UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.117 - Misi Pertama Cain Sebagai Leaure



"Kau mau kemana?" teriak Tan saat melihat Felix hendak ke luar gerbang sekolah.


Tan tidak pernah melepaskan pengawasannya terhadap Felix dan Cain setelah kejadian itu. Walaupun begitu, Felix tidak memberi kelegaan untuk rasa penasaran Tan itu. Felix pun juga jadi sangat berhati-hati untuk masuk ke Mundebris agar tidak ketahuan Tan lagi.


Felix yang ingin keluar berjalan-jalan di luar sekolah karena merasakan ada aura jahat disekitar tidak jadi karena kedatangan Tan yang tiba-tiba, "Mungkin hanya perasaanku saja!" Felix terpaksa mengabaikan.


Saat Felix hendak kembali masuk, ada Cain yang berlari dengan kecepatan tinggi tidak melihat ada Felix dan terus saja berlari. Bahkan teriakan dari Tan tidak digubris, Pak Acton yang sedang tidak berjaga membuat Cain dengan mudahnya keluar gerbang Felix serta Tan yang melihat itu langsung mengikuti dari belakang.


"Ada apa dengan Cain? dia mau kemana? kenapa dia berlari begitu?" Tan terus saja menatap Felix meminta jawaban tapi Felix tidak punya niatan sama sekali memberitahu Tan.


Cain tiba-tiba berhenti dan berbalik ke arah Felix dan Tan dengan ekspresi panik, "Awas!" teriak Cain.


Sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan tiba-tiba terlempar menuju arah Felix dan Tan.


Felix bisa saja mengambil perisai yang ada dibelakang punggungnya tapi saat itu sedang ada Tan jadi mau tidak mau Felix harus melindungi Tan dengan cara biasa. Felix dengan cepat menarik Tan untuk menghindar tapi kemudian datanglah mobil kedua, kali ini Tan dengan cepat melindungi Felix dengan seluruh tubuhnya tapi datanglah Teo dan Tom melindungi Tan yang sedang melindungi Felix.


Felix panik dengan pemandangan yang ada di depannya saat ini. Harusnya dia yang melindungi tapi malah tiga bersaudara itu yang melindunginya. Sungguh hal yang paling memalukan bagi Felix saat itu dan mau tidak mau Felix ingin sekali menggunakan kekuatannya tapi tidak jadi karena ada Cain yang datang menghentikan mobil itu.


Begitu lega Felix saat itu karena tidak jadi menggunakan kekuatannya dan tidak perlu takut ketahuan tapi ada Cain lagi yang sedang dengan gagahnya menghentikan mobil hanya dengan menggunakan satu tangan. Memang terlihat Cain hanya menahannya dengan tangan kosong saja tapi sebenarnya dia memakai perisai emas yang diberi oleh Goldwin. Masing-masing Unimaris diberi pusaka perisai emas untuk melindungi rekannya kelak. Tapi Goldwin memberikannya pada Cain untuk melaksanakan misi pertama. Karena Unimaris tidak bisa ikut serta di misi pertama Viviandem Leaure.


"Cain! cepat pergi darisana!" teriak Felix lewat pikiran.


"Huh?!" Cain dengan wajah bengongnya tidak mengerti.


"Kau mau ketahuan mereka, punya kekuatan?!" teriak Felix.


"Tidak buruk juga kalau mereka tahu betapa kerennya aku!" kata Cain mulai tertawa tapi tidak berhenti diteriaki Felix untuk segera pergi. Untung saja tiga kembar masih terus menutup mata saling melindungi sehingga tidak melihat Cain.


"Kupikir aku akan mati tadi ...." kata Teo langsung terduduk lemas melihat mobil yang sudah sangat dekat hampir mengenainya itu.


"Bagaimana bisa mobil itu berhenti?" tanya Tom heran sekaligus lega.


Tan menatap Felix, "Apa Felix yang membuatnya berhenti? apa dia punya kekuatan seperti itu?"


Selama ini Felix tidak mengira Tan adalah orang yang sangat cerewet dan penuh pertanyaan seperti itu. Padahal dia pendiam sekali tapi di dalam hatinya terus bertanya tiada henti.


"Cain, dimana?" kata Felix mencoba menghindar.


"Ada Cain juga? dimana?" Teo kaget langsung memeriksa sekitar mobil.


"Bagaimana jika Cain tertimpa mobil itu?" Tom dengan cepat memeriksa bagian bawah mobil dan terus meneriakkan nama Cain.


"Tertimpa mobil? dia bukan orang yang akan dengan mudahnya dilukai seperti itu lagi ... bahkan dengan kekuatan Cain yang sekarang dilempari pesawat pun tidak akan menggoresnya sama sekali!" kata Felix dalam hati.


