UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.541 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 24



Cain sepertinya belum terbiasa dengan perubahan bentuk itu. Staminanya seperti terkuras habis, "Aku sudah melihat ini terjadi tapi tidak tahu ternyata begini rasanya ...." kata Cain dalam hati mengingat bagaimana penampilannya saat dimasa depan tidak disangka lebih kacau dari yang dibayangkannya, "Bagaimana aku bisa bertahan dengan keadaan seperti ini?!" Cain bahkan sudah mulai meragukan apa yang dilihatnya dimasa depan, "Ataukah ... ada pilihan yang salah kuambil sehingga sampai begini?!" kini Cain terus menerus harus dilindungi oleh Raja Aluias.


"Untuk yang pertama kali melakukan perubahan bentuk memang sudah dikatakan hebat bisa sampai ditahap ini dan bertahan sampai sekarang. Bahkan tanpa latihan sebelumnya tapi bisa melakukannya dengan baik seperti ini adalah sebuah pertanyaan ...." kata Raja Aluias dalam hati yang mengingat saat meminta Cain untuk latihan tapi Cain takut kalau auranya yang dijaga agar tidak terdeteksi bisa lepas saat berubah bentuk.


Cain hanya mengatakan kalau bisa melakukannya tanpa latihan, "Memang aku melihat bagaimana Raja Aluias mengatakan bahwa ini pertama kalinya aku melakukan perubahan bentuk saat itu. Jadi, aku pikir ... berhasil saja tanpa harus latihan. Tapi, Raja Aluias bahkan tidak pernah mengatakan hal itu padaku sekarang. Apa ada yang berubah?!" Cain terus meragukan apa yang dilihatnya dimasa depan.


Cain sempat kehilangan kesadarannya beberapa detik, baru sepenuhnya sadar saat sudah selesai dibanting dan dilempar tanpa ampun. Raja Aluias tidak sempat melindungi Cain karena juga sedang kesulitan. Banks apalagi yang sedang berada cukup jauh dari tempat Cain.


Suara geraman yang sering didengar oleh Cain saat tidur terdengar, "Suara Goldwin semakin besar saja ...." Cain terbaring lemah tidak bisa bangun mendengar itu. Suara yang biasanya Goldwin suka perdengarkan pada Cain itu, tepat ditelinga seperti alarm.


Cain merasa ada yang terus mendorongnya dan menemukan Goldwin yang berukuran besar sedang mencoba membantunya berdiri dengan moncongnya.


"Aku sedang tidak bermimpi kan?!" tanya Cain.


"Kau tidak melihat ini terjadi?!" tanya Goldwin yang memang tidak terlalu suka menemani Cain untuk melihat masa depan. Apalagi Cain tidak hanya sekali dua kali pergi tapi berkali-kali.


"Bagaimana ini bisa terjadi?! apa ini memang mungkin untuk terjadi?!" tanya Cain.


"Memang hal seperti ini tidak terjadi tiap hari." jawab Goldwin membuat Cain ingin tertawa tapi rasa sakit menahannya, "Kau lupa?! kita ini satu tubuh. Saat kau berubah menjadi besar begini, akupun pasti ikut juga."


"Aku tidak tahu kalau kekuatan Aluias bisa berfungsi juga pada Leaure." kata Cain yang memang sengaja tidak mengikutkan Goldwin ikut bersamanya dengan Raja Aluias karena tidak ingin mencampur adukkan Leaure dan Aluias. Kenyataan bahwa dirinya yang juga keturunan Aluias juga belum pernah dibahas dengan Goldwin untuk menghargai Goldwin.


"Aku ini Unimarismu, mau kau itu keturunan dari mana lagi pun ... kalau masih ada yang kau sembunyikan sih ... tidak bisa mengubah fakta bahwa jiwa Leaure lebih dominan padamu." kata Goldwin membantu Cain untuk berdiri.


"Kita jadi partner berbulu!" kata Cain melihat bagaimana dirinya kini sama-sama dengan bentuk hewan. Serigala dan Singa berdampingan sepertinya sebuah pemandangan yang bahkan bagi Mundclariss adalah hal langka untuk dilihat.


"Bukankah menyenangkan punya empat kaki." kata Goldwin yang sepertinya sudah mulai tertular Cain untuk terus membuat lelucon, "Singa dan Serigala ... pemandangan yang tidak bisa dilihat setiap hari kan? apalagi kalau bekerjasama begini." Goldwin memukul Cain dengan kaki depannya tapi Cain yang masih kesulitan berdiri hampir ambruk karena itu.


