
Haera mengikuti mereka terus dan menurut saja dengan rencana mereka. Tan menyerahkan ramuan penghapus ingatan yang dari Banks. Felix masuk ke dalam rumah langsung ke kamar Odelia yang masih tidur dan meneteskan ramuan itu pada mulut Odelia yang sedang tertidur. Cara kerja ramuan itu, Felix hanya perlu memikirkan apa yang harus dilupakan Odelia selama meneteskan ramuan itu. Maka ramuan terlihat bercahaya saat Felix memikirkan akan menghapus ingatan sesuai yang diinginkan dari pemberi ramuan. Odelia tetap tidur pulas tanpa menyadari apa yang telah terjadi. Setelah itu mereka ke rumah Damita dan menukar kematian.
"Aku tahu permainan ini benar adanya tapi setelah ini terjadi aku tetap berharap ini hanyalah mimpi ...." kata Roh Damita, "Aku bisa meminta bantuan kalian?" tanya Damita, "Tolong jaga Odelia, jangan sampai dia menyusulku! dia itu sangatlah bodoh ...." sambung Damita sambil tertawa.
"Kami berjanji! jangan khawatir ...." kata Teo.
"Terimakasih ... aku bisa pergi dengan tenang kalau begitu!" kata Damita mengikuti Haera dan menghilang bersama.
Cain sudah bersiap untuk meloncat ke hari esok, tapi sebelum itu Teo dan Tom memeriksa terlebih dahulu apa tidak ada perubahan hari libur atau berita terbaru. Perubahan hari libur bisa membuat kacau kalau Cain mengembalikan mereka ke waktu yang salah dan akhirnya bolos sekolah. Bisa saja ada pemberitahuan bahwa besok sekolah sudah dibuka dan mereka harus mengatur untuk kembali ke hari ini agar semuanya berjalan lancar.
Walau keinginan mereka adalah kembali tiga hari ke depan seperti yang disampaikan sekolah untuk menghemat waktu kembali dan tidak perlu kembali ke hari ini lagi. Berita hari itu juga harus diketahui, setidaknya bisa membantu mereka untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan saat kembali ke waktu masa kini.
"Serasa waktu kita berlalu begitu cepat ...." kata Tan.
"Aku bahkan ragu, sudah umur berapa karena selalu mondar-mandir dari waktu ke waktu ...." kata Teo mengundang tawa.
Mereka sampai di hari kedua dengan pasangan ke 24. Tan, Teo dan Tom bertugas mencari apa berita hari itu. Cain langsung beristirahat untuk mengisi ulang tenaganya sedangkan Felix langsung menukar kematian pasangan ke 24 yakni Elpida 13 tahun dan Narda 13 tahun. Keduanya merupakan saudari kembar, diketahui keduanya memiliki penyakit ginjal. Sama-sama membutuhkan donor ginjal membuat nyawa mereka dipertaruhkan. Kedua orangtua mereka berdua takut akan kehilangan kedua putrinya sekaligus tapi ternyata permainan ini ada untuk menyelamatkan kedua orangtua mereka.
Ada satu donor ginjal yang membuat orangtua mereka terpaksa tidak bisa menerima karena mereka tidak ingin menjadi orangtua yang memilih diantara kedua putri mereka. Permainan ini ada untuk memudahkan memilih. Ginjal kedua orangtua mereka sudah di donorkan sebelumnya untuk mendapatkan uang, saat kedua putrinya membutuhkan donor ginjal barulah mereka berdua menyesal. Bisa saja mereka menyelamatkan kedua putri mereka sekaligus tapi mau bagaimana lagi waktu sudah berlalu semuanya sudah terlanjur.
Pilihan FCT3 adalah Elpida, diketahui bahwa Narda juga memiliki penyakit jantung sedangkan Elpida tidak. Sesimpel itulah keputusan mereka memilih Elpida, untuk tidak memberi beban lagi pada orangtua mereka berdua setelah kehilangan salah satu putri.
Mereka bersiap lagi untuk meloncat ke hari ketiga. Sampai saat ini masih belum ada masalah, masih lancar-lancar saja. Cain juga masih terlihat stabil melompati waktu.
Bukannya membuat mereka lega tapi membuat mereka resah karena semuanya berjalan seperti yang direncanakan. Terlalu sunyi tanpa masalah membuat seakan ada badai besar yang akan datang.
Pasangan ke 25 adalah Fallon 51 tahun dan Mukasa 49 tahun. Fallon adalah ayah tunggal dengan satu putri berusia 11 tahun sedangkan Mukasa adalah ibu tunggal dengan satu putra berusia 8 tahun.
