UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.174 - Memilih Kandidat



"Tidak kusangka kau menyembunyikan sebanyak ini dariku!" kata Cain dalam hati menatap tajam Felix.


"Apa maksud tatapan itu?! kau sedang memakiku ya?!" kata Felix tersinggung melihat tatapan Cain.


"Kita mulai dari pasangan pertama, Adelio dan Donahue. Aku pilih Adelio! dia sering menang di kejuaraan lomba matematika. Aku yakin nanti dia akan berguna bagi Yardley!" kata Cain.


"Sejak kapan kau jadi peduli dengan tanah air?!" kata Felix sarkastik, "Aku memilih Donahue! Kau tidak lihat saat kita ke rumahnya malam ini? bagaimana dia begitu berusaha keras agar bisa hidup. Bahkan istrinya membantu dan tidak berhenti bersujud di hadapan pemujaan yang tidak berguna itu tak henti-hentinya. Dia adalah sosok tulang punggung keluarga dengan satu putri. Kau pikir bagaimana istri dan anaknya akan hidup kalau Donahue mati?" kata Felix.


Cain terdiam beberapa saat, Felix ingin melanjutkan tapi menunggu keputusan Cain untuk menyetujuinya. Bagaimanapun juga sebenarnya Felix ingin menghormati keputusan apapun yang diambil Cain karena tahu kalau Cain pasti mengambil keputusan terbaik dibanding dirinya yang terkadang berdasarkan realita bukannya perasaan. Walau harus dengan membantah, itu juga agar Cain lebih gigih lagi dalam membantah Felix kembali.


"Aku mengerti maksudmu tapi Adelio juga merupakan putra berharga dari keluarganya!" kata Cain.


"Putri Donahue adalah saingan dari Adelio. Walau selalu dikalahkan dengan menempati juara dua tapi kehilangan Adelio tidaklah merusak generasi emas karena akan ada saingannya yakni Putri Donahue untuk meneruskan yang kau namakan berguna bagi tanah air itu!" kata Felix.


"Kau sedang mengajakku berkelahi kan?!" kata Cain tersinggung dari nada bicara Felix.


"Kau punya alasan lain?!" kata Felix menantang.


"Menurutmu dia akan lebih baik dari Adelio? maksudku Putri dari Donahue itu?" tanya Cain.


"Cobalah berpikir logis Cain! kau memilih anak 18 tahun demi masa depan negeri tercintamu ini dibanding seorang kepala keluarga yang merupakan tulang punggung untuk menafkahi keluarganya!" jawab Felix.


"Adelio adalah anak semata wayang yang lama ditunggu kehadirannya. Menurutmu keluarganya akan baik-baik saja?!" kata Cain.


"Dengan mengambil kepala keluarga akan membuat satu keluarga hancur. Tapi dengan mengambil anak tunggal setidaknya perekonomian mereka masih bisa stabil!" kata Felix.


Cain tercengang dengan perkataan Felix, "Ayah meninggal disebut yatim, ibu meninggal disebut piatu. Tapi tidak ada sebutan bagi orangtua yang anaknya meninggal. Kau tahu kenapa? karena itu adalah hal yang sangatlah menyakitkan tidak bisa dikatakan dengan istilah apapun di dunia ini. Memang perekonomian mereka akan stabil tapi lama kelamaan karena anak mereka meninggal pasti mereka akan terpuruk juga ...."


"Maaf Cain, aku akan tetap memilih Donahue!" kata Felix.


Cain hanya mengangguk menerima keputusan dari Felix, "Aku mempercayaimu! pasti mereka akan baik-baik saja kan?!"


"Akan aku pastikan mereka baik-baik saja!" kata Felix.


1̶.̶A̶d̶e̶l̶i̶o̶ ̶(̶1̶8̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ ̶ - Donahue (46 tahun)


Cain menghapus air matanya dengan cepat supaya tidak menetes disaat Felix mencoret nama Adelio.


"Sekarang pasangan kedua, Casimira dan Fredella. Kau memilih siapa?" kata Felix.


"Percuma kau meminta siapa pilihanku kalau ujung-ujungnya kau hanya memilih sesuka hatimu!" kata Cain.


"Cain! kau pikir aku suka melakukan ini?! inilah kenapa aku lebih baik mengerjakannya sendiri ... tapi aku menghormati dengan membuatmu ikut serta dalam permainan ini. Bagaimanapun juga kau berperan penting dalam membantah pilihanku. Makanya bantah pilihanku sampai aku memilih pilihamu!" kata Felix tegas.


"Bagaimana bisa aku melakukan itu? disaat pilihanmu adalah yang terbaik ...." kata Cain kehilangan semangat.


