
"Tandanya ada yang membawanya kesini, tidak mungkin dia ke Mundclariss tanpa bantuan. Tanyakan siapa yang membawanya!" kata Tan.
"Aku sedang tidak terlihat sekarang dan kabut sudah menghilang. Tidak mungkin aku memunculkan diriku saat adik kelas sedang ada banyak disekitarku." kata Tom.
"Tunggu ... disini juga ada!" kata Teo menutup mulutnya dengan ekspresi berlebihan.
"Apa maksudmu?!" tanya Tan datar tapi setelah mengerti baru menaikkan suaranya, "Ada tanaman Mundebris juga di tempatmu sekarang?!" tanya Tan melihat sekeliling setelah mendengar Teo dan Tom menemukan Tanaman Mundebris, ada kemungkinan didekatnya juga ada.
"Kemarin saat kesini, tidak ada. Aku sangat yakin karena aku sudah mengelilingi tempat ini. Mustahil aku tidak mengenali mereka ...." kata Felix.
"Tandanya, ada yang membawanya tadi malam." kata Tom.
"Bagaimana saat pagi tadi? kau tidak melihat sesuatu yang aneh?!" tanya Tan.
"Kabut tebal sekali, pandanganku tidak jelas. Tanaman Mundebris juga tidak memiliki aura jadi sulit untuk dilihat dan dirasakan keberadaannya kalau tiba-tiba muncul ...." jawab Felix mengisyarataan bahwa mungkin saja tadi pagi saat dirinya ada disana, seseorang membawa tanaman itu.
"Tanaman memang tidak memiliki aura, tapi yang membawanya pasti punya." kata Tom.
"Quiris punya kekuatan untuk menyembunyikan aura ...." kata Felix.
"Wah, ada juga disini ...." Tan berhenti berjalan dan terdiam membengong di depan sebuah tanaman.
"Tanaman jenis apa yang kalian temui?" tanya Felix.
"Aku ... itu ... em ...." Teo mengingat-ingat nama tanaman yang ada di depannya.
"Jangan bilang, semua yang kita lihat sama?!" kata Tan.
"Leaure Plaevivindote atau tanaman malaikat pelindung." kata Tiga Kembar bersamaan.
"Tanaman itu harusnya hanya tinggal di dalam istana Leaure." kata Felix heran dan berjalan cepat menuju tempat Teo berada yang dekat dengannya untuk melihatnya langsung.
"Aku melakukan kontrak saat bersama Cain dulu ...." kata Tan.
"Kalau diingat-ingat, kita sudah selesai melakukan kontrak dengan tanaman yang ada di dalam istana Leuare ya?! apa jadinya kalau belum dan Cain sedang tidak ada bersama kita." kata Tom.
"Kalau begitu, seakan Cain memang sengaja melakukan itu Seperti sudah tahu kalau akan pergi lama ...." kata Felix dalam hati sudah sampai di tempat Teo berada.
"Ow ... ow ... Tuan Muda?!" sapa Tanaman khas Leuare yang melihat kedatangan Felix. Tanaman yang terlihat biasa-biasa saja seperti tanaman yang ada di Mundclariss tapi mempunyai bunga yang berwarna kuning keemasan. Akan mekar jika berada di dalam istana Leuare.
"Apa yang kau lakukan disini?! tidak ... tidak ... siapa yang membawamu?! sejak kapan?!" Felix bertanya terus menerus.
"Sudah menjadi aktivitas rutin kami kesini, Tuan Muda." jawab Tanaman itu.
"Apa maksudmu?!" Felix meminta penjelasan lebih lanjut.
"Disini dulunya adalah rumah Setengah Quiris pertama. Tapi lama kelamaan diubah menjadi tempat perkemahan, karena tidak ingin ada yang mengikuti Setengah Quiris yang pertama itu tinggal disini. Alasannya karena tidak ingin disini menjadi pemukiman warga. Dimana ada manusia pasti akan ada kerusakan pada alam." kata Tanaman itu.
"Apa Setengah Quiris yang pertama itu adalah seorang Leaure?!" tanya Teo meminta Felix menanyakan itu.
"Tentu saja Tuan Muda, kami tidak akan melakukan perintah kalau bukan dari keturunan Leaure atau ada hubungan istimewa dengan Leaure." jawab Tanaman Leaure.
"Pemilik perkemahan ini yang kulihat bukanlah Setengah Quiris ...." kata Felix yang kemudian Tan dan Tom sudah ikut bergabung juga.