"Aku sudah menunggu lama ini terjadi ...." kata Goldwin menahan Cain yang hampir jatuh kembali.


"Apa?! melihatku kacau begini?!" kata Cain.


"Bertanding lari! aku sudah lama ingin bertanding lari dengan Aluias." kata Goldwin menyeringai.


"Lucu sekali kau mengatakan itu disaat berdiri saja aku kesulitan. Kau sengaja melakukan ini kan?! Awas saja! Raja Aluias ada didepan, kalau kau mau mempermalukan Aluias pikirkan lagi!" kata Cain mendengus tertawa.


"Kau itu Leaure! hanya karena saat ini kau sedang dalam bentuk serigala tidak menandakan kau itu bagian dari mereka." kata Goldwin merasa sakit hati mendengar Cain berpihak pada Aluias.


Walau sekedar candaan tapi ternyata tetap akan membuat Goldwin terluka, "Raja Aluias mengatakan kalau aku ini lebih mirip ibuku daripada ayahku. Kekuatan fisikku katanya memang lebih dominan Aluias, maka dari itu saat umur 17 tahun nanti rambutku akan berubah menjadi putih. Karena fisikku yang dominan Aluias, tapi jiwaku adalah Leaure. Makanya kekuatan Leaure lebih cepat muncul, kedatangamu juga dan terlebih lagi kuda yang datang padaku adalah Leaure juga. Bukankah itu sudah bukti jelas, suatu saat pasti penampilan luarku memang akan kelihatan Aluias tapi didalam aku ini tetap Leaure. Bukan soal apa yang terlihat tapi apa yang ada di dalam." kata Cain lewat pikiran.


"Berbicara lewat pikiran saja sudah menandakan kalau kau itu terhubung denganku ...." kata Goldwin yang agak membingungkan bagi Cain. Apakah itu pertanda Goldwin sudah memaafkannya atau masih marah.


Botol ramuan melayang hampir mengenai Cain, Goldwin hendak menghentikan karena responnya yang cepat tapi setelah sadar itu dari Banks. Goldwin menghindar dan membiarkan itu mendekati Cain.


"Ah, aku juga ...." kata Goldwin mengira Banks hanya akan membantu Cain tapi ternyata dirinya juga.


"Hem?!" Banks dengan wajah bingung.


"Apa maksudnya ...." Goldwin menyadari wajah Banks itu.


"Padahal aku hanya mengirim itu untuk Cain, kenapa jadi terbagi dua?!" Banks bingung, "Apa memang mereka sudah sesempurna itu?! sudah selayaknya satu tubuh?! yang tentunya apa yang dialami Cain, Goldwin pun juga akan mendapatkan hal yang sama. Tapi mereka masih terlalu dini untuk dikatakan seperti itu ... terlebih lagi Cain yang juga seorang Aluias."


Cain merasa mendapatkan kekuatan baru dan bersiap untuk kembali dalam pertempuran. Raja Aluias dan Banks kelihatan bertarung tanpa henti didepan.


"Ayo kita lihat bagaimana kecepatanmu!" kata Goldwin mengajak Cain untuk berlari.


Cain menerima tantangan dan berlari bersamaan dengan Goldwin. Saat berlari, Banks kembali mengirimkan ramuan tapi terbagi dua lagi. Cain semakin cepat berlari berdampingan dengan Goldwin.


Banks merasa harus memberikan ramuan penyembuhan darurat pada Cain. Karena Cain sangat dibutuhkan dalam pertarungan. Sehingga harus memakai larutan yang sangat dihematnya itu.


"Padahal, biasanya Banks pelit sekali menggunakan ini ...." kata Goldwin dalam hati agak sebal.


"Ayo!" kata Felix melirik Verlin.


"Lagi?!" Verlin agak ragu tapi tidak bisa menolak juga.


Felix dan Verlin kembali menyatukan kekuatan untuk membuat permukaan tanah tertutupi oleh es. Yang tadinya sudah dibakar habis oleh pasukan Efrain beserta pasukan neraka yang ikut lenyap juga.


Sementara Cain dan Goldwin berlari, permukaan tanah kelihatan berubah menjadi es. Cain bisa merasakan itu saat berlari dan menyentuh es yang terasa dingin di kakinya. Tapi tetap terus berlari bersama Goldwin.


...-BERSAMBUNG-...