UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.162 - Kehilangan Kepercayaan



Jika Daisy bangun mungkin akan mengeluh badannya sakit semua karena entah sudah berapa kali dibuat jatuh oleh Felix dan lainnya. Entah bagaimana juga Daisy berakhir tidur di lantai paling atas padahal disana bukan kamarnya. Sudah lelah mengangkat Daisy akhirnya diseret dengan cara menarik kedua lengan Daisy.


"Ibu, tidak akan mati karena kita kan?" tanya Teo sempat bercanda mengingat sudah berulang kali menjatuhkan Daisy ditambah menyeretnya lagi sekarang.


"Ayo cepat!" teriak Felix ketika mendengar sesuatu dari dapur.


Cain menatap Felix meminta agar Daisy dibawa ke Bemfapirav tapi jika melakukan itu Daisy akan bisa melihat hantu juga. Memang menyelamatkan nyawa tapi membuat kehidupan normal Daisy harus hilang. Tan, Teo dan Tom menutup matanya pasrah tapi tetap berusaha keras menarik Daisy. Terdengar ledakan dari dapur dan api mulai menyebar membuat Felix segera melindungi kaki Daisy agar tidak terkena api, "Awas Felix!" teriak Cain dan Tiga Kembar, "Hehh?!" tapi api itu kemudian berhenti tepat di belakang Felix tidak bergerak sama sekali.


"Kau melakukan sesuatu Felix?" tanya Cain.


Felix juga heran dan berbalik melihat api yang berhenti bergerak itu, "Bukan kamu yang melakukan ini?" tanya Felix pada Cain sambil memegangi api yang tidak panas sama sekali dan juga tidak bergerak itu.


"Cepat keluar darisini!" teriak banyak Zewhit.


"Siapa kalian?" tanya Felix.


"Kami adalah Alexavier Rumah sebelumnya!" tunjuknya pada Daisy.


Tan, Teo dan Tom seperti mendapat energi baru karena ada harapan baru bisa selamat dari api dan langsung menarik dengan kekuatan penuh berhasil menarik Daisy keluar dari rumah.


"Sepertinya pindah rumah berulang kali adalah hal yang bagus juga ...." kata Cain.


Siapa yang menyangka kalau semua Alexavier rumah sebelumnya dari Daisy datang untuk menyelamatkannya. Api tidak terlalu menyebar karena dihentikan oleh Alexavier Zewhit Viviandem dan pemadam kebakaran juga cepat datang.


"Memangnya bisa begitu?" tanya Tan.


"Memang ibu pindah rumah dan langsung menjual rumah sebelumnya tapi secara hukum masih kepemilikan ibu karena belum ada yang menempati bahkan masih ada yang belum terjual. Jadi Alexavier rumah sebelumnya juga masih tetap harus melindungi ibu!" jawab Felix.


"Jadi selama ini hanya terus pindah rumah, bahkan banyak rumah sebelumnya yang belum ditempati oleh pemilik rumah yang baru dan bahkan belum terjual ... apa-apaan ibu ini pemborosan sekali!" kata Tom.


"Baru kali ini mungkin ada yang diselamatkan karena pemborosan!" kata Teo mengundang tawa.


Semua Alexavier rumah sebelumnya bersiap pergi setelah api sudah dipadamkan dan memastikan Daisy baik-baik saja.


"Kami pamit, Yang Mulia!"


"1,2,3,4,5,6,7 ... tujuh Alexavier datang menyelamatkan ibu!" kata Teo menghitung satu per satu.


"Terimakasih ...." kata Felix.


Para Alexavier itu tersenyum dan saling menatap satu sama lain, "Terimakasih, Yang Mulia!"


"Kata terimakasih dari Caelvita memberi tambahan umur 10 tahun pada Zewhit ... aku sudah membacanya di buku 'Segalanya tentang Zewhit' ...." kata Tan.


Teo dan Tom menatap, "Jika takut pada sesuatu maka harus bisa tahu segalanya setidaknya bisa tahu kelemahannya kan ...." kata Tan yang takut dengan hantu jadi membaca banyak buku tentang Zewhit dan Bemfapirav.


"Padahal menjadi Zewhit sendirilah sudah menjadi kelemahan ...." kata salah satu Alexavier tertawa kecil.


Felix sangat bersyukur karena menjadi Caelvita ternyata bisa berterimakasih sekaligus membalas budi. Kalimat yang dulunya dibencinya itu untuk dikatakan karena tidak memiliki kekuatan itu tapi sekarang berbeda.


Semuanya kecuali Cain mengantar Daisy menggunakan ambulance, "Aku akan menyusul!" kata Cain.


"Memangnya kau mau apa?!" tanya Felix.


"Sudah pergi sana!" sahut Cain.


