UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.197 - Kendala



"Bagaimana ini bisa terjadi?!" kata Tan.


Gedung dengan 30 lantai itu terbakar, jendela di setiap lantai pecah dan api keluar melambai-lambai.


"Sejak kapan kebakaran ini terjadi?" Teo bertanya pada orang yang disebelahnya berdiri.


"Mereka tidak akan mendengarmu!" kata Tom.


"Oh iya, ya!" kata Teo memukul kepalanya sendiri melihat garis pelindungnya.


Felix berdiri di hadapan orang itu untuk membaca pikirannya, "Sudah hampir sejam ...." kata Felix.


"Kalau begitu ini aneh ... seharusnya daritadi sudah ada mobil pemadam kebakaran, mengingat ini kota ...." kata Cain.


"Ada yang tidak beres!" kata Tan.


Sirene mobil pemadam kebakaran terdengar mendekat, "Kenapa baru datang?!" kata semua orang yang hanya bisa berdiri tidak melakukan apa-apa. Tapi tak lama kemudian sirene mobil itu digantikan oleh suara keras seperti benturan, "Apa yang terjadi?"


Felix mulai berlari ke asal suara itu diikuti yang lainnya, "Pelan-pelan saja Felix!" teriak Teo.


Sampai di tempat kejadian terlihat mobil pemadam kebakaran terbalik. Datang lagi mobil pemadam kebakaran dari arah sebaliknya tapi bernasib sama.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tom.


Felix tersungkur ke aspal dan mulai menutup telinganya. Cain berlari membantu menutup telinga Felix juga, "Ayo kita pergi dari sini!" kata Cain.


"Tidak! selidiki siapa yang membuat mobil pemadam kebakaran tidak bisa sampai ... aku akan masuk ke dalam gedung!" kata Felix.


"Kalau kita pergi darisini kau tidak akan mendengarnya!" kata Tom berusaha menarik Felix.


"Kemanapun aku pergi aku akan tetap mendengarnya! sampai aku menyelamatkan mereka yang meminta pertolongan, suara mereka tidak akan berhenti terdengar ...." teriak Felix melepas tangan Tom.


"Ini terjadi di masa depan, Felix! sadarlah!" kata Cain dan Tiga Kembar berusaha menghentikan Felix masuk ke dalam gedung, "Kita akan menyelamatkan mereka jika kembali!" kata Cain.


"Aaaaaaaaaa!" teriak Felix, "Suara mereka berhenti!" Felix langsung terjatuh, mendengar suara meminta pertolongan memang sangat menyakitkan di telinga tapi tidak mendengar suara mereka lebih menyakitkan lagi.


Cain menghela napas panjang dan melirik Tiga Kembar untuk membawa Felix ke Bemfapirav.


"Ow, kalian sudah datang!" kata Seseorang yang menyapa.


Cain merinding dan lehernya kaku untuk menoleh melihat pemilik suara itu. Felix langsung berdiri dan mengeluarkan pedangnya, "Efrain ...."


"Percuma! kalian melompati waktu kan? aku ingin sekali membunuh kalian semua tapi tidak bisa karena tubuh kalian sekarang sedang terlindungi oleh kekuatan Leaure Sejati ...." kata Efrain yang hanya duduk bersila memegang pedangnya yang ditancapkan di tanah. Cain terkejut Efrain mengetahui bagaimana cara kerja kekuatannya.


"Kau tidak bisa melukai kami tapi kami bisa melukaimu!" kata Felix.


"Dengan tubuh lemah itu?! hahaha!" Efrain tertawa keras.


"Bagaimana kau bisa tahu ...." kata Felix dengan keringat dingin.


"Aku yang memasukkan Veneormi ke tubuh temanmu itu! sudah kuduga kau pasti akan mengambil Veneormi itu ... karena Iriana juga pasti akan melakukan hal yang sama ...." kata Efrain mulai berdiri.


"Iriana tidak akan hidup kembali ... sadarlah!" kata Cain mengeluarkan Orogla dan berdiri disamping Felix.


"Jika dia tidak bisa hidup kembali, maka tidak ada yang akan kubiarkan hidup!" kata Efrain.


