
"Menurutmu itu sudah benar?!" tanya Felix.
"Entahlah ... jujur saja menurutku, yang dilakukan Teo menyebutkan nama-nama itu tidaklah buruk ...." jawab Iriana.
"Hahh ... aku lupa kau dan dia sama bodohnya!" kata Felix yang sama sekali tidak membuat Iriana jengkel lagi karena sudah terbiasa dengan kerpibadian Felix yang itu.
Teo bukannya ke asrama melainkan mengambil jalan lain untuk ke gedung sekolah yang masih sedang dalam tahap dekorasi. Pekerjanya sudah pulang, jadi Teo memilih tempat itu. Tapi sebelumnya Teo melihat dulu kalungnya untuk memeriksa apakah ada seseorang didekatnya atau tidak. Teo melihat kalungnya hanya menunjukkan sedikit warna biru dan hijau yang bercampur. Menunjukkan makhluk hidup yang didekatnya saat ini hanyalah serangga atau semacamnya.
Moshas dimunculkan di dalam ruangan gelap yang tercium kuat bau cat baru. Sinar batu permata di Moshas terlihat lebih bersinar dari biasanya.
"Namaku ... Teo! aku Alvauden Caelvita-119 ...." Teo memperkenalkan diri dengan canggung. Karena malu rasanya berbicara sendirian, "Maaf, tapi aku tidak tahu namamu ... meski begitu, aku tetap ingin berbicara dan berteman denganmu ... tapi untuk itu, sebelumnya aku harus tahu siapa namamu untuk menyebut namamu. Kalau kau tidak keberatan apa aku bisa memberimu nama panggilan saja?! maksudku nama panggilan yang biasanya hanya digunakan oleh orang-orang yang terdekat. Misalkan aku, yang bernama asli Trayvon tapi dipanggil Teo karena Tom bilang namaku yang itu bisa membuat lidah keseleo lama-lama. Kau dipanggil Moshas oleh orang-orang tapi apa aku bisa memanggilmu dengan nama lain?! bagaimana dengan Winn? artinya sama dengan namaku ... yakni adil." kata Teo panjang lebar sambil memejamkan matanya karena sangat malu dan gugup kalau tidak diperdulikan.
"Nama yang bagus!" suara yang membuat mata Teo langsung terbuka lebar karena saking senangnya. Sinar dari batu permata emerald bersinar menyilaukan mata. Seakan membutakan dalam sekejap saking silaunya.
"Kau ... kah wujud Moshas itu?!" tanya Teo dengan wajah melongo.
"Daripada itu, bukankah seharusnya kau bertanya dulu sedang ada dimana ...." kata Moshas.
Teo baru memperhatikan sekitarnya kalau sedang berada ditempat lain sekarang, "Aku dimana?!"
"Cepat juga kau bertanya ...." kata Moshas, "Saat ini kau berada di ruanganku ... ruangan yang hanya bisa dimasuki oleh diriku dan yang memakaiku."
"Tapi kau ... bukanlah Moshas yang selama ini kulihat. Kau hanya kayu biasa yang sudah terlihat sangat tua dan rapuh ...." Teo terlalu jujur dalam menilai membuat Moshas agak sedikit tersinggung.
"Beginilah wujud asliku atau wujud pertamaku ... Caelvita-1 hanya mengambil sembarang kayu saat dalam bahaya waktu itu hingga akhirnya lama kelamaan aku dimodifikasi sedemikian rupa hingga sampai ke wujud yang sekarang." kata Moshas.
"Itu tandanya ... kau adalah bagian dari pohon. Tentu saja sangat memungkinkan jika kau itu hidup." kata Teo.
"Ow, kau cepat tanggap kali ini ... padahal selama ini kau selalu lama dalam berpikir." kata Moshas.
"Kau ... mengawasiku dari sejak awal?!" Teo jadi malu mengingat semua kekonyolannya selama ini.
"Tentu saja ...." sahut Moshas.
"Berarti Zeki juga pernah kesini?!" tanya Teo mulai berkeliling di ruangan yang hanya ada warna putih.
"Tidak ... baru kau satu-satunya yang kesini. Bahkan Caelvita-1 juga tidak pernah kesini karena aku baru bisa menciptakan ruangan ini saat hampir akhir masa pemerintahan Caelvita-47. Aku juga heran bagaimana kau bisa masuk kesini, Alvauden 97 bisa berbicara denganku tapi tidak pernah masuk kesini." jawab Moshas.
"Apa itu maksudnya bagus atau buruk?!" tanya Teo yang langsung dihadiahi pukulan dari Moshas, "Aw!" keluh Teo kesakitan.
