
Teo ingin melepas ledekan Tom begitu saja tapi tangannya bergerak sendiri memiting kepala Tom, "Akan kubunuh kau!" kata Teo tertawa sangat puas.
"Memangnya apa yang perlu kami persiapkan saat memasuki dunia Zewhit nanti malam?!" tanya Tan disela-sela pertengkaran Teo dan Tom.
"Pertama, udara disana bukanlah oksigen murni. Makanya manusia tidak cocok memasuki dunia itu. Tapi bukan berarti kau tidak bisa bernapas disana ... udara di dunia Zewhit adalah perpaduan Oksigen dan Viriaer Mundebris. Tidak membuat kesulitan bernapas tapi tanpa disadari manusia yang menghirup akan terbiasa dengan perpaduan itu dan lama kelamaan ...." kata Felix tidak selesai.
"Itulah bagaimana manusia berubah menjadi Meinimeirav ...." kata Tan menyelesaikan kalimat Felix.
"Ya, dan sesuatu yang setengah-setengah akan berakibat buruk." kata Felix.
"Kami bisa bertahan hidup di Mundebris yang hanya ada Viriaer disana, itu karena kami Alvauden. Tapi, apa itu tidak berlaku juga jika memasuki dunia Zewhit?!" kata Tom yang berhasil lepas dari Teo.
"Entahlah ... apa gelar Alvauden bisa membantu. Memang Dave, Alvauden Iriana belum menjadi Alvauden saat memasuki dunia Zewhit tapi bukan berarti kita bisa dengan berani mengambil resiko dengan alasan yang tidak diketahui secara jelas." kata Felix.
"Jadi, apa yang harus dilakukan agar kami bisa bertahan tanpa menghirup udara disana?!" tanya Teo lebih mementingkan bagaimana cara bertahan hidup daripada berdebat teori yang sulit.
"Berada di dalam pelindung sebuah dimensi buatan sangat membantu tapi itu jika hanya roh saja seperti yang dilakukan sebelumnya. Kalau tubuh asli tidak terlalu membantu lagi. Sebelum matahari terbenam, Banks akan datang membawa masker untuk kalian pakai. Katanya itu bisa menghentikan Viriaer terhirup tapi hanya oksigen yang masuk. Tapi ... akibatnya, karena hanya oksigen saja yang terhirup sementara pasokan oksigen di dunia Zewhit tidaklah cukup karena selalu dibantu oleh Viriaer. Makanya kalian bisa saja kekurangan oksigen saat disana." kata Felix.
"Kita tidak bisa bergerak berlebihan sehingga membuat tubuh memakai oksigen berlebihan juga." kata Tom.
"Hanya mengawasi saja, rasanya bisa diatasi." kata Tan terlihat berpikiran positif tapi dalam hati khawatir juga karena bukan hanya dirinya yang ada disana tapi kedua saudaranya juga.
"Yang kedua, jangan mengganggu apapun yang kalian lihat disana. Apalagi membantu Osvald atau Demelza ... jangan tertarik pada apapun di dunia Zewhit. Kalian disana hanya sebagai pengamat bukan bodyguard mereka. Rasa penasaran akan dunia Zewhit bisa menyesatkan dan membawa malapetaka." kata Felix.
"Toh, kami kesana hanya ingin belajar saja dan merasakan bagaimana rasanya di dunia pikiran. Lagipula ... Osvald terlihat bisa mandiri bertahan hidup sendirian." kata Teo.
"Ketiga, jangan menyentuh Osvald ataupun Demelza. Itu bisa membuat dimensi buatan kalian akan hancur dan kalianpun bisa dilihat oleh Osvald dan Demelza. Otomatis kalian juga menjadi target di dunia Zewhit itu dan akan diperlakukan sama dengan Osvald atau Demelza." kata Felix.
"Itu tidak akan terjadi." kata Tom.
"Hanya itu yang penting kalian ingat. Menjadi pengamat, jangan penasaran, jangan ikut campur. Ketiga hal itulah yang harus kalian lakukan saat berada disana. Aku bisa mempercayai kalian untuk menuruti ketiga peraturan itu kan?!" kata Felix.
"Tentu saja, jangan khawatir Felix!" kata Tan.
***
Senja datang dengan indahnya, menyilaukan dan membuat terbuai akan keindahan yang hanya sebentar itu. Banks tiba dengan tas kerjanya yang selalu disebut oleh Teo tas rongsokan karena kulitnya sudah robek tapi masih saja dipakai.
