UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.434 - Sampai Jumpa Lagi Charleston, Calvin.



Felix dan Tiga Kembar ke lokasi titik gerbang neraka untuk mengecek kebenaran dari laporan Banks. Dengan sangat berhati-hati karena anak buah Efrain bisa saja sedang ada disana. Tapi yang mereka temukan benar adanya, bekas batu permata yang tercabut jelas ada seperti saat Felix menjadi korban pengganti.


"Tidak ada bekas darah ...." kata Tan.


"Biasanya pasti akan ada bekas darah Felix tertinggal, bagaimanapun juga darah yang dibutuhkan banyak untuk mencabut batu permata imperial topaz. Pasti akan ada bercak darah terlihat disekitar sini tapi tidak ada ...." kata Tom sudah memeriksa kesana-sini.


"Siapa yang membantu kita ini?! bagaimana caranya membantu kita tanpa menggunakan darah ...." kata Tan penasaran akan pengetahuan baru sekaligus untuk membantu Felix juga tanpa harus menggunakan darah untuk mencabut batu permata.


"Kau diam saja daritadi?!" kata Tom pada Teo.


"Apa?! aku?!" Teo menunjuk dirinya sendiri canggung.


"Kau tidak penasaran?!" tanya Tom.


"Penasaranlah ...." sahut Teo.


"Kau sama sekali tidak terlihat penasaran!" kata Tom.


"Aku hanya senang saja, siapapun yang membantu kita ini. Tapi aku juga tidak terlalu ingin tahu siapa. Karena bisa saja, bukan dipihak kita tapi memang hanya ingin melakukan sesuatu dengan gerbang neraka ini." kata Teo berhasil mengelak.


"Memang benar, tapi tidak ada salahnya kita mencari tahu." kata Tan.


***


Berkat gangguan sistem pada gerbang neraka, FT3 benar-benar bisa menikmati waktu liburan mereka. Istirahat yang banyak tanpa merasa bersalah memikirkan apa yang terjadi diluar sana disaat mereka sedang bersantai beristirahat. Karena saat ini iblis tidak melakukan misi, maka korban juga tentunya tidak ada.


"Setidaknya untuk saat ini ...." kata Tan.


"Kita harus melakukan yang terbaik setelah ini, percuma kalau kita tidak melakukan sesuatu setelah bantuan ini ...." kata Teo.


"Tentu saja, kenyataan bahwa semuanya seperti tereset adalah kabar baik serta kabar buruk. Kabar baiknya, butuh waktu lebih lama lagi untuk gerbang neraka tercipta. Kabar buruknya, jumlah korban akan semakin banyak karena semuanya seperti diulang dari awal. Kematian korban gerbang neraka sebelumnya menjadi percuma ... hanya tereset sistem, jumlah kerugian tetap dan bisa bertambah lebih banyak lagi ...." kata Tom.


"Yang membantu kita ini, sepertinya bukan yang berada dipihak kita atau tidak mengetahui keberadaan kita. Jika memang dipihak kita pastinya dia akan memunculkan diri dihadapan kita mencari muka atau menerima pujian dari Felix. Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada kabar juga." kata Tan menyadari kalau bukanlah mendapat sekutu baru.


"Atau ... yang membantu kita tidak ingin menampakkan dirinya." kata Teo membuat Felix menatapnya tajam.


"Apa maksudnya?! membantu tanpa ingin diketahui oleh kita?!" tanya Tan.


"Aku hanya sekedar bilang saja ...." jawab Teo.


***


Terasa liburan musim panas kali ini lebih cepat berlalu daripada sebelum-sebelumnya. Bahkan musim gugur sudah dekat, saatnya untuk bagi Zewhit Badut dan Kurcaci melakukan perpisahan kembali ke Bemfapirav.


Tidak ada yang istimewa dari kepergian Charleston dan Calvin. Mereka tidak melakukan hal ekstrem lagi dan hanya pergi dengan tenang. Tapi bersikeras untuk menunjukkan Memoriasepirav atau rumah mereka yang ada di Bemfapirav. Felix, Tan, Teo dan Tom mengikuti kedua Zewhit itu.


"Jadi begini penampilan luarnya ...." kata Tom yang memang biasanya hanya berada di dalam Memoriasepirav itu jadi tidak tahu bagaimana penampilan luar Dunia Zewhit itu.


"Aku merasa terhormat bisa melihat langsung ...." kata Tan.


Felix mengeluarkan batu permata emerald yang banyak, "Bantu aku menanam ini!"


Batu permata emerald ditanam mengelilingi Memoriasepirav Zewhit Badut dan Kurcaci. Sehingga Felix akan tahu jika ada yang mendekat. Tapi tidak terlalu khawatir karena Memorisepirav hanya gampang dimasuki jika malam terkahir tahap gangguan. Selain hari itu, Memoriasepirav mereka sangatlah kuat. Buktinya mereka tidak ditangkap oleh Efrain.


