UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.111 - Istana Leaure



Belum lama setelah misi penyelamatan Gina, yakni sebelum mereka naik kelas. Perjalanan pertama Cain ke Istana Leaure. Goldwin terus melirik Cain yang terlihat tegang, "Kau berdebar-debar saking senangnya kan?" tanya Goldwin.


Cain juga tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya itu dan hanya menjawab dengan senyuman dan helaan napas panjang. Jantungnya tidak berhenti berdetak begitu kencang seperti ingin melompat keluar saja di perjalanan pertamanya itu ke Istana Leaure.


"Kau tidak penasaran dengan ibumu?" tanya Goldwin tiba-tiba merusak suasana hati Cain.


"Aku memang punya hak untuk penasaran ... tapi karena tidak pernah bertemu aku tidak tahu harus penasaran akan hal apa ...." kata Cain.


"Bukannya aku tidak peka dan merusak suasana ... aku hanya ingin bilang kalau disana semua Leaure dan Setengah Leaure punya buku ingatan, kau bisa membaca buku ingatan ibumu disana. Pasti ibumu menulis sesuatu tentangmu atau sesuatu untukmu disana ...." kata Goldwin.


"Kau itu memang begitu ... tidak peka dan selalu merusak suasana! kau tidak tahu ya?!" kata Cain kesal, "Buku ingatan? seperti yang ditemukan Felix di Perpustakaan Sanguiber itu kan? semacam buku diary. Bukankah seharusnya buku seperti itu terus dibawa oleh yang punya ... memang tidak semua bisa membukanya karena memiliki keamanan khusus dengan harus memakai cara tertentu untuk membuka buku itu tapi di Mundclariss, Buku Diary adalah sesuatu yang sangatlah pribadi ...." sambung Cain.


"Buku ingatan di Mundebris berperan sebagai koleksi sejarah yang harus diketahui oleh generasi selanjutnya ... dan yang tersimpan di istana itu hanya buku tiruan karena buku asli dibawa oleh yang menulis. Setelah si penulis sudah menulis di buku asli maka barulah buku tiruan ikut menyalin ...." kata Goldwin.


"Kalau aku tidak salah perkataanmu itu mengisayaratkan bahwa buku harianku juga ada salinannya di Mundebris dong?" Cain dengan hebohnya.


"Tentu saja! mulai dari buku harian pertamamu akan ikut tertulis juga disana ...." kata Goldwin santai.


"Kenapa kau tidak mengatakan hal sepenting itu? bagaimana kalau ada yang membacanya ... oh! tidak!" Cain dengan ekspresi berlebihannya.


"Jangan khawatir! yang bisa membacanya hanya keturunanmu nanti! itupun jika kau membuat cara untuk membukanya." kata Goldwin.


"Aku tidak mempercayaimu! tadi kau bilang buku ingatan adalah koleksi sejarah, berarti bisa saja dibaca untuk keperluan penting suatu saat kan ...." kata Cain.


"Ya! ten ...." Goldwin keceplosan.


"Kan! kan! Dasar!" teriak Cain.


"Memangnya apa saja yang kau tulis sampai kau ketakutan begitu ada yang membaca?!" Goldwin jadi penasaran.


"Walau Caelvita penguasa Mundebris ... tidak menjadikannya bisa membaca buku ingatan siapapun kan?!" kata Cain.


"Jadi karena itu kau jadi heboh begini ... karena takut Tuan Muda membaca buku ingatanmu?! memangnya kau menulis makian tentang Tuan Muda ...." kata Goldwin.


Cain hanya terdiam membuat Goldwin jadi kaget, "Benar nih! kau menulis makian didalamnya ...."


"Mana mungkin aku menulis hal buruk tentangnya!" kata Cain mengelak.


"Lalu kenapa kau bereaksi berlebihan begitu?" tanya Goldwin.


"Aku tidak ingin saja dia membacanya ...." kata Cain.


Tak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di depan gerbang Istana Leaure yang terbuat dari emas itu. Seperti yang diceritakan Goldwin, di depan istana banyak penjual macam-macam Buah Darah dengan dibuat banyak bentuk makanan.


"Ini pertama kalimu masuk jadi kau yang coba buka gerbang!" kata Goldwin.


"Apa ada pelindung juga seperti di Istana Sanguiber yang tidak sembarangan bisa masuk?" tanya Cain.


"Tentu saja! semua Kerajaan memiliki dinding pelindung walau berbeda tapi memiliki kekuatan yang sama. Tapi cara masuk Istana Leaure lebih sulit dari istana lainnya ...." kata Goldwin mulai terlihat khawatir.


"Kau selalu saja mengatakan hal yang penting belakangan seperti ini?! bagaimana kalau aku tidak bisa membuka gerbang dan sudah susah-susah kemari!" Cain protes.


