UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.509 - Perang Di Dunia Pikiran Part 2



"Pidato yang menggunggah semangat ...." kata Teo menarik napas panjang sebelum memakai masker matahari buatan Banks. Agak menyebalkan mendengar ucapan Felix barusan tapi tidak bisa dipungkiri kalau itu menaikkan semangat berjuang.


Memoriasepirav telah terbentuk sempurna dan sudah terlihat jelas dunia yang ada di dalam sana untuk masing-masing tujuh dari mereka.


"Aku jadi tahu kenapa mereka sangat menginginkan Zewhit Badut dan Zewhit Kurcaci." kata Tom melihat dunia pikiran lain disebelah bisa terlihat tapi ada dinding tidak terlihat yang memisahkan seperti yang pernah dilihat sebelumnya, "Jarang ada yang bisa menggabungkan dunia pikiran dan satu-satunya Zewhit yang melakukan itu adalah Zewhit Badut dan Kurcaci. Tapi ... sepertinya tanpa mereka, semuanya bisa dilakukan juga." Tom menyempatkan berkeliling menganalisa sebelum mendapat serangan.


Felix berada paling tengah, disamping kirinya terlihat ada Teo yang sudah berada di dalam air dan tidak terlihat ada daratan sama sekali.


"Ow, sepertinya ini karmaku karena bolos kelas berenang dua minggu lalu." kata Teo pasrah saat ini perlahan tenggelam.


Disebelah kanan Felix ada Tan yang seperti berada di dalam hutan yang gelap, tidak ada pencahayaan dan banyak kabut mengelilingi.


Tan mencoba menyalakan senter tapi hanya bertahan sebentar kemudian mati. Bahkan smartphonenya yang telah diisi penuh juga kelihatan cepat habis baterainya.


"Kekurangan smartphone zaman sekarang ya ... tidak bisa dilepas baterainya." keluh Tan memakai power bank tapi power bank yang dibawanya juga langsung tidak bisa dipakai padahal juga sudah terisi penuh, "Semakin modern teknologi Mundclariss sepertinya semakin kesulitan untuk dibawa ke dunia supernatural." Tan hanya bisa bersabar dan mencoba menyalakan api dengan cara tradisional yakni dengan membuat obor, "Untung saja ... aku juga mempelajari cara bertahan hidup tanpa teknologi."


Felix kurang jelas bisa melihat siapa disebelah Tan dan Teo karena perbedaan jarak yang jauh dan sepertinya mereka memang sedang berjalan jauh dari jarak yang bisa dilihat. Setidaknya Felix bisa memantau Teo dan Tan menjadi kelegaan tersendiri untuknya. Melihat bagaimana Teo dan Tan melambai kepadanya walau dari dunia pikiran yang berbeda mengatakan kalau baik-baik saja lewat bahasa isyarat membuat Felix bisa sedikit tenang walau sebenarnya sudah ingin buru-buru cepat keluar darisana.


Teo yang terus meninggikkan jempolnya dengan senyuman walau sebenarnya sudah lelah menggerakkan kakinya didalam air agar tidak tenggelam lagi.


Tan yang tidak kelihatan takut berada di dalam hutan yang gelap itu sudah berhasil menyalakan obor dan mulai berjalan menyusuri hutan itu.


Felix sangat bangga melihat kedua sahabatnya sudah begitu berkembang dibanding saat baru pertama kali mengenal dunia Mundebris. Terbilang tidak lama untuk mereka menyesuaikan diri meski diusia yang sangat muda sekalipun mereka terus melatih diri untuk berkembang bukannya melarikan diri dari itu.


Disebelah kiri Teo ada Banks dan disebelah kiri Banks ada Verlin. Disebelah Tan ada Zeki dan disebelah kanan Zeki ada Tom. Begitulah urutan penggabungan tujuh dunia pikiran itu atau lebih tepatnya seperti penjara untuk masing-masing mereka. Harus bisa mengalahkan pemilik Memoriasepirav baru bisa keluar darisana. Atau kalau di Mundclrariss akan lebih dikenal mirip seperti permainan escape room.


Banks berada di dunia yang kelihatan baru saja terbakar. Banks berada di tengah-tengah hutan yang bukan lagi bisa disebut hutan karena pohon kelihatan tumbang sana-sini dan terbakar tidak bisa diselamatkan lagi.


"Sepertinya dunia ini menyesuaikan ... mengetahui aku yang seorang Nucusno pasti akan merasa terganggu jika berada di dalam dunia yang seperti ini." kata Banks mengatakan itu dengan tenang tapi perasaannya gelisah melihat pohon yang banyak habis terbakar. Sudah dicoba untuk mengalihkan pandangan tapi sejauh manapun memandang semuanya sama.


