UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.456 - Bertemu Seseorang Yang Tidak Asing Di Kota Yang Asing



Felix jadi merasa kasihan juga melihat Pemilik Perkemahan yang baru saja diusili itu sedang sangat ketakutan, "Jadi, dia bukan pemilik perkemahan yang sebenarnya ... hanya itu yang bisa menjelaskan." Tanaman Leaure yang bersikeras mengatakan kalau dibawa oleh Pemilik Perkemahan kemungkinan besar bukanlah kebohongan semata. Melainkan memang dibawa oleh Pemilik asli perkemahan ini yang menyembunyikan identitas, "Memang lebih baik jika manusia biasa yang mengelola sih ...." Felix terus menerus memikirkan kemungkinan.


Pemilik Perkemahan lari ketakutan tapi tidak memberitahu pegawai yang lainnya juga. Hanya langsung menaiki mobil pribadinya dan pergi. Mungkin karena tidak ingin harga dirinya sebagai pemimpin ternodai atau hanya berpikir logis bagaimanapun juga jika dikatakan tidak akan ada yang percaya , "Apa aman dia mengendarai saat sedang ketakutan begitu ...." kata Felix merasa bersalah dan khawatir.


"Jangan bercanda! kau juga yang mengerjainya!" kata Iriana heran Felix khawatir padahal tidak ada keraguan saat akan menjahili.


"Aku hanya butuh kepastian! dengan begini ... aku bisa mencari orang lain tanpa harus membuang waktu menyelidiki orang yang salah. Aku yakin pemilik asli adalah salah satu pegawai disini. Bahkan terus mengawasiku saat ini ...." kata Felix.


Anehnya, semua pikiran para pegawai bahkan Pemilik Perkemahan sangat normal. Tidak ada hal yang istimewa atau aneh. Pemilik Perkemahan hanya terus meneruskan perkemahan ini dari pemilik sebelumnya. Tidak ada kejadian khusus atau orang baru yang tiba-tiba muncul. Semuanya seperti berjalan sangat normal seperti bisnis biasanya.


"Aku akui, siapapun dibalik ini semua bukanlah Quiris biasa. Semuanya diatur sangat rapi tanpa ada celah sedikitpun untuk dicurigai." kata Felix yang jarang memuji sesuatu.


***


Tan, Teo dan Tom kini sudah berganti pakaian seperti seorang turis dengan aksesoris yang sangat mencolok. Tapi sebenarnya jika memakai pakaian biasa mereka yang dari Mundclariss malah akan lebih mencolok lagi. Dengan memakai pakaian yang sama dan aksesoris yang sama dipakai Quiris disana mereka bisa ikut berbaur dengan baik.


"Seumur-umur baru kali ini aku memakai baju cerah dan aksesoris sebanyak ini ...." keluh Tom.


"Jangan berlebihan! akupun begitu, kita bertiga seumuran tahu!" kata Tan yang juga sedang dalam suasana hati tidak baik karena terpakasa memakai itu.


Berbeda dengan Teo yang terlihat biasa saja dan masih asyik berbelanja padahal topinya sudah banyak pin terpasang, kacamatanya sudah diganti beberapa kali, kalung sudah tidak terhitung berapa di lehernya, gelang sudah hampir siku tangan dan gelang kaki sudah seperti kaos kaki saja.


"Kalian ini tidak tahu cara bersenang-senang! dasar!" kata Teo melihat kebelakang ekspresi kedua saudaranya, "Kalian tidak tahu ya?! liburan terbaik itu adalah yang tiba-tiba mendadak tanpa direncanakan."


"Kita kesini bukan untuk liburan!" kata Tan.


"Tadi, kau bersenang-senang juga ...." kata Teo meledek.


"Bukan begini yang kubayangkan ...." Tan menggoyangkan semua aksesoris di tangan dan kakinya.


"Kita harus terlihat seperti orang disini! kalian ini tidak tahu cara beradaptasi sama sekali!" kata Teo.


Tiga Kembar kembali berjalan menelusuri kota tanpa arah yang jelas. Hanya mengikuti Teo sebagai pemimpin jalan. Mereka jadi malu sendiri kalau bertemu dengan manusia atau lebih tepatnya dengan Setengah Manusia Setengah Viviandem. Karena penampilan mereka biasa saja dibanding mereka saat ini yang sangat norak.


"Wajah mereka terlihat pucat semua seperti sangat kelelahan dan tidak pernah tidur." kata Tan memperhatikan yang barusaja lewat disampingnya.