"Cain ... kau tahu bagaimana Zeki dan Efrain saat pertama kali melakukan permainan ini? mereka hampir bunuh diri setelah permainan berakhir dengan ikut bersama para pemain yang meninggal untuk berjalan di jembatan Ruleorum tapi kau lihat bagaimana mereka melakukan permainan ini sekarang kan? mereka sudah terbiasa! kaupun akan begitu ...." kata Felix.


"Tidak akan ada kata terbiasa dalam permainan ini!" kata Iriana.


"Diam kau!" kata Felix.


Cain tidak percaya kalau disuruh diam oleh Felix, "Aku sedang tidak berbicara denganmu!" kata Felix.


"Pilihanku Casimira!" kata Cain.


"Baiklah!" kata Felix langsung mencoret nama Fredella.



Casimira (27 tahun) - F̶r̶e̶d̶e̶l̶l̶a̶ ̶(̶2̶1̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶



"Aku tidak percaya bisa satu pilihanmu denganmu!" kata Cain.


"Kau itu orang yang seperti itu!" kata Cain.


Felix hanya bisa menggigit bibirnya menahan kekesalannya, "Pasangan ketiga, Hara dan Jomei! aku memilih Hara ...."


"Dia yang punya penyakit jantung itu kan?" tanya Cain.


"Iya, dia harus melakukan transplantasi agar bisa hidup!" jawab Felix.


"Bukankah dengan memilihnya seperti berjudi? bermain untung-untungan. Bagaimana kalau tidak ada donor jantung?" kata Cain.


"Sejak kapan kau jadi pesimis begini?!" kata Felix.


"Sejak kau selalu menentang pilihanku!" kata Cain.


Felix tertawa, "Jangan khawatir, besok dia akan mendapat donor jantung juga!" kata Felix.


"Jangan bilang kau mau memberikan jantung Jomei yang ditukar kematiannya itu?!" kata Cain.


"Kau pikir aku setega itu! memberikan jantung pada orang yang sudah ditukar kematian dengannya. Ransi mendaftarkan dirinya di program donasi organ jika meninggal!" kata Felix.


"Kau bahkan sudah tidak memilih Ransi?! jangan bilang kau tidak memilihnya untuk membuat Hara mendapat donor jantung?" kata Cain tidak percaya Felix sudah mempertimbangkan hal itu.


"Ransi tidak akan berumur panjang! umurnya memang hanya sampai akhir tahun ini ... tapi tahun depan dia bisa langsung terlahir kembali, begitu yang dikatakan Kemp ...." kata Felix.


"Kalau kau bilang begitu, aku bisa apa!" kata Cain menyerah.


"Mudah sekali untuk menjatuhkan mentalmu!" kata Felix menyindir.



Hara (23 tahun) - J̶o̶m̶e̶i̶ ̶(̶7̶6̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶


R̶a̶n̶s̶i̶ ̶(̶2̶4̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Salaga (48 tahun)



"Kau sedang mengospek ku atau apa?!" kata Cain kesal.


Felix menyeringai, "Pasangan keempat, Larrimore dan Niscala! aku memilih Larrimore, bagaimana denganmu?"


"Jangan tersenyum, menyebalkan!" kata Cain, "Bagaimana bisa kau sudah memilih semua kandidatmu?!" sambung Cain tidak habis pikir kapan Felix memilih semua kandidatnya.


"Aku juga tidak memikirkannya dalam semalam! sudah kupertimbangkan matang-matang semua yang akan kupilih, bahkan sebelum kalian mulai memantapkan hati mengikuti permainan ini ...." kata Felix.


"Kupikir kau itu orangnya lemah dan harus ada aku disisimu untuk membantu tapi dengan kau menunjukkan ini semua ... tandanya kau tidak membutuhkanku sama sekali ...." kata Cain.


"Kau sedang ngambek ya?!" tanya Felix menahan tawa.


"Tidak ... hanya saja aku harus memikirkan kembali apa bisa berguna untukmu ...." jawab Cain.


"Kau tahu betul aku ini hanya orang yang berpura-pura kuat ... jujur aku ingin lari dari permainan ini Cain ... tapi mau bagaimana lagi aku adalah Caelvita. Disaat Haera mengatakan kalau Efrain berniat menghidupkan Iriana, aku bahkan tidak merasa takut sama sekali ... karena rasanya akan lebih baik jika begitu ... aku bisa terlepas dari permainan ini!" kata Felix.


"Selama aku hidup, kau tidak boleh mati! aku minta maaf karena selalu terbawa perasaan ... mau bagaimana lagi, ini sudah bawaan. Tapi mau aku ini Leaure sekalipun tidak akan membuatku memilih orang lain disaat kau lebih butuh bantuanku ...." kata Cain.


"Jadi bisa kita mulai lagi?" tanya Felix.


"Aku memilih Niscala!" jawab Cain.


"Kau berbicara seakan kau memihakku tapi nyatanya kau membantah pilihanku lagi ...." kata Felix kesal.


...-BERSAMBUNG-...