UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.514 - Perang Di Dunia Pikiran Part 7



Verlin masih berusaha melawan pemilik dunia pikiran sebelumnya. Tapi sudah tidak harus bersusah payah lagi karena kini dunia pikiran itu menuruti semua apa yang dipikirkannya. Verlin hanya perlu bersembunyi dan menyerang dari jauh dengan menggunakan seluruh properti di dunia pikiran itu. Tidak perlu lagi turun tangan menyerang langsung.


Begitupun Zeki yang juga sedang bersembunyi, bukan seperti Verlin yang memang sedang malas bergerak lagi karena sudah memiliki kendali sepenuhnya dengan dunia pikiran. Tapi karena dengan begitu, Zeki bisa lebih unggul dari Efrain.


Efrain adalah petarung jarak dekat yang sangat hebat, untuk mengalahkan petarung seperti itu harus dilawan dengan serangan jarak jauh.


Banks yang sudah mengambil alih dunia pikiran itu memeriksa dulu keadaan diluar dunia pikiran. Diluar Memoriasepirav dikepung oleh pasukan Efrain. Sudah bersiap kalau Memoriasepirav hancur, mereka akan langsung menyerang. Para Zewhit masih dirantai dan dalam keadaan tidak sadar diatas Memoriasepirav mengambang diudara dengan rantai terikat dan terhubung dengan Memoriasepirav dibagian atap. Kalau dilihat dari jauh, para Zewhit itu membentuk seperti mahkota diatas menara.


Tidak ada perbedaan besar dari Zewhit yang dunia pikirannya sudah diambil alih dengan yang belum. Jadi, diluar tidak bisa ditebak mana yang sudah diambil alih dan mana yang belum. Kecuali iblis yang keluar dari dunia pikiran yang diambil alih Zeki langsung menarik paksa para Zewhit yang ada diatas Memoriasepirav dan dikurung di dalam penjara yang tiba-tiba dipanggil agar tidak digunakan oleh Zeki.


Daripada menghilangkan api disana, Banks lebih memilih membuatnya tetap seperti itu. Seakan dunia itu masih milik Zewhit Iblis sebelumnya dan dalam keadaan masih sedang bertarung. Lagipula, api bukanlah hal yang berbahaya bagi Banks yang juga seorang iblis yang lahir dan besar di neraka yang panas.


Langkah kaki besar Efrain kelihatan tercetak ditanah saat berjalan menuju depan rumah Zeki yang ada lapangan luas dan setelah itu ada hutan dengan banyak pohon pinus dan ada danau setelah memasuki hutan lebih dalam lagi.


Memoriasepirav Zeki memang meninggalkan banyak kenangan. Karena Iriana yang cenderung lebih suka berada di Bemfapirav daripadan dunia lainnya. Jadi Memoriasepirav Zeki menjadi tempat yang paling sering dikunjunginya selain Rumah Verlin. Jika Iriana tidak bisa ditemukan dimana pasti hanya perlu dicari di dua tempat itu.


Efrain melamun menatap kayu yang biasanya dipakai untuk Iriana duduk bersama dengan Alvauden lainnya di pinggir danau. Mendiskusikan misi atau sekedar bercanda. Zeki juga ikut melamun saat melihat Efrain. Keduanya hanya tinggal diam lama menatap hal yang sama melupakan fakta bahwa mereka berdua sedang bertarung untuk saling membunuh.


"Aku yang dulu pasti tidak pernah menyangka kalau akan menjadi seperti ini sekarang." Efrain mengingat dirinya sendiri sedang tertawa riang bersama Iriana dan Alvauden lainnya.


...****************...


Tan masih belum juga bisa menggunakan pikirannya untuk menciptakan sesuatu atau untuk melawan. Hanya dengan bermodalkan Telloper saja, Tan terus memotong pohon yang terus mendekat hendak untuk menghimpitnya menjadi seperti buah yang seperti akan diperas sarinya atau begitulah dalam bayangan Tan.


Hingga saat ini Tan sudah berada diatas tumpukan pohon yang menggunung, "Ada apa denganku?! apa tiba-tiba IQ ku turun atau bagaimana ...." bau serbuk kayu segar yang habis dipotong oleh Tan sangat nyata tercium, "Kalau pohon ini tidak bergerak, aku pasti percaya kalau sedang berada di Mundclariss ... masker matahari ini entah tidak terlalu berguna disini atau aku sudah terbiasa saja. Aku bisa dengan jelas mencium bau bahkan saat memakai masker dan tidak sesak napas padahal lebih banyak Viriaer dibanding oksigen disini. Banyak sekali hal ganjil yang butuh penjelasan, tapi aku harus hidup dulu supaya bisa mencari tahu nanti."


"Atau ... aku seharusnya bersyukur karena tidak bisa melakukan sesuatu dengan pikiranku." bayangan tentang dirinya sendiri berhasil dihimpit pohon terus terlintas dalam pikiran Tan, "Gawat, jika aku yang sedang memikirkan hal itu untuk melukai diriku sendiri." dunia pikiran sangat berbahaya dalam berbagai hal, termasuk pikiran sendiri. Kalau dalam keadaan panik dan membayangkan hal yang tidak baik, bisa saja apa yang kita ciptakan sendiri akan melukai diri sendiri.