Pilihannya adalah memilih Fallon karena memiliki seorang putri yang harus dilindungi sedangkan Mukasa yang memiliki putra pasti bisa bertahan tanpa ibunya. Memilih siapapun akan membuat salah satu dari mereka langsung yatim piatu seperti Felix dan Cain saat ini.
"Gawat! hari ini kita sudah masuk sekolah ...." kata Teo.
"Berarti kita harus kembali ke hari kemarin, ke hari kedua!" kata Cain.
"Hari ini terjadi pencurian di bank Yardley!" kata Tom.
"Sudah kau catat?" tanya Felix.
"Tidak usah, akan aku ingat juga ...." jawab Tom percaya diri.
"Catat saja!" perintah Felix.
"Jadi apa kita akan mencegah hal ini terjadi saat kita kembali nanti?" tanya Teo.
"Mencegah mungkin mustahil ... tapi memperingati bank lebih awal mungkin bisa!" jawab Cain.
"Memperingati mudah ... tapi apa mereka akan percaya?" tanya Tan.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" tanya Tom.
"Perkataan akan mudah dipercayai jika yang mengatakannya adalah orang terpercaya!" jawab Felix.
"Kau ini buku teka-teki berjalan ya?! andaikan saja bisa disilang tapi tidak bisa ... jadi jelaskan yang benar!" kata Teo sebal.
"Kalau yang memperingati adalah pahlawan pasti akan dipercayai!" kata Felix.
"Ah, Hantu Merah Muda!" kata Tan mulai mengerti.
"Apa tidak apa-apa kita terus memanfaatkannya?!" tanya Cain.
"Entahlah ... aku bukan peramal!" jawab Felix.
"Kau itu peramal sekaligus dukun tahu!" kata Tom.
"Aku ini Caelvita!" kata Felix.
"Iya Caelvita hanya istilah kerennya saja, pada dasarnya kau ini peramal dan dukun juga ...." kata Teo.
"Hahh ... aku tidak ingin membuang-buang tenagaku untuk perdebatan tidak penting seperti ini!" kata Felix.
"Tanpa kau buang juga akan hilang dengan sendirinya! karena ada yang membuangnya untukmu!" kata Tom menunjuk Veneormi yang sedang ada di nadi leher Felix.
Melompat ke hari ke empat, pasangan ke 26 Lander 100 tahun dan Grimonia 100 tahun. Keduanya masuk ke dalam acara televisi yang berjudul 'Kompetisi Usia Tertua' acara itu mengundang tamu yang mempunyai usia paling tua dan mengetesnya bisa melakukan apa diusia itu. Acaranya cukup digemari dan menghibur pemirsa. Memilih salah satu peserta acara itu pasti akan membuat gempar. Entah akan berakibat baik pada acara atau malah sebaliknya. Tapi tidak ada pilihan selain memilih, andaikan saja mereka berdua tidak sama-sama menjadi peserta acara itu dan hanya salah satu saja pasti akan memudahkan dalam memililih.
"Cain ... setidaknya katakan apa alasannya mereka dipilih?" tanya Tan penasaran.
"Mungkin hal ini bisa kukatakan ...." kata Cain memikirkannya baik-baik, "Sebenarnya Ruleorum sangat membenci manusia yang memamerkan usianya. Semakin tua umur seseorang bukanlah hal yang patut dibanggakan tapi patut menjadi penyesalan, di usia itu sudah sebijak apakah seseorang dan apa saja yang sudah digapai, sudah berapa kali melakukan kebaikan, semacam itu ... Franklin memilih mereka untuk membubarkan acara televisi itu!"
"Jadi memilih siapapun tidak akan masalah?" tanya Teo.
"Untuk membubarkan acara, pilihannya harus Lander!" jawab Cain.
"Dengan alasan?" tanya Tom.
"Sebenarnya Lander adalah ayah dari pemilik perusahaan penyiaran televisi yang menyiarkan acara itu. Memilih Lander akan membuat putranya membubarkan acara itu ... siapa yang ingin acara terus berlangsung dengan ayahnya yang meninggal di acara itu!" jawab Cain.
"Berarti kita harus menukar kematiannya saat acara itu dimulai? apa tidak apa-apa? siaran langsung tidak akan bisa diedit ...." kata Felix takut jika akan membuat penonton kaget.
"Mau bagaimana lagi ... kita tidak punya banyak waktu! sekarang atau tidak! kita harus melompat ke waktu berikutnya ... hanya untuk menunggu siaran berakhir akan membuat waktu terbuang!" kata Cain.
"Kau sengaja kan memilih waktu ini? waktu siaran ini? untuk membuat kami tidak punya pilihan lain?" tanya Felix pada Cain yang sengaja memilih melompat ke waktu siaran pada malam hari itu.
...-BERSAMBUNG-...