
"Apa maksudmu? jadi hanya aku yang bisa melakukan ini?" tanya Felix kebingungan.
"Ya, hanya kau dan Caelvita-47 yang bisa." jawab Iriana.
"Dicatatan tertulis bahwa Caelvita-48 sampai Caelvita-118 tidak ada yang bisa melakukan hal ini Tuan Muda. Untuk Caelvita sebelum Caelvita-47 belum bisa dipastikan karena tidak ada catatan mengenai itu, pada pemerintahan Caelvita-47 barulah kekuatan Caelvita yang itu muncul ke permukaan. Viviandem selalu meminta untuk penjagaan seperti ini tapi tidak ada yang bisa melakukannya lagi ... ternyata sekarang sudah ada lagi yang bisa menggunakan kekuatan dari batu permata emerald." kata Putra Duyung.
"Namamu?" tanya Felix.
"Lakely, Tuan Muda." jawabnya.
"Lakely, kau hidup dari zaman Caelvita-47?" tanya Felix.
"Setelah terjadi penyerangan di masa pemerintahan Caelvita-47, Putra duyung kebanyakan sudah meninggal dan hewan Mundebris tidak ada yang bisa menjadi Zewhit kecuali Unimaris jadi saya ini hanya keturunan dari Putra dan Putri duyung yang berhasil disembunyikan sebelum penyerangan terjadi. Di Mundebris sendiri hanya terhitung 127 Putra Duyung ... bahkan sebelumnya bisa dikatakan hampir punah." jawab Lakely.
"Maaf, memberimu beban seperti ini lagi ...." kata Felix merasa bersalah.
"Sudah 71 pemerintahan Caelvita sejak itu terjadi, pasti tidak ada yang bisa menebak kalau Tuan Muda bisa melakukannya ...." kata Lakely.
"Kau yakin pembicaraan kita ini aman?" Felix melihat sekitar untuk memastikan tidak ada yang mendengar. Felix tidak menyangka kalau ada yang tahu dengan rencana Felix itu. Felix hanya melakukannya sesuai perintah Iriana.
"Di daerah sungai semuanya memihak dengan Putra duyung, Tuan Muda jangan khawatir ... karena kami yang menjaga daerah sungai jadi mereka tidak punya pilihan lain selain mempercayai kami." kata Lakely.
"Mosiah!" teriak Lakely.
Batu besar yang diduduki Felix itu membuka matanya.
"Kau mendengar percakapan kami?" tanya Lakely.
"Kalian membicarakan sesuatu?" Mosiah masih mengedip-ngedipkan matanya.
"Lihat kan Tuan Muda ... kebanyakan kaum batu hanya suka tidur. Bahkan mereka tidak akan tertarik dengan apa yang kita bicarakan." kata Lakely.
Mosiah pun hanya kembali menutup matanya cepat setelah percikan air hampir mengenai matanya.
"Tapi hanya satu Tuan Muda?" tanya Lakely.
"Ya, aku hanya butuh satu ... itu sudah cukup." jawab Felix.
"Aneh, padahal di buku sejarah mengatakan kalau ribuan emerald yang ditaruh oleh Caelvita-47 ...." Lakely kelihatan menggaruk-garuk kepalanya.
"Ribuan ya? aku bisa memikirkan kenapa Caelvita-47 melakukan itu ... tapi untukku hanya perlu satu." kata Felix.
Felix mulai memakai bajunya yang kering tapi celananya basah. Bersiap-siap untuk kembali ke Mundclariss.
"Tuan Muda ...."
"Iya? ada apa?" tanya Felix berbalik melihat Lakely lagi sebelum masuk gerbang.
"Kali ini kaum kami akan dilindungi kan? hahaha ... kami sudah bersusah payah mengembalikan populasi kaum kami walau sekarang masih saja terbilang langka dibanding zaman dulu." kata Lakely yang sebenarnya bertanya karena benar khawatir tapi menutupinya dengan tawa.
"Bahkan aku yang hanya Caelvita pemula tahu bagaimana kesetiaan kaum kalian begitu bisa dipercaya, tentu saja kalian akan aku lindungi. Jujur saja, setelah mengetahui situasinya aku tidak tahu jika ada yang masih hidup mengetahui apa yang kulakukan ini ... bahkan dari yang kudengar kalau tanaman sendiri hanya mengetahui jika mereka dahulunya dibantai selama perang besar berlangsung ... tidak mengetahui secara persis apa alasannya." kata Felix menjelaskan berdasarkan informasi dari Iriana tapi seakan-akan bukan dari Iriana.
"Sebagai penjaga perairan kami dituntut untuk mengingat sejarah kami ... yang berhasil selamat dari pembantaian itulah yang terus meneruskan cerita ini sampai keturunan sekarang. Bukankah seorang Pahlawan sudah seharusnya untuk selalu dikenang dan dibanggakan, Tuan Muda!" kata Lakely.
