UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.543 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 26



Ada alasan kenapa kenapa Kerajaan Sanguiber menjadi penegak hukum tertinggi pengadilan di Mundebris. Bukan karena mereka terkenal akan kecerdasan dan juga pribadi yang dingin sehingga bisa menganalisa, menyelidiki dengan baik tanpa menggunakan dan membawa-bawa perasaan. Tapi memang karena kekuatan Sanguiber lah yang dikenal sangatlah kuat.


Bisa membunuh bahkan tanpa berhadapan langsung, melainkan hanya merasakan darah dari seseorang dan mengendalikannya dari jauh. Dengan kekuatan sebesar itu, makanya Sanguiber membuat peraturan. Bahwa tidak akan membunuh kecuali berhadapan langsung. Serta hanya bisa menggunakan pengendalian darah saat lawan terluka oleh serangan yang bukan karena pengendalian darah.


Sebelumnya banyak sekali kontroversi tentang Kaum Sanguiber yang memiliki kekuatan yang luar biasa besar dan tidak terkalahkan itu. Banyak kematian yang terjadi dan Sanguiber lah yang dituduh melakukan itu. Sehingga setelah peraturan ditetapkan, tuduhan itu mulai berkurang. Walau masih ada rumor yang beredar tapi Kaum Sanguiber yang lulus pendidikan dan melakukan sumpah tidak akan dicurigai. Kecuali untuk mereka yang memang tidak mengambil sumpah dan melarikan diri agar tidak ikut dalam peraturan itu akan patut dicurigai dan menjadi buronan.


Memang tidak semuanya yang bisa menggunakan kekuatan seperti yang dilakukan oleh Felix sekarang ini. Hanya keturunan kerajaan langsung ataupun Sanguiber dari keturunan biasa yang memang diberkahi bakat itu. Tapi semua Kaum Sanguiber baik itu yang bisa menggunakan kekuatan itu maupun tidak, tetap akan melakukan sumpah. Karena kekuatan itu bisa saja baru muncul setelahnya.


Felix merasa jantungnya berpacu begitu cepat, hanya perasaan bahagia yang dirasakannya saat ini. Terus membantai iblis yang ada dihadapannya tanpa menyentuhnya. Hanya perlu mengendalikan darah yang ada di dalam tubuh lawan sesuka hati dengan gerakan tangannya.


Ratu Sanguiber mencoba menghentikan tapi berakhir dikendalikan darahnya juga oleh Felix untuk dibuat paksa mundur menjauh.


"Sudah diduga dari iblis, kekuatan fisik dan stamina kalian tidak ada tandingannya ...." kata Felix melihat lawannya melawan sekuat tenaga. Bahkan setelah dilukai begitu parah oleh Felix tapi masih terus bertahan.


Ratu Sanguiber melawan balik pengendalian Felix pada darahnya tapi tidak bisa melampaui kekuatan Felix. Bahkan Felix yang hanya menggunakan satu tangannya untuk mengendalikan Ratu Sanguiber dan tangan satunya digunakan untuk melawan iblis dihadapannya tetap saja Felix tidak bisa dikalahkan.


"Hentikan!" seseorang tiba-tiba datang disamping Felix memegang tangan Felix yang mengendalikan darah Ratu Sanguiber, "Kau menyakiti ibumu!" kata Raja Aluias yang terpaksa merubah bentuknya menjadi Viviandem kembali karena melihat kejadian itu.


"Jangan ikut campur!" balas Felix begitu dingin.


Raja Aluias mematahkan tangan Felix kemudian meninjunya dengan keras hingga terlempar jauh. Karena Raja Aluias yang meninggalkan posisinya, Cain, Goldwin dan Banks tidak bisa mengatasi kekosongan Raja Aluias dan lawan kelihatan mulai membuat Cain, Goldwin dan Banks kesusahan untuk menahan pasukan Efrain. Sehingga ada yang berhasil lewat dan mulai berlari untuk menyerang Pasukan Felix yang sedang ada dibelakang beristirahat.


Pasukan Felix yang panik tapi tetap bersiap menerima serangan yang entah akan berhasil melindungi atau itu akan menjadi perlawanan terakhir mereka. Tapi mereka semua kelihatan tanpa keraguan berdiri siap dengan senjata masing-masing dengan raksasa iblis yang juga terus berlari dengan guncangan tanah yang keras terdengar.


"Tidak buruk, untuk mati sebagai Quiris terhormat. Bertarung bersama Caelvita adalah sebuah kehormatan." kata Audrina dengan teriakan keras membuat pasukan Felix ikut bersorak juga.


