UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.254 - Keretakan Hubungan



"Jadi, waktu Mundclariss ...." gumam Cain.


Menurut Cain, tantangan Felix itu menggunakan jarak waktu Mundclariss dan Mundebris. Menurutnya, Felix akan menemukannya setelah 2 hari berlalu di Mundebris tapi ternyata belum dua hari berlalu di Mundclariss, Felix sudah menemukannya.


Jujur, Cain sangat senang bisa ditemukan tapi juga kebingungan disaat bersamaan. Menurutnya tempat persembunyiannya, caranya bersembunyi sudah sempurna dan tidak akan ada yang menemukan. Tapi ternyata tidak ada yang mustahil bagi Felix untuk menemukannya.


"Kau tidak sekolah? bagaimana bisa kau menemukanku disaat baru beberapa saat yang lalu ... maksudku kau hanya butuh waktu lebih dari sejam untuk menemukanku ...." kata Cain masih kesulitan merangkai kalimatnya.


"Lucu sekali! aku yang harusnya menanyakan itu! kau tidak sekolah?!" kata Felix.


"Aku tidak akan kembali lagi menjalani kehidupan normal!" kata Cain.


"Jangan bercanda!" kata Felix.


"Bagaimana bisa kau menemukanku secepat ini?!" tanya Cain.


"Bukankah sudah kukatakan ... aku sudah mempunyai petunjuk yang lebih dari cukup untuk menemukanmu!" jawab Felix.


"Petunjuk?" tanya Cain merasa dirinya tidak memberi petunjuk sama sekali.


"Bertemu denganmu sudah menjadi petunjuk untukku!" jawab Felix.


"Hahh ...." Cain hanya bisa menghela napas kesal mengakui kecerobohannya. Felix bisa menemukannya saat ini karena memberitahu bahwa tangannya diambil dan memperlihatkan wajahnya yang penuh luka bakar. Dengan dua petunjuk itu Felix bisa menemukannya disini, di gunung merapi yang berada diantara dua dunia. Setengah ada di Bemfapirav dan setengahnya lagi ada di Mundebris, "Seharusnya kau tidak mengetahui tempat ini atau sekalipun kau tahu, tetap saja tidak mungkin kau tahu kalau aku ada disini dan tidak mungkin kau bisa kesini ...."


"Sebelum bertemu denganmu, aku sama sekali tidak punya petunjuk bagaimana menemukanmu ... tapi setelah melihatmu, aku jadi teringat sesuatu!" kata Felix.


"Itu bukan ingatanmu!" kata Cain keluar dan menutup pintu.


Felix juga ikut keluar, "Bisakah kita berada di dalam saja? diluar sini sangat panas!"


Cain tidak memperdulikan Felix dan mulai bekerja, mengalirkan lahar api itu kembali ke kawah gunung merapi. Memang Cain tidak bisa membayangkan bagaimana Felix bisa menemukannya.


"Apa maksudmu tadi, yang bukan ingatanku?!" kata Felix duduk di depan rumah kecil yang terbuat dari es yang tidak mencair bahkan saat berada di dekat gunung merapi yang mempunyai suhu sangat panas. Sudah Felix pastikan kalau Cain tetap memiliki kekuatan Pewaris Ruleroum meski permainan telah selesai. Buktinya dia bisa membuat es kuat yang menjadi kebanggan Ruleorum itu.


"Itu dari ingatan Caelvita sebelumnya! hanya saja kau tidak menyadarinya dan kau salah sangka mengira itu adalah ingatanmu ...." kata Cain.


"Selama ini kau tidak pernah meremehkanku ...." kata Felix tertawa, "Apa karena kau terlalu lama berada disini? setelah bertemu yang lebih hebat dariku ... akhirnya kau sadar bahwa aku tidaklah sehebat itu ... begitukah?"


"Yang mengetahui cara untuk menebus hukuman hanyalah Sang Penghukum dan Leaure Sejati Pertama serta Caelvita-47. Mustahil ada yang mengetahui tempat ini bisa menyembuhkan sedangkan pada dasarnya nama gunung merapi ini saja adalah Gunung Penghancur. Tidak ada yang mau mendekati tempat yang bisa membuat pikiran dan tubuh bisa tercerai berai ...." kata Cain.


"Sepertinya kau sudah mendengar rumor tentangku ya ...." gumam Felix, "Tapi sepertinya kau salah sangka ... bukan karena dua petunjuk lukamu itu tapi dari perkataanmu yang mengatakan bahwa kau memiliki jarak aman untuk bisa tidak kudeteksi ... jika menjaga jarak aman itu, kau bisa aman dari pencarianku ...."


"Kau pikir, hanya kau yang bisa menyembunyikan auramu?! aku juga bisa! bahkan tanpa memakai Idibalte ...." kata Felix, "Walau sebenarnya memang sangat sulit dilakukan." keluh Felix dalam hati.