"Ya, kaum Putra Putri duyung tidak diragukan kalau soal kesetiaan. Dan tidak akan ada yang menduga aku bisa melakukan ini jadi jangan khawatir dan jika memang terjadi sesuatu aku akan datang kesini ... kau pasti sudah tahu kan, sekarang aku akan tahu apa yang terjadi disekitar sini." kata Felix.
"Baik, Tuan Muda ... kami percaya!" kata Lakely tersenyum.
***
Felix kembali ke Mundclariss dan menunggu kedatangan Tiga Kembar di bandara.
"Dulu aku berharap bisa melakukan apa yang bisa dilakukan Caelvita-47. Bahkan Caelvita sebelumku yang menjadi pembimbingku juga berharap begitu tapi ternyata tidak. Aku bisa merasakan keberadaan emerald seperti Caelvita lainnya tapi tidak bisa menggunakannya sebagai kekuatanku. Tapi kau yang bukan hanya bisa merasakan tapi juga melihat emerald yang terkubur ditanah adalah hal yang tidak bisa kulakukan ... semua Caelvita berharap bisa melakukan hal yang sama seperti Caelvita-47. Ternyata kaulah yang mendapat anugerah itu ...." jawab Iriana.
"Jadi intinya kau hanya main untung-untungan saja kan?!" kata Felix.
"Em ... aku tahu kalau kau memang bisa." kata Iriana.
"6 detik." kata Felix.
"Apanya?" tanya Iriana.
"Butuh 6 detik baru kau menjawab." jawab Felix.
"Aku memang berharap lebih dengan kekuatanmu tapi tidak menyangka kau bisa menggunakan kekuatan emerald ...." akhirnya Iriana jujur juga.
Felix memasang ekspresi kesal dan tidak mengatakan apa-apa lagi untuk memulai obrolan.
Tan, Teo dan Tom tiba hampir bersamaan dengan melambaikan tangan. Terkadang jika melihat dari kejauhan sulit untuk bisa membedakan mana yang Tan, Teo dan Tom.
"Mereka sudah tumbuh tinggi ternyata ...." Felix yang tumbuh bersama mereka tidak menyadarinya.
"Hahh ... memangnya mereka pikir kita ini serba bisa apa?!" Teo baru saja datang tapi sudah mengeluh, "Apa yang melakukan kontrak dengan tanaman dan hewan harus serba bisa?!"
Tan dan Tom tidak membantah keluhan Teo itu. Mereka berdua setuju karena merasakan hal yang sama. Terkadang tanaman dan hewan menyuruh mereka melakukan sesuatu. Bahkan tanpa bertanya dulu apa mereka bisa melakukannya atau tidak.
"Bagaimana? apa sudah bekerja? kau sudah bisa merasakannya?" tanya Tan.
Felix hanya mengangguk saja.
"Kau terlihat pucat ...." Tom memperhatikan baik-baik wajah Felix.
"Ternyata di bagian timur perbatasan Provinsi Eartha adalah sungai ... dan Veneromi tidak bisa berada di dalam air jadi tadi dia melukaiku tapi sudah disembuhkan lagi." kata Felix.
"Andaikan aku yang kesana ... kau baik-baik saja kan?" tanya Teo.
"Ya, sudah baikan." jawab Felix.
***
Banks terus memasang senyuman diwajahnya setelah Felix dan Tiga Kembar meninggalkan rumahnya. Bahkan saat kembali menjaga pohonnya, Hadwin datang menyapa Banks yang kelihatan bahagia sekali.
"Hadwin ... Caelvita kita yang sekarang adalah Caelvita yang sangatlah hebat." kata Banks.
"Karena melakukan Purgaedis dan bisa bangun cepat?" tanya Hadwin.
"Itu salah satunya tapi lebih dari itu ...." Banks berbicara tidak selesai.
"Tapi itu membuatku khawatir senior, setiap terlahir Caelvita hebat pasti akan terjadi sesuatu yang besar ...." kata Hadwin.
"Kau tidak ingat apa yang dilakukan Caelvita-47? berkatnya tiga dunia bisa damai sampai sekarang ... walau sering terjadi perang tapi itu tidaklah seberapa dari zaman kelam dahulu." kata Banks.
"Apa itu tandanya zaman kelam itu akan terulang lagi? makanya Caelvita hebat terlahir lagi?" tanya Hadwin.
"Apapun itu, tapi aku percaya kalau Caelvita hebat dilahirkan untuk masa yang sulit dan tentu saja beliau bisa menyelesaikan masalah apapun itu." jawab Banks.
Banks terkejut karena Felix ternyata bisa menggunakan kekuatan batu permata emerald. Tidak semua Caelvita bisa melakukan itu dan dalam sejarah hanya Caelvita-47 yang bisa melakukan itu juga. Selain dari mereka berdua, Caelvita lainnya hanya bisa menggunakan senjata dan kekuatan Caelvita saja.
...-BERSAMBUNG-...