UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.422 - Charleston & Calvin



Juro 2020 hanya bisa menahan senyuman pahitnya agar tidak sampai kelihatan oleh Tan yang sedang menatapnya. Wujud Kakeknya masih terus menyerangnya tanpa ekspresi.


"Sepertinya, kekuatannya belum sesempurna Zeki ...." kata Ditte dalam hati melirik Moshas yang berubah menjadi Kakek dari Juro 2020, "Hanya kekuatan saja, jiwanya tidak datang sepenuhnya ...." sambungnya.


Karena sempat teralihkan, Ditte hampir saja tidak bisa menghindari serangan Harvard, "Ada apa denganku?! membandingkan mereka disaat seperti ini ...." Ditte sendiri tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkannya saat ini.


"Iblis dengan kekuatan alam, hanya pernah datang sekali seperti yang dikatakan kakek ...." kata Juro sambil menatap Kakeknya yang sudah lama meninggal itu sedang berada dihadapannya, "Kalau begitu sudah jelas ...." Juro 2020 langsung terbang dengan cepat keluar dari dunia Zewhit itu. Kakek Juro 2020 mengejar tapi berubah menjadi Moshas lagi setelah menyentuh dinding Memoriasepirav.


Tan tersenyum melihat itu, "Sepertinya jumlah kita bertambah atau setidaknya jumlah anak buah Efrain berkurang ...."


Wadi yang mengeluarkan kekuatan Daemonimed nya sudah memunculkan banyak botol ramuan besar yang melayang-layang disamping kiri dan kanannya untuk menangkap petir yang ditembakkan oleh Thunderbird. Tapi ternyata petir oleh Thunderbird tidak bisa ditahan lama, hanya bisa bertahan sebentar dan botol meledak membuat Wadi terkena serangan yang merupakan kebodohannya sendiri tanpa pikir panjang sebelumnya.


"Daemonimed seharusnya berpihak pada Caelvita, bukannya sebaliknya!" kata Harvard merubah cuaca di dalam dunia Zewhit itu menjadi hujan lebat dengan petir dan guntur memenuhi langit.


"Tidak kusangka Caelvita pemula bisa menguras tenagaku, padahal dia belumlah sekuat itu ... tapi kuakui itu karena kecerdasannya. Dan saat ini ... tidak mungkin melawan iblis dengan kekuatan alam sementara kondisiku seperti ini." Wadi lebih memilih untuk mundur daripada melawan Thunderbird yang mustahil untuk dikalahkan. Bahkan dengan kondisi sempurna melawan Thunderbird juga tidak ada peluang menang.


Harvard memperluas area serangannya karena sudah mengetahui bahwa Wadi akan mundur. Tapi tetap saja Wadi bisa pergi, sepertinya menggunakan seluruh kekuatannya untuk lari dari serangan Harvard.


"Tentu saja, Daemonimed bukan hanya ahli menyembuhkan Quiris lain tapi juga ahli melindungi dirinya sendiri." kata Tan yang tahu bahwa Wadi ada dipihak lawan tapi tetap menjadi inspirasi bagi Tan.


Harvard menatap sinis Tan yang tidak bisa melihat situasi sedang memuji sementara dirinya belum selesai melampiaskan amarah. Tan tidak tahu maksud dari tatapan mematikan Harvard itu. Akhirnya Harvard mengalihkan pandangannya dan fokus pada Ditte yang ditinggal seorang diri.


"Sepertinya kaulah yang paling setia diantara mereka ...." kata Harvard.


"Sepertinya ... begitu!" kata Ditte tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan mati oleh Thunderbird. Mati ditangan Iblis dengan kekuatan alam sama saja dengan mati tidak terhormat dicap sebagai pengkhianat dan tidak akan terlahir lagi.


"Tidak!" Zeki yang penuh luka datang dihadapan Ditte, "Jangan bunuh dia! kalau kau membunuhnya, kau juga harus membunuhku!"


"Zeki! apa yang kau lakukan?! pergi darisini!" Ditte mendorong Zeki tapi Zeki tetap menjadikan dirinya sebagai perisai.


"Impianku selama ini hanyalah satu ... bisa hidup sebagai Amantasia seperti dirimu sehingga tidak perlu khawatir lagi bisa menghilang dengan mudahnya dan bisa terus bersama disamping Iriana. Tapi setelah kepergian Iriana, Efrain yang kehilangan arah, Dave yang entah dimana, hingga kau yang meninggalkanku juga ... impian baruku adalah bisa terlahir kembali menjadi manusia biasa, begitupun kau ... sehingga kita tidak perlu mengalami hal seperti ini lagi. Tapi kalau kau mati oleh Thunderbird, kau tidak akan bisa terlahir kembali. Aku tidak akan membiarkan impianku hancur lagi." kata Zeki membuat Ditte berlinang air mata.


