UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.444 - Dunia Atas Dan Bawah



Kenyataan bahwa memang Cain sudah selesai masa hukumannya. Tentunya Cain pasti mendapatkan misi untuk apa yang terjadi di tengah kota. Bahkan penyelamatan kecilpun termasuk dalam misi Leaure, tentunya hal besar seperti sekarang ini tidak mungkin Cain tidaklah datang.


Saat ini Cain memang sedang menyembunyikan dirinya seakan-akan bahwa masih dalam masa hukuman. Banyak misi yang diabaikan oleh Cain demi rencana besarnya di masa depan. Kalaupun menjalankan misi harus tetap menjaga agar low profile dengan dilakukan secara diam-diam dan tidak mencolok. Tapi Felix heran bagaimana mungkin Cain mengabaikan yang satu ini.


Setelah tahu apa yang ada di bawah sana, Felix akhirnya mengerti kenapa Cain tidaklah datang. Suara teriakan membuat Felix kaget dan membuatnya otomatis berpindah. Bukannya berada jauh dibawah Tiga Kembar yang duluan melompat tapi kini berada di atas mereka.


"Hahh ... tidak kupercaya aku harus melakukan Ultisidium disaat seperti ini. Disaat kalian ada didekatku." kata Felix tidak habis pikir saat ini menahan Tan, Teo dan Tom agar berhenti turun bersamnya dan menepi di dinding lubang.


"Wah, untuk pertama kalinya aku melakukan hal gila ...." kata Teo tidak percaya kalau dirinya nekat ikut melompat juga. Pertama kalinya bagi Teo melompat dari ketinggian yang luar biasa itu.


"Ada apa Felix?! itukan hanya air." kata Tan segera membuat Telloppernya sebagai pijakan karena Felix sudah kelihatan lelah menahan.


"Itu seperti ... asam sulfat! yang ada di bawah Jembatan Ruleorum." kata Felix.


"Hahh?! mustahil! bukankah asam sulfat murni tidak bisa ditemukan secara alami di alam? apa maksudmu lubang ini adalah tempat eksperimen untuk membuat asam sulfat?!" tanya Tom.


"Apa maksudmu, kan di bawah Jembatan Ruleorum ada." kata Teo.


"Itukan di Mundebris! tidaklah mengherankan hal yang tidak mungkin terjadi benar terjadi disana." kata Tom.


"Jadi, ini adalah sumur asam sulfat?!" tanya Tan karena Felix tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Bukan ... ini bukan sesuatu yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Aku sudah pernah ke bawah air yang sama seperti ini tepatnya yang ada di Ruleorum dan menemukan ada dunia lain dibawah sana. Tidak mungkin ada manusia yang bisa melewati cairan yang sama seperti asam sulfat ini karena sudah seharusnya begitu ... apa yang ada di bawahnya tidak boleh diketahui." kata Felix.


"Kalau tidak menjelaskan dengan baik, aku akan melemparmu ke bawah sana!" Teo mengancam karena pusing tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan oleh Felix.


"Memang benar kalau Permainan tukar kematian ada untuk meningkatkan kemampuan Caelvita dan Alvauden. Aku menemukan fakta tentang hal lain yang tidak masuk akal terjadi bahkan untuk Mundebris saat mencoba mencari cara menyelamatkan Kiana. Berkat itu kita semua bisa selamat saat ini, entah apa yang akan terjadi kalau aku tidak tahu soal ini ...." kata Felix.


"Katakan cepat, singkat dan jelas!" kata Teo sementara Tan memindahkan dirinya dan yang lain untuk lebih menjauh dari air yang ada di bawah sana.


Tom mengeluarkan masker dan membagi-bagikannya, "Kalau memang benar, menghirup uapnya saja sangat berbahaya!"


"Di bawah ini ada dunia yang lain." kata Felix tidak tahu bagaimana menjelaskan secara singkat.


"Apa maksudmu?!" Tom mulai tertawa, "Kalau di Mundebris aku pasti akan percaya tapi kalau di Mundclariss mana ada ...."


"Aku tidak mengerti ... cukup beritahu aku saja, apa korban yang jatuh kesini tidaklah selamat?! semuanya sudah tidak terselamatkan karena tenggelam di bawah sana?!" kata Teo.


"Bahkan di Mundebris sendiri, ini adalah rahasia besar. Africa sendiri yang menjaga perbatasan antara dunia atas dan dunia bawah di Mundebris. Sayangnya di Mundclariss tidak ada yang menjaga karena sebenarnya larutan asam ini saja sudah menjadi penjaga paling ampuh untuk mencegah manusia melewati batas." kata Felix semakin membuat Teo pusing. Sudah jelas kalau tidak ada yang akan selamat jika terkena cairan itu tapi Felix tidak bisa menjawab sembarangan seperti itu.


