggung, "Bukan masalah besar lagi sekarang ... kami sudah tahu bagaimana menolak para petarung." Osborn menjelaskan bahwa semua itu sudah kejadian yang lama berlalu.
"Siapa yang mengajarimu?" tanya Tom.
"Mengajari? apa terlihat kami ini harus diajari baru bisa?!" kata Osborn merasa tersinggung.
"Ya!" Tom dengan santai menjawab.
Osborn tertawa dan mulai mengakui, " Nona Muda Iriana yang mengajari kami! selama pemerintahannya, kami tidak pernah digunakan lagi dalam perang atau pertarungan apapun itu. Sayangnya Nona Iriana begitu cepat untuk pergi ...."
"Felix, Caelvita yang sekarang lebih bisa diandalkan lagi ... kau tidak perlu khawatir!" kata Teo.
"Begitulah yang dikatakan Nona Iriana. Katanya Caelvita selanjutnya adalah sosok yang sangat hebat dan terlebih lagi katanya Alvaudennya akan menjadi Alavauden terhebat sepanjang masa." kata Osborn.
"Kau sedang membicarakan Cain ... kami yang disini sama sekali tidak akan menjadi seperti yang kau katakan!" kata Tom.
"Dan kata Nona Iriana kalian rendah hati sekali ...." kata Osborn yang tertawa kecil dan berhenti di hadapan sebuah pohon. Osborn mengetuk batang pohon dan pohon itu langsung keluar sendiri dengan menarik akar-akarnya sehingga memperlihatkan sebuah jalan tepat dibawah pohon itu tertanam tadinya, "Ayo masuk! jangan khawatir, tidak seperti yang kalian bayangkan kalau akan banyak cacing dan serangga lainnya." Osborn meminum sesuatu dan tubuhnya menjadi kecil dan mulai melompat ke dalam lubang, "Ayo masuk, jangan malu-malu!" teriaknya yang sudah berada dibawah tanah.
Tan, Teo dan Tom juga ikut melompat dan mendapati diri mereka mendarat di sebuah rumah yang benar adalah rumah yang nyaman, hangat dan sangat bersih diluar bayangan mereka.
Lubang yang mereka lompati tadi mulai ditutupi lagi oleh pohon tadi, ada serbuk tanah yang jatuh karena ulah pohon itu tapi langsung dibersihkan oleh Osborn, "Bulu kami putih jadi rumah juga harus bersih." kini ukuran tubuh Osborn sama tingginya dengan mereka.
"Kau mengundang kami kesini bukan untuk menjamu kami teh kan?!" kata Tan merasa tidak perlu lama-lama berbasa-basi.
"Ini yang dinamakan bawah tanah bawah tanah." kata Teo tertawa karena biasanya rumah itu ke lantai atas ini sebaliknya.
Sesampainya di depan sebuah pintu kamar, Osborn mengambil sesuatu di dalam lemari yang tergantung di bawah plafon. Osborn kini lengkap memakai masker, kacamata dan sarung tangan.
"Untuk kami mana?" tanya Teo.
"Penyakit ini hanya berlaku bagi yang menghirup Viriaer. Kalian kan menghirup oksigen." kata Osborn.
"Penyakit apa sebenarnya Pesmoresnon ini?" tanya Tan ketika mulai memasuki ruangan tertutup yang kelihatannya sengaja diisolasi oleh Osborn.
"Pesmoresnon lebih dikenal dengan wabah yang muncul saat masa kelam tiga dunia dan masa yang dikatakan menjelang akhir dunia. Penyakit yang membuat penderita menderita akibat sistem pernapasan rusak. Sistem pernapasan mengolah udara untuk disalurkan keseluruh tubuh tapi bagaimana jika sistem pernapasan itu berubah menjadi sistem yang mengolah udara menjadi racun?!" kata Obsorn membawa mereka ke sebuah pintu kamar lagi yang di dalamnya ada seseorang yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Jadi maksudmu ini pernah terjadi sebelumnya? katamu tadi hanya muncul saat dunia akan kiamat berarti itu hanya bohong! buktinya sekarang dunia baik-baik saja." kata Teo.
"Itu berkat Caelvita yang berhasil menarik kami keluar dari masa kelam itu dan menghentikan kiamat terjadi." kata Osborn.
"Tepatnya pada masa pemerintahan Caelvita berapa?" tanya Tom.
"Caelvita-47." Tan dan Osborn menjawab bersamaan.
"Sepertinya kalian sudah menebak ya ... Caelvita-119 adalah reinkarnasi dari Caelvita-47." kata Osborn.
"Felix adalah Felix." kata Teo tegas.
"Bisa saja penyakit yang dideritanya itu bukan seperti yang kau kira." kata Tom.
"Dengan apa kau menyembuhkannya kalau begitu?" Tan menanyakan alat yang dipasang seperti masker oskigen pada umumnya itu.
"Oksigen." sahut Osborn.
"Bukankah makhluk Mundebris tidak menghirup oksigen?" Teo heran.
"Penyakit itu membuat Viriaer berubah menjadi racun. Tapi oksigen dapat diubah menjadi Viriaer yang tidak beracun. Walau tidak sama seperti Viriaer asli pada umumnya tapi setidaknya bisa membuat bertahan hidup." kata Osborn.
"Apa-apaan?" Teo tercengang.
"Kalian tahu apa yang akan terjadi jika wabah ini berlanjut? semua penduduk Mundebris akan pergi ke Mundclariss untuk menyelamatkan diri. Bukan hanya terjadi ketidakseimbangan tapi lebih dari itu ... kiamat! bahkan Mundclariss saja kini hampir tidak memiliki cukup pohon untuk manusia ditambah lagi jika dari Mundebris menyeberang kesana. Manusia dan Quiris tidaklah bisa hidup berdampingan. Akan selalu berat sebelah karena kekuatan dan itu bisa membuat manusia punah ...." kata Osborn yang membuat merinding.
"Itu semua terjadi saat pemerintahan Caelvita-47?" Tan mulai agak panik.
"Tapi berbeda dengan kalian ... kalian sepertinya bisa menghentikan itu sebelum terjadi. Saat itu, wabah muncul tanpa adanya yang mengetahui tapi kalian berbeda ... aku memberi tahu kalian sebelum itu terjadi. Jadi belum terlambat!" kata Osborn.
"Kita dalam masalah!" kata Teo memukul jidatnya.
"Jadi, apa yang dilakukan Caelvita-47 saat itu?" tanya Tom.
"Tidak punya pilihan lain selain membuka gerbang besar-besaran menuju Mundclariss. Karena tidak tega melihat semuanya diambang kematian ...." jawab Osborn.
"Sebelum itu ... kita harus menyelidiki ini lebih lanjut! terdapat banyak hal yang masih menjadi pertanyaan dan semua penjelasanmu itu masih memiliki kekurangan. Aku pernah mendengar dari Banks memang pernah terjadi krisis Viriaer tapi itu karena Caelvita melakukan Purgaedis. Tapi katamu itu karena kiamat. Sangat tidak ilmiah sekali ...." kata Tan.
...-BERSAMBUNG-...