"Tentu saja bagus. Itu tandanya, setelah 109 pewaris Moshas sebelumnya ... baru kau yang bisa kesini. Satu-satunya Alvauden yang sepertinya benar-benar cocok denganku." kata Moshas.
"Melelahkan sekali jadi dirimu sepertinya ... 109! itu tandanya kecuali 10 pemerintahan Caelvita kau selalu saja bekerja keras." kata Teo.
"Lucu sekali! kenapa jadi kau malah mengasihaniku tiba-tiba ...." kata Moshas tertawa tidak habis pikir dengan Teo yang hanya berbicara sesuai apa yang terlintas dipikirannya.
"Kau malah menceritakan dirimu sendiri tiba-tiba ...." kata Teo.
"Bagaimana aku bisa berpikir kau dan aku cocok?! sementara sepertinya aku tidak bisa memahamimu sama sekali ...." kata Moshas.
"Jadi, bagaimana dengan nama yang kuberikan? kau suka?! atau kau mau berbaik hati menyebutkan namamu ...." kata Teo menyeringai.
"Senyummu sama seperti penjahat saja!" kata Moshas, "Aku tidak punya nama sebelumnya ... baru kali ini aku diberi nama!" sambungnya.
"Apa?! jadi maksudmu tadi kau minta aku menebak namamu itu apa?!" Teo jadi heboh sendiri sampai-sampai suaranya jadi melengking dan hilang. Tenggorokannya juga sakit karena berteriak.
"Anggap saja aku sedang mengorientasimu ...." kata Winn merasa tidak bersalah sama sekali.
"Jadi sebelumnya bagaimana dengan yang Alvauden 7 ... em 97 itu?!" kata Teo sambil mengingat-ingat.
"Dia hanya memanggilku dengan Moshas saja ...." kata Winn.
"Apa kau bisa dipatahkan?!" tatapan Teo itu langsung membuat Winn mundur.
"Apa?! kau benar akan mematahkanku?!" Winn khawatir tapi tetap terlihat sombong.
"Eh, tapi kalau hanya Alvauden 97 dan aku yang bisa berbicara denganmu ... bagaimana Alvauden lainnya bisa mengetahui kekuatanmu?!" Teo bertanya lagi hal lain secara tiba-tiba.
"Aku bahkan sudah tidak heran lagi ...." kata Winn.
"Apanya?!" tanya Teo.
"Hahh ... tidak ... lupakan! biasanya Caelvita yang memberitahu atau Alvauden sebelumnya memberi petunjuk sedikit seperti yang dilakukan Zeki." jawab Winn.
"Apa benar? kalau memberitahu kekuatan Mohas pada orang lain akan membuat kekuatan Moshas menghilang dan kau tidak akan datang atau muncul lagi di generasi Alvauden selanjutnya ...." tanya Teo.
"Itu benar! hanya Caelvita dan pemilikku yang bebas membicarakan kekuatanku. Peraturan itu ditetapkan oleh Caelvita-46 dan disetujui oleh Caelvita-47. Kekuatanku terlihat biasa-biasa saja tapi jika digunakan dengan baik akan lebih kuat dari Orogla. Maka dari itu Caelvita-46 dan Caelvita-47 tidak ingin ada perselisihan antara Pemimpin Alvauden dan Alvauden milik semua dunia." kata Winn.
"Alvauden milik semua dunia? maksudnya?!" Teo tidak mengerti.
"Bisa dikatakan aku hanya datang pada generasi Caelvita yang beruntung saja. Karena aku adalah simbol dari keberuntungan itu sendiri. Alvauden yang aku datangi adalah seseorang yang sangat disayangi oleh siapapun, sangat beruntung dimiliki oleh Caelvita nya dan Kerabat Alvauden nya. Dengan kekuatan yang kau sudah ketahui ... mungkin kau sudah tahu sedikit bagaimana cara kerjaku. Pemilikku disebut dengan Alvauden milik semua dunia. Memiliki jiwa yang adil tanpa memihak dan berat sebelah. Kau adalah Alvauden seperti itu dan harus menjadi seperti itu!" kata Winn.
"Apa kau tidak salah orang?!" Teo hanya memasang ekspresi melamun, "Coba tes lagi! siapa tau kau salah, begitu ...."
"Kau pikir aku ini apa?! aku memilihmu bukan karena aku telah memberimu ujian dan kau lulus tapi karena kau memanglah yang cocok denganku ... makanya aku datang padamu." kata Winn.
...-BERSAMBUNG-...