UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.331 - Janganlah Datang Desember!



Felix berjalan masuk ke dalam Desa Parama dengan menggunakan Idibalte level 1 yang membuatnya tidak kelihatan tapi kehadirannya bisa dirasakan.


"Saya tahu Yang Mulia ada disini ...." kata Iblis Kuda yang duduk di depan tanda masuk desa, "Manusia semuanya sudah tidur di desa ini, tidak akan ada yang akan melihat dan mendengar ...."


"Aku tidak bersembunyi dari manusia." kata Felix langsung masuk ke dalam pikiran Iblis Kuda.


Iblis Kuda itu mulai menengok ke kanan dan ke kiri secara perlahan agar tidak kentara, "Maksud Yang Mulia saat ini saya sedang di awasi?"


"Sepertinya Efrain mulai tidak mempercayaimu." kata Felix.


"Wajar jika itu terjadi ...." kata Iblis Kuda.


"Kau datang kesini waktu itu bukan untuk melakukan misi. Apa yang membuatmu kesini waktu itu?" kata Felix.


"Saya yang melakukan misi disini maka sudah sewajarnya saya juga yang berjaga dititik ini." kata Iblis Kuda.


"Jadi, kau yang membunuh disini? aku hanya mendengar ada yang hilang tapi tidak ada berita tentang kejadian mengerikan yang terjadi disini. Sepertinya kau bermain aman tidak seperti iblis yang lain. Dan yang menghilang itu adalah narapidana yang beberapa tahun lalu sudah bebas dan yang baru bebas." kata Felix.


"Aku tidak seperti iblis lainnya yang suka melakukan pertunjukan. Lagipula mereka pantas dibunuh dengan kejahatan yang pernah dilakukannya itu." kata Iblis Kuda.


"Ohya? kau berbicara seakan jadi seperti hakim saja?! apa karena kau terlalu lama bersama dengan Munerna." kata Felix menyeringai.


"Apa Twila hidup di era yang bahkan Viviandem belum dibangkitkan?" tanya Iblis Kuda berbisik.


"Jangan menyebut namanya, walau kalian dekat dia adalah Ratu Sanguiber." kata Felix.


"Kau dan dia sangat mirip." kata Iblis Kuda.


"Sekarang kau yang tidak sopan denganku." kata Felix.


"Aneh, Sang Caldway tidak mirip dengan ibu dan ayahnya sama sekali tapi siapapun yang melihatmu akan mengingatkan pada Ratu Sanguiber. Kedua kalinya dalam sejarah, kelahiran Caelvita dari seorang Viviandem." kata Iblis Kuda.


"Jadi, menurutmu selama ini Caelvita hanyalah muncul begitu saja dari tanah atau apa?!" kata Felix.


"Itu tidak mungkin memang ... tapi Caelvita tidaklah ada hubungannya dengan orangtuanya. Mereka hanya sebagai pemberi jalan untuk Caelvita lahir. Caelvita tidak ada hubungan darah dengan orangtua." kata Iblis Kuda.


"Apa maksud dari perkataanmu ini?!" suara Felix bergetar menanyakan itu.


"Kau bisa membuat Twila dalam bahaya, sesaat jika diketahui bahwa dia adalah ibu yang melahirkanmu maka Quiris akan berlomba-lomba mencari dan membunuhnya. Jangan pernah mengatakan hal yang tidak perlu pada seseorang yang tidak kau percayai. Setidaknya tahan sampai kau benar-benar sudah merasa bisa melindunginya saat sudah menjadi Caelvita Resmi." kata Iblis Kuda.


"Aku sudah tahu itu. Iriana mengalami hal itu di masanya jadi akan aku pastikan hal itu tidak terjadi di masaku." kata Felix.


"Jangan bilang kau kesini karena ingin menantangku? kau berniat mencabut batu permata yang ada disini?" tanya Iblis Kuda mulai berdiri.


"Sungai Amarilis yang menjadi saksi. Aku datang untuk menagih sumpahmu, Brenton!" kata Felix membuat Iblis Kuda terdiam, "Katanya jika aku mengatakan ini akan membuatmu berpihak padaku ...."


"Dia benar hidup? kalian sudah bertemu?" Brenton terihat begitu bahagia.


"Aku butuh bantuanmu Brenton, aku butuh iblis yang bisa membantuku memata-matai Efrain ...." kata Felix.


"Aku sudah memberimu informasi yang bisa membuat nyawaku terancam ...." kata Brenton.