"Jadi, maksudmu tidak ada yang namanya inti bumi tapi dibawah tanah kita berpijak ada dunia lain yang sama?!" Tom mulai membiasakan dirinya masuk ke dalam fantasi yang tadinya ditolak.


"Tidak semuanya, hanya sebagian saja yang menjadi jalan. Seperti di Mundebris, dibawah Ruleorum lah jalan itu ada. Sedangkan di Mundclariss sepertinya disini." kata Felix.


"Tidak ...." Tan ingin menyangkal kenyataan itu, "Maksudmu, ada yang sedang mempermainkan kita?! tahu bahwa disinilah jalan untuk ke dunia bawah Mundclariss dan sengaja membukakan jalan."


"Bisa jadi, dia tidaklah tahu kalau kita tahu." kata Tom.


"Apa maksudmu?! kau senang kalau mereka melakukan ini hanya untuk sekedar mencelakai kita?! sengaja membuat lubang ini agar kita tertarik memeriksanya dan jatuh dalam perangkap mereka dengan meleleh di bawah sana. Bukan untuk maksud lain yang lebih besar untuk merusak tatanan dunia begitu?!" kata Teo sebal merasa terlalu diremehkan.


"Lebih baik begitu, akan sangat menguntungkan kalau mereka tidak tahu kalau kita ini tahu lebih banyak." kata Tan.


"Tumben, kau cepat tanggap ...." kata Tom mengusili Teo.


"Tidak, bisa jadi ... juga menguntungkan mereka kalau kita tahu." kata Felix memikirkan segala kemungkinan.


"Lalu apa yang merusak drone?!" tanya Teo.


"Itu tandanya ada yang dari bawah sana sudah naik kesini." jawab Tan.


"Benar gawat, kalau begitu." kata Teo mengerti kenapa Felix sangat panik tadinya.


"Aku akan turun memeriksa, kalian naik ke atas cari cara untuk menutup lubang ini secepatnya." kata Felix.


"Ini tidak berbahaya untukmu kan?!" tanya Tan merasa ragu melepas Felix sendirian.


"Tidak akan melukaiku, hanya terasa dingin saja. Kemungkinan besar yang selalu merusak drone hanyalah hewan saja, karena di Ruleorum jenis dari Africa bisa melewati ini maka pasti di Mundclariss juga ada yang begitu walau tidak tahu apa. Tapi tidak perlu khawatir!" kata Felix.


"Aku sangat khawatir! jangan bercanda kau!" kata Teo membuat Tan dan Tom tertawa.


"Maksudku, jangan terbebani hal lain. Karena yang terpenting adalah mencari cara untuk menutup lubang ini!" kata Felix sudah melompat dan benar bahwa Felix terlihat tidaklah terluka sama sekali.


Tan dengan lega mengatur Telloppernya untuk naik kembali ke permukaan setelah melihat Felix tidak terkena dampak apapun dari cairan yang berbahaya itu. Teo dan Tom hanya terus diam berpikir, bagaimanapun juga butuh waktu untuk kembali ke atas permukaan. Sebaiknya mereka harus menemukan ide untuk menutup lubang setelah sampai di atas.


"Kau kan biasanya bank ide!" kata Tom pada Teo.


"Kau pikir bank tidak punya masa krisis?! aku juga begitu, tidak selamanya aku terus kaya akan ide." kata Teo membela dirinya.


"Aku harus percaya karena Felix yang mengatakan tapi jujur tentang dunia lain Mundclariss adalah sebuah hal baru yang sulit untuk diterima." kata Tan.


"Apa itu artinya ada diri kita yang lain di bawah sana ...." kata Tom.


"Seharusnya begitu ...." kata Tan.


"Jadi apa ada Felix juga?!" tanya Teo sudah masuk ke inti pembicaraan yang sangat sensitif bahkan Tan dan Tom menahan diri untuk tidak mengatakan itu.


"Apa sistem Caelvita dan Alvauden ada juga disana?! ataukah kami yang disana bisa menjalani kehidupan normal. Felix hanyalah seorang manusia biasa begitupun Cain yang tidak perlu menjalani masa hukuman dan terus bersama kami." Kemungkinan yang merupakan bayangan yang sangat diimpikan oleh Tiga Kembar.


"Kau tahu soal ini?!" tanya Teo pada Winn.


"Tentu saja, ini adalah masalah besar yang pernah terjadi di masa lalu." jawab Winn.


...-BERSAMBUNG-...