
Felix berjalan dengan membungkuk dan kaki yang tidak bisa diajak bekerjasama. Ingin Felix berlari ke arah batu permata yang ditanam itu tapi semua anggota tubuhnya seakan melawan apa yang diperintahkan otaknya. Beberapa kali Felix terus terjatuh karena pusing dan penglihatannya kabur. Tapi tiap kali jatuh, Felix langsung berdiri lagi. Batu permata itu hanya sejauh 10 meter tapi terasa seperti perjalanan 10 kilo meter bagi Felix.
Melawan Iblis tingkat tinggi itu sendirian memang mustahil untuk kekuatannya yang sekarang. Terlebih lagi Iblis Ular itu menyerang secara membabi buta. Bahkan melawan Efrain saja tidak sesulit seperti yang dilakukan Iblis Ular tadi. Tapi memang Iblis dari klan ular adalah prajurit kelas berat yang bertanggung jawab untuk membunuh pengkhianat dari dalam kerajaan.
Cara bertarung mereka betul-betul tidak mengenal ampun, setidaknya jika bertarung dengan Efrain atau Ditte mereka mau diajak bicara tapi Iblis Ular ini hanya terus menyerang tanpa ada jeda untuk memikirkan langkah selanjutnya.
Penglihatan Felix sudah hitam dan langsung terjatuh tidak sadarkan diri tepat di atas batu permata Imperial Topaz. Darah Felix mengalir dengan derasnya memenuhi batu permata yang ditindih oleh Felix itu.
Muncul semburan air dari permukaan tanah tak jauh dari tempat Felix berada dan muncullah ular dengan mata merah. Perlahan mata ular itu berubah menjadi jingga dan tubuhnya berubah menjadi sosok semula yakni dengan kepala ular dan tubuh seperti manusia yang punya tangan dan kaki serta berdiri layaknya manusia pada umumnya. Posturnya yang tinggi besar dan tegak itu mulai memanggil pedang yang tertinggal di Mundclariss. Pedang yang masih memiliki bekas darah Felix. Iblis Ular itu berjalan perlahan menuju Felix dengan menjilati darah Felix yang tertinggal di pedangnya itu.
"Berhenti!" muncullah seseorang yang datang tepat di depan Felix berada membuat Iblis Ular itu berhenti.
"Kukira kau sudah mati ...." kata Iblis Ular.
"Kukira Iblis Klan Ular tidak ikut campur dengan masalah lapangan. Cari saja pengkhianat yang ada di dalam kerajaan seperti yang biasa kau lakukan. Kenapa tiba-tiba kau keluar kandang dan mengacau?!" kata Seseorang yang memakai pakaian serba biru safir dan busur panah di tangannya yang bertuliskan 'Sagittarius #1'.
"Adikku meninggal, sudah menjadi kewajiban kaum iblis untuk membalas dendam." kata Iblis Ular.
"Bukankah kau tidak menyukainya, dari awal kau tidaklah menginginkan seorang adik." kata pemilik busur Sagittarius #1.
"Aku hanya menggantikan orangtuaku, kalau mereka yang ke Mundclariss ... bukan hanya satu desa tapi satu dunia akan dibunuhnya untuk membalaskan dendam." kata Iblis Ular.
"Kaum kalian memang tidak bisa dikalahkan kalau soal dendam ... jadi? apa kau berniat membunuhnya juga?" Pemilik busur Sagittarius #1 itu menunjuk Felix.
"Aku hanya ingin memindahkannya dari atas batu itu, aku sudah membantai manusia ... jangan buat kemenanganku ini menjadi sia-sia." kata Iblis Ular.
"Kalau begitu, mau adu duel denganku dulu? aku tidak akan membiarkanmu lewat semudah itu, kawan!" kata Pemilik busur Sagittarius #1.
"Hahh ... aku sudah lelah! baiklah ... biarkan dia mencabut batu permata itu. Lagipula aku juga tidak terlalu peduli dengan gerbang neraka atau apalah yang akan dibuat Efrain itu." kata Iblis Ular mengalah dan berbalik pergi, "Aku pulang, Eddie!" kata Iblis Ular menaruh pedang di atas bahunya.
"Sebaiknya kita jangan bertemu lagi Val!" kata Pemilik busur Sagittarius #1.
"Buat apa aku bertemu denganmu lagi! aku terpaksa ke Mundclariss dan mencium bau manusia yang sangat aku tidak suka itu karena kewajiban membalas dendam saja ... aku lebih suka berada di dalam istana dan membunuh para pengkhianat di kerajaan." kata Val.
Pemilik busur Sagittarius #1 dengan nama panggilan Eddie itu menahan tawanya mendengar perkataan sahabat lamanya itu, "Ada yang datang?" Eddie segera pergi darisana setelah mendengar suara percakapan mendekat.
"Felix!" teriak Tiga Kembar serempak saat melihat Felix tergeletak tidak sadarkan diri.
"Tunggu, jangan pindahkan dulu! batu permata itu belum tercabut." kata Tom.
"Ada kemungkinan ratusan korban, kau pikir darah Felix seorang bisa menjadi korban pengganti?! setidaknya untuk mencabut batu permata ini, Felix harus bolak-balik untuk meneteskan darahnya ... memerlukan banyak darah untuk mencabut batu permata ini." kata Tan.
