
"Sejak kapan Felix berlatih menaikkan level dunia pikirannya?! tidak ... walaupun begitu, dia baru tahu identitasnya tiga tahun terakhir ini. Sebenarnya mustahil, bagaimana dia bisa memiliki level yang tinggi dengan waktu yang sangat sebentar." kata Verlin.
"Tapi karena waktu yang sebentar itulah yang sepertinya terus mendorong Felix untuk berlatih lebih keras. Karena perbedaan waktu Mundebris dan Mundclariss. Felix yang tetap ingin menjalani kehidupan normal sekaligus menjadi Caelvita. Dengan waktu yang sangat sebentar itu, Felix melakukan yang terbaik pastinya ... untuk setiap detik yang berharga digunakan sebaik mungkin." kata Tan masih sambil duduk.
Dunia pikiran yang mulai menghilang, tibalah mereka kembali di Mundclariss. Tan, Teo dan Tom membuka maskernya untuk menghirup oksigen.
"Hahh ... leganya! memang kampung halaman yang terbaik." kata Teo.
"Apa benar kita sudah di Mundclariss?!" tanya Tom melihat sekitar tidak ada apapun. Walaupun banyak gedung yang sudah dihancurkan oleh anak buah Efrain sebelum masuk dunia pikiran, tapi tetap saja dari kejauhan masih kelihatan banyak gedung tinggi. Bagaimanapun ini adalah Pusat Kota Pippa yang sebelumnya adalah ibu kota Yardley atau pusat kota terbesar di Yardley.
"Aku juga tidak melihat ada tubuh mereka yang tadi meninggal ...." kata Teo.
"Kita dimana sebenarnya?!" tanya Tan.
"Kita benar di Mundclariss!" jawab Banks.
"Ledakan besar yang dilakukan oleh Felix untuk menghancurkan dunia pikiran ini sepertinya juga mengenai Mundclariss. Dengan ledakan super besar seperti itu sama saja seperti ledakan nuklir, mungkin saja ledakan itu bukan hanya di kota ini tapi kota lain juga terkena." kata Verlin.
"Tidak mungkin Felix melakukan itu! dia tidak mungkin mengambil resiko besar seperti itu hanya untuk keluar dari dunia pikiran dan mengorbankan apa yang diluar." kata Teo melihat bagaimana disekitar sangat kacau. Ingin tidak percaya tapi bukti disana tidak bisa berbohong. Seperti habis terjadi gempa dengan kekuatan besar dan ledakan yang menghancurkan semua yang disana. Bahkan kemungkinan besar tubuh yang baru saja dibunuh disana bisa jadi sudah menjadi debu.
"Kau sepertinya sudah lupa apa yang baru saja kau lihat, dia tidak segan membunuh kalau itu demi kebaikan. Felix adalah orang yang seperti itu, lebih memilih mengorbankan beberapa nyawa daripada harus kehilangan semuanya." kata Zeki yang masih dengan mata tertutup.
"Jangan sok mengenal Felix! kau tidak tahu apa-apa tentangnya!" kata Teo kesal.
"Kau bisa melakukan apa saja di dalam dunia pikiran! bisa menciptakan apapun yang kau mau, tapi malah menghancurkannya ... apa aku harus berterimakasih?!" kata Efrain menyeringai.
"Tapi dunia pikiran tadi sepertinya memiliki waktu yang sama dengan Mundclariss ... bagaimana mereka melakukannya?!" tanya Tom.
"Mungkin dia tidak ingin waktu cepat berlalu, mau membunuh kita secara perlahan. Kau tidak mengerti soal itu?!" kata Teo yang jelas masih sedang sebal.
Iblis yang berjaga diluar yang merupakan pasukan Efrain kelihatan mendapat luka semua akibat ledakan itu.
"Walau terluka sekalipun, jumlah mereka tetap sangat banyak." kata Verlin.
"Luar biasa mereka masih bisa hidup setelah terkena ledakan seperti itu, kaum iblis memang sangat hebat." kata Tan.
"Aku tidak membayangkan pertarungan apa yang kau lakukan Banks sehingga bisa menjadikanmu sebagai Zewhit. Pasti lawanmu adalah monster ...." kata Teo.
"Setengah Sanguiber sangatlah kuat terlebih lagi jika mengkonsumsi darah manusia. Ya ... mereka memang monster!" kata Banks.
"Dan ... Cain membantainya sendiri! bagaimana bisa?!" kata Teo.
