UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.250 - Kemunculan Cain



Dengan mendongakkan kepala memandang ke atas langit melihat perubahan bulan yang tadinya hanya setengah berubah menjadi penuh setelah Felix menginjakkan kaki keluar dari gerbangnya dan masuk ke dalam Mundebris. Felix masih terus takjub melihat fenomena itu walau sudah berulang kali terjadi di depan matanya terlebih lagi itu terjadi karena kehadiran dirinya.


Semua tanaman menghirup napas dalam melihat bulan purnama itu. Felix melangkahkan kakinya lagi hari ini. Dari sekian hari ia habiskan untuk menyelidiki kemungkinan Cain berada dimana. Terkadang Felix bahkan berjalan tanpa arah tujuan dan hanya terus berjalan sambil melamun tanpa tujuan sampai jam alarm Mundclarissnya berbunyi menandakan ia harus segera keluar dari Mundebris untuk memulai kehidupan sebagai manusia normal lagi di Mundclariss.


"Cain, kau ini sebenarnya ada dimana?" Felix berbicara sendiri.


"Tuan Muda!" sapa salah satu tanaman.


Felix mencari asal suara itu, kemudian tanaman yang lainnya membantu dengan menunjuk.


"Kau yang memanggilku?" tanya Felix.


"Iya Tuan Muda!" sahut Tanaman kecil yang tersembunyi dari tanaman lain yang besar disekitarnya. Tanaman besar disekitarnya menyingkir dengan membengkokkan diri agar tanaman kecil itu bisa terlihat.


"Ada apa? sepertinya ini pertama kalinya aku melihat tanaman sepertimu ...." kata Felix.


"Jenis saya memang langka, Tuan Muda ... Pahevihiem hanya bisa tumbuh di tanah yang dingin. Kebetulan saat ini cuaca Mundebris masih tahap penstabilan sehingga masih mengikuti cuaca di Mundclariss yang saat ini juga musim dingin ... kalau Tuan Muda sudah menjadi Caelvita resmi, cuaca akan mengikuti suasana hati Tuan Muda ...." kata Tanaman itu.


"Haha ... namamu siapa? maksudmu kau ingin agar nanti aku harus selalu sedih supaya salju terus turun begitu?" tanya Felix.


"Nama saya Beatrice, Tuan Muda ... saya berharap bisa begitu sih Tuan Muda tapi maksud saya ada yang ingin saya sampaikan!"


"Bukan karena itu? jadi karena apa?" tanya Felix.


"Saya dengar Tuan Muda mencari Alvauden Cain!" kata Beatrice membuat Felix kaget.


"Jangan bilang ada jenismu yang melihatnya?" tanya Felix tidak sabaran.


Tanaman dan Hewan di Mundebris yang merupakan jenis yang sama memiliki ikatan batin antara sesama jenisnya. Sehingga bisa berkomunikasi walau dengan jarak sejauh apapun.


"Katanya ada sekilas yang melihat tapi menghilang lagi dalam sekejap ... tapi jenis saya dengan yakin mengatakan kalau itu Alvauden Cain." jawab Beatrice.


"Dimana lokasi jenismu yang melihat itu?" tanya Felix.


"Di pinggiran sungai Ruleorum, di bawah jembatan!" jawab Beatrice.


"Apa yang dia lakukan disana? tunggu ... muncul dan hilang dalam sekejap katamu? apa dia sudah selesai menjalani masa hukuman? jika ... yang dikatakan itu benar, Cain saat ini selalu memakai garis pelindung makanya tidak terlihat. Saat tiba-tiba terlihat dan menghilang dalam sekejap itu biasanya hanya saat tidak fokus atau sedang kelelahan. Sepertinya garis pelindungnya juga sudah naik level, makanya aku tidak bisa melihatnya ... tidak! bagaimanapun juga mataku tidak bisa ditipu ... Cain tidak mungkin bersembunyi dariku hanya dengan menggunakan garis pelindung. Tunggu ... bersembunyi? buat apa juga dia bersembunyi dariku?" Felix terus berbicara sendiri, "Ah ... maaf! aku jadi lupa berterimakasih ...."


"Tidak apa-apa Tuan Muda ...." kata Beatrice tertawa kecil.


"Aku tidak bisa menjanjikan untuk bisa bersedih terus nantinya tapi salju tidak hanya turun ketika aku bersedih karena salju juga turun saat aku tiba-tiba bahagia juga atau aku memang menginginkannya turun ...." kata Felix.


"Tidak apa-apa Tuan Muda, ada peri yang biasanya membantu memindahkan kalau ada masalah ...." kata Beatrice.


"Sepertinya aku harus baik-baik dengan para peri ...." kata Felix tersenyum.


"Tuan Muda bisa sehat saja sudah menjadi bonus untuk kami semua ... kalau Tuan Muda sakit, kami juga akan merasakan hal yang sama ...." kata Beatrice tersenyum.