"Ini namanya masker matahari." kata Banks mengeluarkan masker seperti bentuk masker pada umumnya yang sering digunakan manusia. Hanya saja yang berbeda adalah bahannya yang keras dan berat saat dipakai. Saat talinya dikalungkan di telinga maka otomatis seperti menarik sendiri untuk dipaskan dengan wajah dan rasanya sangat erat.
"Tunggu ... rasanya terlalu ketat." keluh Teo.
Warna masker itu berwarna merah terang dengan saringan berwarna jingga.
"Masker matahari?!" Tom tidak bisa mengabaikan hal itu untuk dijadikan lelucon.
"Karena hanya oksigen yang bisa masuk lewat makser itu. Oksigen yang hanya ada di Mundclariss yang ada matahari. Jadi ... masker matahari!" kata Banks yang menjelaskan dengan ceria. Memang Banks suka menciptakan sesuatu tapi namanya sangatlah terlalu biasa menurut Tom.
Lantai, dinding dan atap tiba-tiba berubah secara perlahan-lahan.
"Sudah dimulai ...." kata Banks meninggalkan tempat itu sebelum Memoriasepirav itu sampai ditempat dirinya berdiri saat ini. Sudah menjadi peraturan bahwa Zewhit tidak boleh memasuki dunia Zewhit lain dan Banks sendiri adalah Zewhit tentu harus mematuhi peraturan itu juga.
"Terimakasih, Banks!" kata Teo menunjuk maskernya.
Zewhit Badut dan Kurcaci datang dibelakang Tiga Kembar seperti biasa saat mereka diundang masuk ke dunia mimpi. Kali ini memakasa mereka untuk cepat-cepat ke daerah yang sudah berubah menjadi Memoriasepirav.
"Padahal kita bisa berjalan sendiri ...." kata Teo sebal seperti ditarik paksa saja.
"Dimana, Felix?!" tanya Tom yang tadinya melihat Felix ada disana tapi sudah tidak kelihatan.
"Dia pasti bersembunyi seperti yang dikatakannya ...." kata Tan.
Dunia pikiran yang di mimpi dan dunia Zewhit sesungguhnya sangatlah terlihat perbedaan besarnya. Semuanya terlihat lebih besar, lebih luas dan lebih detail lagi. Tidak ada kekurangan yang membuat seseorang mengira itu adalah halusinasi. Di dunia mimpi ada kejanggalan kecil, seperti pohon terbalik di dunia Zewhit Kurcaci atau orang-orang berjalan mundur di dunia Zewhit Badut. Kejanggalan yang bisa membuat seseorang sadar bahwa sedang bermimpi atau sedang berada di dunia yang tidak nyata. Tapi kali ini semuanya berbeda, semuanya terlihat sempurna tanpa ada kejanggalan sama sekali.
Roh Osvald dan Demelza terlihat keluar sendiri dari tubuhnya yang sedang tidur di atas tempat tidur. Biasanya mereka hanya tertidur dan bermimpi tapi kali ini roh mereka keluar. Osvald dan Demelza kaget melihat dirinya sendiri sedang tertidur. Ingin kembali ke tubuhnya tapi ada tembok penghalang yang menghalangi mereka untuk mendekati tubuh asli mereka.
"Ada apa ini?! berbeda dari empat malam terakhir ...." kata Osvald yang sudah mulai terbiasa tapi karena berbeds lagi akhirnya rasa panik menghampirinya lagi seperti malam pertama.
"Wah, dia bisa mengingat sudah berapa malam ...." kata Teo.
"Ingatan tentang dunia pikiran sangat membekas dan dapat diingat sampai detail-detailnya. Begitu yang pernah kubaca ...." kata Tan.
"Jadi, maksudnya ... apa yang dilalui di dunia pikiran tidak akan pernah dilupakan?!" tanya Teo.
"Mereka akan lupa saat bangun tapi saat memasuki dunia Zewhit, pasti akan ingat lagi. Begitulah uniknya dunia pikiran, bisa melatih pikiran dan memperkuat daya ingat untuk mencari solusi menyelesaikan masalah." jawab Tan.
"Setidaknya, untuk mereka ... Zewhit lain biasanya tidak akan memberlakukan sistem lupa saat bangun tapi tetap membuat targetnya ingat bahkan setelah bangun untuk disiksa siang dan malam bahkan sampai seumur hidup." kata Tom.
"Harus aku katakan, mereka memang Zewhit yang baik." kata Teo sudah lupa selalu memaki kedua Zewhit itu.
...-BERSAMBUNG-...