UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.400 - Bersinar Saat Bersama



Malam terakhir tahap gangguan akhir Zewhit Badut dan Zewhit Kurcaci. Tidak ada persiapan khusus dari mereka berdua kelihatannya, kecuali tetap terlihat bersemangat seperti biasanya. Felix mendengarkan bagaimana mereka akan menjalankan tahap gangguan akhir itu. Yang terlihat hanyalah kedua Zewhit terus tertawa tidak jelas tapi mereka berbicara serius lewat pikiran. Salah satu kekurangan Zewhit yang sudah tua adalah tidak bisa berbicara. Untuk berkomunikasi dengan Zewhit lain yang masih muda sudah tidak bisa. Suara hanya bisa didengarkan oleh Caelvita atau Zewhit yang mempunyai umur yang hampir sama.


"Seharusnya kalian mengatakan itu dari awal!" kata Felix menggertakkan giginya menahan emosi, "Itu tandanya ... malam ini pasti akan ada serangan dari anak buah Efrain." Felix meninggalkan kedua Zewhit itu yang masih terus saja tertawa tapi lewat pikiran terus meminta maaf karena lupa.


"Sebenarnya sudah kuduga kalau mereka akan menunggu suatu moment untuk menyerang, tapi tidak kusangka itu malam ini. Sudahlah ... lagipula, sejak kapan aku punya persiapan khusus?! semunya selalu serba mendadak. Kalaupun aku tahu, tidak ada persiapan spesial juga yang bisa kulakukan ...." kata Felix mengomel sendiri.


"Aku juga tidak tahu kalau seperti itu ...." kata Iriana.


"Aku tidak mengharapkan memang kau tahu sesuatu ...." kata Felix sarkastik.


"Memang ... aku sering bertemu mereka, tapi mengetahui bahwa ada sesuatu seperti itu mana aku tahu?! di masaku tidak ada yang menganggu jadi mana aku tahu ...." kata Iriana.


"Haha, enak ya! di masamu tidak ada yang seperti ini. Sedangkan aku harus mengalami semuanya dan itu berkat Quiris yang paling dekat denganmu ...." kata Felix sama sekali tidak peduli dengan menjaga perasaan seseorang yang mendengarkan.


Disaat Tiga Kembar sedang istirahat, mempersiapkan diri untuk melihat bagaimana akhir dari gangguan kedua Zewhit itu. Felix menemui Zeki dan Verlin untuk mempersiapkan agar semuanya bisa berjalan lancar.


"Jadi, ada yang seperti itu ...." kata Verlin menikmati minuman dan makanan di kafe seberang tempatnya bekerja sebagai Alexavier. Setelah diberi wujud palsu oleh Felix dengan diajak bersalaman dan akhirnya bisa terlihat oleh manusia. Dengan begitu Verlin juga bisa merasakan makanan dan minuman manusia. Begitulah rutinitas Verlin jika bertemu Felix. Menggunakan waktu saat ini sebaik mungkin karena setelah Felix menjadi Caelvita resmi akan sulit meminta hal seperti itu lagi, "Sudah lama ... aku ingin mencoba menu baru ini!"


"Jadi, jangan lupa datang sebelum malam tiba!" kata Felix mengambil minumannya yang dibelikan oleh Verlin untuk diminum di jalan.


"Tunggu!" teriak Verlin, "Aku masih mau mencoba banyak makananan ...." Verlin meminta Felix untuk berjabat tangan dengannya lagi untuk memperpanjang waktu dirinya bisa terlihat, "Nanti malam akan menjadi pertarungan semalam suntuk mungkin ... jadi, harus isi tenaga dulu!" Verlin menggunakan permintaan Felix sebagai alasan.


Tanpa Verlin mengatakan itupun, sebenarnya Felix bersedia saja bersalaman.


Verlin dan Zeki berjaga bergantian, saat pagi Zeki yang berjaga di sekitar sekolah sedangkan siang barulah Verlin. Setidaknya mereka harus memeriksa keadaan tempat kerja masing-masing untuk bisa berjaga semalaman di sekitar Gallagher.


"Ada apa?!" kata Zeki bahkan sebelum Felix melihat keberadaan Zeki, karena Felix masih menaiki tangga. Dan Zeki tahu dengan jarak seperti Felix bisa mendengarnya dengan baik.


Felix mendengar pertanyaan Zeki sambil menaiki tangga terakhir dan akhirnya melihat sosok Zeki sedang mengawasi dari atap gedung les yang dengan jelas bisa terlihat Gallagher walau dari jauh. Felix berdiri disamping Zeki dan melihat auranya terbentang banyak membuatnya tidak heran kenapa Zeki bisa mengetahui dirinya datang mendekat.


"Aku tidak tahu jika begitu ...." kata Zeki dengan ekspresi yang sama dengan Verlin setelah diberitahu, "Berarti malam ini, pasti akan ada yang datang."


"Begitulah ...." kata Felix.


"Kalau begitu bersiaplah, aku juga akan bersiap!" kata Zeki langsung melompat turun dari lantai 13 gedung les bergengsi itu.


Felix hanya bisa menghela napas melihat bagaimana mudahnya Zeki turun dari sana. Sedangkan dirinya harus kembali lewat tangga lagi.


"Kau kan bisa melompat juga!" kata Iriana.


"Kau mau aku jadi viral di internet?!" kata Felix.


Sudah bukan hal sulit lagi untuk Felix juga melakukan itu tapi dirinya dan Zeki berbeda. Felix harus memakai Idibalte untuk melakukan itu sedangkan Zeki memang sudah tidak terlihat oleh manusia jadi tidak perlu khawatir.


