UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.499 - Sebentar Lagi



Semuanya kembali melakukan aktivitas masing-masing seperti biasanya. Tan, Teo dan Tom melanjutkan kontrak kembali dan Felix kembali berlatih di Istana Ruleorum.


"Kita seperti punya dua identitas layaknya superman, siang jadi jurnalis malam jadi pahlawan." kata Teo memulai percakapan di Jaringan Alvauden dengan melantur.


Seperti biasa tidak ada yang merespon Teo, semuanya hanya sibuk melakukan pekerjaan masing-masing.


Disaat Teo sedang berjalan sambil melamun sekaligus merasa kesal juga karena terus diabaikan, "Hey, matamu ditaruh dimana?! kau tidak lihat ada kami?!" teriak Tanaman yang diinjak oleh Teo.


"Ah, maaf! mataku bukan di kaki soalnya." kata Teo.


"Apa kau bilang?! kau sedang meledekku ya?! kau tidak tahu betapa berbahayanya aku?! kalau kau melukaiku perasaanku, kau pasti akan terkena hukuman." kata Tanaman itu.


"Apa?! kau mau memindahkan mataku kemana begitu?!" kata Teo menantang.


"Dasar, anak ini!" Tanaman itu semakin emosi.


"Sudah, hentikan!" kata Tanaman lain melerai.


Teo cepat-cepat kabur darisana, "Entah ... siapa yang bisa meyakinkan tanaman itu melakukan kontrak?!" Teo sendiri sedang sebal karena diabaikan di Jaringan Alvauden kemudian tiba-tiba diteriaki pada hal yang tidak sengaja dilakukannya. Tentu saja dengan kepribadian Teo itu akan langsung sewot ikut melawan juga. Tidak terpikirkan kalau Tanaman Mundebris punya kekuatan yang menakutkan.


"Pasti Tan, karena kalau Tom ... mereka akan bertengkar hebat juga pastinya!" kata Teo mencari-cari tanaman dan hewan baru yang belum melakukan kontrak.


"Aku sudah!" kata Hewan langsung melarang Teo mendekat karena tidak ingin diganggu.


"Benarkah?! nama jenismu apa memangnya?!" Teo tidak percaya dan memang karena mereka tidak melakukan kontrak bersama-sama. Jadi, memang harus memastikan dari awal terlebih dahulu adalah hal yang wajib dilakukan.


Hewan itu seperti sedang bertepuk tangan kemudian muncullah cincin yang bersinar di jari Teo, "Itu! puas?!"


"Okey!" Teo akhirnya percaya dan mulai mencari lagi.


"Wah, sepertinya disini sudah banjir ya?!" kata Teo melihat tanaman sibuk membersihkan diri dari tanah.


"Bantu aku membersihkan ini!" teriak Tanaman yang sibuk mengumpulkan daunnya yang berjatuhan dimana-mana.


"Kau tidak akan mati kan kalau cuma punya daun segini?" tanya Teo.


"Bantu aku membuang ini! supaya disini terlihat lebih rapi. Disini seperti bukan tempat dimana tanaman hidup saja ...." kata Tanaman itu jijik melihat sekitar yang berantakan.


"Hahh ... lagi-lagi aku harus melakukan pekerjaan seperti seorang budak." keluh Teo.


Menjadi seorang calon Nusfordis Sapphire bukanlah hal yang selamanya baik dan tanaman atau hewan lain akan mempermudah melakukan kontrak. Tapi hal buruknya adalah, tanaman dan hewan tidak terlihat sungkan menyuruh atau memerintahkan apapun pada mereka.


Terkadang mereka bahkan tidak bisa melakukan kontrak baru karena harus menyelesaikan permintaan dari tanaman atau hewan yang melihat kedatangan mereka.


"Kalau begini ... bisa-bisa aku sudah mati belum bisa melakukan kontrak penuh." kata Teo menumpuk sampah dalam satu tempat.


"Memang setelah mati kau baru bisa menyelesaikan kontrak." kata Hewan yang datang membantu menyalakan api untuk membakar sampah itu.


"Kau kan ... yang bisa melihat masa depan itu kan?!" kata Teo.


"Kita sudah melakukan kontrak tapi kau masih belum tahu siapa namaku ...." Hewan itu terlihat kecewa.


"Tapi setidaknya kau tidak lupa sepenuhnya juga, buktinya kau tahu aku ini punya kelebihan apa ...." kata Hewan itu, "Kalau kau tahu, kenapa tidak terlihat ketakutan sama sekali?! bukankah kematian adalah hal yang paling ditakuti di dunia manapun itu. Terlebih lagi setelah mendengar ucapan dari seseorang yang bisa melihat masa depan sepertiku ...." setelah melihat Teo biasa-biasa saja bahkan tidak bertanya apapun.


