UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.199 - Strategi Pertahanan



Perjalanan panjang yang seperti menarik napas dalam-dalam sebelum masuk ke dalam air untuk menyelam selama 28 hari. Setelah kembali seharusnya mereka bisa bernapas lega karena sudah kembali ke permukaan tapi nyatanya mereka masih merasa sedang tersesat di dalam air. Bukannya tidak tahu bagaimana untuk naik ke permukaan tapi selalu saja ada yang menarik kaki untuk menghalangi, membuat tersesat agar mereka menjauh dari permukaan.


Tapi bagi Felix itu lebih baik, terbiasa tercekik seperti itu lebih baik daripada terbiasa merasa nyaman. Karena kedepannya semua ini tidaklah ada apa-apanya. Yang disayangkan Felix hanyalah harus mengikutsertakan sahabat-sahabatnya.


Setelah kembali mereka harus bersiap oleh serangan dadakan dari Efrain atau anak buahnya serta dari pemain dan keluarga pemain. Saat di perjalanan menuju sekolah, mereka begitu sensitif. Semua orang dicurigai, bahkan Cain terus menerus memunculkan pedang Orogla nya. Cain tidak salah, bisa saja diantara orang-orang ini ada musuhnya yang sedang menyamar atau tidak menyamar sama sekali yakni keluarga jauh yang tidak diketahui atau suruhan pemain. Tidak semua keluarga pemain dikenali apalagi jika memang orang asing suruhan.


"Rasanya aku ingin pergi menggali lubang dan sembunyi di sana saja!" kata Teo.


"Kau juga jangan berlebihan! kau kan lebih tahu bagaimana sistem kekuatanmu ...." kata Felix pada Cain yang tidak berhenti melirik orang lain.


"Walau begitu, kita hanya melompat dua hari! itu tandanya hanya dua lapisan pertahanan pada kita ...." kata Cain.


"Kalau tahu kau begini, lebih baik kembali ke hari kita mulai melompati waktu yakni dua hari yang lalu! atau tiga hari kedepan ... dengan tanpa sama sekali perlindungan atau setidaknya menambahnya!" kata Felix.


Sistem kekuatan melompati waktu Cain membuat pertahanan pada tubuh penjelajah waktu sesuai jumlah hari yang dilompati. Efrain tidak bisa melukai mereka di masa depan karena pertahanan itu. Mereka memilih hari kedua untuk tetap memiliki pertahanan dua lapis tapi tetap saja mereka merasa itu tidak cukup.


"Apa menurutmu Efrain tahu kita kembali ke hari ini?" tanya Teo.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Teo, bukannya tidak ingin menjawab tapi memang tidak ada yang tahu harus menjawab apa. Siapa yang tahu apa yang ada diisi kepala Efrain, apa yang direncanakannya.


Dengan dua lapisan pertahanan, Cain dan Felix berharap itu bisa menjadi perisai sekaligus pertolongan pertama jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Lapisan pertahanan ini juga belum lama diketahui Cain dan seharusnya tidak ada yang mengetahui hal itu selain dirinya dan Leaure Sejati generasi pertama.


Tapi dengan Efrain yang mengetahui hal itu pasti sudah tahu juga jika satu lapisan pertahanan Pelompat waktu Jam Junghans hanya bisa dihancurkan oleh ledakan besar, sekitar 100 peledak untuk menghancurkan satu lapisan pertahanan per orang. Dengan dua lapisan pertahanan menunjukkan butuh 200 peledak untuk melukai masing-masing dari mereka. Terlebih lagi jika Leaure sejati sudah lebih kuat maka lapisan pertahanan itu bertambah berkali-kali lipat.


Entah Efrain keliru mengira bahwa lapisan pertahanan mereka sudah sempurna saat bertemu waktu itu atau ada hal lain. Karena tidak mungkin bagi seorang Efrain tidak bisa menghancurkan lapisan pertahanan itu dengan kekuatannya yang terkenal sangat hebat itu.


Sampai di sekolah mereka disambut oleh suasana sekolah yang normal. Membuat mereka terdiam karena iri dengan teman-teman sekolah yang hanya memikirkan jam berapa pulang dan ada tugas berapa. Sedangkan mereka harus melakukan hal yang berat sehingga hal biasa di sekolah seperti hanya mainan biasa bagi mereka.


Mertie yang tidak sengaja menoleh kebelakang menampakkan dirinya pada FCT3 yang mencarinya, langsung berlari. Cain, Teo dan Tom langsung mengejarnya. Sedangkan Tan menemani Felix berjalan.