Felix dan Tiga Kembar bersiap untuk pamit, sementara kedua Zewhit itu sudah membuka pintu masuk ke rumah. Tapi kemudian terdengar suara tawa dari Zewhit Badut dan Kurcaci yang berlari kegirangan kembali menuju tempat mereka.


"Oh, sudah kuduga ...." kata Tan.


"Lagi-lagi, ini dia ...." kata Teo pasrah melakukan tos dengan terpaksa.


"Hehe ...." Teo memaksakan diri tertawa keras.


"Yang Mulia ... kami siap membantu!" kata Charleston langsung masuk ke dalam kepala Felix.


"Saat tiba waktunya, kami akan datang ...." kata Calvin juga.


"Tentu saja, hanya kalian berdua Zewhit yang ada dipihakku sekarang." kata Felix.


"Em?!" Tiga Kembar bersamaan karena mendengar Felix tiba-tiba berbicara sementara tidak mendengar perkataan kedua Zewhit itu.


"Apa mereka mengatakan sesuatu?!" tanya Tom.


"Seperti yang kalian sudah bayangkan ...." jawab Felix malas menjelaskan.


***


Baru sehari berlalu setelah kepergian Charleston dan Calvin tapi sekolah menjadi sangat sepi. Biasanya akan ada mereka yang berkeliling bolak-balik tertawa dan menakut-nakuti. Tapi kali ini suasana sekolah menjadi sangat sepi.


"Aku tidak tahu kepergian mereka sangat berpengaruh begini ...." kata Tan.


"Karena mereka tipe yang tidak bisa diam makanya sangat terasa begini. Seperti teman yang cerewet akan membuat suasana menjadi berbeda setelah teman itu pergi karena tidak ada lagi celotehan tidak jelas yang terdengar. Tidak seperti kalau teman yang pendiam, tidak akan berpengaruh kalau suasananya menjadi sepi karena memang sudah seperti itu sejak dulu. Begitulah yang kita rasakan ...." kata Tom.


"Bahkan teman pendiam saja bisa mengisi suasana dan mengosongkan saat pergi. Apalagi teman yang memang cerewet ...." kata Tan.


"Padahal aku sudah mulai terbiasa dengan mereka yang tiba-tiba muncul dengan penampakan mengerikan ...." kata Teo.


"Sepertinya butuh waktu lama kita terbiasa dengan suasana normal ini ...." kata Tan tidak menyangka kalau mengatakan itu. Karena Tan memang sangat mengagumi kedua Zewhit itu tapi disatu sisi dia tidak bisa menyembunyikan kalau merasa sangat terganggu dengan kehadiran mereka.


"Aku masih ingat dengan jelas tawa mereka ...." kata Tom.


***


Pengumuman tentang perkemahan sekolah telah ditempel di zona pemberitahuan di sekolah begitupun di website sekolah. Bersamaan dengan perkemahan, pelatihan persiapan memasuki osis juga dilakukan.


Mertie sudah membagi-bagikan formulir pada kelas 3 SD bersama dengan para anggotanya. Rasanya aneh saat Mertie melakukan itu, karena 3 tahun yang lalu dialah yang diberikan formulir itu kali ini dia yang membagikan.


Cornelia hanya mengawasi saja dari jauh, mengecek apakah adik kelasnya melakukannya dengan baik atau tidak. Bagiamanapun dialah yang merekrut Mertie sebagai ketua.


Felix telah mendapatkan area perkemahan yang aman dan disetujui juga oleh Mertie. Butuh waktu lama bagi Felix menemukan yang cocok. Karena kebanyakan hanya hutan saja tanpa ada pengelola. Sementara yang diinginkan Mertie adalah yang memang area perkemahan dengan pengelola serta aman dari gangguan iblis.


"Aku tidak menjamin akan benar-benar aman ...." kata Felix.


"Kalau kau tidak menjamin, maka kau harus datang kesetiap perkemahan sekolah. Memastikan kalau kami aman!" kata Mertie.


"Tanpa kau memohon akan aku lakukan juga." kata Felix.


"Memohon?! aku hanya memberitahu." kata Mertie.


"Kedengarannya seperti memohon!" kata Felix langsung pergi.


"Kau salah dengar!" teriak Mertie.


Mertie mencoba menjaga harga dirinya dengan menyembunyikan bahwa dia memang meminta perlindungan. Tapi Felix dengan sangat jelas bisa mendengar pikiran Mertie.


"Oh iya, dia bisa mendengar pikiranku ...." kata Mertie mengacak rambutnya. Mungkin karena lupa atau sudah nyaman karena kebiasaan memaki Felix dalam hati. Mertie jadi sering lupa kalau Felix bisa membaca pikiran.


...-BERSAMBUNG-...