"Jadi kau ...." Cain tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.


"Aku menggunakan jarak amanmu itu untuk menemukanmu ... kau pikir itu adalah kelebihanmu untuk bersembunyi dariku tapi ternyata itu bisa menjadi kelemahanmu juga kan ...." kata Felix.


Cain tertawa tidak habis pikir dan duduk disamping aliran lahar panas, "Tempat ini adalah tempat larangan bagi semua Penghuni Mundebris dan Bemfapirav. Bukan karena dilarang, jadi tidak ada yang mau mendekati tempat ini tapi memang karena tempat ini akan langsung menghancurkan pikiran dan tubuh. Tempat ini khusus untuk Leaure sejati, atau nama lainnya ini adalah warisan rumah untukku sebagai Leaure sejati kedua. Selama aku berada disini, lenganku yang diambil akan cepat kembali ...."


"Apa karena kau sudah terlalu lama tinggal disini, makanya kau berpikir seperti Quiris disini juga?" kata Felix.


"Wajar jika aku berpikiran begitu ... hanya Caelvita-47 yang tahu tempat ini! hanya satu cara untuk bisa menemukanku disini yakni mendapat ingatan dari Caelvita-47 secara tidak sadar ... tapi setelah kau mengatakan bahwa kau tidak menggunakan petunjuk tentang lukaku tapi menggunakan petunjuk jarak aman yang membuatmu tidak bisa mencariku, aku akui kau menemukanku murni karena usahamu sendiri!" kata Cain.


"Kupikir kau masih Cain yang aku kenal tapi ternyata bukan lagi ... kau sudah seutuhnya menjadi Viviandem. Dengan prinsip pemikiran yang sama dengan mereka ...." kata Felix kecewa.


Cain tidak menjawab atau menyangkal ucapan Felix dan mulai bangkit melakukan aktivitasnya lagi. Cain terlihat santai saja berada di antara lahar panas yang udaranya saja bisa membuat kulit melepuh dan asap beracun yang berbahaya bagi sistem pernapasan.


Beruntungnya Felix memiliki Veneormi di dalam tubuhnya, saat tubuhnya mulai terluka oleh suhu panas, Veneormi menyembuhkannya dengan cepat. Bukan lagi sebagai kelemahan tapi Felix memanfaatkan Veneormi sebaik mungkin, yang tidak akan membiarkan sarangnya mati itu bisa menjadi kelebihan. Sepertinya Felix harus berterimakasih pada Efrain atau berterimakasih pada tubuhnya sendiri yang sudah rela berkorban sehingga bisa mendapatkan keuntungan ini.


"Bukannya kau yang kini dikuasai oleh pikiran Leaure Sejati pertama?!" kata Felix berbalik saat mulai pergi menuruni gunung merapi itu.


"Caelvita dan Leaure sejati memang seharusnya bertolak belakang dan tidak akan pernah akur!" kata Cain.


"Jangan berkata kasar padaku disaat tanda Alvaudenmu masih dengan jelas terukir di dahimu ...." kata Felix sudah benar-benar pergi.


Cain kemudian menghentikan aktivitasnya dan melihat Felix yang perlahan mulai menjauh dan akhirnya menghilang dari pandangannya.


"Aku juga benci melakukan ini Felix, tapi seharusnya memang kau tidak menemukanku atau setidaknya tidak secepat ini ...." kata Cain.


Felix kembali ke Mundclariss menggunakan Gerbang Ruleorum karena sudah melewatkan banyak waktu. Setelah pulang sekolah tadi, Felix langsung masuk Mundebris untuk mencari Cain. Felix murni menggunakan usahanya sendiri dengan menyembunyikan auranya untuk mencari keberadaan Cain menanyakan pada tanaman atau tanah yang dekat dari Jembatan Ruleorum.


Mengikuti jejak Cain mulai dari sana dan menanyakan satu per satu tanaman, tanah, kerikil, pasir yang merasa diinjak oleh seseorang yang tidak bisa dilihat wujudnya. Itu bisa menandakan bahwa Cain pernah lewat disana. Sesederhana itulah Felix menemukan Cain tapi setelah bertemu akhirnya Felix yang kecewa juga. Usahanya itu dinilai bukan dirinya yang melakukan tapi karena ingatan dari Caelvita sebelumnya.


Felix tidak mengetahui apapun tentang Gunung Penghancur yang menjadi rumah sekaligus tempat menyembuhkan diri bagi Leaure sejati itu. Tapi Cain mengira Felix menemukannya karena sudah tahu tentang itu.


"Baiklah ... jika itu maumu! aku tidak akan menemuimu lagi!" kata Felix yang dikuasai emosi.


...-BERSAMBUNG-...