
Pasukan Efrain juga kelihatan mundur, bagaiamanapun juga api dari Unimaris Caelvita berbeda dengan api biasanya. Tapi Efrain bukannya mundur, saat pasukannya mundur. Dia malah melangkah maju berlawanan arah dari pasukannya.
Pasukan Efrain tidak punya pilihan lain selain kembali mengikuti Rajanya yang sedang menghampiri dengan sengaja semburan api naga. Efrain memasuki area semburan api Alex. Alex yang melihat itu menambah jumlah dan kekuatan apinya dengan niat untuk membakar habis Efrain.
Sebuah tinju besar keluar dari dalam api Alex, itu adalah tangan raksasa Efrain yang menuju arah Felix dengan tepat. Tapi Felix dapat menahan tinju Efrain yang hampir mengenai wajahnya itu hanya dengan satu tangan.
Alex menghentikan semburan apinya, sehingga Efrain yang tadinya berlutut. Kini mulai berdiri dan memperlihatkan ukuran nya yang luar biasa besar. Akhirnya Efrain mengubah dirinya menjadi raksasa, setelah tadi hanya menonton bagaimana pasukannya melakukan hal itu.
"Tidak kusangka aku akan melakukan hal beresiko ini ...." kata Efrain dalam hati.
Alex berteriak kencang karena marah apinya tidak membuat Efrain terluka, Alex kemudian mengayunkan tangannya untuk mencakar Efrain.
Efrain terkena cakaran kuku Alex dan Felix juga ikut menyerang saat Efrain teralihkan oleh itu. Alex terbang dan menghempaskan ekornya pada Efrain saat Efrain diserang oleh Felix.
Ditte dan Bates maju menangani Alex agar tidak mengganggu Efrain yang sedang bertarung dengan Felix.
Sementara itu, Vivandem kelihatan mengadakan reuni dulu. Karena saat tubuh mereka muncul kembali dari ketiadaan. Saat muncul, semuanya langsung berlari merasakan Aura Caelvita yang sangat besar. Sudah menjadi kewajiban untuk datang langsung melakukan penghormatan pada Caelvita setelah dibangkitkan. Terlebih lagi kalau tenaga mereka memang dibutuhkan lebih dari sekedar penghormatan. Setelah sampai ditempat Caelvita berada, barulah mereka bisa saling menyapa satu sama lain.
Tentunya Vivandem Sanguiber dan Aluias menempatkan diri mereka paling pojok untuk saling menghindar. Masing-masing kelihatan saling berpelukan dan berjabat tangan karena sudah lama tidak bertemu. Karena saat kembali bangkit mereka masih berada dalam zona perang. Untungnya mereka menghentikan itu dulu untuk menuju Caelvita baru berada.
"Yang Mulia Ratu ...."
"Yang Mulia Raja ...."
Penasehat kerajaan dari Sanguiber dan Aluias datang mendekat saling berhadapan satu sama lain melindungi pemimpin mereka.
Goldwin menghela napas, "Belum apa-apa mereka sudah mulai saja ...."
"Kalau mereka tahu Raja dan Ratu mereka memiliki hubungan ... kira-kira apa yang terjadi ya?!" kata Cain.
"Aku tidak mau memikirkannya ... itu masalah kerajaan lain! bukan hal yang harus kita pikirkan." kata Goldwin.
"Tapi, bagaimana kalau mereka meminta diselamatakan. Bukankah itu adalah tugas Leaure untuk menyelamatkan dan melindungi yang butuh diselamatkan dan butuh dilindungi." kata Cain heboh sendiri, sepertinya Cain tertarik dengan drama yang sedang berlangsung dihadapannya.
"Ada batasnya ... kalau masalah urusan pribadi kerajaan, Leaure tidak bisa melakukan apa-apa. Lagipula, mau terjadi apapun itu. Mereka lebih memilih mati daripada meminta pertolongan karena punya gengsi yang tinggi. Jadi, tidak perlu khawatir kalau mereka akan masuk dalam misi. Itu tidak akan pernah terjadi." kata Goldwin.
"Inilah Romeo dan Juliet sesungguhnya ...." kata Cain.
"Apa itu?! apa sejenis makanan?!" tanya Goldwin yang tidak direspon oleh Cain lagi karena menurutnya sudah tidak bisa nyambung lagi percakapan diantara mereka.
"Biskuit Romeo dan Kopi Juliet ...." kata Cain dalam hati menghibur dirinya sendiri dengan lelucon yang dibuatnya sendiri
Verlin ingin bergerak tapi Viviandem Ruleorum datang dari arah belakang. Akhirnya dia hanya bisa diam mematung sekarang, merasa sangat gugup bagaiamana Ruleorum berada sangat dekat dengannya.
Tapi sepertinya itu hanya perasaan pribadi Verlin saja. Karena Viviandem Ruleorum lainnya hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi dan tidak tertarik dengan Verlin atau bahkan tidak tahu kalau Verlin ada disana.
"Keterlaluan sekali, walau aku kabur dari kecil. Tapi seharusnya mereka masih mengingatku." kata Verlin yang sebenarnya takut jika dikenali tapi merasa sebal juga karena diacuhkan, "Bukan hanya karena Ruleorum terkenal akan es tapi Viviandem juga punya kepribadian dingin seperti es."