"Memakai Idibalte juga menguras energi, lebih baik kusimpan semua energiku untuk kugunakan nanti malam bertarung." kata Felix.


Gedung les bergengsi itu terlihat banyak dipenuhi oleh siswa/ siswi dan mahasiswa/mahasiswi. Jadi, tidak akan dicurigai kalau Felix ada disana. Saat libur musim panas dan libur musim dingin biasanya sekolah menjadi sepi tapi tempat les yang berubah menjadi seperti sekolah.


"Felix?!" suara yang membuat Felix langsung berlari pergi darisana tanpa menoleh.


"Hem? apa aku salah orang ya?! Felix kan tidak ikut les disini." kata Dea.


Felix sampai di depan pintu gerbang melihat Pak Acton sedang minum kopi dan membaca koran di pos jaganya bersama penjaga keamanan lainnya yang belum pernah diajak berkenalan oleh Felix.


Pak Acton juga melihat kedatangan Felix dan hendak menyapa dan bertanya Felix darimana tapi hanya tersenyum saja karena tahu bahwa Felix tidak suka berbasa-basi dan ditanyai hal seperti itu.


Felix mengeluarkan ramuan dari Banks yang bisa dijadikan tudung atau kubah pelindung. Felix berharap itu bisa melindungi kedua Zewhit itu saat dalam tahap akhir gangguan bersama dengan targetnya karena besar kemungkinan anak buah Efrain akan ada yang datang nanti malam.


Dituangkannya larutan ramuan itu tapi kedua Zewhit datang memukul-mukul ramuan itu seperti sedang memadamkan api.


"Apa yang kalian lakukan?!" tanya Felix.


Tentunya responnya terlihat menyebalkan karena hanya tertawa tapi lewat pikiran mereka menjelaskan bahwa pelindung tidak boleh dipakai karena Memoriasepirav tidak bisa melebar jauh kalau ada itu.


"Hahh ... jadi, bagaimana?!" bahkan Felix sendiri heran kenapa mengucapkan hal itu. Tentu saja jawabannya hanya tawa menyebalkan dan lewat pikiran pun mereka berbicara menyebalkan, "Lindungi kami dengan sekuat tenaga, Yang Mulia!" kata kedua Zewhit sambil berlari pergi dengan heboh setelah terkena sinar matahari.


"Aku benci sekali dengan tawa mereka!" kata Felix.


"Lebih baik begitu daripada mendengar tangis, kau belum saja bertemu dengan Zewhit yang suka menangis ...." kata Iriana.


"Apapun itu, Zewhit yang sudah tua semuanya menyebalkan!" kata Felix.


Felix ke kamar Tiga Kembar yang sedang tidur dan memeriksa keadaan mereka yang terlihat baik-baik saja walau tetap terlihat pucat.


"Mereka pasti sedang kesakitan, tapi sepertinya sudah bisa ditahan." kata Felix membukakan jendela kamar tapi tetap tirai tetap dibiarkan menutup agar sinar matahari tidak masuk.


"Tentu saja, kau pasti juga merasakannya bagaimana." kata Iriana pada Felix yang juga masih memiliki tubuh manusia.


"Sebenarnya, kupikir bagaimana nasibmu nantinya karena memiliki tiga Alvauden manusia tapi sepertinya mau kaum apapun itu kalau menjadi seorang Alvauden. Semuanya pasti hebat-hebat ...." kata Iriana.


"Mereka pasti akan dipandang sebelah mata seandainya Viviandem sudah bangkit. Pertama kalinya manusia menjadi Alvauden." kata Felix.


"Kau selalu saja dipenuhi kekurangan ... ketidakberuntungan tapi hanya kau mungkin satu-satunya yang bisa hidup dengan itu tapi tetap saja bisa bersinar terang." kata Iriana.


"Kalau memuji jangan setengah-setengah!" kata Felix.


"Mereka bukanlah kekuranganmu ... sebaliknya mereka yang akan menjadikanmu sempurna. Karena Alvauden lah yang sepenuhnya berada dipihak Caelvita. Bagaimana Alvauden mencerminkan bagaimana Caelvitanya." kata Iriana.


"Oh begitu ...." kata Felix penuh arti.


"Aku tahu kau sedang memikirkan apa ...." kata Iriana mengerti ledekan Felix.


"Baguslah, aku tidak perlu dengan jelas mengatakannya kalau kau sudah tahu." kata Felix.


...-BERSAMBUNG-...


Episode 400🥳


Padahal waktu episode 300, saya bilang kalau novel ini sudah mau ditamatkan tapi sudah sampai 400 masih berjalan😅 hadeuh😪 ceritanya mau di skip-skip gitu tapi takutnya malah susah dimengerti jadi saya biarkan saja mengalir santai😂


Tetap semangat membaca, jadikan UNLUCKY sebagai hiburan saja. Dibaca satu episode setelah lelahnya menjalani aktivitas seharian atau dibaca sebelum tidur. Saya harap UNLUCKY bisa menjadi hiburan walau hanya hiburan kecil😁 Jangan dibawa pusing mau cepat-cepat ditamatkan atau mau cepat lihat Felix besar dan jadi Caelvita resmi di season baru. Melihat perkembangan Felix dan kawan-kawan dengan perlahan bisa membuat kita juga terhubung dekat dengan cerita serasa tumbuh besar dan dewasa bersama Felix, gitu ....🤭