"Ternyata ada yang berpikiran cerdas juga diantara kalian ...." kata Efrain menyeringai, "Aku menyuruh putra yang telah kalian bunuh itu untuk membakar perusahaannya sendiri untuk membunuh kalian ... kukatakan bahwa pembunuh ayahnya masih ada di dalam gedung itu! lucu kan? bagaimana dia membakar gedung yang di buat oleh kakek buyutnya dari nol tapi dia sendiri yang membakar gedung perusahaannya serta karyawannya dan menghentikan semua yang ingin datang menghentikan api ... begitulah manusia! mereka egois hanya mementingkan diri sendiri dan sangat mudah dipengaruhi!"


Felix menyimpan kembali pedangnya, "Ayo kita kembali ke Mundclariss sebelum hari berlalu!"


"Aku bersumpah akan membunuh kalian semua!" suara Efrain masih terdengar bahkan setelah kembali ke Mundclariss.


"Jadi dia yang namanya Efrain ...." kata Teo dengan suara bergetar.


"Jangan ketakutan begitu! hanya penampilannya saja yang menyeramkan ...." kata Tom.


"Kalian ini ...." Cain melihat Teo yang ketakutan dan Tom yang berusaha menyembunyikan ketakutannya tapi tidak bisa karena tangan Tom jelas-jelas tidak berhenti bergetar.


"3 jam berlalu! berarti kita 15 menit berada di Bemfapirav ...." kata Tan mengatur ulang jamnya untuk disesuaikan waktu sekarang dengan melihat jam orang yang lewat.


"Api juga sudah padam!" kata Tom.


"Ayo kita pergi darisini! tujuan utama kita adalah untuk menukar kematian bukan menyelamatkan mereka!" kata Cain yang melihat Felix tersiksa sedang melihat korban akibat kebakaran yang dibawa keluar dari dalam gedung yang sengaja dikunci semua akses untuk keluar karena mengira ada mereka di dalam. Pada dasarnya kebakaran ini, korban yang terluka disebabkan oleh mereka atau seperti itulah yang diinginkan Efrain untuk mereka pikirkan.


"Felix!" Cain berdiri di hadapan wajah Felix dan meneriakinya, "Lihat aku! semua ini tidak akan terjadi! aku pastikan itu!"


"Iya, Felix! setelah kembali nanti ... bukannya menyelamatkan, tapi semua ini tidak akan terjadi! bahkan tidak akan ada yang akan kita selamatkan karena kebakaran ini tidak akan pernah terjadi ...." kata Tan ikut membantu Cain.


"Efrain akan menunggu kita disini!" kata Tom.


Cain dan Tan menatap Tom penuh kebencian karena sedang membujuk Felix untuk menjauh malah Tom datang mengacaukan.


"Kau pikir hanya orang-orang yang terluka itu yang dipikirkan Felix?! dia sedang menyusun rencana untuk menghentikan ini tapi terkendala karena kita! dia sedang ragu apa menyelamatkan mereka adalah yang terbaik disaat kita juga bisa dalam bahaya ...." kata Tom.


Cain dan Tan melepaskan Felix yang diam saja mendengar perkataan Tom, "Kau benar berpikiran seperti itu, Felix?" tanya Tan.


"Benar yang dikatakan Efrain, manusia memang egois! disaat seperti ini, aku malah memikirkan keselamatan kalian ... padahal aku ini Caelvita yang seharusnya tidak memihak siapapun dan memilih siapa yang ingin aku selamatkan ...." kata Felix.


"Memang apa salahnya jika begitu ... aku tidak peduli kalau kau menjadi Caelvita terburuk sepanjang masa ... yang penting kau menjadi sahabat terbaik sepanjang masa!" kata Teo.


"Maafkan karena kami lemah Felix, karena kami lemah ... kau sampai berpikiran begitu ...." kata Tan.


"Aku dan Cain yang akan menghentikan semua ini! kalian tidak perlu ikut nantinya ...." kata Goldwin yang tiba-tiba muncul.


"Goldwin?!" seru mereka serempak.


"Kebakaran ini akan menjadi misi Cain sebagai Leaure ...." kata Goldwin memperlihatkan gulungan misi yang didapatnya.


"Kau yakin bisa melakukan ini sendiri?" tanya Tom.


"Kau bisa meremehkan aku ... tapi jangan remehkan Goldwin!" jawab Cain tersenyum menatap Goldwin.


"Kalian fokuslah pada apa yang ingin kalian lakukan sekarang! jangan teralihkan oleh hal lain ...." kata Goldwin.


"Efrain akan membuat kita menunda-nunda waktu di masa depan dan akan menyerang kita jika kembali ke masa lalu jika berhasil disini, kalian tahu kan?" kata Tan.


...-BERSAMBUNG-...