Dari semua Viviandem, paling sedikit yang datang adalah Ruleorum. Karena mereka langsung sibuk bekerja kembali.
Begitu banyak Viviandem yang datang, membuat Pusat Kota Pippa menjadi penuh sesak. Bahkan yang muncul belakangan diperintahkan mundur saja kembali ke kerajaan untuk memulai kembali apa yang tertunda dan memulai kembali jalannya aktivitas kerajaan dengan normal. Walau merasa menyesal karena terlambat datang dan tidak bisa melakukan penghormatan pada Caelvita. Tapi mereka menurut saja dengan pemimpin tinggi setiap kerajaan mereka.
Viviandem Aluias menyembuhkan serigala yang terluka akibat pertarungan dan menyuruh mereka untuk pergi darisana sekarang. Sementara serigala yang meninggal dibawa oleh satu per satu Viviandem Aluias untuk masuk ke dalam Mundebris.
"Jangan khawatir, mereka akan dimakamkan dengan layak." kata Raja Aluias melihat Cairo yang tidak berhenti menatap.
Setengah Quiris terus saja saling berbisik merasa sangat bangga karena berada paling dulu disana membantu Caelvita dari awal sampai sekarang. Karena Viviandem baru datang saat Calevita membangkitkan mereka.
"Apa kau bilang?!" teriak Seseorang.
"Jangan kira aku tidak mendengarmu ya!" teriakan dari Vivandem lain terdengar lagi.
"Apa?! kalian mau mengajak berkelahi?! disaat Caelvita sendiri sedang betarung?! sangat memalukan!" kata Camelia membela saudarinya.
"Dasar darah kotor!"
"Darah campuran terkutuk!"
Kutukan dan makian terus berdatangan dari Viviandem yang mendengar Camelia dan Camellia.
"Memangnya apa yang kalian banggakan dari darah murni kalian?! selalu saja hanya bertarung dan terus bertarung." teriak Camellia.
"Setidaknya kami lebih baik dari kalian yang hanya tidak melakukan apa-apa." teriak Viviandem.
"Hentikan! mengalah sajalah ...." kata Audrina menahan Camelia dan Camellia yang sudah siap untuk memukul siapapun yang menghinanya tadi.
Quiris lainnya juga ada yang merasakan hal yang sama tapi ada juga yang santai saja seperti Audrina. Seperti Earl yang langsung datang ketempat barisan kerajaannya berkumpul. Tidak semuanya saling membenci, ada juga yang tetap menjaga hubungan baik tanpa memandang keturunan.
Bentrok terjadi dibarisan Pasukan Felix, ada Viviandem yang malu dengan itu, ada juga yang tidak peduli hanya mengacuhkan saja seperti tidak terjadi apa-apa.
"Jangan heran! ini adalah pemandangan yang akan kau lihat setiap harinya nanti." kata Goldwin pada Cain, "Bahkan mereka lebih memilih bertarung daripada makan atau tidur."
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu." kata Cain sudah tidak tahan.
"Tidak perlu ...." kata Goldwin.
"Memang Felix kelihatan baik-baik saja melawan Efrain, tapi Pasukan Efrain ... mereka mengubah semua ukuran mereka lagi." kata Cain.
"Lebih baik kita bantu Unimaris Tuan Muda saja." kata Goldwin tidak mau Cain membuat kesan pertamanya dengan Viviandem buruk karena sok memerintah.
"Dia tidak kelihatan butuh bantuan sama sekali." kata Cain melihat Alex kelihatan bersenang-senang melawan Ditte dan Bates.
"Walau begitu, ayo!" Goldwin menarik jubah Cain dengan menggigitnya.
Raja Leaure dan Viviandem Leaure melihat Goldwin, bukannya karena mengenali Unimaris Leaure tapi karena pakaian mencolok Cain yang serba Leaure.
"Bukannya memaksaku untuk bertemu Leaure yang lain, kau malah memaksaku bertarung lagi." keluh Cain.
"Mereka hanya datang saja, kau lihat saja nanti. Mereka tidak akan bertarung. Leaure tidak akan bertarung jika itu bukan dalam misi penyelamatan. Mereka hanya datang untuk bersopan santun. Tapi, Caelvita bahkan tidak bisa marah soal itu karena begitulah Leaure." kata Goldwin.
"Terdengar sangat membosankan sekali." kata Cain masih dalam keadaan malas ditarik paksa Goldwin.
"Dan akan sangat menyebalkan ... kau akan lihat nanti bagaiamana!" kata Goldwin.
Bentrokan antara Quiris campuran, Setengah Quiris dengan Viviandem murni berhenti karena melihat Pasukan Efrain berlari mendekat. Bentrokan diantara Pasukan Felix terhenti untuk sementara. Kali ini mereka berlari bersama dan bersiap bertarung saling berdampingan bersama.
Cain bahkan menahan tawanya, bagaimana mereka tadi saling mengutuk dengan kata kasar dan hampir saling membunuh tapi kini saling melindungi dan bertarung bersama melawan musuh yang sama.
"Inilah seni dari keberadaan Caelvita ... bagaimana semuanya bisa disatukan oleh Caelvita." kata Goldwin.
...-BERSAMBUNG-...