UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.311 - Alasan Dari Semua Yang Terjadi



"Ada alasannya kenapa suatu hal terjadi. Alasan kenapa Ibumu ikut dalam perang itu, alasan bagaimana Ibumu tidak mengalami luka berat dan berada di dekat Ratu Sanguiber saat perang itu menjadi alasan kenapa Ibumulah yang membantu Ratu Sanguiber bersembunyi dari lawan. Semua alasan itu untuk kau mengetahui ramalan itu dan menjadi yang mewujudkan ramalan itu terjadi ...." kata Felix.


"Maaf, tadi aku terbawa emosi. Kau dan obsesi Pesmoresnonmu itu membuatku muak ... Iriana selalu mengatakan bahwa dia melakukan tindakan yang tepat karena hari ini aku bisa bertemu denganmu bukannya dia yang bertemu denganmu. Tapi kenyataannya semua itu benar ... itu membuatku frustasi! aku mencoba menyangkal tapi semua yang dikatakan Iriana benar terjadi. Aku bertemu denganmu hari ini ... semuanya sudah dilihat oleh Iriana sebelumnya. Ini membuatku serasa mau gila ...." kata Felix setelah beberapa saat menenangkan diri begitupun Osborn yang sudah mulai tenang juga.


"Tuan Muda sepertinya ragu akan kekuatan Tuan Muda ... tapi seperti saya yang terus membawa ketakutan akan ramalan itu sehingga terobsesi dengan Pesmoresnon dan akhirnya ternyata sayalah yang memulai ramalan itu terjadi. Tuan Muda yang diramalkan akan menghentikan masa kelam itu pasti juga benar adanya ...." kata Osborn.


Banks terlihat sudah datang tapi bukannya mendekat malah melakukan sesuatu dengan mengelilingi area tempat Felix dan Osborn sedang duduk.


"Sepertinya Banks tidak ingin mengambil resiko memindahkanmu jadi disinilah kau akan dikarantina." kata Felix melihat Banks memasang perisai. Felix menaruh tangannya di atas tanah dan muncullah kayu dari dalam tanah membentuk sebuah rumah yang sederhana, "Selama Banks memeriksamu, kau akan tinggal disini." Felix mulai bersiap untuk pergi.


"Saya minta maaf Tuan Muda, melibatkan Alvauden dalam masalah ini ...." kata Osborn merasa bersalah.


"Mereka akan terus mendatangimu ... aku tidak bisa menghentikan atau mencegahnya datang karena itu bisa membuatku ketahuan kalau sudah tahu semua ini. Terlebih lagi mereka itu lebih keras kepala darimu, jadi mau dihentikan bagaimana pun mereka pasti akan tetap kesini ... kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?!" kata Felix mulai berjalan mendekati Banks yang ada di luar perisai pelindung.


"Kenapa Tuan Muda menyembunyikannya dari mereka?" tanya Osborn membuat langkah kaki Felix terhenti.


"Sudah kuduga kau akan mengatakan itu tapi masih tidak bisa kupercaya kau benar-benar menanyakannya ...." Felix tertawa tidak habis pikir, "Terlalu sedikit informasi bisa berbahaya tapi lebih berbahaya lagi jika terlalu banyak informasi."


Felix keluar dari perisai pelindung yang dibuat oleh Banks dengan dipenuhi lendir, "Apa-apaan ini?" tanya Felix merasa jijik.


"Itu akan menarik semua apa yang menempel pada tubuh Yang Mulia ...." kata Banks bersiap dengan api di tangannya.


Perlahan cairan yang memenuhi Felix itu mulai jatuh dan pakaian Felix kering seperti tidak terkena cairan sama sekali. Banks langsung membakar cairan kental itu.


"Kabari aku terus bagaimana perkembangan disini ...." kata Felix.


"Baik Yang Mulia." kata Banks.


"Aku tidak perlu memberitahumu bagaimana kan ...." kata Felix berbalik setelah baru dua kali melangkah.


"Jangan terlihat seperti tahu segalanya tapi menjawab jika ditanya." kata Banks tersenyum.