"Karena aku mempercayaimu ...." kata Goldwin.


"Aku percaya kau bisa membukanya!" kata Goldwin.


"Memangnya apa syaratnya untuk bisa masuk istana?" tanya Cain mulai tidak percaya diri.


"Coba saja dulu! masuk ke dalam batas pelindung dulu ...." kata Goldwin.


Cain dengan perlahan memasuki pelindung tembus pandang yang dipenuhi serbuk emas itu. Dengan menutup mata Cain berjalan terus menerus, "Apa aku sudah masuk?" tanya Cain masih belum membuka matanya.


Goldwin hanya diam tidak menjawab membuat Cain perlahan membuka matanya dan menoleh kebelakang, "Heh?!" Cain tanpa disadari bahkan sudah didalam istana dan sudah membuka gerbang.


"Sudah kuduga kau itu memang istimewa!" kata Goldwin dalam hati.


"Jadi apa syarat untuk bisa memasuki Istana Leaure?" tanya Cain sambil terus melihat pemandangan sekitar.


"Yang bisa memasuki Istana Leaure hanyalah yang sudah tingkat senior atau sudah melakukan setidaknya 1000 misi penyelamatan ...." kata Goldwin membuat Cain melongo.


"Jadi bagaimana Setengah Viviandem bisa masuk kesini?" tanya Cain.


"Yang sudah senior mengabdi di kantor Leaure, itupun harus mengajukan izin atau memiliki 100 rekomendasi dari Leaure lain ...." kata Goldwin yang semakin membuat Cain jadi berkespresi aneh saking kagetnya dengan kesulitan memasuki Istana Leaure, "Tidak perlu kaget begitu, Leaure akan dengan mudahnya mendapatkan rekomendasi dari banyak orang karena selalu saling membantu sama lain ... dan melakukan misi penyelamatan 1000 bukanlah hal yang patut dibanggakan. Semua Leaure senior memiliki rekor yang sudah jauh diatas itu dan tidak menghitungnya lagi ...."


"Semakin aku tahu tentang Leaure, semakin aku kagum dan menjadikanku jadi tidak percaya diri apa bisa berguna nantinya ...." kata Cain lesuh.


"Jangan jadi tidak percaya diri begitu, dengan memasuki dinding pelindung dan membuka gerbang dengan mudahnya begitu adalah hal terhebat yang hanya bisa dilakukan oleh Raja dan keluarga Kerajaan Leaure ... kau yang hanya Setengah Viviandem menandakan memiliki hati yang tulus untuk membantu dan banyak orang yang berterimakasih bahkan menyimpan rasa terimakasih itu terus menerus dihatinya dengan bantuanmu itu atau kau memiliki potensi untuk menyelamatkan banyak nyawa ... gerbang istana akan terbuka lebar untuk orang seperti itu ...." kata Goldwin merubah bentuknya menjadi singa.


"Berarti bahkan bukan Leaure pun bisa masuk kesini dong?" tanya Cain.


"Hanya orang baik yang bisa dan yang seperti itu hanyalah Leaure!" jawab Goldwin.


"Kau berbicara seakan semua orang baik adalah Leaure!" kata Cain tertawa.


"Karena semua Leaure adalah orang baik!" kata Goldwin.


"Banyak orang yang sama sepertiku ... lagipula aku tidak sebaik itu!" kata Cain.


"Kau mungkin berpikir orang lain sama sepertimu ... tapi tidak semuanya sepertimu Cain ...." kata Goldwin membuka pintu masuk ke dalam istana.


Didalam langsung disambut oleh banyak foto di dinding istana dengan piala penghargaan disampingya. Cain tidak bisa melihat semuanya tapi matanya tertarik dengan foto perempuan yang tidak dikenalnya tapi entah mata dan tubuhnya bergerak sendiri untuk berdiri disana dan membacanya.


"Qiana, Penasehat Ratu Sanguiber ke-1344 dan Pahlawan Perang Saudara Antar Iblis di Awal Pemerintahan Caelvita ke-118!" tulisan langsung menerjemahkan sesuai bahasa yang bisa dibaca Cain, "Tunggu ... apa dia?"


"Ya! Penasehat Ibu Tuan Muda Felix ... dan yang membantu Nona Muda Iriana menyelesaikan perang saudara di awal pemerintahannya karena Setengah Viviandem jadi bisa membantu disaat Viviandem belum dibangkitkan ...."


"Seandainya orang seperti dia yang mendampingi Felix saat ini...." Cain menghela napas panjang.


"Sebagai gantinya, ada kau ... Putranya!" kata Goldwin membuat Cain lama terdiam.


"Jadi dia ibuku?" tanya Cain yang mulai sadar.


...-BERSAMBUNG-...