"Apa ... itu ...." Tan melihat keatas banyak benda kelihatan mulai jatuh secara perlahan, "Payung?!" setelah sudah dekat Tan baru bisa dengan jelas mengetahui itu apa. Dari langit turun payung berwarna hitam dengan gerakan seakan disengaja diperlambat. Belum ada satupun payung yang sampai ke permukaaan.


"Kira-kira apa yang akan dilakukan dengan payung ini?!" Tan memutar otaknya untuk memikirkan segala kemungkinan. Tapi secara mendadak payung yang jatuh didekat Tan kelihatan menutup sendiri secara horizontal, kemudian pegangan payung itu kelihatan masuk ke dalam, "Apa akan berubah menjadi Megatron?!" dan payung terbuka tapi bukan lagi dalam bentuk payung melainkan berubah menjadi kelelawar, "Em ... berubah menjadi lebih buruk rupanya! buat apa aku berpikir keras, yang jelas apapun itu pasti akan menyerangku ...." Tan merasa bodoh sendiri.


Penampilan payung itu baru disadari Tan kalau berbentuk seperti sayap kelelawar dan kini sudah berubah menjadi kelelawar sepenuhnya. Kelelawar yang sangat besar, sangat mustahil ada yang berukuran seperti itu di Mundclariss.


Kelelawar mulai mengerumuni Tan dan mencakar hingga pakaian Tan banyak yang sobek hingga kulit Tan pun juga banyak bekas cakaran sekarang. Tan sudah menggunakan Tellopper untuk mengusir kelelawar tapi tidak cukup karena terlalu banyak yang mengeremuni.


Kelelawar kelihatan tidak menyukai bau dari cairan yang tumpah itu, "Ow, berhasil ...." Tan sendiri heran, "Bukan saatnya untuk ini ...." Tan menyadarkan dirinya sendiri untuk menyerang balik kelelawar sebelum efek dari pengalihannya itu hilang.


Tapi semakin banyak payung yang mulai turun dari atas langit. Tidak terhitung sudah berapa banyak kelelawar yang dibunuh oleh Tan. Tan kembali mengeluarkan botol yang berisi cairan kemudian dilempar kesekelilingnya lalu Tan menyalakan korek api dan melemparnya ke arah dimana botol tadi dilempar. Menyalalah api mengelilingi Tan, rombongan kelelawar kelihatan mundur sesaat sebelum akan menyerang Tan beramai-ramai.


"Hahh ... sepertinya aku harus vaksin rabies setelah ini." Tan baru memperhatikan lukanya setelah aman di tengah-tengah api. Rasa sakit juga baru dirasakan saat itu.


...****************...


"Kutebak Zewhit Iblis ini barusaja menonton pertandingan bisbol ...." kata Teo memukul bola bisbol yang datang kearahnya dengan pemukul bisbol di kedua tangannya.


Bola bisbol terus datang, tidak hanya satu tapi ada puluhan bersamaan. Tapi Teo bersenang-senang dengan itu, tidak tampak kalau dirinya sedang kesulitan.


"Aku memang ingin sekali pergi bermain bisbol dalam ruangan, terimakasih sudah mewujudkannya ...." Teo merasa puas bisa bermain tanpa harus membayar dan bebas melakukan gaya apapun tanpa harus ditegur oleh siapapun.


"Dia kelihatan bersenang-senang ... kalau begitu ini saatnya!" kata Zewhit Iblis lawan Teo yang tidak terlihat.


Bola bisbol kembali datang menyerbu Teo, tapi diantaranya ada satu bola yang bukan bola bisbol pada umumnya melainkan bom yang jika dipukul akan meledak, "Sampai jumpa ... aku sudah muak denganmu! tidak pernah kelihatan kesulitan sama sekali saat diserang. Kali ini kita lihat apakah kau masih bisa tertawa setelah kehilangan lengan." kata Zewhit Iblis tertawa keras.


Teo masih asyik memukul bola, Zewhit Iblis semakin tidak sabar melihat senyuman di wajah Teo itu hilang. Bola yang berisikan bom itu mulai mendekat.


"Ini dia!" seru Zewhit Iblis menyeringai.


Teo bersiap memukul bola berisikan bom itu bersamaan dengan bola normal lainnya. Tapi Teo menjatuhkan pemukulnya kemudian duduk, "Hahh ... aku lelah! time! time!" teriak Teo bersamaan dengan bola berisi bom itu meledak dibelakangnya, "Waw, apa itu?!" Teo kaget saat akan beristirahat karena sudah lelah sekaligus bosan terus melakukan hal yang sama berulang kali terus menerus dalam jangka waktu yang lama.


"Wah, kita hampir mati ...." kata Teo.


"Tidak kusangka kemalasanmu bisa menyelamatkanmu." kata Winn sarkastik.


"Lagi-lagi dia berhasil menghindar ...." Zewhit Iblis itu kesal sudah gagal berkali-kali melukai Teo.


...-BERSAMBUNG-...