"Suatu saat aku pasti akan mati, entah itu karena penyakit atau karena pertarungan. Bukankah sudah jelas?! mananya yang perlu kutanyakan lagi ...." kata Teo santai.


"Inilah kenapa aku tidak bisa menolak melakukan kontrak denganmu ...." kata Hewan itu.


"Dan sepertinya sudah jelas juga, kalau aku baru bisa menyelesaikan kontrak kalau sudah mati. Lebih tepatnya saat menjadi Zewhit. Kau dan aku tahu bahwa ada kehidupan baru setelah kematian. Dan untuk Alvauden manusia sepertiku, baru bisa benar-benar bisa berguna kalau menjadi Zewhit ... rasanya sudah sangat jelas." kata Teo.


"Kau sudah tahu semua itu tapi tetap tegar dan tidak berniat lari?! kau benar-benar unik!" kata Hewan itu.


"Aku sudah menerima nasib lebih tepatnya. Menjadi Alvauden sudah menjadi takdirku dan dengan menjalani hidup yang luar biasa seperti ini, rasanya sangat tidak tahu malu kalau aku menginginkan mati yang biasa-biasa saja kan?! aku sangat lemah dan bodoh, suatu keajaiban aku masih hidup sampai sekarang. Pasti aku akan mati karena kecerobohanku sendiri dalam pertarungan ...." kata Teo.


"Jangan khawatir, walau kau belum menjadi Nusfordis Sapphire sepenuhnya. Semua tanaman dan Hewan di Mundebris sudah mengenalmu. Bahkan yang belum melakukan kontrak sekalipun akan membantu jika kau membutuhkan. Karena bagaimanapun juga kau sudah memantapkan hati untuk terikat dengan kami. Seseorang sepertimu dan kedua saudaramu tidak perlu memberi kami alasan untuk melakukan sesuatu kalau kau membutuhkan. Jadi, apapun yang terjadi ... ingatlah selalu bahwa kau punya kami."


"Kurang tidur ternyata bisa berguna juga ...." kata Teo tertawa.


"Cepat kembali kesini! masih banyak yang perlu dibereskan." teriak Tanaman.


"Hahh ... merusak suasana saja ...." kata Teo memaksa dirinya untuk berdiri, "Iya, tunggu!" walau mengeluh tapi Teo tetap menurut juga.


Tan dan Tom juga mengalami hal serupa seperti yang dialami Teo. Bukannya melakukan kontrak seperti yang diperintahkan Felix tapi hanya dibuat mondar-mandi oleh perintah tanaman yang saling berdekatan seperti ibu-ibu arisan yang berkumpul untuk bergosip.


"Bukan disitu! disana! disana!"


"Dimana yang disana?!" Tom menjatuhkan barang bawaannya karena lelah berkeliling sana-sini daritadi.


"Iya, betul ikat begitu! yang erat supaya kalau hujan tidak akan patah." Tan tidak percaya sedang diajari oleh tanaman cara mengikat.


"Tapi cuaca sudah tidak mirip dengan Mundclariss, rasanya hangat sekali seperti musim panas disini ... padahal di Mundclariss sedang musim dingin." kata Tan yang barusan membuka jaket tebalnya karena terlalu berkeringat. Tidak menyangka kalau ternyata suhu tidaklah dingin, Tan mengira kalau selama ini kepanasan karena pakaiannya terlalu tebal tapi ternyata memang cuaca sedang hangat di Mundebris.


"Itu tandanya ... sebentar lagi." kata Tanaman.


"Maksudmu semuanya kembali normal ... dimana cuaca di Mundebris akan mengikuti suasana hati Felix, bukan lagi mengikuti cuaca di Mundclariss. Baiklah ... coba kita tebak, karena hangat berarti sekarang Felix sedang bahagia?!" kata Tan.


"Bisa juga sedang kelelahan, makanya ... membuat seluruh Mundebris ikut berkeringat semua juga."


"Ada pemikiran seperti itu juga, ya?!" Tan tertawa.


"Tidak ada yang bisa menebak soal suasana hati Caelvita hanya berdasarkan cuaca. Semua hal bisa menjadi kemungkinan ...."


Sementara itu Felix sedang bergelantungan dengan keringat bercucuran sementara ada api dari bawah yang semakin mendekati kakinya.


"Ayo bergerak! berpikir!" teriak Iriana seperti melatih prajurit tentara.


"Benar juga, saat ini Felix kan sedang latihan ... bukannya bahagia pasti dia sedang mandi keringat." kata Tan tertawa.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah suasana hati Felix sedang emosi karena marah. Jadi, cuaca panas itu karena Felix sedang marah. Memang benar, tidak ada yang bisa menebak dengan benar suasana hati Caelvita hanya berdasarkan cuaca.


...-BERSAMBUNG-...