
Cain akhirnya mengerti kekhawatiran Ratu Sanguiber tentang ayahnya ini. Baru saja Cain bertemu dengannya beberapa menit, tapi perasaan sayang Cain sudah tumbuh begitu besar.
Dokter Mari hanya mengamati dari jendela, melihat bagaimana pertemuan bersejarah Cain dan Ayahnya itu.
"Menghilang disini? memangnya apa yang ... Ay ... yah ... lakukan disini?!" tanya Cain masih asing menyebutkan kata Ayah.
"Setelah mendengar berita kalau Caelvita-118 akan meninggal, hal pertama yang kupikirkan adalah aku harus membawamu pergi dari Mundebris. Membiarkanmu tumbuh besar di Istana Aluias tanpa Viviandem adalah hal buruk. Walau akan ada Anaevivindote dan Unimaris tapi menurutku mereka bukanlah yang pantas kau lihat dan contohi dalam masa pertumbuhanmu." kata Ayah Cain.
"Dan membawaku ke panti asuhan adalah yang terbaik?!" tanya Cain.
"Setidaknya kau bisa dibesarkan oleh manusia, bukan hewan." jawab Ayah Cain tertawa.
"Aku tidak tahu memang apa akan menjadi seperti diriku yang sekarang kalau tumbuh besar di Mundebris. Tapi maaf, aku tidak tahu kalau ada alasan seperti itu ... yang kubayangkan selama ini hanya terus alasan buruk." kata Cain merasa bersalah selama ini terus memikirkan hal buruk karena dititipkan di panti asuhan.
"Memang, tidak ada salahnya kau berpikir begitu dan panti asuhan memang selalu saja dipandang sebelah mata. Makanya terlebih lagi bagi yang memang tinggal di panti asuhan juga akan memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang orang lain pikirkan tentang panti asuhan. Tapi, dari yang kulihat kau tumbuh dengan baik. Kepribadianmu juga tidak begitu buruk dari yang kubayangkan ...." kata Ayah Cain disambut tawa oleh Cain. Entah kenapa Cain dengan mudah tertawa dengan apa yang diucapkan ayahnya.
"Kenapa tidak menitipkanku di saudari ibu saja ...." kata Cain melihat Dokter Mari yang terus mengamati dari dalam panti.
"Entahlah ... tumbuh bersama Leaure memang sangatlah baik tapi aku tidak ingin kau terlalu baik." Ayah Cain tertawa kecil, "Memandang dunia ini dari sudut pandang Leaure adalah hal yang salah menurutku. Kehidupan tidaklah terlalu baik pada orang baik. Bukannya aku ingin kau menjadi penjahat dan malah ditangkap oleh Aluias ... tapi aku hanya ingin kau berada ditengah-tengahnya saja. Tidak terlalu baik dan tidak terlalu nakal juga tentunya ... hahaha ... supaya kau tidak mudah terbawa arus kerasnya kehidupan. Dan ... menurutku disinilah tempat yang tepat."
"Marissa memang besar disini, tapi dari yang kuamati dia sangatlah sibuk di Mundebris. Tidak kusangka kalau dia memilih meninggalkan semua pekerjaannya untukmu atau seperti yang diharapkan memang dari seorang Leaure. Orang lain saja selalu dibantu apalagi yang memang keluarga ...." kata Ayah Cain lagi sambil mengitari panti asuhan.
"Jadi, maksudnya ... ayah tahu kalau disini bibi tumbuh besar dan menitipkanku disini juga?!" tanya Cain.
"Aku sudah memberitahunya memang lewat surat kalau aku akan menitipkanmu disini. Kukatakan agar dia hanya datang sesekali saja melihatmu. Membiarkan agar kau tumbuh besar sendirian dengan caramu sendiri." kata Ayah Cain.
"Seakan kepribadian bisa diubah begitu saja?! kenyataan bahwa aku ini Setengah Leaure dan Setengah Aluias sudah menjadi patokan bagaimana orang lain memandangku." kata Cain.
"Itu memang adalah poin utama, tapi sebenarnya lingkungan adalah yang paling penting dalam pembentukan kepribadian. Bukan hanya kau dari keturunan mana yang penting tapi kau hidup di lingkungan mana lah yang penting. Bahkan keturunan Sanguiber pun kalau tinggal di lingkungan Leaure tidak akan menjadi Sanguiber pada umumnya. Mungkin memang tetap akan ada ciri khas kepribadian Sanguiber yang tertinggal tapi itu tidaklah mendominasi. Makanya aku ingin kau tumbuh besar bukan di Mundebris tapi di Mundclariss, Dunia Kaum Manusia sebelum memasuki Dunia Quiris berada. Bagaimana menurutmu?! kau boleh jujur! katakan kalau menurutmu keputusanku ini salah." kata Ayah Cain.
"Aku tidak tahu ...." kata Cain dengan ekspresi kebingungan. Benar-benar tidak tahu apa kepribadiannya sudah seperti yang ayahnya harapkan atau tidak.
"Kau membuatku panik saja ...." Ayah Cain tertegun melihat respon Cain yang seperti itu.
"Ayah sendiri besar dimana?!" tanya Cain menganalisa ayahnya yang sepertinya tidaklah tumbuh besar di lingkungan Aluias.
"Aku tumbuh besar di Bemfapirav, adikku di Mundclariss. Hanya kakakku yang sekarang menjabat sebagai Raja Aluias yang tinggal di Mundebris." kata Ayah Cain menjelaskan lebih dari yang ditanyakan Cain.
"Ap ... apa?! jadi ... aku ini sepupu Felix?!" Cain heboh sendiri.