"Ditte Aline I.Topaz! sampaikan pesanku ini pada rajamu, maka aku akan membiarkanmu hidup ... katakan bahwa, aku ... Harvard Si Thunderbird telah datang." kata Harvard dengan suara petir yang menyambar di langit.


"Akan aku sampaikan!" kata Ditte mengambil kesempatan itu untuk segera mundur.


Harvard turun mendarat tepat dihadapan Felix, "Yang Mulia ...." Harvard sedih melihat penampilan Felix yang penuh luka itu, "Maaf, saya terlambat datang."


"Jangan melihatku seperti itu, bahkan kau yang adalah Thunderbird sekalipun tidak akan kubiarkan melihatku dengan tatapan kasihan begitu! melawan Daemonimed sebuah keberuntungan sekarang aku masih hidup ...." kata Felix.


Tan, Teo dan Tom datang kedekat Felix, "Jadi, siapa dia?!" bisik mereka penasaran.


"Seperti yang kau dengarkan ... dia adalah Thunderbird!" kata Felix malas.


"Harvard!" menyebutkan namanya sendiri.


"Tan."


"Teo."


"Tom."


"Jadi, setelah ini ... kami akan lupa semuanya?!" kata Demelza melihat sinar matahari perlahan sudah membuat lubang banyak di langit malam dunia Zewhit.


"Kami akan melupakan semua hal yang terjadi selama tujuh malam?! termasuk bersama kalian ... kami akan lupa semuanya?!" kata Osvald yang bukannya merasa sedih akan melupakan kalau teman-temannya ternyata mempunyai kekuatan luar biasa tapi kenangannya malam ini akan terlupakan. Bagaimana dirinya mencoba bertahan hidup malam ini, dilindungi oleh mereka, bertarung bersama yang antara hidup dan mati tapi tetap saja merupakan kenangan yang tidak ingin dilupakan.


"Ada alasan kenapa kalian lupa dan kenapa memang harus melupakan. Kedua Zewhit itu tahu bahwa lupa adalah obat terbaik dan kalian memang tidak boleh tahu tentang semua ini ...." kata Felix melihat Zewhit Badut dan Kurcaci terlihat berjalan bergandengan tangan mulai menjauh.


"Jangan khawatir, kami akan selalu mengingatnya ...." kata Tom.


"Bukankah hanya perlu ada yang mengingatnya, sudah cukup ...." kata Teo.


"Kalau aku sih, ingin cepat bangun dan melupakan semua mimpi konyol ini termasuk kalian semua." kata Demelza tidak mengherankan lagi.


"Aku ingin kalian mengingatkanku soal ini ... walau aku pasti tidak akan percaya, tapi aku mohon ingatkan aku!" kata Osvald.


"Kau pasti hanya akan menganggapku orang gila ...." kata Teo.


"Walau begitu, ceritakan saja ... mau aku percaya atau tidak." kata Osvald.


"Baiklah ...." kata Tom yang ditatap oleh Felix, "Diiyakan saja ...." Tom menjelaskan dengan ekspresinya, "Lagipula dia tidak akan ingat juga."


"Ini ...." Tan berhenti melakukan aktivitasnya setelah melihat sesuatu.


"Kenangan mereka berdua?!" tanya Teo.


"Ingatan mereka ...." kata Tom.


"Namaku, Charleston atau yang sering kalian sebut Hantu Badut. Padahal aku hanyalah seseorang yang terus terjebak di umur 15 tahun dan tidak pernah menua dan mengganti pakaian badu ini dan itu sudah ratusan tahun yang lalu."


"Namaku, Calvin atau yang kalian sebut Hantu Kurcaci. Tapi, aku hanyalah anak kecil umur 6 tahun yang tidak punya kesempatan untuk bisa tumbuh tinggi."


"Kami akan menceritakan kisah kami pada kalian ... sebagai hadiah perpisahan." suara Charleston dan Calvin menyatu.


Untuk pertama kalinya Suara asli dari Zewhit Badut dan Kurcaci terdengar.


"Ternyata kalian punya suara yang bagus ... alangkah bagusnya kalau kalian berbicara dari awal seperti ini!" kata Teo masih sebal.


"Diam!" bentak Tom.


"Dengarkan baik-baik!" tambah Tan.


"Aku juga tahu harus diam, tanpa kalian beritahu. Memangnya aku ini anak kecil?!" kata Teo kesal.


"Diam!" kali ini Osvald dan Demelza yang berteriak serempak.


Teo memutar matanya sebal, seperti sendirian di dunia ini tanpa ada yang memihak dengannya.


...-BERSAMBUNG-...