"Kalau bertemu jenis Meumnerapaget, mereka bahkan tidak membiarkanku melangkah kalau belum memakan buahnya ...." kata Felix.


"Tidak, kau itu lebih cocok menjadi Pahevihiem! lagipula kalau boleh jujur, aku tidak suka buah Meumnerapaget ... tidak ada rasa sama sekali!" kata Felix terus saja mengobrol walau sebenarnya dalam hati Felix sudah ingin langsung terbang ke tempat Cain muncul itu. Tapi bagi Felix menjaga hubungan dengan semua tanaman dan hewan di Mundebris juga prioritas utama. Mereka bukan hanya sebagai penduduk Mundebris saja tapi merupakan keluarga bagi Caelvita sendiri.


Setelah lama mengobrol, Felix diam-diam memanggil Duarte datang untuk menjemputnya. Sehingga bisa secara sopan pergi menggunakan kedatangan Duarte sebagai alasan. Felix berangkat ke Daerah Ruleorum tepatnya di Jembatan Ruleorum.


"Padahal Teo, Tan dan Tom sering kesini mengantar roh yang barusaja meninggal. Begitupun Zeki, bahkan Verlin yang malas, kesini juga sesekali ...." kata Felix heran bagaimana bisa mereka tidak bertemu Cain atau seharusnya Cain lah menyapa duluan kalau melihat mereka, "Bagaimanapun juga aku tidak bisa menebak jalan pikiran Cain ... kupikir aku sudah mengenalnya tapi aku masih jauh dari kata itu ...."


Dulu Duarte selalu tidak disambut baik di daerah Ruleorum. Tapi semenjak mereka mengetahui kalau Duarte yang merupakan Unimaris Sanguiber itu adalah Unimaris Sementara Felix, terpaksa mereka harus menerima juga. Walau masih sering bertengkar dengan Duarte.


"Tunggu aku disini, jangan bertengkar!" Felix memperingatkan Duarte dan juga Tanaman Ruleorum yang sudah mengeluarkan duri-durinya sedangkan Duarte sudah menyiapkan kuku panjangnya.


Felix mencari dimana Pahevihiem yang dimaksud Beatrice itu.


"Dibawah sini Tuan Muda!" kata Pahevihiem yang melihat Felix masih mencari.


"Hah? bagaimana aku bisa kesana?" Felix melihat tempat tumbuhnya Pahevihiem itu berada di tempat yang sangat curam. Tidak bisa dilalui dengan cara biasa karena tanahnya miring, "Dimana kau melihat munculnya Cain?" tanya Felix malas untuk turun kesana tapi ada aura yang baru saja lewat membuat Felix yang tadinya tidak ingin turun kesana malah langsung menuruni tanah yang miring itu dengan cepat, "Cain!" teriak Felix tanpa ragu langsung berjalan di atas sungai padahal air sungai di bawah Jembatan Ruleorum sangat berbahaya. Sepatu yang dipakainya perlahan mulai mencair. Air sungai yang melihat itu panik karena takut melukai tubuh Caelvita yang masih manusia.


"Aku tahu kau ada disini, Cain ...." kata Felix yang berhenti di tengah-tengah sungai.


"Tuan Muda, kalau mau berbicara ... lebih baik diseberang saja!" kata Air sungai yang khawatir.


"Cain!" Felix tidak menghiraukan atau lebih tepatnya dia tidak mendengar suara lain sekarang.


"Aku akan datang saat sudah siap!" kata Cain yang hanya terdengar suaranya saja.


Air sungai perlahan membawa Felix sendiri ke seberang jembatan dengan membuat gelombang.


"Siap?" tanya Felix sudah berlinang air mata karena akhirnya tahu apa yang dimaksud Cain.


"Aku baik-baik saja ... hahaha ... hanya saja kalau dilihat tidak terlalu mengenakkan! tunggu saja ... tidak lama lagi!" jawab Cain dengan nada candaan yang selama ini dirindukan Felix.


"Hukuman apa yang kau dapat?" tanya Felix.


"Aku mendapat banyak pengurangan hukuman tapi tetap saja masih mendapat hukuman ...." jawab Cain.


"Aku bisa membantumu!" kata Felix.


"Kau mungkin sudah tahu Felix ... tapi aku paling benci dikasihani! saat muncul dengan penampilan seperti ini ... hanya akan mengundang rasa kasihan saja! padahal aku sudah membuat reputasi sebagai seorang pembantai ... hahaha ... kan tidak lucu!" kata Cain.


"Memangnya apa yang terjadi denganmu?" tanya Felix.


"Kedua tanganku diambil ... tapi tidak apa-apa! aku bisa mengembalikannya lagi! walau butuh waktu tapi aku akan segera kembali dengan kondisi fisik yang sempurna ...." jawab Cain.


"Biarkan aku membantumu!" kata Felix menuju suara Cain berada.


"Aku akan kembali ...." kata Cain hanya memunculkan wajahnya yang tersenyum sebentar kemudian menghilang lagi.


...-BERSAMBUNG-...