Suara langkah kaki terhenti dan mata terpaksa menutup otomatis karena terkena cairan. Mau dikatakan hujan, tapi cairan itu bukan air melainkan cairan kental. Pasukan Felix dipenuhi oleh cairan warna jingga atau yang merupakan darah iblis itu. Genangan darah juga kelihatan mulai memenuhi kaki.


Dimulai dari sorakan kecil dari beberapa Quiris kemudian ditambah lagi sampai semua Pasukan Felix bersorak begitu senang melihat bagaimana iblis yang akan menyerangnya tadi kini sudah tidak berbentuk dan tergelatak tidak bernyawa dengan seseorang yang sedang berdiri diatas tumpukan tubuh iblis itu.


Berbeda dengan Pasukan Felix. Cain dan Tiga Kembar tidak bisa menyembunyikan ekspresinya yang ketakutan melihat Felix diatas sana.


"Ini bukan sesuatu yang bisa dirayakan, ini berita buruk!" kata Ratu Sanguiber saat dibantu berdiri oleh Raja Aluias.


"Tidak, bukan itu yang kurasakan pada Felix ...." kata Ratu Sanguiber.


"Kau mau mengatakan kalau dia itu ... Crudeliattum?! dia itu Caelvita, mana mungkin!" kata Raja Aluias.


Penampilan Felix yang tadinya pakaiannya dipenuhi warna biru dan hiasan batu permata safir dan mahkota Ruleorum. Kini berubah menjadi serba merah dan berhiaskan batu permata ruby dengan mahkota yang ada simbol timbangan dan batu permata ruby disekelilingnya.


"Kau lihat, kan?! dia hanya membangkitkan kekuatan Sanguiber saja. Bukan Crudeliattum atau Quiris terkejam dan terkutuk seperti yang kau bayangkan." kata Raja Aluias bersamaan dengan suara sorakan semakin keras terdengar.


Jubah Felix terus berkibar sementara masih berada diatas tumpukan tubuh iblis yang telah dibantainya dengan cara keji.


"Tidak, bisa kurasakan ... kalau Felix memang memiliki potensi menjadi Crudeliattum. Apa kau pernah melihat ada Caelvita yang cara membunuhnya seperti ini?!" kata Ratu Sanguiber.


"Jadi, kau mau bagaimana?! membunuhnya setelah semua ini berakhir?!" kata Raja Aluias kelihatan tidak terpengaruh dengan perkataan Ratu Sanguiber dan hanya sekedar mengatakan itu tanpa ada keseriusan didalamnya.


"Sudah seharusnya ... Crudeliattum harus dibunuh. Hanya akan membawa malapetaka pada dunia." kata Ratu Sanguiber.


Raja Aluias mendengar kesungguhan dari kalimat Ratu Sanguiber, "Sudah lama sekali Crudeliattum tidak terlahir lagi. Walaupun ada, Aluias akan langsung memburunya dan membunuhnya ditempat. Kalaupun memang ada lagi sekarang, sangat tidak mungkin itu adalah Caelvita."


"Tapi dia adalah putraku, aku sendiri adalah keturunan dari Crudeliattum terburuk sepanjang sejarah. Bisa saja dia ...." kata Ratu Sanguiber.


"Tidak mungkin ...." kata Raja Aluias menegaskan.


Felix terlihat melompat turun dari tumpukan tubuh iblis yang tinggi itu dengan lompatan yang ringan mendarat mulus dan darah iblis kembali menghujani. Karena Zewhit iblis yang keluar kelihatan langsung dililit oleh darah dan dibuat melayang diatas kemudian dibunuh berulang kali oleh Felix tanpa harus dilihat secara langsung dan hanya terus berjalan maju.


Pasukan Efrain mengubah ukuran tubuhnya kembali menjadi kecil karena dengan ukuran tubuh yang besar lebih memudahkan Felix untuk mengendalikan darah yang tubuh lawan begitu jelas terlihat.


Pasukan Felix perlahan melangkah dan terus mengikuti Felix. Melewati lautan darah dan potongan tubuh iblis serta Zewhit yang masih terus disiksa diatas udara. Hujan darah iblis terus menemani langkah Pasukan Felix yang mendapat semangat baru untuk kembali dalam pertarungan.


"Caelvita kali ini ... akan menjungkir-balikkan dunia. Tidak bisa kubayangkan apa yang bisa dilakukannya dimasa depan dengan kekuatan yang terus berkembang seiring waktu berlalu. Saat ini saja, sudah sekuat ini ... apalagi nanti." kata Earl terus merinding ngeri.


...-BERSAMBUNG-...