"Kalian mau aku melakukan apa lagi?!" kata Mertie sudah lelah dimanfaatkan oleh mereka.


"Bukankah dulu kau mengatakan akan melakukan hal baik pada semua orang!" kata Cain.


"Hanya saja bukan begini yang aku inginkan! kalian jelas-jelas menganggapku sebagai budak kalian kan?! apa gunanya terlepas dari Geng Halle tapi malah kalian yang memanfaatkanku!" kata Mertie.


"Ini adalah perbuatan baik, kalau kau sudah mengeluh melakukan hal ini ... bagaimana kau mau melakukan hal yang lebih besar nantinya!" kata Teo.


Cain dan Tom terkesan dengan bujukan Teo itu.


"Jadi mau kalian apa?!" tanya Mertie.


"Sebarkan bahwa akan ada perampokan bank!" jawab Tom.


"Bank mana?" tanya Mertie.


"Bank Yardley!" sahut Teo.


"Menyebarkan sepertinya berlebihan, akan aku beritahu bank nya langsung!" kata Mertie.


"Kau takut kami memberimu berita palsu? ini informasi yang sangat akurat, tahu?!" kata Tom.


"Ohya? kalian mendapatkan informasinya dari siapa? kalian melihat kejadiannya langsung?!" kata Mertie membuat mereka terdiam, "Lihat kan, kalian tidak bisa menjawab!"


"Baiklah, informasikan saja langsung ke bank!" kata Tom.


"Nama baik apanya?! tidak ada juga yang tahu kalau kau hantu merah muda!" kata Cain.


"Kalau informasi ini salah, aku tidak akan dipercayai lagi!" kata Mertie.


"Kalau begitu, kau mau bertaruh?" tanya Teo membuat Cain dan Tom panik.


"Hahaha ...." Cain dan Tom langsung membungkam Teo.


"Lepaskan!" kata Teo.


"Jangan lakukan!" kata Tom berbicara dengan mengatupkan giginya.


"Kalau informasi kami benar, kau berhutang dengan kami! kalau informasi kami salah, kau bisa meminta satu keinginan ... akan kami kabulkan!" kata Teo.


Akhirnya Mertie tersenyum lebar dan langsung menyetujui.


"Kau tidak tahu apa yang akan dia minta!" kata Cain memukul Teo, "Tidak, lupakan saja! kami akan melakukannya sendiri ...."


"Siapa yang akan mempercayai perkataan kalian!" kata Mertie, "Bahkan jika kalian menggunakan nama hantu merah muda tanpa signature hantu merah muda tidak akan ada yang percaya kalau itu dari hantu merah muda ...." Mertie menyeringai.


"Baiklah ... tapi jangan permintaan yang aneh-aneh!" kata Tom.


"Kau pikir aku ini orang seperti apa?!" kata Mertie.


"Kau itu rubah licik!" kata Cain.


Mertie tersinggung mendengar perkataan Cain, "Apa? kau tidak tahu ya? semua orang mengatakan kau begitu! rubah licik yang berpura-pura dibully ...." kata Cain.


"Lebih baik rubah licik daripada beruang madu sepertimu!" kata Mertie.


"Beruang madu?" tanya Cain tidak mengerti tapi Teo dan Tom tertawa mendengar julukan Cain itu.


"Kau tidak tahu ya, kau terkenal di seluruh sekolah sebagai beruang yang suka berpetualang mencari teman disana-sini supaya bisa mendapat madu!" jawab Mertie.


"Hahh ... beruang? dari awal kalian sudah salah, aku ini singa tahu! siapa yang membuat julukan itu?" kata Cain kesal baru tahu julukannya.


Mertie menatap Teo dan Tom, "Kalian!" teriak Cain.


Teo dan Tom tertawa dan kemudian berlari menyelamatkan diri. Felix dan Tan yang baru datang menemui Mertie hanya melihat Cain, Teo dan Tom yang berlari.


"Kenapa mereka?" tanya Tan.


"Sudah kau kirim?" tanya Felix.


"Kau seperti mayat hidup saja!" sahut Mertie melihat wajah Felix.


"Sudah kau kirim peringatannya?" tanya Felix menahan diri untuk tidak kesal karena menanyakan hal yang sama dua kali.


"Tunggu, baru kubuat!" sahut Mertie, "Berarti ini memang benar karena kau yang mengatakannya ... hahh ... aku gagal taruhan deh!" Mertie menghela napas mengetahui kegagalannya.


...-BERSAMBUNG-...