"Lebih tepatnya mereka dibantai tanpa mengetahui apapun. Tanpa persiapan apapun, tidak sama saat Banks dulu ... yang memang mempersiapkan perang dan Perkumpulan Setengah Sanguiber tahu hal itu. Sehingga punya waktu untuk mempersiapkan diri ... dan jumlah Setengah Sanguiber yang dibantai Cain sebenarnya masih kurang dari jumlah yang diperkirakan ... masih banyak diluar sana Setengah Sanguiber yang berkeliaran tanpa kita ketahui." kata Tom.
"Tetap saja, maksudku ... akan sangat membantu kalau Cain ada disini!" kata Teo yang sebenarnya kecewa karena tahu kalau Cain sudah bebas tapi tidak datang membantu disana.
"Cain sedang dihukum, apa yang kau harapkan?!" kata Tom heran.
Efrain kelihatan mundur ke barisan pasukannya. Felix pun juga begitu, "Yang Mulia ... bagaimana keadaan Yang Mulia?!" kata Banks memperhatikan dari ujung kaki sampai kepala memeriksa keadaan Felix.
"Aku tidak apa-apa ... kau sudah bisa bertarung Tan?!" kata Felix.
"Bagus, bersiaplah ... mereka akan menyerang!" kata Felix mengulurkan tangannya membantu Tan berdiri.
Zewhit yang dijadikan sebagai penguat dunia pikiran dilepaskan dari penjara yang kelihatan baru dipanggil. Begitupun Zewhit yang merupakan korban kebakaran Panti asuhan Helianthus. Semua Zewhit ditempatkan dibarisan paling depan.
"Kau tidak apa-apa Felix?!" tanya Teo melihat lawan pertama sepertinya adalah Para Zewhit.
"Tidak ... jangan khawatirkan aku! lupakan yang soal tadi, aku hanya terbawa suasana saja." kata Felix.
"Kami ini manusia Felix, sangat memaklumi bagaimana perasaanmu. Kau tidak perlu berusaha tegar didepan kami ...." kata Tan.
"Tidak, Felix ... tidak boleh terlihat lemah! apapun itu, kau harus kuat sekarang. Sama seperti saat membunuh manusia yang tidak bersalah tadi ... kau harus melawan dan membunuh semua Zewhit itu." kata Tom.
"Kau dengar itu?!" kata Felix pada Teo dan Tan.
"Tidak, aku yang akan maju! kalian berdua robot tidak berperasaan mundur!" kata Teo menepuk bahu Felix dan Tom.
"Kau mau apa?! ini bukan dunia pikiran lagi!" kata Tom.
"Biarkan saja ... dia tahu apa yang dia lakukan atau begitulah kelihatannya." kata Zeki.
"Jangan sombong hanya karena kau senior, aku mungkin saja bisa melakukannya lebih baik darimu." kata Teo sudah melangkah jauh di depan dengan berjalan mundur terlihat dengan wajah ceria yang tidak takut sama sekali.
"Apa yang akan dia lakukan?! ini bukan dunia pikiran lagi ... kekuatan fisiknya tidak akan bisa melawan semua Zewhit." kata Ditte melihat Teo maju.
"Maju!" kata Efrain.
Para Zewhit dengan tanpa ekspresi mulai berlari semua bersiap menyerang Teo. Tan dan Tom panik melihat pemandangan itu.
"Tidak, kita lihat dulu!" kata Felix menahan Tan dan Tom maju membantu Teo.
"Felix, lakukan sesuatu!" kata Tan kelihatan sangat khawatir.
"Perhatikan baik-baik!" kata Felix.
Para Zewhit mulai sangat dekat dengan tempat Teo berada. Tapi saat akan menyerang Teo, Zewhit itu kelihatan berhenti bergerak.
Teo merentangkan kedua tangannya kesamping seperti sedang ingin menerima pelukan. Zewhit yang akan menyerang itu tiba-tiba berubah menepuk tangan Teo. Perlahan semua Zewhit melakukan tos dengan Teo.
"Apa yang terjadi?!" tanya Tom melihat Para Zewhit itu kelihatan mulai tersadar dan tidak dalam kendali lagi setelah adu tos dengan Teo.
Teo mulai ditinggalkan sendirian di depan karena Para Zewhit semuanya berjalan ke belakang menuju tempat Felix dan yang lainnya berada.
"Kukira itu adalah kekuatan khusus Zeki, apa Zeki yang mengajarkannya?! tapi Zeki bilang hanya Zewhit yang bisa melakukannya ...." kata Ditte.
"Apapun itu aku tidak peduli, ayo maju dan bunuh semua Zewhit itu. Mereka tidak berguna lagi!" kata Efrain.
...-BERSAMBUNG-...