"Begitukah?!" kata Tanaman Leaure memiringkan dirinya sehingga terlihat sangat lucu.
"Maksudmu, dia menyembunyikan auranya?! mana bisa Setengah Quiris melakukan itu?! walau memang bukan mustahil tapi kebanyakan yang bisa harusnya hanya Viviandem." kata Felix padahal tadi dirinya sendiri yang mengatakan kalau Quiris bisa menyembunyikan aura.
Felix ingin bergegas kembali melihat dengan jelas pemilik perkemahan, "Tidak mungkin terus keturunan Setengah Leaure yang pertama menjadi pewaris di tempat ini kan?! mustahil kalau keturunan dari Setengah Quiris pertama yang ada disini terus menjadi pemilik perkemahan. Kekuatan untuk membuka gerbang hanya bisa dilaukan oleh Setengah Quiris, kalau Setengah Quiris menikah dengan manusia maka anaknya tidak akan memiliki kemampuan untuk membuka gerbang ataukah ...." kata Felix tidak selesai.
Tanaman Leaure itu hanya diam dan terus menggoyang-goyangkan dirinya kekanan dan kekiri dengan riang.
"Kau tidak mau menjelaskan lebih lanjut?" tanya Felix.
"Kemungkinan adalah kata yang normal di Mundebris. Tuan Muda seharusnya sudah mulai membiasakan diri dengan hal itu. Apapun bisa saja menjadi kemungkinan ...." jawab Tanaman Leaure.
"Sudahlah, apapun itu ... menurutku ini adalah hal baik." kata Tan.
"Ya, tidak perlu meminta penjelasan lebih lanjut lagi. Yang dilakukan juga bukan hal buruk ...." kata Tom.
"Bagaimana bisa kalian tenang begini?! disaat tidak mendapat penjelasan dengan secara benar?!" kata Felix heran.
"Kalau sudah terbiasa sudah tidak menjadi hal besar lagi." kata Teo membuat Tan dan Tom menahan tawa, "Apalagi untuk mereka yang dekat dengan seseorang yang tidak suka menjawab pertanyaan. Penjelasan seperti ini saja sudah lebih dari cukup." sambung Teo membuat Tan dan Tom tertawa keras kali ini.
Felix hanya heran karena tidak tahu kalau dirinyalah yang sedang dibicarakan.
"Bagaimana?! rasanya sangat menyebalkan kan?! pertanyaan tidak dijawab ...." kata Teo kali ini terang-terangan, "Bayangkan bagaiamana kami selama ini?! kau baru sekali ini saja dibeginikan ... kami sudah 3 tahun kau perlakukan begitu. Bayangkan bagaimana sabarnya kami menghadapimu!"
Rasa kesal Felix tertunda karena ada dua pengelola perkemahan yang sedang mendekat dengan tertawa kemudian saling mengobrol satu sama lain. Tentunya mereka tidak bisa melihat keberadaan FT3 dan hanya berlalu melewati saja. Felix mengambil kesempatan itu untuk pergi darisana. Tan, Teo dan Tom kembali tertawa setelah Felix pergi.
"Wah ... rasanya menyegarkan dan melegakan sekali!" kata Tom.
"Sudah lama aku ingin mengatakan itu ...." kata Teo.
"Walau begitu, rasanya kita berlebihan. Kita tahu betul kalau Felix selama ini tidaklah bermaksud begitu ...." kata Tan merasa bersalah.
"Jangan bercanda! tadi tawamu lebih besar daripada kami berdua!" kata Teo.
"Tapi rasanya ada yang kurang saja ...." kata Tom saat mereka kembali ke area perkemahan.
"Em?!" Tan dan Teo menoleh pada Tom.
"Tidak ... tidak ada!" kata Tom tidak jadi mengutarakan pendapatnya.
"Aku tahu ... aku sebisa mungkin ingin membuat Felix nyaman dengan kita. Tapi rasanya sulit, selamanya dia terlihat sungkan dengan kita. Felix tidak memperlakukan kita seenaknya seperti pada Cain. Dia selalu membatasi diri dengan kita ... rasanya selalu ada dinding pemisah diantara kita dan hanya Cain yang bisa melalui dinding itu." kata Teo.
Sementara Felix saat ini sudah ada di depan pemilik Perkemahan Incia. Tapi sama seperti kemarin, tidak ada yang istimewa.
"Jelas-jelas kalau auranya manusia, pikirannya juga dengan mudah kubaca. Apa maksud tanaman Leaure itu?! pemilik yang mana dia maksud?!" kata Felix.
...-BERSAMBUNG-...