"Ada orang di dalam?!" teriak Teo setelah memperhatikan baik-baik di dalam mobil.


"Cepat panggil Ambulance!" perintah Tan pada Tom yang memegang handphone.


Tan dan Teo segera membantu pengemudi yang didalam mobil untuk bisa keluar. Felix mencari dulu sosok pelempar mobil tadi takutnya saat sedang menolong malah berakhir ditolong. Tapi sudah tidak ada dan Felix mulai ikut membantu Tan serta Teo mengeluarkan pengemudi yang ada di dalam mobil. Sambil menolong pengemudi mobil itu, Felix malah mengkhawatirkan Cain.


"Cain? kau bisa mendengarku?" Felix dengan berbicara lewat pikiran.


"Aku baik-baik saja!" jawab Cain.


"Jangan gegabah! lebih baik cepat pergi darisana!" perintah Felix.


"Ini pertarungan sesungguhnya, bukan latihan!" teriak Felix.


"Kau tidak tahu saja ... Goldwin tiap harinya berusaha membunuhku saat latihan!" kata Cain.


Padahal dari sudut pandang Felix, Goldwin sangat menahan dirinya dan berhati-hati tidak melukai Cain, "Kau ada dimana sekarang? jangan mengejarnya dan hanya coba ulur waktu sampai aku datang!"


"Sudah kubilang jangan mengkhawatir ...." tiba-tiba suara Cain hilang.


"Cain?!!" teriak Felix.


Teo dan Tom kaget mendengar teriakan Felix.


Pak Acton yang baru saja datang di tempat jaganya melihat ada tiga siswa Gallagher sedang berada ditengah jalan dengan dua mobil yang terbalik. Pak Acton mulai berlari ikut membantu dan banyak pejalan kaki yang turut serta membantu mengeluarkan pengemudi yang tinggal di dalam mobil itu dan Ambulance juga sudah datang.


Felix langsung ingin berlari mencari keberadaan Cain setelah memastikan tiga kembar sudah aman tapi Tan menahannya, "Apa yang terjadi? dimana Cain?"


"Tidak terjadi apa-apa!" jawab Felix dengan wajah sebaliknya.


"Felix?!!" Tan memaksa.


Felix melepaskan tangan Tan dan berlari, Pak Acton meneriakinya tapi Felix tidak berbalik sama sekali.


"Cain? Cain? Cain? Ca ... in? CAIN?!!" Felix terus meneriakkan nama Cain.


"Berhenti memanggilku! sudah kubilang aku tidak apa-apa!" jawab Cain yang terlihat sedang bertarung dengan pelempar mobil tadi.


Felix langsung datang menyerang lawan Cain itu dengan menarik pedangnya sambil berlari.


"Tidak kusangka Caelvita dan Alvauden suka bermain keroyokan begini?!" kata pelempar mobil tadi yang sebenarnya adalah Iblis dengan tubuh biawak.


"Kau sudah tahu kan sekarang ... jadi tidak masalah!" kata Cain menyerang dari sisi belakang sedangkan Felix dari depan. Leher Iblis itu kini dari sisi kanan ada pedang Cain dan kiri ada pedang Felix dengan posisi Iblis itu berlutut.


"Kau iblis baru lahir ya? tidak tahu kalau Caelvita dan Alvauden adalah satu tubuh!" kata Felix mulai ingin menggores tapi Cain terlihat ragu. Melihat itu Felix langsung menjauhkan Cain dengan memukul pedang Cain hingga terlempar dan mulai ingin menebas leher iblis itu.


Cain menutup matanya tidak sanggup melihat pemandangan mengerikan itu tapi saat membuka mata Felix tersungkur ke tanah dan Iblis tadi menghilang.


"Apa yang terjadi?" Cain datang membantu Felix berdiri.


Felix mendorong Cain dengan marah, "Kau dengan sombongnya ingin melawannya sendiri tapi tidak bisa membunuh?!" Felix merebut pedang Cain dan melemparnya, "Kau pikir pedang hanyalah hiasan untuk mengancam dan mengintimidasi lawan? huh? pedang digunakan untuk melukai!!!" Felix memarahi Cain.


"Pemandangan yang indah ...." kata Iblis Biawak yang tiba-tiba muncul dengan sandera.


"Lepaskan dia!" perintah Felix.


Cain mulai berlari melihat Alexavier panti asuhan itu perlahan mulai menghilang saat Iblis Biawak itu menancapkan pedang dikepala Alexavier. Tak lama kemudian panti asuhan itu meledak dan api mulai menyebar membakar panti asuhan.


"Apa yang telah kulakukan?!" Cain menyesali keraguannya membunuh Iblis Biawak itu.


"Misi penyelamatan Leaure yang pertama gagal!" Goldwin datang disamping Cain.


...-BERSAMBUNG-...