"Setengah Manusia dan Setengah Viviandem pasti semuanya memiliki masa sulit jika berada di Mundclariss. Apalagi tanpa batu permata safir yang sulit didapatkan itu. Contohnya saja Cain yang hampir mati dihisap energinya tanpa gelangnya ...." kata Tom.


"Apa seharusnya kita menyapa dan menawarkan bantuan?!" kata Teo.


"Memangnya kita kurang kerjaan?! kita punya banyak hal yang harus diselesaikan." kata Tom menyadarkan saudaranya yang suka menolong tanpa melihat situasinya sendiri saat ini yang sebenarnya butuh pertolongan.


"Aku mengerti niat baikmu Teo, tapi kita bukan sedang dalam keadaan bisa santai membantu siapapun." kata Tan.


"Lalu kapan waktu yang tepat?! setelah Felix menjadi Caelvita Resmi. Tugas akan semakin banyak lagi ... bukanlah karena kita harus kurang kerjaan, baru bisa membantu. Tapi kitalah yang harus pintar-pintar membagi waktu." kata Teo.


"Jangan bercanda! memangnya kau tahu apa soal manajemen waktu yang baik?! kau saja tidak tahu membuat jadwal keseharian untuk dirimu sendiri menjadi produktif." kata Tom.


"Aku benar-benar merindukan Cain sekarang ... tapi aku juga takut kalau Cain sudah berubah juga. Tom yang selalu bersamaku saja perlahan menjadi orang yang asing seiring masalah yang datang. Apalagi Cain yang sendirian menjalani masalah, akan menjadi membosankan bagaimana dia sekarang ...." kata Teo dalam hati.


Saat berjalan Tan tidak sengaja melirik sebuah tanda nama dengan tulisan bahasa Yardley, "Klinik Psikiatri Marissa ...."


"Konsultasi pertama gratis ...." Tom juga ikut melihat detail lainnya.


"Kalian, naiklah!" teriak Seseorang dari jendela di lantai dua.


"Dokter Mari?!" Tan, Teo dan Tom merasa aneh bertemu seseorang yang dikenal di sana. Mereka disambut oleh penjaga Setengah Quiris yang tidak jelas perpaduan antara apa karena bentuknya yang sangat aneh.


"Apa yang ...." Dokter Mari membukakan pintu.


"Kami hanya tidak sengaja masuk kesini." kata Tom.


"Bukan, maksudku ... apa yang kalian pakai sekarang?!" kata Dokter Mari menunjuk pakaian mereka bertiga.


"Ah, kukira Dokter Mari mau bertanya apa yang kami lakukan disini. Ternyata apa yang sedang kami pakai ...." Teo tertawa sendiri.


"Jadi, seperti yang Dokter Mari katakan kalau memang punya rumah di Mundebris makanya tidak tertarik mempunyai rumah di Mundclariss. Tapi tidak kusangka kalau Dokter Mari juga punya klinik disini ...." kata Tom.


"Setengah Quiris punya lebih banyak persoalan hidup lebih dari manusia biasa. Jadi, klinik ibu disini sangat laris manis ...." kata Dokter Mari.


Tan merasa bahagia melihat Dokter Mari tersenyum dan berat badannya juga sudah naik. Tidak seperti saat Cain baru saja menghilang.


"Jadi, Rumah Dokter Mari dimana?" tanya Teo.


"Di lantai atas." sahut Dokter Mari sambil menunjuk.


"Jadi lantai satu sampai tiga, Dokter Mari yang punya ...." kata Teo.


"Tidak, satu gedung ini punya ibu semua." kata Dokter Mari membuat Tiga Kembar melongo.


Bagaimana tidak, gedung itu punya lantai puluhan. Bahkan tidak sempat untuk dihitung karena leher mereka sakit mendongak.


"Jadi, Dokter Mari sekaya ini ...." kata Teo heboh sendiri sekarang mulai berkeliling tanpa segan.


"Ini sih tergolong biasa saja, kebanyakan semua Leaure punya kekayaan lebih daripada ini. Bahkan mungkin ibulah yang paling miskin diantara Setengah Leaure lainnya karena jarang tinggal disini sejak Cain lahir." kata Dokter Mari.


"Dokter Mari belum mendapat kabar dari Cain?!" tanya Teo.


"Tidak, tapi dia pasti baik-baik saja. Semua Quiris di Mundebris sekarang takut dengannya karena rumor yang ditambah-tambahkan setiap cerita berpindah ke Quiris lain." Bagi Dokter Mari keselamatan Cain adalah hal utama dan saat Cain ditakuti seperti itu membuatnya merasa lega.


...-BERSAMBUNG-...