Mobil ambulance pergi dan Cain tinggal di depan Rumah Daisy yang masih mengeluarkan sedikit asap. Bagian asuransi Daisy langsung memeriksa kerusakan rumah untuk segera diperbaiki, "Baru kali ini ada kebakaran karena kebocoran gas dan kerusakannya tidaklah seberapa ...." tak lama kemudian polisi datang dan saling adu mulut dengan petugas asuransi yang datang duluan dan katanya menghancurkan TKP, "Makanya kalian harusnya datang tepat waktu dan disiplin bukannya terlambat dan menyalahkan kami!"


"Iya!" sahut Lia yang juga sedang memeriksa kerusakan rumah.


Cain menjatuhkan gelang Alexandrite nya di lantai lalu mengulurkan tangannya, "Tapi ...." Lia ragu menerima uluran tangan itu tapi mengingat banyak energi kehidupannya yang terbuang karena berusaha menolong Daisy tadi, akhirnya diterima juga uluran tangan Cain yang penuh dengan energi kehidupan itu. Cain untuk pertama kalinya dengan suka rela memberi energi kehidupannya sebagai seorang Leaure. Dikiranya sudah tidak akan terlalu pusing tapi ternyata kata terbiasa masih jauh untuknya dalam memberi energi kehidupan.


Goldwin datang sebagai sandaran untuk Cain yang hampir saja jatuh, "Jadi apa kau masih tidak suka buah darah?" tanya Goldwin.


"Sepertinya akan enak kalau ditambah dengan es batu!" sahut Cain yang membuat Goldwin tertawa.


Segera diambilnya gelang Alexandrite yang dilepasnya tadi dan Goldwin membawanya ke Istana Leaure. Cain meminum jus buah darah sudah lebih dari lima gelas. Bahkan untuk mengangkat kakinya saja tadi Cain tidak bisa karena seperti tidak ada kekuatan sama sekali.


"Tapi kenapa kau ini sibuk sekali daritadi?" tanya Cain pada pena di bahu kanannya.


"Memberi energi kehidupan sama halnya dengan menerima bonus secara sengaja!" sahut pena itu masih sibuk menulis.


"Felix sudah memberi tambahan umur 10 tahun pada Alexavier Ibu Sissy, jadi setidaknya aku juga ingin membalas budi seandainya aku bukan Setengah Leaure pasti bisa memberi Alexavier yang lainnya juga energi kehidupan bukan hanya pada Kak Lia saja ...." kata Cain.


"Kudengar kau pernah memberi energi kehidupan pada puluhan Zewhit Manusia, Zewhit Viviandem, Zewhit Iblis secara bersamaan!" kata Goldwin.


"Itu hanya kebetulan saja! kalau ingin menghiburku tidak usah ...." kata Cain.


"Di Mundebris segala sesuatunya bisa saja semuanya berdasarkan kebetulan ... bermula dari kebetulan dan perlahan menjadi takdir ...." kata Goldwin.


"Jadi maksudmu kau lebih percaya mitos daripada fakta ...." kata Cain.


"Apa maksudmu? keberadaan kita saja adalah salah satu bagian dari mitos itu sendiri ... tapi asal kau tahu saja aku ini, Leaure! semua Leaure adalah makhluk Mundebris yang mengedepankan pengetahuan daripada hanya sebuah legenda yang tidak jelas benar atau tidaknya ...." kata Goldwin.


"Kau juga bagian dari legenda tahu!" kata Cain.


Cain setengah mati menahan diri untuk tersenyum tapi tak lama kemudian tertawa lepas juga bersama Goldwin.


"Bagaimana perkembangan permainan tukar kematian?" tanya Goldwin setelah melihat Cain sudah bangun dari tidurnya.


"Jangan bercanda, kau pasti sudah bertemu Felix kan?!" jawab Cain sarkastik.


"Oh iya aku lupa kalau kau juga sudah bisa melihat aura ...." kata Goldwin melihat aura emerald yang belum hilang di sekitar istana.


"Felix selalu saja melakukan hal sendirian, dulu dia tidak terlalu begini ... setidaknya selalu membawaku untuk menemaninya tapi sekarang seakan dia juga membatasi diri denganku ...." kata Cain.


"Sudah sewajarnya ...." kata Goldwin.


"Em?"


"Kau adalah Leaure sejati! mau kau itu Alvauden atau bukan, kau adalah pemilik waktu ... sekarang mungkin kau belum terlalu berpengaruh tapi nanti kau bisa menjadi halangan bagi Tuan Muda Felix ...." kata Goldwin.


"Maksudmu Felix tidak mempercayaiku?"


"Percaya atau tidaknya nanti kita lihat ... apa Felix memberi tahu secara mendetail cara menukar kematian atau tidak, disitulah bisa kau lihat apa dia mempercayaimu atau tidak ...." kata Goldwin.


"Kau pikir Felix takut aku akan mengubah masa depan?" tanya Cain sambil tertawa.


"Keberadaanmu memang untuk itu!" sahut Goldwin.


...-BERSAMBUNG-...