UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.421 - Pemandangan Yang Tidak Bisa Dipercaya



Teo merasakan ada yang meluap masuk ke dalam dirinya, "Apa ini? rasanya sejuk sekali ...."


"Seperti yang sudah kuceritakan, apa kau akan menggunakannya sekarang?!" tanya Winn.


"Tidak, simpan saja dulu!" jawab Teo.


"Kau sedang membutuhkannya saat ini, lukamu parah!" kata Winn.


"Belum separah yang membuatku menyia-nyiakan sesuatu yang berharga." kata Teo.


"Aku menunggu melihat bagaimana yang kau katakan parah itu!" kata Winn sarkastik.


Zewhit Kurcaci terlihat tidak menyeramkan lagi tanpa janggut, kumis panjang dan penampilan yang seakan tidak pernah mandi selama ribuan tahun. Melainkan hanya seorang anak kecil yang sedang menangis tersedu-sedu dalam pelukan Osvald.


Demelza menaiki tangga depan pintu rumahnya dan berbalik mengulurkan tangannya. Zewhit Badut meraih tangan Demelza dengan senang hati. Mereka berdua terlihat berjalan masuk ke dalam rumah dengan senyum di wajah mereka. Tentu saja senyum Zewhit Badut sudah tidak menyeramkan lagi. Bahkan sudah tanpa hiasan wajah yang berlebihan, hanya wajah normal tanpa make up dan pakaian khas badutnya saja yang kebesaran.


"Jadi begitu ...." kata Tan mulai duduk dan merenungkan segalanya, "Target pilihan mereka bukan karena Osvald dan Demelza sangat penakut tapi karena mereka berdua punya kemiripan satu sama lain. Zewhit Badut merasakan dirinya mirip dengan Demelza begitupun Zewhit Kurcaci merasakan itu pada Osvald."


"Dan semuanya akan berhenti jika mereka menyadari kelemahan yang merupakan kekuatan terbesar mereka ... untuk terus bertahan hidup itu ...." kata Tom.


"Inilah kenapa Felix menyukai mereka berdua ...." kata Teo sudah tidak heran lagi.


"Mereka menciptakan dunia, bukan hanya untuk mengganggu tapi mencari yang mirip dengan mereka untuk dilatih agar kuat bertahan hidup." kata Tom.


"Lebih tepatnya, mereka tidak ingin ada yang menjadi seperti mereka lagi." kata Tan tertawa sendiri karena ternyata hantu yang termasuk dalam 10 besar paling menyeramkan dalam buku yang pernah dibacanya merupakan hantu yang memiliki rasa perduli seperti ini.


Felix sudah diambang batasnya, tidak bisa lagi menahan Wadi. Begitupun Zeki dan Verlin yang hanya melihat bagaimana Ditte dan Juro 2020 berjalan menjauh menuju tempat Zewhit Badut dan Kurcaci berada.


Rumah Demelza tiba-tiba saja hancur oleh serangan Wadi. Untungnya ada Zewhit Badut yang melindungi Demelza. Ditte yang mendekat ditenggelamkan oleh Zewhit Kurcaci dan Juro 2020 yang ingin menyerang Osvald dihentikan oleh manusia salju yang diciptakan oleh Zewhit Kurcaci.


"Pemandangan yang sulit untuk aku percaya ...." kata Tom.


"Siapa yang melindungi siapa coba?! beberapa saat yang lalu mereka berusaha membunuh kita ...." kata Teo tidak habis pikir.


"Hanya beginikah kemampuan Zewhit yang sangat diinginkan oleh Efrain?!" kata Juro 2020 kecewa saat dengan mudahnya menghancurkan manusia salju yang menghadangnya.


"Aku mengenal mereka lebih baik, mereka tidak pernah menggunakan kekuatan maksimal mereka dalam menggangu target. Dan sepertinya mereka sudah lupa bagaimana menggunakan kekuatan mereka yang sesungguhnya karena selalu saja bersikap lemah lembut tidak mau sampai membunuh tapi akhirnya mereka jadi benar lemah begini ...." kata Ditte.


Tan, Teo dan Tom membagi dirinya untuk membantu Zewhit badut dan Kurcaci.


"Tidak masalah ... dalam pengaruh Efrain, dia akan mengeluarkan kekuatan sesungguhnya." sambung Ditte seperti meralat ucapannya sendiri.


Sebuah cahaya mulai masuk menembus dunia Zewhit itu tandanya di Mundclariss sudah mulai pagi. Memoriasepirav hanya bisa bertahan saat malam jika dibangun di Mundclariss. Tidak seperti di Bemfapirav yang selamanya malam.


"Kalau bertarung dengan dunia Zewhit yang menghilang, sekolah akan hancur ... bukan hanya dengan satu iblis saja tapi ini tiga sekaligus ...." kata Tan.


"Kita harus melakukan sesuatu sebelum dunia Zewhit ini menghilang ...." kata Tom.


"Okey, kalau begitu ... aku coba pakai satu dulu!" kata Teo.


"Apa maksudmu?!" tanya Tan dan Tom bersamaan.


