UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.320 - Munculnya Solusi



Mata Teo berbinar-binar memandang Cairo dengan kagum.


"Matamu ada flashnya atau ada Stelumina di dalamnya?!" kata Tom geli melihat Teo.


"Apa semua orang di sana seperti Kak Cairo atau hanya kakak saja yang seperti ini?" tanya Tan.


"Seperti ini bagaimana maksudmu?" tanya Cairo.


"Bersinar begini ...." Teo yang menjawab sambil tersenyum dengan ekspresi yang membuat Cairo menjadi tidak nyaman.


"Haha ... apa?!" Cairo tertawa tidak menyangka anak yang berbeda 10 tahun darinya itu memiliki selera humor yang disukainya, "Sudah seperti menjadi tradisi ... banyak yang kabur saat melakukan perjalanan keliling Yardley ... karena ingin hidup seperti orang lain pada umumnya. Tapi yang kembali ke kuil setelah perjalanan itu akan langsung diberi senjata karena yang kembali itu pastinya memang sudah memantapkan hati untuk setia pada klan."


"Bisa juga hanya mengincar senjata ...." kata Felix merusak suasana.


"Bisa jadi ... tapi belum ada yang berkhianat setelah mendapatkan senjata. Setelah keluar melihat dunia, kami melihat sesuatu yang diluar akal sehat manusia, sesuatu yang mustahil untuk dipercaya, sesuatu yang tidak bisa dihentikan oleh hukum, sesuatu yang membutuhkan kehadiran kami. Tapi ternyata dunia lebih adil dari yang dibayangkan karena adanya kalian juga ...." kata Cairo.


"Kami bukanlah manusia biasa, tidak terlalu bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada manusia. Kalianlah yang manusia harus melindungi manusia lainnya. Begitulah memang seharusnya ...." kata Felix membuat Tiga Kembar tersenyum kecut karena perkataan Felix itu tidak menggambarkan semua yang dilakukannya selama ini.


"Lalu apa yang kau lakukan disini? kalau bukan untuk melindungi manusia?" tanya Cairo.


"Iblis adalah Quiris dari duniaku, sudah seharusnya aku yang menghukum jika mereka melakukan kejahatan." jawab Felix.


"Aku sudah bertanya pada Pemimpin Klan, katanya kau ini semacam pemimpin di dunia keg .. maksudku dunia lain. Jadi yang kau lakukan ini semata-mata hanya untuk menangkap rakyatmu yang melakukan kejahatan? tidak peduli jika terjadi sesuatu dengan manusia?" tanya Cairo.


"Kalian juga membunuh manusia untuk melindungi manusia." kata Felix.


"Itu karena hanya itu yang bisa kami lakukan. Kami tidak bisa melihat iblis dan iblis hanya bisa dibunuh jika masuk ke dalam tubuh manusia. Jadi kami tidak punya pilihan lain ...." kata Cairo.


"Anggap saja aku juga begitu ...." kata Felix.


"Tapi kelihatannya tidak begitu ... kau punya pilihan, punya kemampuan untuk melakukan sesuatu lebih dari kami. Kau bisa melihat iblis dan bisa membunuh iblis tanpa harus masuk ke tubuh manusia terlebih dahulu." kata Cairo.


"Tapi bukan keharusanku, kalianlah yang sesama manusia harus saling melindungi." kata Felix mulai meninggalkan mereka dan berjalan berkeliling desa lagi.


"Jangan pikirkan jika dia mengatakan sesuatu." kata Tan.


"Dia agak dingin ...." kata Cairo.


"Bukan dingin lagi, dia suhu dingin itu sendiri." kata Teo mengundang tawa.


"Terkadang dia berbicara kebalikan dari isi hatinya." kata Tom.


"Seperti dirimu ...." kata Cairo tersenyum karena selama ini Tom juga bersikap tidak beda jauh seperti Felix.


"Aku hanya lelah saja ... biasanya aku bukan orang yang seperti ini." kata Tom.


"Felix sudah mendapatkan apa yang kucari?" tanya Mertie lewat panggilan suara dari handphone bersama Tiga Kembar yang dijawab dan langsung diloudspeaker oleh Teo.


"Tempat kemah? aku tidak tahu ... tapi akhir-akhir ini kami terus bersama jadi sepertinya dia belum sempat mencari." jawab Teo.


"Aku bisa saja mencari sendiri tapi aku tidak tahu apa itu aman atau tidak ...." kata Mertie.


"Kau kan bisa melihat hantu juga ...." kata Teo tertawa.


"Aku jarang melihat hantu akhir-akhir ini ... apa kemampuanku untuk melihat hantu sudah hilang ya?! atau dunia ini memang sudah aman tanpa hantu." kata Mertie.


"Kalau aman, kami pasti sudah ada di asrama tidur nyenyak sekarang." kata Teo.


"Apapun itu, cepat katakan pada Felix untuk mencarikan tempat yang cocok dan aman!" Mertie menutup telepon.