"Haha ... ya, kurang lebihnya begitu. Mereka juga tidak bisa dibuat buta tentang ini tapi sebelum waktunya tiba mereka juga tidak boleh tahu terlalu banyak." kata Felix mengubah matanya ke mata biasa dan melihat ke dalam tempat Osborn berada tapi tidak terlihat ada Osborn menandakan Banks menggunakan perisai yang sangat bagus.


"Apakah tidak terlalu kejam, Yang Mulia? membiarkannya tinggal di dalam sana bersama kuburan sahabatnya itu ...." kata Banks.


"Sahabatnya meninggal saat berada disebuah kamar yang sempit dan saat penyakit itu mencapai akhir, jumlahnya semakin banyak ... bukankah lebih bagus di area terbuka begini dibanding harus di dalam sebuah ruangan yang bisa meledak kapan saja." kata Felix.


"Maaf, Yang Mulia ... saya tidak tahu jika Yang Mulia sudah memikirkannya sampai situ." kata Banks merasa malu.


"Disini juga jauh dari pemukiman Quiris. Aku hanya merasa bersalah pada Plaevivindote dan Anaevivindote yang terjebak bersama Osborn di dalam sana ...." kata Felix.


"Mereka pasti akan mengerti, Yang Mulia ...." kata Banks.


"Aku harap begitu ... tapi itu malah akan membuatku lebih merasa bersalah lagi jika mereka menerimanya begitu mudah tanpa marah sama sekali." kata Felix.


"Kau bertemu Osborn?" tanya Tom.


"Setidaknya kami ingin keluar sebentar untuk melihat apa yang terjadi." kata Tan yang sudah tahu jika ada yang terjadi karena Felix begitu lama.


Felix menyingkir dari tengah jalan dan memberi jalan untuk mereka bertiga bisa keluar.


"Banks? apa yang kau lakukan disini?" tanya Teo.


"Aku yang memanggilnya, di dalam sana sudah ada Osborn yang dikarantina ... dia tertular penyakit itu." jawab Felix.


"Aku tidak melihat apa-apa ...." kata Tan.


Banks memberi kacamata pada mereka bertiga sehingga bisa melihat Osborn.


"Jadi, apa benar yang dikatakannya itu?" tanya Teo melepas kacamatanya.


"Apa? soal kiamat itu? hahaha ...." Felix tertawa, "Maka dari itu Banks akan terus mengawasi dan memeriksa Osborn dan menggali lebih lanjut tentang penyakit ini ...."


"Kami juga akan membantu!" kata Tan mengajukan diri.


"Tentu saja ...." gerutu Felix dalam hati, "Katanya di sekitar sini ada jenis Albumus lain, bukankah lebih baik kalian mengejar melakukan kontrak! biar yang disini Banks yang urus." kata Felix tidak ingin tujuan utama mereka teralihkan lagi.


"Kami ada tiga! permasalah soal tidak bisa membagi-bagi diri sendiri karena banyak pekerjaan tidak berlaku bagi kami. Jadi sementara Tan ada disini, aku dan Teo bisa melakukan hal lainnya." kata Tom.


"Baiklah, lakukan semau kalian saja." kata Felix dengan nada lesuh.


Untuk sementara mereka menunda dulu rasa penasaran dan kembali ke Mundclariss. Mereka tiba pukul 05.56 am, tidak tidur dan langsung bersiap untuk ke kelas. Masuk Mundebris malam dan kembali saat pagi sudah menjadi rutinitas yang biasa bagi mereka.


"Apa belum ada kabar dari Cain, Felix? kau tidak pernah ke Istana Leaure?" tanya Teo.


"Kalau ada pasti aku akan memberitahu kalian." jawab Felix.


"Aku bertanya saja ... biasanya kau kan selalu menyembunyikan sesuatu jika tidak ditanyai dengan alasan karena kami tidak bertanya." kata Teo.


"Kau mengenalku begitu baik ...." kata Felix.


Terlihat dari kejauhan ada Mertie berlari ke arah mereka dengan suara sepatu yang semakin keras. Tapi saat Mertie sampai, Felix sudah pergi karena mendengar apa yang ada dipikiran Mertie, Tiga Kembar ingin ikut mengejar Felix tapi tidak tahu secara jelas apa yang terjadi, jadi harus menunggu penjelasan Mertie terlebih dahulu.


"Polisi itu meninggal." kata Mertie.


...-BERSAMBUNG-...