"Kita tunggu saja dulu sebentar ...." kata Tom.
"Apa maksudmu? kau mau menunggu sampai Felix mengalami syok karena kekurangan banyak darah?!" kata Tan.
"Tidak, lihat ...." Tom menunjuk sinar batu permata yang mulai muncul dari balik tubuh Felix yang menutupi batu permata itu.
"Berhasil?!" kata Tan heran.
"Bagaimana kau tahu kalau ini akan berhasil?" tanya Tan melihat batu permata itu mulai mengangkat tubuh Felix.
"Kau sendiri kenapa membiarkan Felix kesini sendirian dan membiarkannya menjadi korban pengganti disaat kondisinya seperti ini dan kau sudah tahu korban yang meninggal ada banyak ...." kata Tom.
"Kau sendiri bagaiamana kau tahu kalau ini akan berhasil?" tanya Tan setelah meemeriksa keadaan Felix yang masih belum sadar tapi lukanya sudah sembuh.
"Felix tidak akan melakukan sesuatu yang menurutnya tidak akan berhasil. Jadi dia pasti melakukan ini karena yakin akan berhasil ...." kata Tom.
"Tunggu, bau apa ini?" Tan mengendus-endus mencari asal bau aneh yang diciumnya itu.
"Apa yang kau lakukan?" kau sudah gila?!" kata Tom heran melihat Tan mengendus-endus tanah.
Suara bunyi tubuh terjatuh mengalihkan perhatian Tan. Teo pingsan, Tom dan Tan segera berlari membantu saudaranya itu. Teo yang masih memiliki sisa buah-buahan yang belum dikunyah di dalam mulutnya jatuh pingsan. Penampilan Teo yang pingsan itu tidak bisa membuat Tan dan Tom tidak bisa menahan tawa.
"Maaf, Teo!" kata Tan mulai berusaha menahan tawanya.
Sedangkan Tom masih tertawa keras sambil menyeret tubuh Teo untuk mendekat di tempat Felix berada.
Tan mengobati luka Cairo terlebih dahulu, kemudian memeriksa keadaan Felix. Teo belakangan karena Tan tahu kalau Teo begitu hanya karena kelelahan saja. Sedangkan Tom sudah selesai merawat lukanya sendiri dan mulai merawat luka Tan yang sudah selesai merawat Cairo dan Teo.
"Apa yang terjadi di Mundclariss sekarang ya?" tanya Tan mulai berbaring.
"Sepertinya Mertie membantu kita ...." kata Tom.
"Dia yang memanggil bala bantuan, ya?" tanya Tan.
"Sepertinya begitu ...." kata Tom.
Sementara itu Mertie masih berada di atas pohon masih takut untuk turun, "Hahh ... aku mengantuk sekali!"
Korban yang berhasil selamat semuanya sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat tentunya dengan diawasi oleh anggota Y.B.I jaga-jaga jika mereka menceritakan sesuatu tentang kejadian itu.
Pembersihan di desa itu dilakukan hanya oleh pasukan khusus anti ******* yang sudah terlanjur datang dan jumlah anggota Y.B.I semakin bertambah datang ke desa itu. Sambil membersihkan, mereka juga berkeliling menyelidiki tiap sudut desa.
Warga desa yang menjadi korban itu dikuburkan di dalam hutan tepat di tempat sumur yang akan digali dan jasad korban yang dibunuh oleh Lucy juga ditemukan. Kayle menjelaskan apa yang kemungkinan terjadi pada jasad korban yang ditemukan itu. Akhirnya korban itu bisa diberi kuburan yang layak bersama dengan korban lainnya.
"Kita harus menyisir daerah ini!" kata Kayle.
"Tali ini untuk apa? apa ada yang diikat disini?" tanya salah satu Anggota Y.B.I yang mengumpulkan 11 tali yang terikat di pohon dekat penggalian kuburan berada.
"Apa ada yang kerasukan disini?" tanya Kayle panik, "Sepertinya kita harus memeriksa jumlah penduduk desa."
...-BERSAMBUNG-...
Selamat tahun baru 2022🥳🎉
Awali memasang kalender baru dengan doa semoga pandemi Corona sudah berakhir di tahun ini🙏 dan semuanya sudah bisa kembali normal seperti dulu lagi.
Semua orang sangat menderita karena pandemi yang seperti tidak ada habisnya ini. Hari, minggu, bulan, tahun berlalu begitu cepat rasanya semenjak tahun 2020.
2020-2021 berlalu begitu saja, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Semenjak pandemi perayaan tahun baru ditiadakan, keramaian ditiadakan, hari raya ditiadakan atau dibatasi jumlahnya, sekolah dan perguruan tinggi diliburkan, kerja dari rumah.
Semoga tahun ini semuanya sudah bisa kembali normal. Mungkin tidak langsung begitu saja tapi perlahan ... biar pelan yang jelas pasti🤗 semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala penyakit😷🙏
Semoga tahun ini semua pembaca UNLUCKY bisa LUCKY! Urusan dimudahkan dan dilancarkan apapun yang ingin dicapai💞