Verlin sendiri sedang berada di depan gerbang masuk Istana Ruleorum, "Lucu sekali ... kau bahkan tidak memperbaruinya, bagaimana mungkin semuanya masih kelihatan sama saat aku meninggalkannya. Kau sungguh mereplikanya sesuai yang sekarang kan?!" kata Verlin teriak protes, "Tapi bisa saja memang masih begini sih ... Ruleorum terkenal kuno dan kaku tidak suka perubahan."


"Tentu saja ... Efrain tahu aku tidak punya hal yang kutakuti sama sekali. Jadi keluarlah! dan ayo kita bertarung! kelihatannya begitupun Felix ... mereka tidak tahu apa yang ditakuti oleh Felix." kata Zeki mencoba melihat dunia pikiran yang ada Felix lewat perantara dunia pikiran yang ada Tan.


Tom berada di dunia pikiran yang merupakan padang pasir. Tom tidak terlalu memaksakan bergerak lagi setelah selesai menganalisa untuk mengurangi penggunaan tenaga yang percuma.


"Aku tidak perlu bergerak, toh ... mereka juga yang akan datang menyerang." kata Tom mulai duduk menunggu dengan Sesemax yang sudah siap sedia.


Tapi beda dengan Felix, kelihatan Felix terus berjalan mencari lawannya. Tidak ada niat untuk menunggu, "Aku tahu ... pasti mereka hanya akan mengulur waktu agar aku terus berada disini. Sehingga aku tidak bisa menyelamatkan mereka ... jadi, aku harus mencari sendiri si buaya itu." kata Felix terus menusukkan pedangnya pada tanah mencari keberadaan Ditte, "Dia pasti ada disekitar sini bersembunyi ... hey! keluarlah! aku tidak punya waktu meladeni kau bermain petak umpet." Felix kehilangan kesabarannya, tiap detik yang berlalu terasa sangat berharga untuk Felix buang begitu saja dengan terperangkap di dalam dunia pikiran yang kenyataannya bukan untuk bertarung melainkan hanya untuk mengurungnya didalam sana.


Felix sudah mencoba keluar tapi Memoriasepirav yang mengurungnya itu sangat kuat. Sangat bisa dimengerti karena banyaknya Zewhit yang digunakan untuk memperkuat Memoriasepirav yang dibuat Ditte itu. Satu-satunya cara adalah mencari Ditte dan mengalahkannya tapi Ditte tidak menunjukkan dirinya dimanapun. Seakan dia sengaja membuat Memoriasepirav itu kelihatan sangatlah kuat untuk menyerang Felix habis-habisan didalam sana. Tapi itu semua hanya tipuan, Ditte sengaja membuatnya terlihat demikian tapi sebenarnya Ditte hanya ingin mengurung Felix didalam sana dan sepertinya itu berhasil.


Kaki Teo mengalami kram, "Ow tidak!" Teo tersadar setelah sudah tenggelam di dalam air.


Banks yang ada disebelah Teo panik, Banks mencoba memukul-mukul dinding penghalang antar dunia pikiran dirinya dan Teo tapi setelah Memoriasepirav sempurna terbentuk, dunia pikiran itu lebih kuat dari yang Banks bayangkan.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan ini ...." kata Banks menyesal.


Tapi penyesalan dan kekhawatiran Banks seketika hilang saat Teo kembali ke permukaan dengan menaiki batu besar.


"Ini dunia pikiran, aku bisa membuat batu yang berat dan mustahil untuk mengambang ini menjadi perahuku." kata Teo mengedipkan matanya pada Banks.


Banks tersenyum dengan antena dikepalanya yang dimiringkan, "Harusnya aku tidak khawatir ... mereka bukan lagi anak yang dulunya datang padaku minta diajarkan cara menggunakan senjata dan cara bela diri mulai dari dasar. Terlebih lagi Teo, dia terbilang berbakat kalau soal hal yang memerlukan banyak improvisasi." Banks kembali fokus di dunia pikirannya.


Tom yang sedang menunggu untuk diserang tidak sadar kalau setengah tubuhnya sudah berada di dalam pasir, "Ow ... gawat!" walau terkejut tapi Tom tidak panik.


"Sebenarnya yang paling kukhawatirkan adalah Tom, dia sangat kaku. Tidak selamanya di dalam dunia pikiran harus berpikir secara teori fisika, matematika dan sebagainya. Tapi harus membuat pikiran terbuka untuk hal yang diluar imajinasi." kata Banks dalam hati menoleh kekanan tapi Tom berada paling ujung kanan jadi sulit untuk dilihat, "Aku hanya perlu cepat keluar darisini ... mereka membuat Memoriasepirav ini sulit untuk yang ada di dalam keluar. Tapi untuk masuk pasti akan mudah."


"Aku akan segera keluar darisini!" kata Banks kelihatan mulai serius.


...-BERSAMBUNG-...