"Aman darimananya? pasti semua hantu saat ini sedang dikurung oleh Efrain ...." kata Tom.


"Efrain?" tanya Cairo.


"Raja Iblis, yang menyebabkan semua kerusuhan ini terjadi." jawab Teo.


"Dikurung? apa itu dengan maksud baik atau apa?" tanya Cairo.


"Akan lebih aman jika para hantu ada dimana-mana daripada dikurung oleh Efrain." kata Tan.


"Teman kalian yang itu? bagaimana dia bisa melihat hantu? atau itu kemampuan dari sejak dia kecil?" tanya Cairo.


"Oh iya ... kita bisa melakukan itu." kata Tan.


"Hem?" tanya Teo.


"Melakukan apa?" tanya Cairo.


"Kita izin dulu pada Felix ...." kata Tom.


"Melakukan apa?!" tanya Teo gemas sendiri.


"Tadi kan Kak Cairo bilang sendiri, terbatas karena tidak bisa melihat iblis ... makanya akan kami buat Kak Cairo bisa melihatnya." kata Tan.


"Tapi sebelum itu, kami harus meminta izin dulu pada Felix ... karena belum tentu diizinkan." kata Tom.


"Ah ... hah! jadi begitu ...." kata Teo mulai paham.


Tiga Kembar dan Cairo menuju tempat Felix berada. Felix sedang berada di depan sebuah hutan lebat yang ada di belakang desa.


"Ada apa?" tanya Tan melihat Felix hanya terus menatap lurus.


"Sepertinya aku sudah tahu pola pengorbanan Efrain." jawab Felix.


"Hah?! benarkah?" tanya Teo, "Tapi sebelum itu ... kami mau memberi Kak Cairo mata Bemfapirav dan Mundebris ...." kata Teo agak ragu.


"Terserah kalian ... tapi yang membawanya ke Mundebris biar aku. Kalian bisa membawanya ke Bemfapirav!" kata Felix santai.


"Tapi apa benar Kak Cairo tidak akan menyesal? setelah ini akan melihat sesuatu yang bukan tinggal di dunia ini saja ...." kata Tan meyakinkan.


"Aku hidup untuk itu, apa yang perlu kusesali ... malah aku beruntung karena bisa melihatnya." kata Cairo.


"Baiklah kami akan segera kembali ...." kata Tan memegang bahu Cairo.


"1 detik saja! kalau perlu dibawah itu ... jangan berlama-lama! yang penting sudah melihat disana itu sudah cukup ...." kata Teo tidak ingin menunggu lama.


Tan dan Cairo memasuki Bemfapirav, Cairo tidak melihat adanya perbedaan besar tapi disana tidak ada Teo, Tom dan Felix. Tak lama kemudian mereka berdua kembali ke Mundclariss dan sudah ada Teo yang mengomel.


"Kau setengah jam meninggalkan kami ...." kata Teo.


"Setengah jam?" tanya Cairo kaget.


"Perbedaan waktu dari tiga dunia berbeda." jawab Tan.


"Tiga dunia? kenapa di klan tidak diajarkan tentang itu?!" Cairo agak kesal sendiri.


"Karena ada sesuatu yang sebaiknya tetap menjadi rahasia. Bukankah yang terpenting menyelamatkan saja!" kata Felix.


"Akan sangat bermanfaat jika kami tahu banyak hal sehingga bisa melakukan banyak hal juga untuk menolong ... kalau cuma satu informasi pastinya hanya satu cara juga untuk menolong." kata Cairo.


"Jadi apa maksudmu tadi yang pola itu sudah kau ketahui?" tanya Tan.


"Kau melihat sesuatu di Bemfapirav?" tanya Tom.


"Kalian membicarakannya tanpa aku?!" Tan merasa tersinggung.


"Salahmu sendiri lama sekali!" kata Teo.


"Aku tanya apa kau melihat sesuatu di Bemfapirav? di dalam hutan ini?" tanya Tom.


"Aku ... eh ...." Tan masih ingin marah tapi setelah mengingat-ingat kembali akhirnya tanpa dijelaskan sekalipun dia sudah mulai tahu.


"Kau ingat kan cerita yang pernah dibicarakan Banks saat kita berlatih?" tanya Tom.


...-BERSAMBUNG-...


Happy 300k 🥳🎉


Masih serasa kemarin yang 0🔥 begini🤧 tapi ternyata sudah hampir setahun dan hari ini sudah 300k🔥😭 bahagianya ....☺️


Terimakasih banyak untuk para pembaca setia dan pembaca baru🤗 tetap kawal UNLUCKY sampai tamat dan sampai di season-season selanjutnya😉👍


Selamat datang untuk Silver Fans baru UNLUCKY : Wila23


Jangan bosan dan tetap setia memberi dukungan untuk UNLUCKY, ya!🤗


^^^Salam semangat dari penulis,^^^


^^^-ittiiiy^^^


...*Kalian semangat membaca🤳, akunya semangat menulis!✍️...


...Semangat ... Semangat!😸* hehe .......