"Felix?! jadi dia diberi nama Felix?! Caelvita sekarang ini?!" kata Ayah Cain lebih heboh lagi.
"Ayah tidak tahu?!" tanya Cain.
"Aku hanya sibuk mengurusimu, mana mungkin tahu dengan yang lainnya. Mempersiapkan kepindahanmu ke Mundclariss adalah yang utama untukku.Tapi dari yang kau katakan ... sepertinya yang mengurusi kepindahan Caelvita-119 adalah adikku yang tinggal disini." kata Ayah Cain.
Akhirnya Cain sepenuhnya mengerti, foto laki-laki yang ada disamping ayahnya memang sudah diketahui bukanlah ayah Felix melainkan adalah adik ayah Felix atau Aluias bersaudara. Dua adik dari Ayah Felix semua yang berada di foto yang dilihat oleh Cain di Perusahaan Carlton Group waktu itu.
"Kini banyak teka-teki terpecahkan ...." kata Cain mengingat kejadian masa depan yang pernah dilihatnya tapi tidak mengetahui siapa identitas dari Quiris yang dilihatnya.
...****************...
Sementara itu, dibagian Penjara Aluias tiba-tiba terjadi kegaduhan.
"Tidak, kita laporkan dulu pada Raja."
Sebagian besar petugas Aluas di Kantor Aluias yang berada disisi lain Panti Asuhan Arbor terlihat sibuk menyiapkan diri untuk menemui Raja Aluias di Istana dan memberi tahu laporan mendesak. Sisanya tetap berada disana untuk tetap tinggal agar aktivitas kantor tetap berjalan dan tetap ada yang menjaga juga kemananan di kantor.
Daerah sekitar Kerajaan Aluias sudah ramai oleh Para Viviandem Aluias yang sudah beraktivitas normal. Dengan kedatangan Aluias yang terlihat dengan wajah serius dan kedatangan yang sangat heboh karena menggunakan perubahan bentuk agar bisa berlari cepat tidak mengalihkan dan mengganggu aktivitas Viviandem yang sibuk disepanjang jalan. Mereka semua hanya sibuk dengan aktivitas masing-masing tanpa memperdulikan Nedolum yang lewat.
Pintu gerbang istana terbuka dan Pengawal Istana datang menyambut untuk mengetahui apa tujuan Nedolum datang ke Istana.
"Ini tentang Raja Neraka yang kita tangkap ...." ucapan itu langsung menjadi free pass untuk segera menemui Raja Aluias tanpa halangan apapun.
Cairo yang sedang berjalan-jalan di sekitar istana melihat itu penasaran apa yang sedang terjadi dan berniat mengikuti diam-diam agar bisa mendengar apa yang sedang terjadi.
Semua Nedolum berdiri tegap memberi hormat dan memberi salam pada Raja Aluias. Walau ragu tapi salah satu Nedolum memulai, "Sepertinya kita ditipu ... Yang Mulia."
"Ditipu?!" tanya Raja Aluias.
"Yang kita tangkap bukanlah Raja Neraka tapi hanya bawahannya saja. Seseorang yang kita kira Raja Neraka ternyata hanyalah Iblis biasa." Nedolum yang melaporkan menunjukkan wajah Iblis Biawak yang sudah meninggal di dalam penjara.
"Sudah kuduga ada yang aneh, kukira dia hanya menurut saja karena Caelvita-118 yang tiba-tiba muncul. Ternyata, memang ... dia tidaklah menggunakan semua kekuatan penuhnya karena bukan menggunakan tubuh aslinya." kata Raja Aluias.
"Apa yang harus kita lakukan?! apa kita harus melaporkan ini pada Caelvita?!" tanya Nedolum.
"Tidak, kita rahasiakan ini dulu. Jangan sampai terdengar oleh siapapun!" kata Raja Aluias.
"Tidak ...." Cairo menahan amarahnya menyesalkan kenapa tidak membunuh Efrain saat itu juga, "Aku harus memberitahu Felix soal ini."
...- TAMAT -...
UNLUCKY, season pertama dari kisah Felix dan kawan-kawan sampai disini. Bagaimana Felix dan Cain mencari jati diri dan menemukan identitas mereka yang sebenarnya. Bagaimana Tan, Teo dan Tom yang hanya seorang anak manusia biasa menjadi Alvauden dan menerima takdir besarnya. Semuanya dimuat dalam UNLUCKY. Semoga terhibur dengan novel pertama saya iniπ dan tentunya tidak kecewa dengan akhirnya. Karena kisahnya akan tetap berlanjut jadi tetap ikuti kisah selanjutnya dari mereka ya!π
Terimakasih saya ucapkan untuk semua fans, baik itu Gold Fans, Silver Fans dan pembaca setia lainnya, juga pada pembaca baru. Tanpa kalian, saya tidak akan semangat untuk menyelesaikan novel ini. Terimakasih sudah memberi dukungan positif dengan memberi gift, vote mingguan, komentar yang membangun, tidak lupa juga selalu menekan like disetiap episode. Terimakasih banyak ... π
Sampai jumpa di season dua dengan judul β‘'THUNDEROUS'π₯ tentunya tidak akan kalah serunya juga dan disana Felix dan kawan-kawan juga sudah memasuki Masa SMP.
UNLUCKY tamat dengan 565 Episode.
Bintang 5 βββββ
Popularitas 466,5 K π₯
Like 28,3 K π
Favorit 1099 β€οΈ
Hadiah 35652 π
Vote 373 π«
Komentar 2744 π¬
Berdasarkan hasil ditanggal 10 Agustus 2022 saat masih espiode 562, 3 episode lagi sebelum tamat hari ini di tanggal 13 Agustus 2022.