"Aku sudah dengar soal itu, Pemimpin Alvauden yang merupakan Leaure Sejati. Makanya Efrain mempercepat segala sesuatunya sesaat setelah pembantaian Setengah Sanguiber terjadi. Tapi dengan mengetahui kapan dan dimana perang akan terjadi sekalipun tetap saja kau akan kalah. Efrain akan menyerang secara besar-besaran. Caramu untuk selamat hanyalah jika Sang Pembantai Setengah Sanguiber itu datang. Tapi dia tidak ada disampingmu sekarang, yang ada hanya tiga anak manusia yang tentu saja pasti akan mati di depan matamu saat itu." kata Brenton.


Felix menahan emosinya dan tetap berbicara dengan nada tenang, "Kalau begitu setidaknya aku bisa tahu kapan dan dimana aku akan kalah itu! aku tidak memintamu untuk bertarung bersamaku ... hanya perlu memberiku informasi soal Efrain dan apa yang dilakukannya. Saat perang terjadi kalau mau membunuhku silahkan ...."


Brenton hanya diam saja, terlihat masih sedang berpikir. Felix setia menunggu jawaban walau dalam hatinya tidaklah terlalu berharap.


"Apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkannya lagi?!" tanya Felix pada dirinya sendiri, "Kalian selalu saja bertiga kan ... Ratu Sanguiber, kau yang adalah Iblis tapi diangkat menjadi jenderal Sanguiber. Tapi apa kau tahu ... Pemimpin Alvaudenku adalah putra dari Qiana, Penasehat Ratu Sanguiber. Kudengar daripada Ratu Sanguiber, kau lebih dekat dengannya ...." kata Felix.


"Apa?! Leaure Sejati yang menjadi Alvauden itu adalah putra dari Qiana?" Brenton terlihat mulai tertarik.


"Qiana sangat baik padaku, aku tidak perlu khawatir dengan apa yang dibelakangku karena dia selalu menjaga punggungku dari serangan musuh saat berperang. Saat terjadi perang mulia 13 tahun lalu untuk pertama kalinya aku merasakan bagaimana rasanya hampir mati karena ketidakhadirannya. Kudengar dia meninggal setelah melahirkan ternyata anaknya itu adalah ...." kata Brenton tidak selesai.


"Anaknya adalah Cain, Pemimpin Alvaudenku. Kalau kau tidak mau memihakku setidaknya balas jasa dari Qiana selama ini untuk melindungi putranya. Walau kau tidak mempercayai kalau aku ini putra dari Ratu Sanguiber tapi Cain bukanlah Caelvita sepertiku, dia memang benar putra yang lahir dari Qiana." kata Felix.


"Kau yakin dia akan bebas hukuman saat perang itu terjadi?" tanya Brenton.


"Makanya katakan kapan itu terjadi?" tanya Felix sudah menahan emosinya daritadi.


"Malam tahun baru, untuk tempatnya masih belum bisa dipastikan." kata Brenton.


"Jadi Tan, Teo dan Tom hanya bisa hidup sampai akhir desember tahun ini ... lebih cepat dari perkiraanku." kata Felix dalam hati.


"Haaaaatchiiim!" Tiga Kembar bersin bersamaan membuat Cairo kaget.


"Bahkan bersin juga kalian bersamaan?!" Cairo heran dengan fenomena yang terjadi di depan matanya itu.


"Sepertinya ada yang menceritakan kejelekanku ...." kata Teo.


"Itu mitos!" kata Tom.


"Sampai kapan kau akhirnya sadar kalau keseharian kita hidup dipenuhi dengan mitos ...." kata Teo.


"Maksudku sangat tidak ilmiah mengaitkan bersin dengan ada seseorang yang membicarakan." kata Tom.


"Berharap saja kalau yang membicarakan kita itu yang baik-baik." kata Tan.


"Kau juga ...." Tom menatap tajam Tan.


"Apa yang kita lakukan ya di malam tahun baru? malam tahun baru aku ingin istirahat dari posisi sebagai Alvauden dulu ...." kata Teo.


"Tahun baru tahun ini memang kita tidak melakukan hal spesial, tahun baru yang akan datang harus berbeda." kata Tom.


"Semoga Cain sudah kembali." kata Tan.


"Baiklah, sudah kuputuskan untuk memesan pizza sepanjang 100 meter untuk anak-anak di panti. Membeli kembang api super besar lima tiap anak di panti. Emmm .... apa lagi ya?!" kata Teo bangun dengan bersemangat membuat rencana.


"Semoga saja tidak ada yang terjadi malam itu ...." kata Tan.


...-BERSAMBUNG-...