"Ah, apa aku mengatakannya dengan keras?!" Teo mengira dirinya sedang berbisik.


"Racun itu sepertinya membuatmu menjadi berhalusinasi ...." kata Tan.


"Baiklah, ayo lakukan!" kata Winn mengerti dan mulai memunculkan angka dihadapan Teo yang terus teracak hingga berhenti di angka 59.


"Aku tidak menyangka seberuntung ini ...." kata Teo tertawa.


"Aku juga tidak menyangka kau yang biasanya sial tapi beruntung untuk hal seperti ini ...." kata Winn tidak tahu harus tersenyum atau bagaimana.


"Apa maksudmu?! ini bukan kekuatan andalanku ataupun Zeki tapi kekuatan Alvauden!" kata Teo dalam hati yang tentunya ingin sekali diucapkan dengan lantang sambil memegang Moshas dengan kedua tangan kemudian melepaskannya dan membuat jumlah Moshas bertambah seiring melebarnya rentangan tangan Teo.


"Apa ini?! sejak kapan kau bisa melakukan ini?!" tanya Tom.


"Kita lihat ... mana yang berhadiah!" kata Teo dalam hati sambil menyeringai.


Sudah ada 59 Moshas mengelilingi Teo saat ini dan dengan aba-aba tangan Teo, digunakan 10 Moshas untuk maju menyerang Ditte dan Juro.


"Awas! akan ada beberapa Moshas yang berubah atau bisa saja semuanya akan berubah!" kata Ditte memperingatkan Juro 2020.


"Berubah menjadi apa?!" tanya Juro 2020.


Ditte tidak menjawab karena sedang sibuk melawan lima Moshas yang maju kehadapannya. Juro juga demikian tapi ada satu Moshas yang menjadi seseorang mirip Juro 2020 saat ini.


"Kakek?!" kata Juro 2020 kaget.


"Kakek?!" Tan dan Tom lebih kaget lagi.


"Moshas akan berubah menjadi hal yang paling kita takuti atau menunjukkan kelemahan kita. Tapi ...." Ditte berhenti berbicara dan mulai tertawa, "Hanya satu?! biasanya Zeki merubah semua Moshas yang dikeluarkanya." sambungnya.


"Lucu sekali, aku tidak salah dengar kan?! kau terkesan sedang memuji seseorang yang baru saja kau bantai dibelakang sana itu." kata Teo menunjuk Zeki dengan tatapannya.


"Dengar, Alvauden muda ... aku bukanlah lawan yang sepadan untukmu!" kata Ditte menyeringai dan dengan secepat kilat sudah ada dihadapan Teo.


Semua 49 Moshas dikerahkan untuk melawan Ditte. Tapi tidak ada yang berubah, semuanya tetap saja dengan wujud yang sama hingga tinggal satu Moshas yang memang merupakan wujud asli Moshas.


"Sudah kuduga ... kau memang sial!" kata Winn.


Teo hanya bisa memaki dalam hati karena mendapatkan angka besar tapi hanya satu yang berhadiah, "Lotre memang tidak cocok untukku!"


Felix memaksakan dirinya untuk bangkit dengan tubuh sudah penuh luka sayatan. Mustahil mengatakan bahwa Felix masih hidup dengan keadaan seperti itu. Tapi dia adalah Caelvita, meski masih dengan tubuh manusia.


Osvald dan Demelza juga ikut membantu begitupun Tan ,Teo dan Tom tapi semuanya sudah dalam keadaan sangat lelah.


"Seharusnya kau tidak menyiksa kami berlebihan sehingga aku bisa membantumu dengan lebih baik ...." kata Demelza pada Zewhit Badut


"Masih sempat saja kau mengkritik disaat seperti ini ...." kata Tan tidak habis pikir.


"Tidak!" teriak Osvald saat Zewhit Kurcaci kini ditangkap oleh Ditte sementara Juro 2020 masih sibuk melawan perwujudan kakeknya yang merupakan perubahan dari Moshas.


Tak lama kemudian Zewhit Badut juga ditangkap oleh Wadi.


"Lepaskan dia!" teriak Demelza.


Zewhit Badut terlihat merengek meminta untuk dilepaskan.


"Apa kita akan kehilangan mereka?!" Tan merasa tidak adil, semua hal selalu saja dirampas satu per satu oleh Efrain.


"Tidak, Zewhit adalah milikku!" kata Felix yang muncul tiba-tiba dengan Thunderbird yang mengangkatnya terbang, "Bahkan ... semua Zewhit yang sekarang ada bersama Efrain, akan aku bebaskan mereka semua!"


Wadi dan Ditte langsung melepaskan Zewhit yang ditangkapnya karena sebuah kilatan petir langsung menyambar mereka.


"Tidak masuk akal, Thunderbird muncul dan lebih daripada itu berpihak pada Caelvita muda ini ...." kata Juro 2020 tercengang.


"Bukankah sudah kukatakan bahwa kau berpihak pada seseorang yang salah ...." kata Tan hanya menatap Juro 2020 dari kejauhan tapi ekspresinya dengan jelas sedang berbicara mencemooh Juro 2020.


...-BERSAMBUNG-...